
"Kamu harus nurut ini kan demi kesehatan kamu juga sayang." ucap Kevin dengan nada yang tenang lalu memberi senyuman tipisnya pada Zahrana.
"Sekali saja Zahrana bantu ya ?"
"Kamu harus istirahat Nona."
"Nona ?" ucap Zahrana melirik Kevin yang sedang kembali fokus pada layar laptopnya.
Kevin merasa kesal sendiri dengan tingkah Zahrana yang memaksa seperti itu,makanya ia sengaja memanggil Zahrana dengan sebutan Nona.
"Baru saja aku mendapat ucapan sayang dari Kakak,tapi sekarang kembali memanggil Nona." ucap Zahrana yang malah merajuk dan cemberut.
Kevin melirik Zahrana dengan gemas,walau tadi ia sedikit kesal tapi sekarang ia malah tambah sayang pada kekasihnya itu. Tingkah Zahrana sangat menggemaskan ketika marah,Kevin hanya tertawa kecil melihat Zahrana yang sedang marah itu.
Kevin terus menatap wajah Zahrana yang masih cemberut dan sesekali menggodanya dengan ucapan Sayang.
"Sayang."
"Sayang."
"Sayang."
Seperti itu Kevin menggodanya di iringi dengan tingkah konyol Kevin yang akhirnya membuat Zahrana tertawa.
"Issshhhh Kakak ini ya !!!"
"Sudah jangan marah,Kakak hanya ingin kesehatanmu itu tetap stabil karena kondisi kamu bisa saja drop ketika mempunyai banyak pikiran sayang."
"Ya sudah aku mengerti,aku kembali ke kamar ku ya."
"Katanya mau nemenin Kakak."
"Emang iya mau nemenin Kakak tadinya,cuman gak ada kerjaan juga buat aku jadi aku tidur di kamar aku." ucap Zahrana yang segera beranjak dari tempat duduknya menuju pintu keluar untuk kembali ke kamarnya.
"Selamat tidur sayang." ucap Zahrana sambil menutup pintu kamar Kevin.
Kevin yang sedang duduk di tempat kerjanya ia bingung sendiri,ada-ada saja tingkah Zahrana yang aneh seperti itu.
__ADS_1
Tapi Kevin tidak mengambil pusing atas prilaku kekasihnya itu,lagi pula tidak baik jika Zahrana beristirahat di kamar Kevin walau memang benar mendapat izin dari Tuan Leon tapi itu belum waktunya.
***
Sinar mentari mulai menerobos celah gorden Zahrana,ia baru selesai mandi. Segera ia membuka gorden tersebut untuk melihat keindahan Kota London di pagi hari.
Ia sudah mengenakan gamis warna peach dan segera ia berhias didepan cerminnya dan segera memakai kerudungnya.
Hari ini ia ingin berjalan-jalan menyusuri Kota kelahirannya. Ia ingin kembali menikmati setiap intrik yang pernah terjadi.
Tok...tok...tok...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamarnya. Tanpa berfikir lama segera Zahrana membukakan pintunya,ternyata itu adalah Ayahnya yang sudah berpakaian sangat rapi.
"Ayah,ayo masuk dulu." ajak Zahrana pada sang Ayah.
Setelah masuk ke kamarnya segera Zahrana menyuruh duduk di soffa yang tersedia. Lalu tanpa basa basi lagi Tuan Leon mulai berbicara.
"Ada apa Ayah pagi-pagi sekali ke kamarku ?" tanya Zahrana yang sedikit penasaran.
"Apa ?" ucap Zahrana kaget,bagaimana mungkin dalam waktu singkat mereka langsung bertunangan.
"Itu saran dari Ayah sayang dan semoga kamu tidak menolaknya."
"Ayah tidak sedang berbohong kan ?"
"Untuk apa Ayah berbohong pada putri Ayah sendiri."
Zahrana langsung tersenyum manis pada sang Ayah,dan langsung memeluknya dengan penuh sayang. Zahrana merasa sangat bahagia atas perkataan yang di ucapkan Ayahnya.
"Terima kasih Ayah,Zahrana tidak akan menolak perkataan Ayah." ucap Zahrana dalam pelukannya pada sang Ayah.
"Ya sudah sekarang kamu beres-beres,nanti siang kita kembali pulang ke Bandung."
"Pekerjaan Ayah sudah selesai disini."
"Kok sebentar banget Yah,Zahrana pikir akan lama disini."
__ADS_1
"Ayah harus segera mengurus Perusahaan yang ada di Bandung sekarang kan itu pusatnya. Kebetulan Kevin juga beres dengan pekerjaan yang Ayah suruh tadi malam."
"Katanya kamu mau nemenin dia tapi kok gak jadi ?"
"Zahrana memang mau nemenin Kak Kevin,tapi Kak Kevin melarang Zahrana membantunya katanya harus istirahat karena tadi malam mata Zahrana sembab. Jadi daripada gak ada kerjaan ya sudah Zahrana kembali kesini dan beristirahat." ucap Zahrana jujur pada sang Ayah.
"Matamu sembab ? Kenapa ?" bukannya menanggapi dulu ucapan Zahrana tentang Kevin,tapi Tuan Leon malah menanyakan kenapa mata Zahrana sembab.
"Gak papa kok Yah,dulu Ayah sempat bercerita pada Kak Kevin tentang masa lalu aku ya ?" tanya Zahrana.
"Oh itu ? Iya,Ayah sempat memberitahu Kevin karena Ayah ingin Kevin menjagamu dengan tulus dan jangan terpaksa."
"Makasih ya Ayah,sekarang Zahrana juga sudah jujur pada Kak Kevin tentang masa lalu Zahrana dulu. Dan beruntungnya Kak Kevin bisa menerima Zahrana dengan tulus." ucap Zahrana tersenyum pada sang Ayah.
"Semoga kamu bahagia terus ya dengan pilihanmu itu. Ayah hanya bisa mendo'akan saja sudah jangan sedih lagi. Ayah kadang suka ikut sedih kalau kamu sedih kayak dulu itu."
"Tapi kan sekarang Zahrana sudah bahagia,Ayah jangan khawatir ya."
"Ya sudah kamu beres-beres dulu nanti siang kita pulang,jangan lupa."
"Ya sudah iya,tadinya Zahrana mau main dulu sebentar disini tali kalau harus pulang siang ini ya sudah nggak jadi mainnya."
"Nanti kapan-kapan kita kesini lagi kok."
Zahrana hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti. Zahrana harus menuruti apa kata Ayahnya itu,bisa saja ia pulang sendiri tapi ia juga harus ingat bahwa ada pekerjaan yang ia tinggalkan di Bandung.
Alhasil ia segera beres-beres dan mengemasi semua pakaiannya.
***
Siang ini di Bandara International Kota London...
Tuan Leon,Kevin dan Zahrana sudah berada didalam pesawat dan tak lama kemudian pesawat itu segera meluncur.
Zahrana yang sibuk memainkan handphone-nya membuat Tuan Leon dan Kevin penasaran. Padahal Zahrana sedang mengerjakan pekerjaan yang nantinya akan ia hadapi ketika sudah sampai di Bandung,pasalnya ketika Zahrana sudah siap untuk ke Bandara ia mendapat email dari Elmyra bahwa ketika Zahrana sampai di Bandung ia harus segera ke Perusahaan karena ada seseorang yang menunggunya.
Tuan Leon maupun Kevin tak ada yang bertanya mereka hanya memperhatikan Zahrana,tapi dari tingkah Zahrana yang fokus seperti itu sudah di pastikan ada pekerjaan yang sangat penting.
__ADS_1