Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Bersama Ayah


__ADS_3

Malam semakin larut film yang mereka tonton pun sudah selesai. Zahrana yang tadinya terus kepikiran akan suatu hal buruk yang suatu saat bisa saja menimpanya akibat teror tadi, ia malah terlelap tidur di bahu sang Ayah. Tuan Leon merasa tidak tega membangunkan Zahrana. Sehingga mereka malah tertidur di soffa hingga pagi hari.


Ketika Bi Vina sudah bangun dan akan memulai bersih-bersih rumah serta akan memasak. Ketika keluar dari kamarnya Bi Vin terkejut melihat kedua majikannya tertidur pulas sekali di soffa.


"Ya ampun Tuan besar dan Nona Zahrana tertidur di soffa hingga pagi." lirih Bi Vina.


"Sekarang sudah jam lima pagi, sebaiknya saya bangunkan mereka saja takut nantinya akan bekerja agar tidak kesiangan."


Lalu Bi Vina menghampiri majikannya itu lalu membangunkannya dengan sangat lembut. Pertama Bi Vina sengaja membangunkan Zahrana karena biasanya Zahrana mudah untuk terbangun.


"Nona !! Nona !! Bangun ini sudah pagi." ucap Bi Vina sambil menepuk pelan bahu Zahrana.


Zahrana yang sangat nyaman bersandar dan tertidur di bahu sang Ayah pun terbangun.


Ia sedikit membuka matanya dan menguceknya. Ia sadar sekarang ia tertidur di soffa bersama Ayahnya.


"Ahh Bibi, jam berapa sekarang ?" tanya nya sambil mengatur posisi duduk.


"Sudah jam lima Nona, makanya saya membangunkan Nona."


"Ya sudah terima kasih Bi."


"Oh iya Bibi belum membangunkan Ayah ?" tanya nya sambil melirik kesamping Ayahnya yang masih tertidur pulas.


"Belum, tadi Bibi sengaja membangunkan dulu Nona."


"Tak apa, biar saya saja yang membangunkan Ayah. Bibi boleh memulai bekerja sekarang."


"Baik Nona, ya sudah saya mulai bersih-bersih dulu." ucapnya lalu segera pergi meninggalkan kedua majikannya itu.


Zahrana masih belum sepenuhnya membuka matanya, ia masih merasa mengantuk. Tapi ia ingat hari ini ia harus bekerja, lalu segera ia membangunkan Ayahnya.


"Ayah !!!"

__ADS_1


"Ayah !! Bangun !!" ucapnya sambil menepuk bahu Ayahnya. Namun belum ada reaksi apa-apa dari Ayahnya.


"Isshhh !! Ayah ini kebiasaan suka susah dibanguninnya." geram Zahrana.


"Ayahh !!!" ucapnya dengan nada yang agak meninggi.


"Ayo bangun !!"


Lalu Tuan Leon sedikit membuka matanya, dan melihat ke arah Zahrana yang sedang memperhatikan dirinya. Tuan Leon mengucek-ngucek matanya hingga terbuka dan jelas melihat Zahrana yang sedang menatap dirinya yang baru bangun.


"Ahh kau sayang ! ini masih pagi kan ? Ayah masih mengantuk." ujarnya dan membuat Zahrana geram karena Ayahnya susah sekali bangun dari tadi dan sekarang malah berbicara masih mengantuk. Zahrana memberikan raut wajah kesal pada Ayahnya.


"Terserah Ayah ! Yang penting Zahrana sudah membangunkan Ayah dengan cara yang baik." ucapnya dengan nada kesal.


Tuan Leon tertawa melihat tingkah putri cantiknya itu. Karena pagi-pagi ia sudah membuat Zahrana kesal.


"Ahh sini putri kesayangan Ayah, biar Ayah peluk dulu." ucap Tuan Leon dengan nada halus lalu merangkul putrinya dengan penuh kasih sayang dan mencium ubun-ubun Zahrana.


Zahrana hanya menikmati pelukan hangat dari sang Ayah, ia merasa sangat bahagia karena sekarang ia di perlakukan layaknya seorang ratu. Dulu juga seperti itu namun sangat jarang sekali.


"Kenapa ?" tanya Zahrana heran lalu menatap wajah Tuan Leon dengan spontan. Tuan Leon membuka kembali matanya dan melihat raut wajah Zahrana yang sangat penasaran.


"Gak papa, Ayah ingin jalan-jalan sama putri Ayah ini. Biarkanlah urusan pekerjaanmu ditunda dulu." ucap Tuan Leon dan mencubit hidung mancung Zahrana yang menggemaskan.


"Biarkan sekretaris pribadimu dulu yang meng-handle semua pekerjaannmu untuk sekarang ini." sambungnya lalu melepaskan pelukan hangatnya dari Zahrana.


"T-tapi Ayah,_..."


"Ssttt !! Jangan menolak sayang." ucapnya dengan berharap agar putrinya itu tidak menolak.


"Ya sudah kalau begitu, nanti aku hubungi El agar dia yang mengatur semuanya." ucap Zahrana dengan tersenyum menatap wajah sang Ayah dengan tulus.


"Sekarang kamu mandi dulu gihh, Ayah juga mau mandi dulu."

__ADS_1


"Baik Ayah." ucap Zahrana lalu segera beranjak menuju kamarnya.


***


"Apa !!!!?? Bisa-bisanya dia meneror lagi kekasihku tadi malam." geram Kevin membaca pesan masuk dari Rara yang berisi.


^^^"Hai Kevin, maaf ya tadi malam aku sempat mengganggu kembali kekasihmu itu. Habisnya dia keras kepala sih di suruh ninggalin kamu malah tetep sama kamu."^^^


"Ra jika kau terus menerus seperti ini, kau benar-benar menambah rasa sakit di hatiku. Lebih baik kita bertemu di caffe yang dulu sering kita kunjungi. Aku ingin menyelesaikan semuanya dengan baik-baik. Jam delapan pagi aku tunggu."


Kevin merasa kesal pada Rara yang terus menerus meneror kekasihnya itu. Karena Kevin tahu jika Rara sudah berani mengusik hidupnya lagi, Rara juga akan terus mengusik Zahrana. Ia tak mau Zahrana terlibat dengan masa lalunya.


"Sebenarnya apa sih mau wanita itu ? Sudah jelas aku tak mempunyai hubungan apa-apa lagi tapi sekarang malah kembali dan menggangguku." gumam Kevin kesal karena sikap Rara yang dari dulu selalu seperti itu.


"Tidak apa lah sekarang aku akan cuti untuk seminggu kedepan, agar aku bisa membereskan dulu semua ini." gumamnya lagi.


Kevin yakin semua permasalahan ini akan berlangsung agak lama, apalagi jika bersangkutan dengan mantan kekasihnya itu.


***


Di Perusahaan Zahrana...


"El, tolong semua pekerjaan saya kamu dulu yang handle. Saya ada urusan pribadi tapi jika ada pekerjaan yang terlalu sulit untuk kamu tidak apa biar di tunda dulu. Biar nanti saya kerjakan sendiri." tulis pesan singkat dari Zahrana pada Elmyra. Elmyra hanya bisa bernafas berat ketika pekerjaan bos nya itu harus ia yang mengatur semuanya. Tapi mau bagaimana pun Elmyra merupakan sosok yang bertanggung jawab dan jujur jadi setiap perintah dari Bos nya itu pasti selalu ia lakukan dengan baik dan benar.


Elmyra tengah sibuk meng-handle semua pekerjaan yang Zahrana minta, hari ini ia sibuk sekali. Hampir setiap hari ia sibuk tapi hari ini ia lebih sibuk apalagi semua pekerjaan Zahrana harus ia yang mengatur semuanya.


"Nasib sekali aku menjadi sekretaris pribadi Nona Zahrana, ketika Nona Zahrana ada urusan pribadi pasti harus aku yang mengatur semuanya, tapi tak apalah Nona Zahrana juga memperlakukanku dengan baik. Aku harus bisa menjaga kepercayaannya." gumam Elmyra yang fokus pada layar komputer.


***


"Ayah sebenarnya kita mau ngapain ?" tanya Zahrana setelah selesai sarapan.


"Hari ini Ayah ingin keliling Kota Bandung, coba dari pertama Ayah kesini Ayah selalu sibuk mana ada waktu untuk jalan-jalan." jawab Tuan Leon.

__ADS_1


"Ya ampun, aku kira ada hal penting lagi ternyata hanya masalah jalan-jalan. Ya sudah nanti Zahrana temani Ayah sampai Ayah merasa puas jalan-jalan menyusuri Kota Bandung."


__ADS_2