Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Ada apa dengan masa lalumu ?


__ADS_3

Di dalam perjalan pulang Kevin mengajak dulu Zahrana makan siang,karena dari pagi Kevin belum sempat sarapan sama sekali. Zahrana yang juga merasa lapar hanya menuruti apa keinginan kekasihnya itu.


Mereka mampir di rumah makan sunda yang dulu pernah mereka kunjungi. Seperti biasa mereka memesan nasi goreng spesial kesukaan masing-masing serta minumannya teh manis hangat.


Sambil menunggu pesanan mereka datang,segera Kevin membuka pembicaraan.


"Nona kau baik-baik saja kan ? Tadi ketika kau mau berangkat ke Perusahaan tidak terjadi apa-apa kan ?" tanya Kevin dengan menatap intens mata kelabu Zahrana.


"Kakak ini kenapa sih ? Aku gak papa lagian tadi aku berangkat juga di antar sama sopir pribadi Ayah." ujar Zahrana dengan santainya.


"Syukurlah jika begitu,kau tahu Nona ? Kakak sangat mengkhawatirkan keselamatanmu."


"Maksudnya ?" tanya Zahrana karena ia tak mengerti kenapa juga Kevin dari tadi bertanya serta berbicara terus seperti itu


"Jadi begini,_...."


"Silahkan Tuan,Nona. Ini makanan serta minumnya." ujar seorang pelayan yang membawakan pesanan mereka berdua.


"Oh iya terima kasih." ujar Zahrana pada pelayan itu,lalu pelayan itu segera meninggalkan mereka berdua.


"Nanti di lanjut ceritanya ya Kak,aku lapar sekali."


"Iya sudah ayo makan saja dulu,nanti Kakak lanjutkan ceritanya."


Segera mereka memakan nasi goreng kesukaan mereka dengan lahapnya. Mereka berdua sama-sama penyuka nasi goreng.


***


"Hallo,aku sudah berhasil meneror mereka berdua. Tapi sepertinya Zahrana nampak biasa saja. Berbeda dengan Kevin yang terlihat sangat cemas atas ucapan yang aku berikan." ucap Rara pada seseorang yang mengangkat telponnya itu.


"Oh baguslah,perlahan saja yang penting hasil akhirnya bisa memuaskan ku."

__ADS_1


"Baik Tuan,ya sudah saya tutup telponnya karena sedang bekerja."


Telpon itu di akhiri sepihak dari Rara.


"Bagus juga pekerjaan wanita itu,sekarang aku akan menjauhkan Kevin darimu Nona Zahrana." ujar lelaki itu sembari melihat foto wanita cantik dengan rambut yang tergerai berwarna hitam sedikit pirang. Ia mempunyai foto itu semasa sering bermain dengan Zahrana di club malam dulu.


***


Seselesainya mereka makan,Zahrana langsung menyuruh Kevin untuk menjelaskan apa yang akan di bicarakannya.


"Jadi begini sayang,ada yang meneror aku tadi pagi. Dia menelponku dan memberitahu bahwa dia akan mencelakai mu."


"Siapa ?"


"Ada sangkut pautnya dengan masa lalu ku sayang."


"Tunggu dulu tadi sebenarnya ada yang mengirimkan SMS padaku,coba nih Kakak lihat dulu." ucap Zahrana sembari memberikan ponselnya pada Kevin.


"Kakak tahu nomor itu ?"


"Tidak,nomor yang menelpon Kakak berbeda dengan nomor ini."


"Lalu apa sangkut pautnya dengan Kakak dan aku,oh iya tadi Kakak bilang ada sangkut pautnya dengan masa lalu Kakak `kan ?" ujar Zahrana penasaran.


"Iya jadi begini,_..." belum lagi Kevin menjelaskan tiba-tiba ada panggilan masuk pada handphone-nya.


"Arrghhh...ini siapa lagi sih ?" geram Kevin dengan nomor yang terus mengganggunya itu.


Tanpa mengangkat panggilan itu,segera Kevin mematikan telponnya agar tidak mengganggu.


"Siapa Kak ?" tanya Zahrana penasaran.

__ADS_1


"Gak tau,nomornya gak di kenal."


"Jadi begini sayang,yang menelpon Kakak dan sekaligus meneror Kakak itu sebenarnya masa lalu Kakak sendiri. Dia orangnya susah mengerti dari dulu dan Kakak sudah tidak ada hubungan sama sekali dengannya tapi tiba-tiba sekarang dia akan mengganggu hubungan kita pastinya. Sekarang Kakak sangat khawatir denganmu."


"Makanya tadi tanpa berpikir apapun Kakak langsung menemuimu,Kakak takut kamu yang jadi sasarannya." ujar Kevin menjelaskan agar Zahrana tidak salah paham padanya.


"Maksud masa lalu Kakak itu adalah mantan Kakak `kan ?" tanya Zahrana memastikan agar tidak salah paham.


"Iya benar." ucap Kevin sembari menunduk dan tanpa di sadari setetes cairan bening jatuh dari kelopak matanya.


Zahrana yang melihat Kevin langsung tertunduk merasa aneh sendiri,memangnya apa yang di pikirkan Kevin ? ahh entahlah Zahrana tidak mengetahuinya.


"Kakak kok nangis,Kak Zahrana tidak akan marah apalagi Kakak sudah tidak ada urusan lagi dengan masa lalu Kakak. Mungkin mantan Kakak masih mencintai Kakak makanya dia mau mencelakai aku agar dia bisa bersama lagi sama Kakak." ujar Zahrana dan tanpa sadar itu membuat Kevin semakin bersedih.


"Aku paham,Kakak takut aku kenapa-napa,terus takut aku pergi dari hidup Kakak karena masa lalunya Kakak ya ?"


Kevin hanya menganggukkan kepalanya,ia tak mampu berkata-kata lagi. Kevin bisa menjadi lelaki yang amat lembut hatinya dan gampang tersentuh oleh ucapan orang lain. Apalagi dengan kekasihnya itu.


Kevin tak mau kehilangan sosok kekasihnya itu hanya karena mengingat masa lalunya sekarang kembali menganggu. Pikiran Kevin sangat kalut,ia tak tahu harus bagaimana.


Zahrana yang melihatnya sangat tidak tega,ingin ia memeluk kekasihnya itu namun ia sadar mereka belum bisa melakukan hal itu.


"Sudah ya jangan nangis lagi,nanti aku ikut sedih. Aku gak akan ninggalin Kakak hanya karena masalah seperti ini bagiku masa lalu Kakak ya itu tetap menjadi masa lalu Kakak dan gak bisa di ubah. Dan untuk sekarang aku 'kan tidak hidup dalam masa lalu Kakak,aku hidup menjalani hubungan ini di masa sekarang." ucap Zahrana dengan memberikan senyuman termanisnya pada Kevin yang berada di hadapannya itu.


"Terima kasih sayang,jika ada yang meneror mu lagi langsung beritahu Kakak ya !!" seru Kevin dengan nada yang agak menekan.


"Iya baiklah sayang." ucap Zahrana dengan menatap tulus pada Kevin dan alhasil mata mereka saling menatap satu sama lain. Seakan tatapan itu memiliki arti tersendiri bagi mereka berdua.


Zahrana sangat dewasa dalam menghadapi hal seperti ini,namun Kevin suka bersikap kekanak-kanakan pada orang yang paling di sayanginya itu. Ia tak mau kekasihnya yang sekarang pergi dari hidupnya karena kehadiran sosok Zahrana sudah membuat dunianya berubah drastis.


Zahrana mampu meluluhkan hati Kevin yang sudah lama ia tutup rapat-rapat begitupun Kevin sendiri mampu membuka hati Zahrana yang susah sekali untuk di taklukan.

__ADS_1


__ADS_2