Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Bersahabat dengan...


__ADS_3

Di ruang keluarga rumah Tuan Leon,Zahrana sedang terbaring pada sofa yang ada disana ia ditemani Sang Ayah dan Bunda.Zahrana menceritakan apa yang terjadi waktu itu,ia menjelaskan semuanya ia tak ingin Ayah dan Ibundanya itu salah paham hanya karena masalah kecil,Zahrana tak ingin menyalahkan siapapun dalam kejadian yang menimpanya kemarin ini.


Tuan Leon dan Nyonya Sari pun paham apa yang dikatakan Zahrana,meraka sangat bangga mempunyai putri wanita yang paham akan pemikiran yang sangat cerdas,Zahrana sangat cakap dalam berbicara dan menjelaskan ia tak pernah menambah dan mengurangi fakta yang terjadi.


"Sayang,kami sebagai orang tuamu sangat bangga mempunyai putri yang sangat cerdas seperti dirimu,kamu benar-benar mampu membuat kami tersenyum dan bahagia jika mendengar penjelasan yang selalu kamu katakan.Bunda sudah tidak ragu untuk sekarang ini jika kamu mampu memegang Perusahaan sorum mobil Bunda yang ada di Bandung ini." ucap Nyonya Sari


"Dan untuk Ayah,bukannya Ayah tak ingin memberi satu Perusahaan Ayah padamu,untuk sekarang ini biarkan Ayah dan Bundamu saja yang mengurus jika untuk kedepannya Ayah merasa butuh bantuanmu Ayah akan menyerahkan Perusahaan pusat Ayah padamu" ucap Tuan Leon dan memberi senyuman pada putrinya itu.


"Tidak apa Ayah,Zahrana juga belum bisa jika harus mengurus Perusahaan Ayah yang sangat besar itu.Dan untuk Bunda terima kasih sudah memberikan Perusahaan sorum mobil Bunda." ucapnya dan tersenyum manis pada kedua orang tuanya itu.Walaupun sisa lebam yang masih terpampang jelas diwajahnya itu tak akan menghalanginya untuk memberi senyuman untuk siapa saja apalagi pada Sang Ayah dan Bundanya tercinta.


"Oh iya sayang itu yang kemarin nemenin kamu itu serius hanya kakak kelasmu ?" selidik Nyonya Sari


"Iya benar Bun,dia hanya kakak kelas Zahrana " jawabnya


"Tapi jika Bunda lihat lebih dalam lagi sepertinya dia menyukaimu sayang,tapi sudahlah Bunda tak ingin banyak bertanya Bunda yakin kamu mampu memilih lelaki yang benar-benar pantas untuk pendamping hidupmu nanti,ya sudah Bunda dan Ayah mau pergi keluar dulu ada urusan penting diperusahaan Bunda." ucap Nyonya Sari.


Lalu Tuan Leon dan Nyonya Sari mencium sayang kening Zahrana dan pergi keluar dari ruang keluarga tersebut.


Dalam hati Zahrana merasa sedih untuk keadaannya sekarang ternyata orang tuanya masih tetap sibuk mengurus pekerjaan.Namun Zahrana harus paham juga semua yang dilakukan orang tuanya itu juga untuk dirinya.


Lalu ia mengambil laptop pribadinya siapa tahu ada e-mail masuk dari kampusnya karena ia memilih untuk kuliah online saja,kebetulan orang tua Zahrana juga menyuruhnya.

__ADS_1


Saat ia membuka laptopnya ternyata benar sudah banyak e-mail masuk dari kampus dan beberapa dari teman yang menanyakan kabarnya dan mereka ada juga yang meminta maaf karena tak bisa menjenguk semasa Zahrana di rumah sakit.


Ia segera membuka e-mail dari Universitasnya dan sudah banyak tugas yang belum Zahrana bereskan,segera ia mengisi tugas-tugas yang dikirimkan sang dosen,walau tahap pengumpulannya masih lama Zahrana tak ingin menunda tugas.Prinsipnya 'lebih cepat lebih baik' jika tentang pendidikan apalagi ia sangat disiplin semasa kuliah di London dulu.


Setelah beberapa tugas selesai segera ia mengirimkan semua tugasnya dan meng-copy sebagian yang penting agar suatu saat bila hilang ada cadangan yang sudah ia siapkan.


Lalu ia membuka satu e-mail dari nama yang tak asing baginya yaitu Kevin,ada satu pesan yang agak panjang dari sosok tampan itu.


"Assalamualaikum Nona Zahrana,maaf bila anda membuka e-mail ini tolong baca ya.


Saya tahu Nona mempunyai bakat yang sangat baik dalam bidang seni,saya tahu Nona merupakan keturunan keluarga terhormat,namun apa jika berbanding dengan saya yang tak mempunyai segala fasilitas seperti anda,jujur saat pertama kali saya bertemu Nona saya merasa Nona berbeda dari wanita lain.Entah mungkin ini hanya perasaan saya saja,jika boleh maukah anda bersahabat dengan saya untuk sekarang ini ? Namun untuk kedepannya saya tidak tahu jika saya bisa jatuh cinta kapan saja dalam sebuah persahabatan ini Nona,maaf sekali saya lancang berbicara seperti ini."


Sungguh agak panjang tulisan e-mail dari Kevin itu,Zahrana tersenyum bahagia saat membacanya,jujur baru kali ini ada sosok lelaki yang baik seperti Kevin,yang berbicara sangat sopan dan Zahrana dapat menanggapinya dengan sebuah senyuman manis yang terpancar dibibirnya.Ia tahu dalam lubuk hatinya ia juga mencintai Kevin,namun apalah daya jika lelaki itu tak mencintai dirinya,biarlah waktu yang menjawab kedua insan itu.


"Waalaikumsalam,maaf sebelumnya jika perkataan saya tidak sesopan Tuan Kevin namun saya yakin Tuan akan menerima perkataan saya dengan lapang dada,untuk permintaan bersahabat dengan anda saya akan menerimanya,sungguh perkenalan dekat yang sangat saya hargai untuk Tuan,terima kasih sudah mau mengajak saya bersahabat dengan anda Tuan."


Demikian yang Zahrana tulis dan ia kirimkan pada Kevin.


Lalu Zahrana membuka akun Instagram miliknya dan iseng melihat foto-foto yang ada dalam akun asli milik Kevin,ternyata Kevin sudah mempunyai banyak followers namun jika di bandingkan dengan dirinya followers Kevin hanya sebagian kecil dari akun miliknya itu.


Dalam hati ingin sekali untuk sekarang ini ia pergi bermain ke taman hanya untuk mencuci mata melihat pemandangan sekitar yang segar,namun apakah orang tuanya akan mengizinkan ia saat kondisinya belum terlalu pulih seperti sekarang ini.

__ADS_1


Zahrana merasa lapar ia lalu bangkit dari tempat duduknya ke dapur untuk mencari makanan,di dapur hanya ada Bi Vina kebetulan Bi Lyna sedang ke pasar.


"Ehh Nona,bagaimana keadaannya sudah agak membaik ?" sapa dan tanya pembantunya itu


"Iya Bi aku sudah agak membaik sekarang,oh iya Bi aku lapar aku ingin nasi goreng buatan Bibi ya" ucapnya dengan tatapan jenaka pada pembantunya itu.


Bi Vina hanya tertawa kecil dan menganggukkan kepala,lalu segera membuat nasi goreng yang diinginkan Zahrana.


Setelah Bi Vina selesai membuat nasi goreng,segera Zahrana melahapnya karena ia memang sedang benar-benar lapar.


***


Di kamar yang bernuansa sangat elegan milik Zahrana ia sedang berdiri menatap keluar jendela besarnya.Ia sangat menikmati pemandangan diluar sana,ingin sekali ia pergi ke taman hanya untuk bersenang-senang dengan teman baiknya seperti dulu,namun sayang Reina dan Julia sudah bertolak lagi ke London.


Lalu ia mengambil Handphone-nya dan menuliskan sms pada temannya Dewi agar menemaninya ke taman.


Tak lama kemudian ada balasan dari Dewi.


"Maaf sekali Nona untuk sekarang saya tidak bisa karena sedang membantu dulu mama saya,jika Nona mau besok saya bisa"


Lalu dengan cepat Zahrana membalasnya lagi.

__ADS_1


"Baik aku tunggu besok dirumahku ya,nanti kamu yang bawa mobil aku"


__ADS_2