
Pagi ini Tuan Leon,Kevin dan Zahrana sudah berada di Bandara,mereka sedang menunggu nama mereka di panggil untuk menaiki pesawat.
"Kak Kevin belum pernah ke London kan ?" tanya Zahrana yang berada di samping Ayahnya.
"Belum sayang,sekarang pertama kalinya hehe.." ucap Kevin refleks memanggil Zahrana dengan sebutan sayang di hadapan Tuan Leon,dan itu membuat Tuan Leon terkejut.
"Tunggu dulu tadi anda memanggil anak saya sayang ?" tanya Tuan Leon heran.
"Kalian sudah resmi jadi kekasih ya ?" sambung Tuan Leon.
Kevin hanya tersenyum begitupun Zahrana,Tuan Leon memberikan raut wajah yang sepertinya akan marah tapi siapa sangka Tuan Leon malah ikut tersenyum dan ia juga menyetujui hubungan putrinya itu.
"Apa Ayah tidak merestui hubungan kami ?" tanya Zahrana dengan wajah yang agak melas.
"Mana mungkin Ayah tidak merestui kalian,justru Ayah ikut bahagia karena sekarang Kevin sudah bisa memberi kepastian kepadamu sayang." ucap Tuan Leon pada Zahrana.
Zahrana tersenyum bahagia mendengar ucapan Sang Ayah,begitupun Kevin ia merasa sangat bahagia karena mendapat restu dari Ayah Zahrana.
"Sebenarnya waktu Ayah bertanya kenapa wajah aku sangat bahagia waktu malam kemarin itu karena ini Ayah,karena kita sudah menjalin hubungan kekasih karena malam itu Kak Kevin yang memberi kepastian langsung padaku." ucap Zahrana sumringah.
Kevin hanya malu-malu saat Zahrana berbicara seperti itu pada Tuan Leon.
"Nahh Kevin kamu gak papa enggak manggil saya dengan sebutan Tuan,sekarang kamu berhak memanggil saya dengan sebutan Ayah." ucap Tuan Leon dengan nada menggoda Kevin.
Kevin merasa malu sendiri,ternyata Tuan Leon sangat baik padanya dimulai dari pertama mereka kenal hingga sekarang Zahrana sudah bisa menjadi kekasihnya.
"Ahh saya merasa tidak sopan jika harus langsung memanggil nama itu." ucap Kevin dengan malunya.
__ADS_1
"Enggak papa,kecuali kalau dalam urusan Perusahaan kamu tetap panggil saya Tuan tapi lain lagi ceritanya kalau kamu sudah menjadi menantu saya harus panggil Ayah." ucap Tuan Leon tertawa.
Zahrana pun ikut tertawa karena merasa gemas melihat raut wajah Kevin yang malu sendiri.
Tak lama kemudian nama mereka di panggil untuk segera menaiki pesawat.
***
Di dalam pesawat Zahrana merasa mengantuk dan ia pun tertidur dengan wajah polosnya.Hanya Tuan Leon dan Kevin saja yang bangun,Kevin paham mungkin karena Zahrana kurang tidur semalam jadi sekarang mengantuk dan alhasil tertidur dengan pulasnya.
Tuan Leon dan Kevin semakin akrab dengan obrolannya,sesekali Tuan Leon memberikan candaan pada Kevin begitupun sebaliknya.
Dalam hati Kevin ia bergumam sendiri.
"Semoga suatu saat nanti aku benar-benar bisa menikahi Zahrana,aku sangat yakin akan hal itu."
Perjalanan yang ditempuh cukup lama,sehingga Tuan Leon dan Kevin juga ikut tertidur. Tapi sekarang giliran Zahrana yang bangun ia mengucek matanya dan melihat keadaan sekitar rata-rata semua orang yang menaiki pesawat bersamanya sedang tertidur pulas.Kebetulan Zahrana duduk dekat jendela pesawat ia melihat awan yang sangat indah,dan sesekali Zahrana memerhatikan wajah tampan Kevin dan tersenyum sendiri.
"Aku mencintaimu Kak,tolong jangan pernah kau kecewakan hatiku aku sudah terlalu lama menahan rasa sakit yang dulu pernah ku rasakan tapi aku yakin kau bukan lelaki seperti Leo yang dulu sering menyakitiku." gumam Zahrana entah kenapa ia tiba-tiba ingat Leo jika akan pergi ke London,mungkin karena Leo seperti pacarnya diwaktu SMA dulu padahal mereka hanya sebatas dekat dan saling suka.
Namun ketika rasa suka mereka mulai tersampaikan satu sama lain,Leo malah memilih Reina sahabat Zahrana sendiri ia merasa sangat hancur pada waktu itu.Karena Reina menerima Leo,tapi tak lama kemudian Reina di selingkuhi oleh Leo sehingga ketika putus hanya ada Zahrana yang selalu menemani Reina walaupun Reina pernah menyakitinya,Zahrana hanya memendam rasa sakit itu karena bermusuhan dengan sahabat sendiri merupakan hal konyol hanya itu yang dulu Zahrana pikirkan karena ia tetap peduli pada yang namanya sahabat.
Tapi siapa sangka ternyata ketika Zahrana bergumam sendiri tentang rasa sakit oleh seorang lelaki yang bernama Leo,Kevin mendengarnya dengan jelas karena Kevin belum tertidur pulas.
Kevin merasa sangat kasihan pada Zahrana,ia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga perasaan Zahrana agar tidak menyakitinya.Ternyata di balik senyuman manis dan raut wajah jelita Zahrana tersimpan luka yang dulu sempat membuatnya terjatuh tak berdaya karena seorang sahabat.Tapi kebaikan hati Zahrana sangatlah berharga karena ia tetap bisa menerima sahabatnya walau pernah menyakitinya.
Rasa sendu tiba-tiba menyelimuti Zahrana ia jadi takut sendiri takut Kevin berpaling dengan wanita lain yang ada di London.
__ADS_1
Tapi ia yakin Kevin bukan lelaki seperti Leo yang dengan mudahnya memainkan perasaan seorang wanita.Zahrana percaya akan hal itu,dan semoga kepercayaan Zahrana tidak di sia-siakan oleh Kevin.
***
Sesampainya di London...
Apartemen mewah yang Tuan Leon punya sewaktu di London dulu sekarang ia bisa menjejaki lagi bangunan miliknya sendiri yang sangat megah.
Mereka sudah berada di kamar masing-masing,kamar Tuan Leon dan Kevin bersampingan tapi kamar Zahrana berbeda.Kamar Zahrana berada di lantai 18 dengan nomor kamar 06,kamar yang khusus Zahrana tempati sewaktu dulu.Dan untuk Tuan Leon dan Kevin mereka berada di lantai 20 dengan nomor kamar 11 dan 12.
Zahrana merasa lelah ia merebahkan tubuh indahnya pada kasur empuk yang berada di ruangan itu,tiba-tiba ia teringat sahabatnya Reina ia berniat untuk memberitahu Reina lewat handphone-nya.Tapi tiba-tiba suara pintu di ketuk,dan alhasil segera Zahrana membuka pintu tersebut dan ingin tahu siapa.
Ternyata sosok lelaki yang tampan dengan bola mata coklatnya sedang berdiri di hadapan pintu dan itu tak lain dari Kevin.
"Hai Nona." sapa Kevin dengan senyuman merekah yang terhias di wajah tampannya.
"Kenapa Kakak tidak beristirahat padahal perjalanan tadi sangat melelahkan." ucap Zahrana dengan wajah yang kuyu karena lelah.
"Kakak hanya memastikan kamu berada di kamar ini,takut malah kabur kemana nantinya." goda Kevin dengan terkekeh.
"Ihh dasar,aku cape Kak aku mau istirahat kalau mau mengobrol ya sudah ayo masuk saja kita duduk di kursi yang ada di balkon kamar aku."
"Maaf sayang Kakak juga lelah jadi mau istirahat,kebetulan Kakak kesini cuma mau memastikan kamu sudah berada di kamar ini." ucap Kevin dengan mata yang sedikit menggoda Zahrana.
"Ya sudah sana Kakak pergi ke kamar Kakak saja katanya lelah." ucap Zahrana ketus karena ia merasa lelah jadi tidak ingin di ganggu.
"Ya sudah selamat beristirahat kekasihku." ucap Kevin dengan tersenyum.
__ADS_1
"Selamat beristirahat kembali kekasihku yang tampan." ucap Zahrana menggoda Kevin lalu segera ia menutup pintunya karena Kevin pasti membalas godaannya.
Kevin yang berada diluar pintu tersenyum sendiri dengan tingkah Zahrana yang sangat menggemaskan.