
"Nona kenapa ? Anda sudah mengenalnya ?" tanya Elmyra karena heran kenapa raut wajah Zahrana seperti sudah mengenal lelaki tersebut.
"Kenapa kamu tidak bilang bahwa Perusahaan Adiputra Group di pimpim oleh Kevin El ?" tanya Zahrana dengan penekanan.
"Mana saya tahu Nona,saya kira Nona tidak mengenalnya." ucap Elmyra dengan polosnya.
"Sudahlah Nona saya juga tidak akan bekerjasama dengan Perusahaan ini saya kesini hanya karena ingin menemui Nona saja." ucap Kevin dengan senyuman jenaka.
"Ihh Kakak ini ya,aku masih banyak pekerjaan loh kalau Kakak mau bertemu aku nanti bisa sesudah selesai bekerja."
Elmyra dan lelaki yang menjadi tangan kanan Kevin yang bernama Razky hanya memerhatikan Bos nya masing-masing mereka tidak mengerti dengan Kevin maupun Zahrana.
"Oh iya kamu bisa keluar Raz,nanti tunggu saja di mobil." ucap Kevin pada Razky.
"Kamu jangan keluar El,temani saya disini." ucap Zahrana pada Elmyra.
"Ini obrolan penting loh Ra,kamu mau tetap wanita ini disini ?".
"Dia sekretaris pribadiku apapun yang terjadi dia akan selalu ada di sisiku."
"Ya sudah,tapi ini merupakan kesedihan untukmu Ra." ucap Kevin lalu langsung raut wajahnya berubah seketika menjadi sendu.
"Kesedihan maksudmu ?" tanya Zahrana penasaran.
"Tentang..." tiba-tiba Kevin memberhentikan ucapannya.
"Tentang apa Kak,kenapa sih kalau ngomong selalu aja nggak di terusin." ucap Zahrana agak kesal.
"Aku harus terbang ke London besok ada pekerjaan disana dengan Ayahmu." ucap Kevin dengan raut wajah sedihnya.
Zahrana hanya diam,ia bungkam tak berkata apa-apa yang ada di pikirannya ia takut Kevin tergoda wanita lain secara di London banyak sekali wanita cantik.
"Tapi kenapa Ayah tak memberitahuku ?"
"Katanya nanti setelah pulang kerja beliau akan memberitahu Nona,soalnya ini mendadak Ra aku saja tidak tahu." ucap Kevin dengan matanya yang lekat memperhatikan raut wajah Zahrana yang tiba-tiba murung.
"Kamu mau ikut ?" tanya Kevin dengan tersenyum pada Zahrana.
__ADS_1
Emyra merasa tidak enak hati jika tetap disana karena obrolan Kevin dan Zahrana sudah mulai masuk ke kehidupan pribadi mereka lalu ia memutuskan untuk keluar saja,beruntungnya Zahrana mengizinkan Elmyra keluar.Tanpa berkata apa-apa lagi segera Elmyra keluar.
Sekarang mereka tinggal berdua tapi sekali lagi keheningan yang tercipta tak ada ucapan apa-apa lagi.Kevin menyadari Zahrana sedang berfikir lalu ia memilih untuk mengajak Zahrana ke caffe yang ada di dekat dengan Perusahaan agar Zahrana juga merasa leluasa.
"Ya sudah kita ke caffe yang ada dekat Perusahaan ini saja untuk membicarakan masalah ini." ajak Kevin pada Zahrana yang hanya diam saja.
Lalu segera Zahrana mengikuti Kevin dan dalam hatinya Zahrana merasa gelisah sendiri.
***
Beruntungnya caffe tersebut tidak ramai dan hanya ada beberapa orang saja yang ada.Sehingga membuat Zahrana merasa agak nyaman dengan suasana disana.
"Gimana kamu mau ikut saja ?" tanya Kevin lagi.
"Aku gak tahu disini masih banyak pekerjaan yang belum selesai,Ayah juga tidak mengajak aku jadi untuk apa aku ikut ?" ucap Zahrana dengan wajah yang memelas.
"Lalu ajakan saya kamu tolak ?" tanya Kevin yang agak kesal karena ia sudah mengajak Zahrana tapi ucapan Zahrana malah seperti itu.
"Aku bisa saja ikut Kak,tapi mau bagaimanapun jika Ayah tidak mengajak ku mungkin pekerjaan itu sangat penting sehingga aku tak boleh mengganggunya." ucap Zahrana dengan sangat hati-hati agar ucapannya bisa di pahami baik oleh Kevin.
"Tunggu sebentar ada telpon masuk dari Ayah kamu."
"Baik Tuan ini saya juga sedang membicarakannya pada putri anda."
"Baguslah jika begitu,ya sudah saya tutup telponnya."
Kemudian telpon itu terputus secara sepihak dari Tuan Leon.
"Jadi bagaimana Nona ? Jelaskan tadi Ayahmu sendiri yang berbicara seperti itu dan mengajakmu ?" ucap Kevin puas karena melihat wajah Zahrana yang memerah karena malu sendiri.
Bukannya menjawab Zahrana malah langsung mengambil handphone-nya dari saku gamisnya.Ternyata benar ada panggilan yang tak terjawab dari sang Ayah itu karena ia membisukan handphone-nya sehingga tidak ada notifikasinya.
"Hehe...maaf ya Kak,yaudah Zahrana mau ikut tapi tiketnya ?" ucap Zahrana dengan polosnya tapi itu terlihat menggemaskan di mata Kevin.
"Tiketnya sudah di siapkan karena Ayahmu sendiri yang menyiapkannya."
"Oh baguslah jika begitu."
__ADS_1
Lalu Zahrana meminum coffe vanilla latte-nya,begitupun Kevin.
"Maaf kak aku mau nanya,emangnya Kakak tidak ada pekerjaan lagi ?"
"Semuanya sudah beres karena semalaman Kakak begadang untuk menyelesaikannya." ucap Kevin tersenyum.
"Kasihan sekali,padahal seharusnya sekarang Kakak istirahat dulu."
"Setelah bertemu Nona,Kakak jadi sangat bersemangat walau kurang tidur sekalipun." ucap Kevin sedikit menggoda Zahrana.
"Apa sih ? Gak jelas banget." ucap Zahrana salah tingkah.
"Loh kenapa kok pipinya merah gitu ?" goda Kevin lagi sehingga wajah Zahrana merah padam karena malu sendiri.
"Ishhh sudahlah jangan menggodaku seperti itu."
"Siapa yang menggoda ? Kamu sendiri yang tergoda."
"Sudah Kakak hanya bercanda jangan marah dong !" ucap Kevin pada Zahrana karena terlihat Zahrana marah padanya.
"Iya enggak." ucap Zahrana dingin.
Kevin semakin gemas dengan tingkah Zahrana.Ingin ia mencubit pipi Zahrana tapi ia sadar Zahrana pasti menghindar.Walau sekarang status mereka sudah menjadi kekasih tapi tetap saja Kevin dan Zahrana masih sama-sama merasa canggung.
Tak terasa mereka malah menghabiskan waktu berdua dan Zahrana juga merasa tenang karena pekerjaannya sudah selesai tapi ia lupa bahwa nanti ia akan berbicara sesuatu pada Elmyra.Mungkin karena keasyikkan berbincang dengan Kevin sehingga ia lupa.
Waktu sudah pukul sepuluh Zahrana baru ingat bahwa sekarang ia harus berbicara dengan Elmyra.Beruntung karena Kevin merasa mengantuk mungkin karena semalaman begadang lalu ia memutuskan untuk pulang.
"Kakak merasa ngantuk Nona,jika boleh Kakak mau pulang."
"Ya sudah Kakak beristirahat saja dulu kebetulan besok kan kita mau berangkat ke London."
Lalu Kevin pamit untuk pulang duluan,padahal Kevin juga menawarkan agar pulang bersama tapi Zahrana menolaknya secara halus karena ada urusan penting yang belum terselesaikan dan kebetulan juga ia membawa mobil sendiri.
Kevin langsung pulang,lalu Zahrana segera masuk lagi ke Perusahaannya untuk mencari keberadaan Elmyra.
Setelah sampai di ruangan pribadinya Zahrana segera menelpon Elmyra untuk menemuinya sekarang ini.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Elmyra datang dengan nafas yang terengah-engah entah kenapa dia seperti itu.
"Kamu kenapa El ? Kok kayak yang habis lari aja." ucap Zahrana heran.