Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Petemanan lekat antara Zahrana,Reina & Julia


__ADS_3

Angin sepoi-sepoi telah membuat ujung kerudung Zahrana terkibaskan dan menambah daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya.


Zahrana menangis dalam dekapan temannya itu,Reina dan Julia berusaha menenangkannya.Zahrana benar-benar menyesal dulu pernah berprilaku seperti itu.


"Sudahlah Ra kamu jangan nangis,aku tahu kamu sedih tapi kan itu dulu sebelum kamu berhijab seperti sekarang ini" bujuk Reina dan tatapan sayu melihat teman baiknya menangis seperti itu karena ingat masa lalu nya.


"Benar Ra sudah lah itu kan dulu sekarang kamu sudah tidak seperti itu lagi,ayo lah aku yakin kamu bisa menghadapi semua perjalanan hidupmu dengan baik" bujuk Julia dengan memberi senyuman harapan pada Zahrana agar Zahrana berhenti mengingat masa lalu suramnya.


Zahrana mengusap air matanya lalu melepaskan dekapan dari teman baiknya itu.


"Kalian benar,namun hanya aku yang terlalu menekan pikiran ke masa lalu,sebenarnya dibalik sikap dan cara berpakaian aku yang sekarang ini banyak orang yang menilai baik dan buruk.Mungkin karena dulu aku gadis yang nakal yang selalu main sampai larut malam.Padahal dalam Novelku yang di terbitkan waktu di Inggris isinya tentang hidupku semua,kalian tahu kan novelku sampai mendunia"


"Iya kami tahu,mungkin hanya mereka yang menilai buruk sampai kebaikanmu yang sekarang tak mereka pandang Ra" ucap Reina dengan mengusap pundak si mata kelabu itu.


Kemudian Zahrana mulai tenang dan berusaha membuang pikiran masa lalunya itu.Masa lalu-nya seakan menyayat hatinya.Setelah Zahrana tenang mereka lalu benar-benar menikmati suasana di taman itu.


Mereka memberikan ciri khas tersendiri pada orang-orang yang berlalu lalang di sekitar taman itu.Zahrana memberi ciri khas dengan kerudungnya yang terkibas angin serta senyumnya yang manis.Untuk Reina dan Julia mereka memberi ciri khas rambut sebahu mereka terkibas angin.Walau suasana di taman itu agak ramai mereka sangat menikmati udaranya yang sejuk.


Mereka larut dalam obrolan hangat dan pada akhirnya mereka merasa lapar karena mungkin sudah 3 jam mereka disana.Zahrana membawa mereka ke Restoran yang pernah ia kunjungi dulu.


Reina dan Julia hanya mengikuti kemauan si Mata Kelabu itu,mereka merasa di perlakukan layaknya tamu penting maklum mereka berteman kan sudah lama.


Diperjalanan mengendarai mobil milik Zahrana,Reina yang mengemudi.


"Ra apa selama kamu disini dan kuliah gitu enggak ada yah deketin kamu ? aku gak percaya loh jika benar enggak ada" sahut Reina di balik kemudinya,Julia hanya diam menyimak apa yang akan di jawab oleh Zahrana


"Hmm pertanyaan simple tapi aku enggak tahu harus berbicara bagaimana,sebenarnya ada mungkin satu orang yang menurutku beda dari teman-temanku yang lainnya,pas pertama kali kita bertemu pas aku baru keluar dari ruangan sang Rektor untuk mendaftar dulu,dia tak sengaja menabrakku dan sudah dua kali kita bertemu seperti di restoran jika di kampus rasanya jarang,katanya dia sedang membuat skripsi.Sikapnya aneh sekali dia sopan berbicara dengan bahasa yang lugas dan mudah di pahami olehku,aku dan dia jika bertemu pasti manggilnya Nona dan Tuan,pernah sih kita mengobrol dengan ucapan Aku dan Kamu,tapi sungguh itu tidak nyaman bagiku karena dia kan kakak kelasku.Aku hanya menjawab seadanya dan berusaha manggil aku kamu karena hanya menghargai ucapannya aku takut dia tersinggung." ucap Zahrana


"Itukan bagus Ra,apalagi jika dia bersikap baik padamu,bisa jadi pertemuan pertama kalian itu adalah awal dia jatuh cinta padamu" ucap Reina

__ADS_1


"Mungkin itu bisa saja terjadi tapi aku tidak begitu yakin aku takut dia menyakiti perasaanku,karena dia merupakan kumbang kampus dan banyak wanita yang ingin dengannya"


"Kamu tidak akan tahu jika dia akan menyakitimu atau tidak karena kamu belum tahu dia yang sebenarnya Ra,menurutku dari cerita yang kau tadi ucapkan sepertinya ia mencintaimu"


"Kamu aneh-aneh saja masa iya aku kan anak baru di Kampus,aku enggak enak loh sama kakak kelasku yang ingin mendapatkan cinta Tuan Kevin"


"Tapi jika suatu saat Kak Kevin menginginkan cintamu,lalu kamu akan bagaimana ? Ingat Ra ada saatnya lelaki mengungkapkan isi hatinya di waktu yang menurut kita tidak tepat" Ucap Julia nimbrung.


Zahrana tak menjawab apapun ia juga memikirkan tentang hal itu,bagaimana jika suatu saat benar Kevin mengutarakan isi hatinya,sedangkan Zahrana sedang tidak ingin menjalani hubungan dengannya,sungguh pikiran itu mulai muncul di pikirannya.Di sisi lain Zahrana tidak bisa dengan cepat menerima seseorang yang baru di kenalnya,di sisi lain ia pasti merasa bimbang jika orang yang benar-benar mencintainya tiba-tiba hilang dari hidupnya.


Suasana dalam mobil pun hening,mereka bertiga tidak lagi banyak bicara,Reina dan Julia tahu apa yang sedang Zahrana pikirkan jadi mereka tak ingin menambah pikiran Zahrana dengan pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan tadi.


***


Di depan gerbang utama rumah Zahrana sudah terdapat mobil mewah sedan putih.


"Ra itu siapa kok diluar,apa Mang Ujang tidak membukakan pintu gerbangnya ?" tanya Reina


Setelah mobil Zahrana masuk duluan tiba-tiba mobil itu pun ikut masuk.


Betapa terkejutnya bahwa mobil itu adalah mobil teman-temannya yaitu ada Dewi,Tina,dan Putri yang keluar dari mobil tersebut.Sebenarnya mereka sengaja main ke rumah Zahrana.


Setelah sama-sama saling menyapa lalu Zahrana mengajak masuk ke rumahnya.Mereka juga berkenalan dengan Reina dan Julia.


Diruang tamu yang megah dimana terdapat beberapa kursi besar dan panjang serta meja-nya pun terbuat dari kaca semua ,dan disudut ruangannya ada sebuah guci besar yang sangat indah.


Bi Lyna segera datang ke tempat tamu tersebut dan membawa minuman segar serta makanan yang lainnya.


"Dewi kenapa kamu tak memberi tahuku bahwa akan main kesini ?" tanya Zahrana setelah duduk di dekat Reina dan Julia

__ADS_1


"Tadinya kita ingin main ke Taman,tapi kata Putri dan Tina lebih baik aja Nona Zahrana biar dia tahu bahwa di taman tersebut sangat indah suasana dan pemandangan yang tercipta" jawab Dewi


"Lah kita bertiga baru saja main dari sana" ucap Zahrana


"Ya sudah enggak apa biar nanti saja kita main kesana" ucap Dewi tersenyum


"Oh iya kenalkan ini temanku dari London"


"Hello,I'm Reina" sapa Reina


"Hai,and me Julia" sapa Julia dengan senyuman tipisnya


"Oh iya salam kenal dari kita ya,saya Dewi ini Tina dan Putri" ucap Dewi sembari mengenalkan temannya.


Di ruang tamu yang megah itupun suasana kehangatan tercipta dimana Reina dan Julia menceritakan bagaimana pertemanannya dengan Zahrana semasa di London sana,dan sebaliknya Dewi,Putri,dan Tina pun menceritakan bagaimana pertemanan barunya dengan Zahrana.Reina dan Julia tidak terlalu sulit jika mencerna perkataan yang di lontarkan oleh Dewi,Tina,dan Putri walau dalam bahasa Indonesia,karena dulu Reina Dan Julia pernah mengikuti les bahasa Indonesia.


Ketika sudah merasa puas mereka mengobrol lalu Dewi dan teman-temannya pamit pulang karena sudah sore sekali.Dan mengingatkan bahwa besok Zahrana harus kuliah karena ada acara dikampusnya.


***


Malam itu,udara agak dingin dan terasa mencucuk tulang,Zahrana dan teman baiknya itu sedang menikmati coklat panas dan menonton TV dan di selimuti dengan selimut tebal milik Zahrana.


"Rei,Lia besok aku harus kuliah kalian diam di rumah aja ya,atau mau main gitu ke tempat wisata ?"


"Kita di rumah saja dulu setelah kamu beres kuliah baru kita main" jawab Reina


"Tapi aku gak yakin datangnya jam berapa,soalnya tadi kata Dewi ada acara,gak papa jika kalian ingin main pakai saja mobilku jangan sungkan " ucap Zahrana sambil tersenyum.


***

__ADS_1


Pertemanan yang amat lekat dengan temannya yang dari London,Zahrana sangat baik pada mereka.Maklum selama di London Zahrana berteman sangat dekat dan baik sampai-sampai orang tua Reina maupun Julia selalu mengajak Zahrana main ke rumahnya.Dan Zahrana tak pernah menolak karena ia tahu cara menghargai seseorang.Dan begitupun sebaliknya orang tua Zahrana juga selalu mengajak Reina dan Julia main kerumahnya.


Pertemanan yang baik takan mampu ada yang meruntuhkan jika salah satu dari mereka tak ada yang berkhianat dan menyakiti hati teman baiknya.Mungkin itu prinsip yang selalu ada dalam benak Zahrana dan dia selalu menerapkan prinsip tersebut.


__ADS_2