Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Sebuah Restu Dari Ayah Zahrana ?


__ADS_3

Lalu segera Kevin menuju lantai kamarnya yang berada di lantai 18,tapi ketika akan memasuki lift ternyata ada Tuan Leon di dalamnya ternyata Tuan Leon mencari Kevin karena ada dokumen penting yang perlu mereka urus sebelum besok menghadiri jumpa pers antar Perusahaan.


Ternyata tujuan mereka ke London karena adanya jumpa pers penting di Perusahaan cabang milik Tuan Leon.


Di dalam lift Tuan Leon menggoda Kevin karena ketahuan sudah menghampiri Zahrana.


"Saya cariin terus gak ada,ternyata kamu habis menggoda anak saya ya ?" tanya Tuan Leon dengan wajah serius tapi sebenarnya itu merupakan siasat Tuan Leon saja.


"Maaf Tuan,saya hanya ingin memastikan Zahrana baik-baik saja karena tadi ia merasa kelelahan,saya juga tidak memasuki kamarnya,saya hanya berdiri di depan pintu kamarnya."


"Kamu ini terlalu serius menanggapi ucapan saya Kevin,coba lihat putri saya semenjak kenal denganmu !?"


"Dia terlihat sangat bahagia jika sudah mendengar nama kamu,dulu saya sempat ragu dengan kamu tapi semenjak kita bekerjasama untuk pekerjaan saya jadi tahu sikap kamu yang sangat baik dan jujur terhadap orang,saya mohon jaga putri tunggal saya itu karena ia sempat mengalami luka dalam akibat laki-laki dan saya tidak ingin kamu melakukannya." ucap Tuan Leon dengan serius.


Ketika Kevin akan menjawab apa yang telah Tuan Leon ucapkan tiba-tiba pintu lift sudah terbuka karena sudah sampai di lantai 18.


Lalu Kevin mulai berbicara pada Tuan Leon di kamarnya karena semua dokumen penting ada di dalam kamar yang Kevin tempati.


"Saya akan berusaha membuat putri anda bahagia Tuan dan pastinya dengan cara saya sendiri,terima kasih karena sudah bisa menerima kehadiran saya di keluarga Tuan,karena ini merupakan suatu kehormatan bagi saya." ucap Kevin dengan tersenyum.


"Saya yakin lelaki sepertimu bisa membuat Zahrana luluh dalam waktu sekejap bukan ?" tanya Tuan Leon memastikan bahwa dulu saat pertama berkenalan Zahrana pasti sangat cuek.


"Hehe...iya Tuan dulu Zahrana sempat cuek saat pertama kenal tapi ketika sudah saling mengenal satu sama lain ternyata saya tahu sifat sebenarnya putri anda itu yaitu sangat hangat,humble dan dia selalu tersenyum manis." ucap Kevin dan tak sadar ia tengah memuji Zahrana dihadapan Tuan Leon dengan polosnya.

__ADS_1


"Itulah putri saya yang sangat istimewa,saya bangga setelah semua luka yang dia rasakan sekarang sudah mulai terganti dengan kebahagiaan." ucap Tuan Leon dengan menepuk pundak Kevin.


"Memangnya Zahrana punya luka yang begitu dalam ya Tuan ?" tanya Kevin penasaran,walau ia tahu jika dia bertanya seperti itu merupakan hal kurang sopan terhadap Tuan Leon karena itu masalah pribadi keluarganya.


Tuan Leon hanya diam,ia bungkam tak berkata apa-apa.Semuanya seakan masih teringat di pikiran Tuan Leon beberapa tahun dahulu.


"Maaf Tuan jika saya tidak sopan telah menanyakan hal itu."


"Tidak apa,marilah kita berbicara di sofa itu sedikit akan saya ceritakan tentang masa lalu Zahrana." ajak Tuan Leon untuk duduk di sofa yang berada di pojok kamar agar ia bisa menceritakannya.


Setelah mereka duduk lalu Tuan Leon sedikit menceritakan bagaimana keadaan Zahrana dulu.


...Flashback on......


Lelaki yang selalu menemani Zahrana kapanpun Zahrana pergi,setiap malam mereka pasti menghadiri club malam yang sudah biasa mereka kunjungi.Lelaki itu hanya ingin mengambil kesucian Zahrana semua yang sudah tahu sifat lelaki itu mengatainya seorang bajingan.Zahrana sudah tahu itu dari teman lelakinya tapi ia tetap tidak peduli,karena pergaulannya pada waktu itu masih suram.


Ketika Zahrana mendapat ucapan yang paling menyakitkan dari lelaki itu yang tak lain adalah Leo.Zahrana merasa sangat sakit hati dan akhirnya ia juga di putuskan oleh Leo.


Belum sampai disitu prilaku Zahrana yang bebas diketahui Tuan Leon,dan pada akhirnya ia mendapat nasehat dari Tuan Leon dan alhasil itu bisa merubah sedikit demi sedikit pergaulannya.


Dulu Tuan Leon yang memarahi Zahrana dengan tegasnya karena ia tak mau putri semata wayangnya itu bergaul bebas.Beruntung Nyonya Sari yang selalu memberi arahan pada Zahrana agar bisa berhenti bersikap seperti itu dan mau menuruti keinginan orang tuanya agar bisa menjadi seorang wanita yang baik dalam pergaulannya bisa di cerna dengan otak cerdas Zahrana dan ia mulai bisa merubah semuanya.


Dimulai ia meninggalkan club malamnya,dan tidak lagi memakai pakaian yang sangat minim pada waktu itu sehingga sampai sekarang ia mampu menutup dirinya dengan gamis elegan yang selalu terbalut di tubuh indahnya.

__ADS_1


...Flashback off......


"Lalu memangnya ucapan apa yang Zahrana dapat dari Leo itu Tuan ?" tanya Kevin penasaran.


"Saya juga tidak tahu tentang itu,karena Zahrana tak belum pernah menceritakannya pada saya tapi entah jika ia bercerita pada almarhum istri saya,saya tidak tahu." ucap Tuan Leon dan menitikkan air matanya.


"Saya kurang dalam mendidik putri saya waktu itu,karena saya tahu Zahrana kurang mendapat kasih sayang dari saya maupun Ibundanya dulu,saya terlalu sibuk memikirkan pekerjaan sehingga melupakan putri tunggal saya sendiri."


"Sudahlah Tuan,semuanya sekarang sudah berubah dan sekarang Zahrana sudah bisa menjadi pribadi yang lebih baik dimana dirinya muncul pasti selalu ada pujian baik atas dirinya yang sangat cantik jelita dan cerdas itu." ucap Kevin dengan tenang.


"Kau benar Kevin,saya menceritakan ini hanya karena saya tak mau kamu melukai hati anak saya itu,saya sangat menyayanginya."


"Saya mengerti Tuan,saya akan berusaha menjaga Zahrana bagaimanapun keadaannya saya tidak peduli dengan masa lalu Zahrana dulu karena Zahrana yang saya kenal adalah yang sekarang,yang selalu membalut dirinya dengan pakaian gamis elegan dan kerudung yang selalu terhias di kepalanya." ucap Kevin tersenyum.


"Saya yakin kamu lelaki baik-baik dan jika kamu menginginkan cerita masa lalu Zahrana,kamu bisa bertanya padanya untuk sekarang ini.Karena saya mau setelah pulang dari sini kamu bisa bertunangan dengan putri saya secepatnya." ucap Tuan Leon dengan serius.


"Benarkah Tuan ?" tanya Kevin yang dalam hatinya sangat bahagia mendapat restu dari Ayah Zahrana.


"Iya saya yakin,tapi itu tergantung diri kalian berdua saya hanya menyarankan saja."


Kevin hanya menganggukkan kepalanya dan hatinya sangat bahagia.


***

__ADS_1


Kemudian mereka segera mengurus dokumen-dokumen penting yang akan mereka bawa ke Perusahaan besok pagi,sekarang sudah hampir malam di Kota London.Beruntung Tuan Leon dan Kevin tidak lembur alhasil mereka bisa tidur cukup untuk pekerjaan besok pagi.


__ADS_2