Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Zahrana,Aku Mencintaimu ! Part 2


__ADS_3

Pukul empat sore Zahrana sudah menunggu Ayahnya,ia sedang berdiri di depan Gerbang Utama.


Ketika ada mobil Ferrari merah Zahrana sudah menduga bahwa itu Kevin dan benar saja Kevin segera menyuruh agar Zahrana segera masuk kedalam mobilnya.Zahrana hanya menuruti apa yang di katakan Kevin karena sebelumnya Zahrana sudah mendapat pesan masuk dari Ayahnya karena Ayahnya sendiri yang menyuruh Kevin agar menjemput dirinya.


"Kak padahal tidak apa-apa jika Kakak tidak menjemputku,aku bisa pulang sendiri." Ucap Zahrana pada Kevin setelah ia masuk kedalam mobil Kevin.


"Ini perintah Ayahmu jadi Kakak harus patuh dengan calon mertua" ujar Kevin refleks menyebut Tuan Leon sebagai calon mertuanya.


"Apa Kak ? Calon mertua !" tanya Zahrana karena ia tak mau salah dengar dengan apa yang di ucapkan Kevin beberapa detik tadi.


Tanpa berkata lagi segera Kevin menancap gas-nya.Ia jadi salah tingkah sendiri padahal ia bercanda tapi kenapa ia bisa refleks menyebut calon mertua di hadapan Zahrana,ia merasa menyesal sendiri takut Zahrana marah pada dirinya.Padahal dalam hati Zahrana ia merasa tiba-tiba ribuan bunga mekar di hatinya.


Setengah jam kemudian mereka sampai di depan gerbang rumah Zahrana tapi sebelum Zahrana turun Kevin sempat bertanya.


"Nona bisakah nanti malam kita bertemu di caffe yang dulu pernah kita kunjungi ?" tanya Kevin ragu karena takut Zahrana akan menolaknya.


"Boleh tapi aku harus izin dulu sama Ayah"


"Kalau gak di beri izin sama Ayah kamu gimana ?" tanya Kevin dengan wajah yang memelas seakan ia sangat berharap.


"Nanti aku coba bujuk Ayah jika tidak di beri izin,Kakak tenang saja" ujar Zahrana terkekeh karena melihat raut wajah Kevin yang memelas.


"Ya sudah nanti Kakak jemput kamu jam tujuh malam ini ya"


"Iya Zahrana tunggu" ucap Zahrana tersenyum manis lalu segera turun dari mobil Kevin.


Kevin segera pulang kerumahnya agar dirinya bisa siap-siap.


Sementara Zahrana masih tetap berdiri di depan gerbangnya setelah kepergian Kevin.Ia merasa bahagia sendiri dan ia berharap Ayahnya bisa memberi izin untuk pergi ke caffe bersama Kevin.


Setelah di kamarnya segera Zahrana mandi dulu dan mengganti pakaiannya.Zahrana menyuruh Bi Vina untuk membuatkan teh hangat agar di bawa ke kamarnya.


Tak lama kemudian setelah Zahrana selesai mandi dan mengganti pakaiannya dengan kemeja dengan bawahan rok panjang warna mocca,terdengar suara pintu kamarnya di ketuk.


Tok...tok...tok...


"Silahkan masuk Bi"


"Baik Nona"


Lalu Bi Vina memberikan teh hangat pada Zahrana yang sedang duduk di sofa kamarnya.


"Terima kasih Bi,oh iya apakah Ayah sudah pulang ?" tanya Zahrana pada pembantunya itu.


"Tuan baru saja pulang Nona,memangnya ada apa ?" tanya Bi Vina yang terlihat sangat kepo.

__ADS_1


"Enggak, sengaja bertanya saja kok" ucap Zahrana tersenyum lalu ia meneguk teh hangatnya.


"Ya sudah Bibi mau ke dapur lagi mau menyiapkan makan malam"


Tak lama dari itu segera Zahrana pergi ke kamar Ayahnya untuk meminta izin.


"Ayah Zahrana mau meminta izin." ucap Zahrana agak ragu.


"Kamu mau pergi kemana sayang ?" tanya Ayahnya.


"Kak Kevin mengajak aku ke caffe,boleh ya Ayah ?"


"Boleh asal jangan larut malam ya"


"Iya Zahrana janji gak akan sampe larut malam" ucap Zahrana langsung memeluk Sang Ayah yang telah memberikan izin padanya untuk pergi bersama Kevin.


Tak terasa sekarang sudah mau pukul tujuh dan Kevin sudah menunggu di ruang tamu yang sangat mewah.Kevin menunggu Zahrana yang sedang bersiap-siap untuk pergi.


Ketika Kevin meminum minuman yang di suguhkan oleh pembantu Zahrana tiba-tiba Zahrana menghampiri Kevin dan langsung membuat Kevin tersedak karena kagum melihat kecantikan Zahrana pada malam ini yang memakai gamis elegan warna biru navy dengan kerudung abu yang menghiasi wajah jelitanya.


"Kak maaf ya aku kelamaan." ujar Zahrana agak canggung.


"Enggak kok santai saja." jawab Kevin dengan tersenyum pada Zahrana.


"Minggu depan aja sayang,ya sekarang lah Nona Zahrana." ucap Kevin dengan nada manja yang membuat jantung Zahrana berdegup lebih kencang dari biasanya karena pertama kalinya Kevin memanggil dia dengan ucapan sayang.


"Kenapa kok malah diam ?" tanya Kevin heran karena Kevin tak menyadari tadi dirinya memanggil Zahrana sayang.


"Ya sudah ayo berangkat !" ajak Kevin pada Zahrana.


Lalu Tuan Leon menghampiri mereka berdua,Kevin langsung menyalami Tuan Leon dengan sopan dan meminta izin karena akan mengajak Zahrana keluar.


"Ya sudah silahkan,saya juga sudah memberi izin tapi pulangnya jangan kemalaman ya !" ucap Tuan Leon pada Kevin.


"Baik Tuan,ya sudah kami pergi dulu ya." pamit Kevin pada Tuan Leon.


***


Caffe yang mereka kunjungi memang tidak terlalu jauh dari rumah Zahrana sehingga tidak memakan waktu lama di perjalanan,Zahrana hanya diam saja selama di perjalanan entah pikiran apa yang sedang dia bayangkan.


"Nona kenapa diam saja ?" tanya Kevin penasaran lalu sebentar melirik Zahrana dan kembali fokus lagi menyetir.


"Kakak juga diam saja buat apa aku berbicara sendiri" ucap Zahrana dengan nada yang susah di tebak oleh Kevin.


"Kamu ini lucu juga ya" ucap Kevin terkekeh.

__ADS_1


Zahrana hanya diam tapi wajahnya merah padam.


Tak lama kemudian mereka sampai di tempat yang akan mereka kunjungi,suasana di caffe tersebut agak sepi dan itu memang yang di inginkan Kevin karena jika ramai ia merasa tidak nyaman karena akan mengutarakan sesuatu pada Zahrana.Lalu segera mereka masuk kedalam caffe tersebut.


Mereka duduk di kursi yang ada di ujung kanan caffe dengan kursi dan meja yang sengaja sudah di pesan Kevin dari siang hari.


"Kamu mau pesan apa Nona ?" tanya Kevin sambil memberikan buku menu yang ada di caffe itu.


"Aku mau vanilla latte"


Lalu Kevin melambaikan tangan pada pelayan yang ada di sana,seorang perempuan cantik dengan tampilan sederhana memakai pakaian seragam caffe itu datang menghampiri untuk melayani pembelinya.


"Saya pesan dua vanilla latte ya"


"Baik Tuan"


Setelah pelayan wanita itu pergi,lalu Kevin terus memperhatikan Zahrana dengan lekat.Zahrana agak aneh kenapa juga Kevin memperhatikannya seperti itu.


"Kak !!" ucap Zahrana pada Kevin karena Kevin terus fokus memperhatikan dirinya tapi tak ada jawaban dari Kevin sama sekali.


"Kak Kevin !!!!!" ucap Zahrana untuk kedua kalinya dan itu menyadarkan Kevin dan langsung membuat lelaki itu tersenyum hangat pada dirinya.


"Ehh iya ada apa Nona ?" tanya Kevin dengan wajah gemas yang sengaja ia berikan pada Zahrana.


"Kakak kenapa liatin aku seperti itu ?" tanya Zahrana agak kesal karena ia merasa tak nyaman dengan apa yang Kevin lakukan tadi tapi dalam hatinya tak bisa ia bohongi ia suka dengan tatapan yang Kevin berikan seakan hujan datang di atas kemarau hatinya,Zahrana bahagia itu yang ia rasakan.


"Kenapa emangnya gak boleh ?" tanya Kevin dengan tatapan menggodanya seakan wanita yang ada di hadapannya itu adalah kekasihnya sendiri.


"Boleh,tapi gak gitu juga dong liatinnya" ucap Zahrana dengan nada agak merajuk.


Ketika mereka larut dalam obrolan tiba-tiba pesanan mereka sampai tapi pelayan itu memberikan sebuah sedotan ukuran besar pada Zahrana yang didalamnya terdapat kertas kecil dan ada sebuah tulisan indah yang tersemat dalam kertas kecil itu.Zahrana heran lalu ia bertanya.


"Ini apa ya ?"


"Oh itu sengaja saya berikan karena merupakan pesanan kalian berdua,ya sudah saya pamit untuk melayani yang lainnya ya" ucap Pelayan caffe itu dengan sopan.


Sebenarnya itu tulisan Kevin yang sengaja ia berikan siang tadi pada pegawai caffe yang ada disana agar malam ini ia bisa memberikannya pada Zahrana lewat pelayan yang sudah ia beritahu siang tadi,Kevin memang tidak ahli dalam hal romantis tapi ia punya cara sendiri agar wanita yang dekat dengannya merasa penasaran dengan setiap hal yang dia lakukan.


Zahrana merasa itu adalah rencana Kevin lalu ia berusaha mengeluarkan kertas itu dalam sedotannya,butuh waktu untuk kertas itu keluar tapi Zahrana tetap berusaha sendiri.


"Mau Kakak tolong Nona ?" ucap Kevin pada Zahrana.


"Tidak usah Kak aku bisa sendiri" ucap Zahrana dan tersenyum manis pada Kevin.


Lalu kertas tersebut berhasil Zahrana keluarkan dari sedotannya lalu ia membuka apa tulisan yang tersemat didalam kertas tersebut dan......

__ADS_1


__ADS_2