Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Risalah Hati Zahrana


__ADS_3

Setelah ia membaca apa isi e-mail yang dikirimkan Kevin ia merasa sangat nyaman atas perhatian yang Kevin berikan padanya.Dalam benak Zahrana membenarkan bahwa dirinya ingin lebih dari seorang sahabat dengan Kevin,ketika getaran cinta yang dulu muncul ternyata sekarang telah semakin membara dalam hati Zahrana.


Andai suatu saat Kevin mengutarakan cinta pada Zahrana,Zahrana yakin akan menerima Kevin apa adanya.Bukan karena ia termasuk lelaki tampan ataupun dari segi materi namun dari segi Kevin yang selalu tampil apa adanya dan selalu bersikap baik dan ramah.


Sebenarnya rasa cinta itu muncul saat Zahrana dibantu Kevin ketika ia di marahi oleh Syella dulu,apalagi saat Zahrana yang terbaring lemah karena tiga wanita yang menyakitinya secara fisik disitu Zahrana merasa nyaman atas apa yang di lakukan Kevin semua perhatian Kevin ia merasa hanya untuk dirinya seorang.


Dalam lamunannya ia tersenyum sendiri entah pikiran apa lagi yang ia sedang bayangkan.


***


Rumah Kevin...


"Tuan maaf ada tamu" kata pembantunya dan mengetuk pintu dari luar kamar Kevin.


"Suruh tunggu saja Bi,sebentar lagi saya turun" ucap nya.


Lima menit kemudian Kevin keluar dari kamarnya dan segera turun kebawah untuk ke ruang tamu dan menemui siapa tamunya.


Ketika Kevin sampai di ambang pintu dan ia tahu siapa tamu yang sedang duduk dan membelakangi dirinya itu adalah mantannya dulu.


"Rara ada apa kamu kesini ?" ucap Kevin tanpa basa basi


Wanita itu membalikkan badannya dan segera berdiri lalu menghampiri Kevin tanpa malunya.


"Aku sengaja main kesini,memang salah ya ?" tanya Rara dengan memberi senyuman genit pada Kevin dan membiarkan tangannya di atas bahu Kevin.Mata Rara mulai nakal seakan memberi isyarat.


Kevin yang melihatnya hanya diam dengan wajah datar dan tak ada reaksi apa-apa,memang dulu Kevin suka main seenaknya pada wanita namun setelah ia memutuskan untuk menjadi lelaki yang lebih baik dari sebelumnya ia sudah tidak tertarik pada wanita yang berpakaian minim seperti Rara mantannya itu.Ia merasa jijik sendiri entah mengapa sekarang ia lebih suka wanita yang sering berbalut baju gamis dan menutup auratnya.


Perlahan Kevin memegang tangan Rara lalu melepaskannya agar tangan itu tak ada diatas bahunya.


"Maaf Ra aku sedang sibuk aku tak bisa lama-lama berbicara denganmu" ucap Kevin santai


"Kok sekarang kamu berubah,bukannya dulu kamu paling senang ya kalau aku main ke rumah kamu walaupun sudah jadi mantan?"


"Itu dulu dan sekarang berbeda,maaf Ra aku harus kembali ke kamarku ada pekerjaan penting yang harus aku kerjakan" ucap Kevin masih santai.


Tanpa malu Rara memeluk Kevin dengan erat,Kevin terkejut Rara kembali bersikap seperti menyayanginya dulu.Namun Kevin segera melepaskannya dengan kasar.

__ADS_1


"Cukup Ra aku sudah sakit hati denganmu,kamu lupa sudah menyakitiku dengan perselingkuhan dulu" ucap Kevin dan sekarang wajahnya terlihat sangat kesal.


"Itu dulu Kevin sekarang aku tahu lelaki itu tak baik untukku,kamu yang selalu ada untukku aku kesini hanya karena ingin melepas rasa rindu" ucap Rara dengan memberi senyuman dan tetap sabar menghadapi Kevin yang terlihat sedang marah itu.


Kevin memberi senyuman jahat dan menyuruh Rara untuk pulang saja sebelum Kevin marah besar.


"Kamu baru menyadarinya sekarang ya ? Sudah lebih baik kamu pulang Ra aku gak mau liat kamu lagi kesini"


Lalu Kevin segera berbalik badan meninggalkan Rara begitu saja.


Dalam hati Rara ia merasa kesal atas perbuatan Kevin yang sekarang.


***


Malam ini di Pakistan Zahrana tengah berada di atas kasur empuknya sambil mengetik sebuah ungkapan hati di laptop pribadinya.


Rembulan malam terlihat sangat sendu


Sang bintang terhalang awan kelabu


Karena tak ada cahaya indah yang mampu membuatku terpaku


Untaian kata indah seakan sirna terbawa angin angkuh


Lembaran buku pun terganti dengan halaman baru


Namun bagaimana dengan diriku ?


Bagaimana dengan hati aku yang sekarang terus memikirkanmu dirimu ?


Lalu mata kelabunya lekat memperhatikan apa yang ia ketik dan tanpa di sadari air mata membasahi pipinya.Tak bisa di bohongi ia merindukan Kevin di Bandung sana biasanya saat ia sedang gundah seperti sekarang ini ada Ibundanya yang menemani dan menenangkannya namun sekarang ? Ibundanya sudah tiada bisa apa Zahrana tanpa belaian hangat sang Bunda.Ia terus teringat masa-masa dimana Ibundanya sering memberi nasihat yang menenangkan dirinya.


Tiba-tiba pintu kamar tersebut di ketuk oleh sang Ayah.


"Masuk saja Yah pintunya tidak di kunci kok" ucap Zahrana dan segera mengusap air mata yang ada di pipinya walau matanya tak bisa di bohongi karena terlihat sembab.


Sang Ayah duduk di samping Zahrana dan membaca apa yang Zahrana ketik.

__ADS_1


"Putri Ayah sedang merindukan seseorang ya ?" bujuk Ayahnya agar sedikit-sedikit bisa melupakan kesedihannya.


"Enggak kok" ucap Zahrana namun wajahnya merah padam.


"Oh iya Ayah mau tanya dulu saat kamu di rumah sakit siapa lelaki yang menemanimu itu sepertinya ia sangat dekat denganmu sampai-sampai menyuapi putri kesayangan Ayah ini" ucap Ayahnya dan mencubit hidung Zahrana.


"Oh dia hanya kakak kelas Zahrana kok Yah" ucapnya namun agak terbata-bata.


"Yakin ?" Ayahnya semakin menyelidik.


Mau tidak mau Zahrana jujur pada Ayahnya itu.


"Iya Yah dia hanya kakak kelasku tapi sekarang sudah menjadi sahabat Zahrana itupun karena Kak Kevin yang mengajak Zahrana menjalin hubungan sahabat,padahal..." ucap Zahrana namun ia menggantung pembicaraannya.


"Padahal apa ?" tanya Ayahnya penasaran.


Zahrana menghembuskan nafas beratnya dan berkata jujur pada sang Ayah bahwa dirinya mencintai Kevin namun entahlah Zahrana takut jika cintanya tak terbalas dan bertepuk sebelah tangan saja.


Ayahnya meyakinkan pada sosok putrinya itu bahwa lelaki yang tulus padamu walaupun sekarang tak menjalani hubungan asmara akan tetap bersamamu dan akan memilih jalan terbaik yaitu menikah.


Setelah mendengar ucapan Ayahnya itu Zahrana paham untuk apa juga jika menjalani pacaran namun pada akhirnya hanya menjaga jodoh orang lebih baik ia menunggu waktu yang tepat dimana laki-laki yang tulus akan mengajaknya menikah dan hidup bersama untuk selamanya.


"Makasih ya Ayah sudah mengingatkan Zahrana" ucap Zahrana dan memeluk Ayahnya.


"Iya,kamu jangan sedih lagi ya" ucap Ayahnya dan mengusap ubun-ubun Zahrana.


***


Seminggu berlalu di Pakistan,hari ini adalah hari dimana Zahrana dan Tuan Leon kembali ke Bandung.


Pagi sekali di Pakistan mereka sudah siap untuk berangkat ke Bandara Internasional Pakistan,mereka hanya membawa dua koper kecil dan tas khusus dokumen penting.


Ketika sampai di Bandara tak lama kemudian nama mereka berdua di panggil dan segera memasuki pesawat.


Di pesawat Zahrana sengaja duduk dekat jendela ia ingin menikmati suasana pagi itu,mata kelabunya lekat melihat keluar pesawat.


Tuan Leon yang berada disisinya hanya memperhatikan Zahrana yang sekarang terlihat lebih kurus mungkin karena tekanan batin yang Zahrana rasakan setelah kehilangan Ibundanya.

__ADS_1


__ADS_2