
Hari adalah hari dimana orang tuanya Zahrana pulang. Namun malam baru akan datang tadi sengaja Ibunya menelpon putri semata wayangnya itu.
Zahrana agak lega karena sebentar lagi orang tuanya akan ada di rumah.Ingin ia meluapkan kerinduannya walaupun memang satu kota tapi kan orang tuanya tidak bersamanya.
***
Pada saat datang dikampus Zahrana masih merasa takut dengan perempuan yang kemarin menamparnya.Namun baru saja ia keluar dari mobil ternyata ada Dewi beserta teman-teman lainnya menghampiri.
Mereka menyapa Zahrana dengan wajah yang sangat ceria.Lalu segera masuk kedalam kelas.
Entah mengapa Zahrana melamunkan tentang Kevin. Kevin kan anak seni lalu kenapa ia tak pernah melihatnya apakah karena sedang sibuk membuat skripsi ? Entahlah.
Kenapa juga ia malah melamunkan sosok lelaki itu.
Setelah jam kuliah beres dan teman-temannya pun sudah pulang tinggal tersisa Dewi dan dirinya saja.Lalu mereka segera menyusul teman-temannya itu.
Ketika menuju parkiran tak sengaja ia melihat ada lelaki di depan flat mobilnya.Lelaki itu sepertinya tak asing dimata Zahrana.Ketika dekat sungguh ia tak menyangka jika yang ada di depan flat mobilnya adalah Kevin.
Kevin melemparkan senyumnya pada Zahrana.Zahrana pun menanggapi senyuman Kevin.
"Maaf Nona waktu saya bertemu Nona di Cafe,Nona pernah berkata katanya besok juga bertemu di kampus.Sungguh kemarin saya tidak masuk karena ada hal penting yang mendadak" ucapnya tanpa basa basi.
"Tidak apa Kevin,ehh maksud saya Kak Kevin" sahutnya sambil tersenyum
"Santai saja jangan panggil kakak panggil nama aja ya.Oh iya ini mobil kamu ?"
"Iya,jika boleh saya mau pulang duluan ya Kevin"
"Oh silahkan maaf malah membuatmu terganggu"
"Oh tidak santai saja"
"Ya sudah saya juga mau masuk kelas,saya jadwal siang soalnya.Bye" Kevin tersenyum sebelum pergi meninggalkan Zahrana.
"Bye"
__ADS_1
"Lelaki yang aneh,tanpa basa basi ia langsung bicara dan sengaja menungguku"Batinnya berkata.
Belum juga ia masuk mobil sudah ada yang memanggilnya dengan nada tinggi dan suara itu tak asing Zahrana pernah mendengarnya.
"Zahrana !!!" ucap perempuan yang sedang berjalan menuju dirinya
"Maaf Nona anda sebenarnya siapa ?" Zahrana merasa kesal jika harus bertemu lagi dengan wanita yang kemarin menamparnya.
"Gue udah bilang loe jangan deketin Raka dan tadi gue liat loe deketin Kevin juga,inget ya wanita murahan loe itu gak pantes jadi saingan gue.Mikir loe mahasiswi baru disini sudah mau rebut idola kampus,dan loe harus inget gue disini sebagai kembang kampus" ucapnya ketus dengan tertawa jahat dan menatap sinis wajah Zahrana.
"Saya hanya berkenalan dengan mereka Nona saya tidak ada maksud apa-apa" jawab Zahrana dengan tenang
"Dari kemarin juga loe hanya bilang kenalan tapi kayaknya loe demen tuh sama gebetan gue"
"Apa gebetan ? Maksud kamu Kak Kevin ?"
"Iyalah memangnya siapa lagi.Dan loe jangan berani deket-deket dia lagi.Paham loe ?!!" ucapnya dengan mendorong Zahrana hingga terjatuh
Saat hendak masuk kelas Kevin baru sadar laptopnya ketinggalan segera ia kembali ke tempat parkiran untuk mengambil laptopnya yang ada di mobil.
Betapa terkejutnya dia saat melihat Zahrana sedang di marahi dan di dorong oleh wanita itu.Segera Kevin menghampiri keduanya.Kevin tahu siapa wanita itu ia memang merupakan kembang kampus namun sikapnya yang merasa diri paling cantik namun tak berakhlak.
"Syella cukup !! apa yang kamu lakukan dengan Nona Zahrana ?" ucap kevin tegas sambil menolong Zahrana berdiri.
"Kevin dia yang mulai duluan bukan aku"
"Apa anda bilang ? saya yang mulai duluan ? tunggu dari kemarin anda yang memulai duluan tanpa saya tahu apa salah saya dan ketika anda berbicara,anda menyalahkan saya karena berkenalan dengan Tuan Raka dan Tuan Kevin ini" ucap Zahrana dengan nada tinggi namun tetap air mata membasahi pipinya.Kevin hanya masih berada didekatnya,dan berusaha menenangkan Zahrana.
"Kevin dia kok yang mulai duluan" ucapnya manja dan meraih lengan Kevin tanpa malunya.
Kevin mengibaskan tangannya dengan kasar.
"Cukup Syella kamu tahu kan dia mahasiswi baru disini bukannya mengayomi dia tapi kamu malah menyakitinya.Cukup aku tahu kamu pacar Raka dan aku pernah suka sama kamu namun kamu lebih memilih si Raka itu dan sekarang aku gak mau ya kamu dekat-dekat dengan aku dan gebetanku ini" refleks Kevin berbicara seperti itu dengan wajah kesal.
Syella merasa sakit hati dan bukannya sadar namun ia malah menaruh dendam pada Zahrana.
__ADS_1
Tanpa bicara lagi Syella pergi meninggalkan Zahrana dan Kevin.
"Terima kasih Tuan Kevin,jika tidak ada anda mungkin saya sudah habis di marahin dengan wanita itu" Zahrana tersenyum melirik wajah Kevin yang berada disampingnya itu.
Kevin balas melirik sosok Zahrana dan tersenyum menanggapinya
"Iya sama-sama anda harus hati-hati Nona jika berhadapan dengan Syella.Ia merupakan kembang kampus disini namun sikapnya yang keterlaluan hingga membuat kumbang kampus saja merasa tak ingin mendekatinya"
"Dan anda termasuk kumbang kampus itu,dan anda juga menyukainya ?"
"Itu dulu sebelum aku tahu sikapnya dia tapi sekarang tidak,maaf Nona tadi saya berbicara nada tinggi didepan Nona"
" Tidak apa-apa"
"Ya sudah saya mau pulang duluan ya" sambungnya.
"Iya silahkan"
Segera Zahrana masuk kedalam mobil dan Kevin sengaja menunggu sampai Zahrana benar-benar pulang nanti jika ia tinggalkan takut terjadi hal seperti tadi yang dilakukan Syella.
Ketika mobil Zahrana meninggalkan baru ia mengambil laptopnya dan kembali masuk kelas.
"Tadi Kevin berbicara aku gebetannya apakah itu benar ? Jika iya, aku memang bisa melihat sorot matanya yang sepertinya iya dia menyukaiku" ucap batinnya dan ia tersenyum sendiri dibalik kemudinya.
***
Suatu kebahagiaan untuk Zahrana ternyata orang tuanya sudah ada dirumah dan menyambutnya dengan pelukan dan ciuman sayang dari sang Ayah dan Bunda.
"Bagaimana kabarmu sayang ?" tanya sang Bunda
"Aku baik Bunda,namun di sekolah sungguh menyakitkan ada wanita yang sama sekali aku gak kenal tapi dia berani nampar aku"
"Apa ? siapa nama wanita itu Zahrana ?" tanya sang Ayah dengan wajah yang agak kesal
Zahrana takut jika harus jujur tentang wanita itu dan Ayahnya akan menindak lanjuti.Maka ia memilih untuk bungkam,selain sekarang Ayah Zahrana sudah di cap sebagai Pengusaha Pertambangan Terbesar di Pakistan dan sekarang Zahrana juga tahu kalau ibunya mempunyai Butik Terkenal di Indonesia walaupun Butik itu hanya cabangnya ia takut nanti malah mencoreng nama baik sekolah barunya karena ada temannya yang seperti itu. Ia takut orang tuanya segera melapor pada sang Rektor.
__ADS_1
"Zahrana juga tidak tahu Ayah,tapi sudahlah itu tidak akan terjadi lagi.Sekarang ayo kita makan bersama"
Meskipun sang Ayah sepertinya merasa kesal mendengar Zahrana ditampar oleh wanita asing.Namun ia juga mengerti bahwa jika Zahrana di perlakukan seperti itu dia sebagai Ayah jangan asal melabrak dan menilai secara buruk pada orang lain mungkin juga Zahrana memiliki salah pada wanita yang telah menamparnya.Ayah Zahrana paham sekali sikap anaknya itu selain baik dia juga cerdas meskipun dia tahu jika Zahrana terkadang berbohong namun itu juga untuk kebaikan bersama nya agar damai dan tak menimbulkan rasa dendam.