Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Zahrana,Aku Mencintaimu !


__ADS_3

Malam ini sedang hujan di Kota Bandung,Zahrana tetap saja membuka jendela kamarnya karena itu sudah menjadi kebiasaan dirinya sebelum tidur,dalam hatinya Zahrana memang masih mempunyai rasa kecewa pada Ayahnya tapi Zahrana juga tidak mau membuat masalah baru pada Ayahnya.Ia sangat sayang pada Sang Ayah walau Ayahnya sekarang telah menyakiti dirinya namun itu tidak pernah mengurangi rasa sayang pada Sang Ayah.


Zahrana berharap Ayahnya tidak menikah lagi,ia belum siap jika harus mempunyai ibu tiri walaupun jika suatu saat Zahrana membolehkan Ayahnya untuk menikah lagi tapi bukan untuk waktu sekarang,sosok Ibundanya selalu teringat dalam pelupuk hati Zahrana.Jika suatu saat takdir memutuskan untuk Ayahnya menikah lagi Zahrana harus menilai terlebih dahulu sikap wanita itu.


Malam semakin larut pikirannya semakin di selimuti rasa sendu yang mendalam jika sudah merasa sedih biasanya ia suka bercerita pada Kevin karena Kevin selalu mengerti tentang perasaannya.Dalam hatinya apakah ia harus menelpon Kevin ? Zahrana malah takut karena akan mengganggu waktu istirahatnya.


***


Di rumah Kevin ia sedang menatap layar laptopnya ia sedang melihat jadwal untuk besok di Perusahaan miliknya.Ternyata besok ada meeting penting dengan Tuan Leon karena Perusahaan Kevin resmi bekerjasama dengan Perusahaan Tuan Leon.


Setelah membereskan semua pekerjaan yang akan besok ia hadapi Kevin menutup laptopnya.Ia beranjak dari kursi kerja pribadinya ia harus istirahat agar besok kondisinya bisa fit kembali.


Tapi entah mengapa ia malah teringat Zahrana,tiba-tiba saja ia merindukan sosok jelita si mata kelabu itu.Kevin mengambil handphone-nya ia merasa ingin tahu sekarang bagaimana kondisi Zahrana karena hari ini Zahrana sangat bersedih ia hanya ingin memastikan saja.


Lalu ia beranjak dari kursi kerja pribadi miliknya untuk pergi ke balkon kamarnya ia ingin menikmati suasana dingin malam ini dan sisa gerimis masih menyelimuti Kota Bandung.


Kevin menelpon Zahrana dan tak lama kemudian Zahrana langsung mengangkatnya.


"Hallo Nona" sapa Kevin dari telponnya.


"Iya ada apa Kak ?"


"Enggak apa-apa,Kakak hanya ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja"


"Aku baik Kak,sekarang aku sudah baikan kok sama Ayah"


"Syukurlah kalau begitu sekarang Kakak bisa tenang,tadi Kakak kepikiran terus takut kamu larut terus dalam kesedihan" ucap Kevin dan tak sadar ia memperhatikan Zahrana sedemikian rupa.


"Kakak tenang saja"


"Ya sudah Kakak mau istirahat ini udah larut malam,kamu juga cepat istirahat agar besok bisa kembali bekerja lagi seperti biasanya"


"Iya kak,selamat beristirahat ya"


"Ya sudah Kakak tutup telponnya ya"


Lalu telpon itu di putus sepihak oleh Kevin,segera Kevin beranjak pergi ke tempat pembaringannya untuk beristirahat.


Namun di rumah Zahrana ia masih duduk di sofa yang tersedia di kamarnya sambil melihat keluar karena gerimis masih saja menyelimuti Kota Bandung.


Malam ini Zahrana benar-benar merasa tenang kembali,selain ia sudah berbaikan dengan Ayahnya dan sekarang ia mendapat perhatian dari Kevin.Entah sampai kapan mereka akan memendam perasaan masing-masing.Mau bagaimana pun mereka memang mempunyai perasaan jatuh cinta.


Karena merasa sudah sangat larut malam Zahrana segera beranjak dari sofa-nya untuk menutup jendela kamarnya yang terbuka,lalu segera ia pergi ke pembaringan empuknya untuk tidur karena besok ia harus pergi ke Perusahaan.

__ADS_1


***


Sosok berbalut gamis indah itu milikku


Mata kelabu yang menawan menarik perhatianku


Bibir ranum nan indah mampu membuatku terpaku


Zahrana,bolehkah aku mencintaimu ?


Pagi-pagi Kevin sudah menuliskan untaian kata itu pada layar Handphone-nya lalu segera ia menjadikannya sebuah wallpaper dengan dipadukan sebuah foto indah seseorang yang sedang melihat senja,ya itu foto Zahrana.


Hari ini Kevin harus cepat berangkat ke Perusahaannya karena akan meeting bersama Tuan Leon.


Setelah selesai sarapan segera Kevin berangkat dengan mengendarai mobil Ferrari pribadinya.Ia sudah tampil rapi dengan menggunakan kemeja putih dibalut jas hitam serta celana hitam yang senada dengan warna jas-nya.


***


Zahrana yang pagi itu sudah siap untuk berangkat dengan menggunakan mobil sedan pribadinya terpaksa harus ikut bersama Sang Ayah karena Tuan Leon memaksa agar mereka berangkat bersama.Zahrana hanya bisa mengikuti apa yang di katakan Ayahnya itu.


Di perjalanan yang sudah agak ramai mobil Ferrari Hitam yang di bawa Tuan Leon melepas jalanan dengan santainya.


"Sayang hari ini kamu pulang jam berapa ?" tanya Tuan Leon di balik kemudinya.


"Ya sudah nanti Ayah jemput kamu ya sekalian hari ini Ayah juga cuma ada meeting dengan Kevin di Perusahaannya."


"Boleh nanti aku tunggu ya" ucap Zahrana tersenyum manis pada Sang Ayah yang ada di sampingnya itu.


Ketika sudah sampai di Perusahaan,Zahrana segera turun karena harus memastikan jadwalnya padat apa tidak karena Elmyra tidak memberitahukan jadwal pada dirinya untuk hari ini.


"Ya sudah Zahrana masuk ke Perusahaan dulu ya,Ayah hati-hati." ujar Zahrana pada Sang Ayah.


Tuan Leon hanya menganggukkan kepalanya,lalu segera mengendarai lagi mobilnya untuk pergi ke Perusahaan Kevin.


Sementara Zahrana segera masuk ke Perusahaan miliknya dan setelah masuk kedalamnya semua karyawannya sudah sangat sibuk dengan menatap semua layar computer masing-masing.


Zahrana merasa senang ternyata para pegawainya sudah mulai bekerja dengan gesit.Lalu Zahrana mencari keberadaan Elmyra,karena disana tak ada gerak gerik Elmyra segera Zahrana menelponnya untuk segera menemuinya di ruang kerja pribadi milik Zahrana.


Ketika sudah duduk di kursinya Zahrana melihat beberapa dokumen yang harus ia tanda tangani.Tanpa lama lagi ia segera membaca apa saja isi semua dokumen itu lalu ia tanda tangani.


Tok...Tok..Tok...


Suara pintu tiba-tiba ada yang mengetuk,Zahrana sudah menyangka bahwa itu pasti Elmyra.

__ADS_1


"Silahkan masuk" sahut Zahrana sembari ia menandatangani dokumen yang ada di meja kerjanya.


Ternyata itu benar Elmyra,segera Elmyra menghampiri Atasannya itu atau lebih di kenal sebagai pemilik Perusahaan.


"Ada apa Nona,apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya Elmyra.


"Kamu duduk dulu El,saya ada tugas untuk kamu" jawab Zahrana santai.


"Kamu pastikan semua pegawai diberi gaji dan bonus untuk bulan ini,karena saya bangga setelah agak lama Perusahaan ini mengalami penurunan drastis dan sekarang sudah bisa bangkit lagi bahkan mencapai omset di luar dugaan kita,saya ingin kamu yang mengurusnya"


"Baik Nona,lalu apa lagi yang dapat saya bantu ?"


"Sementara sudah itu saja,oh iya untuk seminggu kedepan saya tidak akan masuk nanti kamu gantikan dulu posisi saya.Tapi jika ada hal yang tidak bisa kamu tangani cepat beritahu saja"


"Baik Nona saya akan melaksanakan apa yang Nona suruh"


"Ya sudah kamu boleh keluar sekarang." ucap Zahrana dengan memberi senyuman pada Elmyra.Namun sebelum Elmyra keluar ia sempat bertanya dulu pada Zahrana.


"Tapi Nona kenapa kemarin anda tidak masuk padahal kemarin ada meeting dengan Perusahaan yang akan bekerjasama dengan kita."


"Kemarin saya ada urusan penting yang tidak dapat di tinggalkan dan saya lupa memberitahumu,apakah Perusahaan yang akan bekerjasama dengan kita sudah menentukan lagi jadwal meetingnya ?"


"Tidak Nona katanya semua jadwal biar Nona yang atur"


"Bagaimana ya ? Beritahu saja mereka bahwa meeting akan di adakan minggu depan saja"


"Baik Nona nanti saya beritahu,ya sudah saya pamit undur diri"


"Iya silahkan".


Hari itu Zahrana sibuk sendiri karena kemarin ia tak datang ke Perusahaan maka hari ini pekerjaannya semakin menumpuk,tapi Zahrana sudah biasa seperti itu.


Dalam waktu seminggu itu sengaja Zahrana tidak akan masuk dulu karena ia sudah mempunya rencana akan terbang ke Inggris untuk berjumpa dalam pers penerbitan bukunya dulu.


***


Di Perusahaan Kevin...


Tuan Leon dan Kevin sudah beres dengan meeting-nya lalu Tuan Leon memberitahu Kevin agar menjemput Zahrana.Karena Tuan Leon akan pergi dulu ke Perusahaan miliknya.


"Bagaimana Kevin,apakah kamu bersedia menjemput putri saya itu,keliatannya kalian saling jatuh cinta ya ?" ucap Tuan Leon dengan menggodanya.


"Saya bersedia Tuan,sekarang juga saya akan pergi menjemput Nona Zahrana." ujar Kevin.

__ADS_1


Lalu Tuan Leon segera pergi ke Perusahaannya dan Kevin pergi menjemput Zahrana.Sebenarnya hari ini ia akan mengajak Zahrana untuk ke Taman tapi siapa sangka ia malah mendapat tugas dari Tuan Leon agar menjemputnya itu sudah membuat Kevin sangat bahagia.


__ADS_2