
Suasana taman yang agak ramai tapi Zahrana tak menghiraukannya beruntung ia agak jauh dari keramaian di Taman itu sehingga dirinya bisa agak tenang.
Air mata yang terus membanjiri pipinya tak kunjung berhenti,matanya sembab,hidungnya memerah.Zahrana merasa tertekan,ketika itu pula semua kenangan buruk yang menyakitkan terlihat jelas di pikirannya seakan menayangkan episode-episode luka yang telah ia alami dulu.
Hari ini benar-benar membuat dirinya seperti terjatuh kedalam jurang yang penuh benda-benda tajam dan menusuk pada dirinya.Tak bisa di bohongi Zahrana membutuhkan Kevin,hanya Kevin yang paham tentang dirinya dikala ia merasa sedih.Tapi sekarang lelaki itu sedang sakit dan tak bisa menemani dirinya.
***
Dirumah Kevin sudah merasa baikan da kondisinya mulai pulih,ia sedang memakan buah apel yang sudah di kupas kotak-kotak oleh pembantunya,selera makannya sudah mulai ada lagi.
Tapi entah kenapa ia jadi teringat si mata kelabu,ia merasa gelisah sendiri.Apa harus Kevin menghampiri ke rumah Zahrana ? Tidak ia masih belum bisa karena kondisinya yang belum stabil seperti semula.Tapi kenapa ia merasa tak enak hati ? Adakah bahaya yang menghampiri sosok pujaan hatinya itu ? Tanpa berfikir lama lalu ia menelpon Zahrana,ia ingin memastikan Zahrana baik-baik saja.
Ketika Zahrana sedang melamun karena tangisnya sudah reda ia di kagetkan karena ada telpon dari Kevin mau tidak mau Zahrana mengangkatnya.
"Halo Nona apakah kamu baik-baik saja ?"
"Aku baik Kak,Kakak jangan khawatir ya" ucap Zahrana dari telponnya dengan suara parau.
"Loh kenapa Nona menangis ? Saya tahu Nona sedang tidak baik-baik saja kan ?"
"Enggak Kak aku baik kok"
"Sekarang kamu beritahu Kakak,kamu dimana ?"
"Aku di Taman yang biasa aku kunjungi Kak"
__ADS_1
"Ya sudah nanti Kakak kesana kamu tunggu di situ ya"
Lalu telpon di matikan sepihak oleh Kevin,segera ia siap-siap untuk menemui si mata kelabu walau kondisinya masih belum stabil tapi ia tetap memaksakan karena tak ingin sosok idaman hatinya bersedih.
Kevin terlihat buru-buru sehingga pembantunya bertanya akan kemana,Kevin menjawab dengan jujur.
"Aku mau menemui Nona Zahrana Bi,tolong jaga rumah aku keluar juga gak akan lama kok" ucapnya lalu segera ia pergi ke gerasi untuk mengendarai mobil Ferrarinya.
Diperjalanan Kevin tak enak hati,ternyata benar apa yang ia pikirkan sesuai dengan keadaan Zahrana.
Butuh waktu satu jam Kevin untuk sampai di Taman itu karena kondisi jalanan yang sedang macet.Ia berharap Zahrana masih menunggunya di Taman itu.
Setelah sampai di Taman,Kevin melihat ke setiap ujung Taman karena belum terlihat sosok Zahrana,lalu Kevin ingat tempat biasa yang sering Zahrana kunjungi yaitu tempat dimana dulu ia melihat Zahrana sedang duduk dengan Dewi.
Tapi sayang Zahrana tak ada di tempat itu,tapi tak lama kemudian Kevin melihat seorang wanita yang berbalut baju gamis dengan kerudung sedang duduk di atas rumput Taman tersebut Kevin mengenali gerak gerik wanita itu,lalu segera ia menghampirinya.
"Kak Kevin" ucap Zahrana dan tak sadar ia pun meneteskan air matanya.
Lalu Kevin duduk di dekat Zahrana dan ia siap untuk mendengarkan keluhan yang akan Zahrana ceritakan.
"Coba kamu cerita sama Kakak ya,siapa tahu Kakak bisa ngebantu Kamu"
Lalu Zahrana menceritakan semua hal yang ia alami tadi pagi,ia benar-benar kecewa dengan tingkah Ayahnya dan bercerita bahwa wanita yang dekat dengan Ayahnya yaitu Syella Kakak kelasnya dulu waktu di kampus.Kevin yang mendengarkan cerita Zahrana paham akan perasaan si mata kelabu itu betapa sakit hatinya dengan perlakuan Sang Ayah yang sangat Zahrana sayangi.Dan di ujung ceritanya Zahrana meminta maaf karena waktu ia pergi dengan Raditya tidak memberitahu Kevin dulu.
"Kakak paham dengan perasaan kamu,kamu jangan sampai membenci Ayahmu ya.Bagaimana pun ia adalah sosok lelaki yang bisa menjagamu sampai sebesar ini walau Kakak tahu tidak setiap waktu ia ada untukmu tapi kamu jangan sampai berfikir bahwa Ayahmu kejam.Soal masalah Raditya sudah kamu jangan bahas lagi ya,Kakak akui itu membuat hati Kakak cemburu tapi mau bagaimana lagi itu juga teman kamu" ucap Kevin dengan menatap kedua bola mata Zahrana dengan dalam dan seakan ia sedang mengutarakan semua isi hatinya.
__ADS_1
Zahrana yang terpaku dengan tatapan Kevin hanya diam lalu ia tersenyum menanggapi apa yang Kevin ucapkan tadi ternyata benar Kevin adalah lelaki yang baik,dan Kevin yang bisa memahami dirinya saat ini.
"Ayo kita pulang ya ini sudah mau sore loh" ucap Kevin dan tersenyum mengajak Zahrana agar mau pulang.
"T-tapi Kak aku masih mau disini" ucap Zahrana menunduk.
"Jangan biarkan kamu larut terus dalam kesedihan,Kakak tahu kamu adalah wanita tangguh.Jangan nangis ya kamu sangat istimewa bagi Kakak" ucap Kevin dan mengangkat dagu Zahrana dan mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
Zahrana tersenyum melihat wajah teduh Kevin.Kevin benar untuk apa ia terus menerus bersedih padahal itu merupakan ujian dari Maha Kuasa agar dirinya kembali kuat menghadapi setiap masalah.
***
Di perjalanan Zahrana hanya diam saja ia memperhatikan jalanan yang ramai,tapi sungguh dalam hatinya ia tetap sakit apalagi saat pulang pasti Ayahnya sudah ada di rumah.Zahrana masih merasa kecewa.
Kevin yang sesekali melirik ke samping Zahrana hanya bisa diam,ia tak mau bertanya hal-hal lain lagi nanti juga setelah Zahrana merasa baikan Zahrana akan menceritakannya pada dirinya.
Setelah sampai didepan gerbang utama rumah kediaman Tuan Leon,Kevin sengaja tak langsung masuk kehalamannya ia hanya bisa berhenti sampai depan gerbang.
"Makasih Kak sudah mau mengantarkan aku pulang" ujar Zahrana lalu membuka pintu mobilnya tanpa melirik Kevin sedikitpun ia tak mau kekesalan dirinya pada sang Ayah ikut terbawa pada Kevin.
"Iya sama-sama,kamu baik-baik ya nanti kalau ada apa-apa kamu bisa telpon Kakak" sahut Kevin sebelum Zahrana keluar dari mobilnya.
Zahrana hanya menganggukkan kepalanya,ia benar-benar merasa kecewa berat atas tingkah Ayahnya.
Setelah Zahrana masuk kedalam rumahnya Kevin pun segera pulang ke rumahnya untuk beristirahat kembali karena kondisinya merasa belum sepenuhnya stabil.
__ADS_1
Ketika sampai di rumahnya Zahrana langsung pergi ke kamarnya,di rumah terlihat sepi Bi Vina sedang memasak di dapur tapi keberadaan Tuan Leon entah kemana.
Di kamarnya Zahrana menangis sejadi-jadinya ia merasa sangat sakit hati,lamunan dimana ia melihat Syella dan Ayahnya sedang bermesraan di Perusahaan Ayahnya membuat dadanya terasa sesak.