Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Putri Kesayangan Ayah


__ADS_3

Setelah masuk ke area Taman, Zahrana mengajak Ayahnya untuk duduk di tempat biasanya. Zahrana langsung menggandeng tangan Ayahnya agar cepat sampai di tempat yang biasanya ia tempati.


Setelah sampai, Tuan Leon tercengang melihat keindahan Taman yang menjadi tempat kesukaan Zahrana. Pantas saja jika Zahrana sedang bermain ke Taman ia selalu lama, ternyata karena pemandangan yang di sajikan terlihat sangat indah dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung ke Taman itu.


"Ayah ayo duduk disini." ajak Zahrana pada Tuan Leon yang masih berdiri karena merasa takjub dengan keindahan Taman itu.


Tanpa berkata apa-apa lagi Tuan Leon langsung menghampiri Zahrana yang sudah duduk di kursi Taman, Tuan Leon duduk di samping Zahrana dan sesekali melihat raut wajah Zahrana yang sepertinya merindukan seseorang di sisinya.


"Sayang, ada apa ?" tanya Tuan Leon dengan melirik ke samping Zahrana, Zahrana langsung melirik wajah Ayahnya itu.


Tanpa ia sadari tiba-tiba setetes cairan bening keluar dari matanya yang indah, Tuan Leon sangat tidak tega melihat putrinya itu bersedih. Langsung Tuan Leon memberikan sandaran bahu pada putrinya itu, Zahrana tersenyum namun matanya tak bisa ia bohongi, tetap saja air matanya keluar.


Setelah Zahrana bersandar pada bahu sang Ayah, ia menceritakan kesedihannya pada Tuan Leon.


Di mulai untuk sekarang-sekarang ini dirinya sedang di ganggu oleh sosok wanita yang sama sekali tak ia kenali.


"Entah mengapa Ayah, wanita itu selalu menggangguku untuk sekarang ini. Aku capek, hikssh hikssh___" belum selesai berbicara Zahrana langsung diam lidahnya terasa kelu untuk berbicara. Dan alhasil hanya ada genangan air mata yang kembali membasahi pipinya yang putih mulus itu.


Tuan Leon mengusap ubun-ubun Zahrana dan ia berkata " Sini biar Ayah peluk saja putri kesayangan Ayah, kamu boleh menangis sesuka hatimu asalkan itu bisa membuat dirimu sedikit tenang."


Zahrana langsung memeluk erat Ayahnya itu.


"Hiks hiks, aku capek Ayah. Aku ingin tenang seperti dulu lagi." ucapnya dengan nada lirih.


Tuan Leon tak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya terdiam sambil memikirkan Alm. Istrinya, andai saja istrinya masih ada mungkin Zahrana bisa merasakan pelukan seorang Ibu yang bisa lebih menenangkan di banding dirinya.


"Sudah cukup ya sayang, kamu kan anak kuat, kamu pasti bisa menghadapinya. Pesan Ayah cuma satu, jika wanita itu terus mengganggumu kamu jangan hiraukan dia. Kamu jangan membalas kejahatan dia padamu." ujar Tuan Leon pada Zahrana.


Zahrana langsung menatap wajah Ayahnya dengan sangat tulus lalu bibirnya sedikit tersenyum.


Zahrana duduk seperti semula, ia melepaskan pelukan dari Ayahnya itu.


"Terima kasih Ayah !" ucapnya lalu segera ia mengusap air matanya.


Tuan Leon hanya menganggukkan kepalanya dan memberi senyuman pada Zahrana dengan tulus.


Setelah suasana hati Zahrana sudah sedikit membaik dan agak lama juga Tuan Leon dan Zahrana diam, lalu Tuan Leon membuka pembicaraan lagi.


"Sekarang bagaimana keadaan Perusahaan yang kamu pegang ?" tanya Tuan Leon mengalihkan topik pada masalah pekerjaan.


"Untuk itu sekarang Alhamdulillah Perusahaan sudah lebih maju lagi Yah, Zahrana yakin tahun depan Perusahaan itu bisa lebih maju dan membuka cabang lagi. Do'akan ya Ayah semoga bisa tercapai."

__ADS_1


"Aamiinn, Ayah yakin kamu bisa sayang."


"Dan dari beberapa bulan kemarin juga semua pegawai sudah di naikkan gaji nya, Zahrana bangga pada mereka yang selalu disiplin dan jujur dalam bekerja."


"Oh baguslah jika begitu."


Zahrana melihat ada penjual ice cream lewat Taman itu, sikapnya selalu manja apalagi jika ia sedang berada di samping orang yang sangat ia sayangi. Ia selalu manja.


"Ayah,__" ucap Zahrana malu-malu dan pipinya memerah sedikit.


"Iya, ada apa sayang ?" tanya Tuan Leon.


"Aku ingin ice cream itu." ujar Zahrana menunjuk penjual ice cream yang berada tak jauh dari mereka duduk.


"Ya sudah ayo kita beli." ajak Tuan Leon yang langsung berdiri dari duduknya.


"Serius ? Ayah gak malu ?" tanya Zahrana meyakinkan.


"Buat apa malu ? Putri kesayangan Ayah kan manja kalo lagi ingin sesuatu, nanti marah kalau gak di turutin."


"Ihh Ayah selalu begitu." ucap Zahrana manja.


"Iya mau."


Lalu segera mereka menghampiri penjual ice cream yang Zahrana maksud, Zahrana terlihat sangat bahagia hari ini. Walau hatinya tetap bersedih tapi ia harus bisa menunjukkan juga sisi bahagianya.


"Mau rasa apa Nona ?" tanya penjual ice cream tersebut.


"Rasa coklat vanilla ada gak Pak ?"


"Iya ada." ucap penjual ice cream tersebut dan memberikan ice cream yang Zahrana inginkan.


"Ayah mau rasa apa ?" tanya Zahrana pada Ayahnya.


"Punya Ayah rasa vanilla saja sayang."


"Oke siap, pak sama rasa vanilla nya satu." ucap Zahrana pada penjual ice cream itu.


"Semuanya jadi berapa ?" tanya Tuan Leon sambil mengeluarkan dompetnya.


"Semuanya jadi dua puluh ribu Tuan."

__ADS_1


Tuan Leon mengeluarkan uang lima puluh ribu dari dompetnya.


"Tidak ada yang pas Tuan ?"


"Maaf tidak ada Pak, gak papa kembaliannya buat Bapaknya saja." ucap Tuan Leon ramah.


"T-tapi,_"


"Sudah tidak apa-apa, kembaliannya buat Bapaknya saja. Saya ikhlas." ucap Tuan Leon lagi.


"Terima kasih banyak ya Tuan." ucap penjual ice cream itu dengan tersenyum penuh bahagia.


"Iya sama-sama."


"Ya sudah ayo kita duduk disana lagi sayang." ajak Tuan Leon pada Zahrana.


Setelah mereka duduk di tempat semula, Zahrana sangat menikmati ice cream kesukaannya itu. Tuan Leon yang melihatnya merasa senang bisa membuat putri kesayangannya itu bahagia.


"Ayah mau cobain ice cream aku gak ?" tanya Zahrana pada Tuan Leon yang sedari dari menatap dirinya. Namun Zahrana tak menyadarinya.


"Ayah !!"


"Ehh,,, iya ada apa sayang ?" ucap Tuan Leon agak kaget.


"Ishh kebiasaan Ayah suka gitu. Aku tanya, Ayah mau cobain ice cream aku gak ? Begitu." ucap Zahrana agak kesal.


"Hmm, boleh mana sini Ayah cobain."


Lalu Zahrana menyuapi ice cream miliknya itu pada Sang Ayah. Dan sebaliknya Tuan Leon juga menyuapinya.


Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih, padahal umur Tuan Leon berbeda jauh dari Zahrana hanya saja Tuan Leon awet muda di umurnya yang sudah mau menginjak 43 tahun.


Beberapa orang yang berlalu lalang sesekali melihat Tuan Leon dan Zahrana, mereka mungkin menyangka jika mereka berdua pacaran.


Sampai akhirnya ada seorang Fotografer yang menawarkan jasa foto pada mereka. Zahrana tak banyak berfikir ia langsung meng-iyakan tawaran Fotografer tersebut. Tuan Leon hanya menuruti apa yang di inginkan Zahrana, yang penting ia bisa melihat Zahrana bahagia.


Fotografer tersebut sudah mengambil beberapa potret yang bagus, dan sekarang yang terakhir.


"Maaf Nona, bisa tidak jika wajah Nona dan pacar Nona agak dekat sedikit biar kesannya terlihat romantis." ujar seorang Fotografer tersebut memberi arahan.


Zahrana dan Tuan Leon seketika tertawa dan Fotografer tersebut malah terlihat kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2