Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Maafkan Ayah,Zahrana !


__ADS_3

Sementara sesampainya Kevin di rumahnya ia langsung merebahkan tubuhnya pada sofa yang ada di kamarnya ia merasa letih kembali,lalu pembantunya segera membawakan teh manis hangat untuk majikannya itu.


"Terima kasih Bi" ucap Kevin pada pembantunya.


"Iya sama-sama Tuan Muda,oh iya bagaimana keadaan Nona Zahrana apa baik-baik saja ?" tanya pembantunya itu dengan ragu.


"Zahrana sedang bersedih Bi,tapi dia baik-baik saja" jawab Kevin sembari meminum teh hangatnya.


"Bibi boleh keluar sekarang aku ingin sendiri dulu" ujar Kevin karena ia merasa membutuhkan waktu tanpa banyak di tanya oleh siapapun walaupun pembantunya sendiri yang dari kecil selalu mengasuhnya.


***


Sementara Ayah Zahrana baru akan pulang dari Perusahaannya,Syella sudah menunggu di depan Perusahaan karena biasanya ia akan pulang bersama Bos'nya itu.Tapi berbeda sekarang Tuan Leon langsung pulang sendiri tanpa mengajak Syella yang sudah menunggunya di depan Perusahaan.


Syella merasa geram,karena jika Zahrana tidak tahu ia pasti bisa terus mendekati Bos'nya agar dia bisa naik pangkat dengan mudahnya.


Syella sudah mempunyai niat jahat untuk Perusahaan Tuan Leon karena Perusahaan Ayahnya bangkrut akibat meningkatnya Perusahaan Tuan Leon sehingga ia harus bekerja di Perusahaan itu untuk menghancurkannya.


Di perjalanan Tuan Leon sedang memikirkan putrinya yang sudah sangat kecewa terhadap dirinya,entah kenapa Tuan Leon bisa melakukan tindakan bodoh yang jelas-jelas dapat melukai hati Zahrana dan itu merupakan tindakan yang Zahrana paling membencinya.


Ketika sampai di rumah segera Tuan Leon masuk kerumahnya dengan berlari ia harus memastikan bahwa putrinya baik-baik saja dan tidak melukai dirinya sendiri akibat perbuatannya.


Ketika akan menaiki tangga tiba-tiba Bi Vina menyapa Majikannya itu.


"Selamat sore Tuan" sahut Bi Vina.


"Iya sore,Bi anda sudah melihat Zahrana pulang ?" tanya Tuan Leon dengan raut wajah yang cemas.

__ADS_1


"Sudah Tuan,baru saja Nona pulang tadi tapi sepertinya ia menangis Tuan" jawab Bi Vina dengan jujur karena jika Zahrana berprilaku seperti itu pasti menangis atau sedang sangat bersedih.


Tanpa berkata apa-apa lagi segera Tuan Leon menemui putrinya itu yang sedang berada di kamar.Tuan Leon mengetuk pintunya.


Zahrana yang sedang menangis di depan jendela kamarnya dan melihat senja yang hampir tenggelam.Ia mendengar ketukan pintu itu ia sadar bahwa itu pasti Ayahnya,ia tak mau menemui Ayahnya ia masih merasa sakit hati.


"Sayang,ayo buka pintunya Ayah mau menjelaskan semuanya" sahut Tuan Leon dari luar kamar Zahrana.


"Aku ingin sendiri dulu Yah,mohon pengertiannya" ujar Zahrana dengan suara parau.


Leon yang masih setia berdiri di hadapan pintu kamar Zahrana terpaksa mengalah untuk sementara waktu karena ia tahu tingkah Zahrana seperti itu juga karena perbuatannya pada Zahrana dan sampai membuat si mata kelabu itu kecewa dan menangis karena dirinya.


Zahrana tidak mau dulu untuk menemui sang Ayah,ia ingin dulu sendiri agar hati dan pikirannya kembali tenang dulu.Jika langsung di hadapkan lagi dengan sang Ayah ia takut emosinya tak terkendali.


"Kenapa sih Ayah bisa sampai membuatku se`kecewa ini ? Padahal aku sangat menyayangi Ayah karena Ayah sangat baik sekali padaku tapi kenapa sekarang Ayah malah bersikap begitu ?" gumam Zahrana pada dirinya sendiri.


Tuan Leon benar-benar merasa pusing harus bagaimana di sisi lain ia merasa sudah jatuh cinta pada Syella tapi bagaimanapun Zahrana lebih utama di hidupnya.


Syella yang sebenarnya mempunyai niat jahat yaitu karena ingin beberapa saham Perusahaan menjadi miliknya memanfaatkan Atasannya itu untuk terus di goda oleh dirinya.Tapi tetap mau bagaimana pun Tuan Leon akan memilih putrinya karena itu merupakan salah satu harapan hidup Tuan Leon satu-satunya setelah kehilangan istrinya tercinta.


Tiba-tiba pintu kamar kerja Tuan Leon ada yang mengetuk dan seketika membuat Tuan Leon kaget karena terus memikirkan putrinya.


"Silahkan masuk Bi" sahut Tuan Leon karena biasanya Bi Vina yang selalu mengantarkan kopi untuk Tuannya ketika Tuannya itu merasa gelisah.Tapi siapa sangka ternyata itu Zahrana yang mengetuk pintunya.


Karena merasa penasaran setelah pintu itu di ketuk tak ada orang yang menjawab apa-apa terpaksa Tuan Leon membuka pintunya,terlihat di hadapannya wajah jelita Zahrana yang sangat pucat dengan mata sembab dan hidungnya yang agak merah.Tuan Leon memperhatikan wajah putrinya itu dengan rasa malu karena ia sudah mengecewakan Zahrana.


Tanpa berkata apa-apa Tuan Leon langsung memeluk Zahrana dan mengajaknya duduk di sofa yang sudah tersedia di kamar kerja Tuan Leon.

__ADS_1


Zahrana menangis sejadi-jadinya ia benar-benar sayang pada Sang Ayah sehingga ia tak mau Sang Ayah jatuh cinta pada orang yang dulu membuatnya sangat terluka.


Dalam pelukan Ayahnya,Zahrana masih tetap menangis rasanya ia tak bisa menahan tiap tetesan air matanya.


"Maafkan Ayah ya sayang,Ayah salah karena Ayah sudah membuat hatimu terluka" ucap Tuan Leon dan secara tidak sadar Tuan Leon menitikkan air matanya.


Zahrana yang masih terisak karena tangisannya mulai mereda setelah mendengar perkataan maaf dari Ayahnya.


Zahrana melepaskan pelukan Sang Ayah lalu menatap Ayahnya dengan dalam.Terlihat raut wajah Ayahnya yang gelisah mungkin karena kepikiran dirinya atau bisa jadi gelisah karena memikirkan Syella.Zahrana berusaha menyelidik kegelisahan apa yang sebenarnya Ayahnya rasakan apakah karena dirinya atau orang lain.


Tapi Zahrana tahu persis siapa Ayahnya,Ayahnya tak pernah segelisah itu jika bukan karena dirinya.Zahrana berusaha menarik bibirnya dan tersenyum pada Sang Ayah.


Tuan Leon yang menatapnya merasa semakin sedih karena Zahrana tak berkata apa-apa melainkan hanya dengan senyuman.


"Maafkan Ayah sayang,Ayah janji tidak akan mengulangi kesalahan Ayah dan Ayah juga sudah menyuruh agar wanita itu menjauh dari kehidupan Ayah bahkan sudah memecatnya setelah tahu kamu pasti sangat bersedih" ujar Ayahnya dengan menghapus air mata Zahrana yang terus saja keluar.


"Aku kecewa dengan Ayah,aku tak menyangka Ayah bisa dekat dengan wanita yang jelas-jelas dulu sering menyakitiku,tapi setelah aku melihat kegelisahan Ayah hanya karena aku,aku akan memaafkan Ayah karena bagaimanapun Zahrana sangat sayang sama Ayah" ucap Zahrana lalu kembali memeluk Ayahnya.


"Terima kasih sayang,Ayah sangat menyayangi kamu lebih dari siapa pun,karena hanya kamu harapan Ayah satu-satunya"


Kamar kerja Tuan Leon seketika dibaluti dengan lirihan nada sendu,semua kesedihan seakan-akan semuanya ada di kamar kerja itu.Zahrana yang sudah reda dari tangisannya meminta Ayahnya agar melepaskan pelukan hangat dari sang Ayah.


Tuan Leon melepaskan pelukan itu,dan menatap dalam putrinya ia merasa sangat bangga memiliki putri seperti Zahrana.


"Aku gak papa,Ayah jangan khawatir" ujar Zahrana lalu memberi senyuman manisnya pada Sang Ayah.


"Ya sudah Zahrana hanya ingin tahu keadaan Ayah karena Zahrana yakin Ayah akan kepikiran terus.Sudah tidak apa lupakan saja masalah yang tadi,Zahrana mau kembali ke kamar Zahrana lagi ingin mandi dulu" sambung Zahrana pada Tuan Leon.

__ADS_1


"Iya silahkan sayang" jawab Tuan Leon dan sama memberi senyumannya pada Zahrana.


__ADS_2