
Udara seakan menerobos relung hati Zahrana,dibalik senyuman yang kini terhias diwajahnya hanya kebohongan belaka.Entah mengapa ia ingat kejadian yang dulu pernah ia alami ketika di London,orang itu sama seperti Kevin namun sayang semuanya pudar karena orang itu telah pergi meninggalkannya karena memilih wanita asli Inggris.
Kevin ? Lelaki tampan yang mampu masuk kedalam relung hati Zahrana dan tanpa Zahrana sadari ia telah jatuh cinta padanya.Entah mengapa ia bisa jatuh cinta,biasanya Zahrana paling sulit untuk mencintai seseorang apalagi yang baru ia kenal.
Namun sekarang orang yang bernama Kevin Adiputra itu mampu membuatnya luluh.
Didepan meja riasnya Zahrana memperhatikan wajah jelitanya dan sesekali tersenyum sendiri karena ingat Kevin.
"Ya Rabb aku mohon jangan biarkan dia masuk dalam hatiku jika dia tidak mencintaiku untuk apa aku mencintai seseorang yang tak mencintaiku kembali ?"
hatinya bergumam sendiri
Waktu sudah menunjukkan pukul 23:00,segera ia beranjak ke tempat pembaringannya.
***
Udara mulai hangat-hangat kuku dan itu membuat Zahrana terbangun karena ada biasan cahaya masuk ke kamarnya.Ia membuka matanya dan melihat jam,ternyata itu sudah pukul delapan pagi.Segera ia beranjak dari tempat tidur untuk mandi.
Setelah selesai mandi ia segera mengenakan gamis peach-nya dengan setelan kerudung coklat.
Ia pun lupa bahwa hari ini teman baiknya yang akan datang dari London datang.Karena terlalu banyak tugas dari kampus ia benar-benar lupa.
Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk,Zahrana langsung membukakan pintu karena ia tahu itu pasti Bi Vina atau Bi Lyna.Ternyata benar itu Bi Lyna dan bukan ada Bi Lyna saja karena ada dua perempuan cantik tanpa kerudung membelakangi Bi Lyna.
"Maaf Nona mengganggu ini ada yang mau bertemu dengan Nona" ucap Bi Lyna.
Lalu kedua perempuan itu berbalik badan dan melihat sosok Zahrana.Zahrana tak percaya bahwa itu teman baiknya lalu dengan ramah Zahrana segara memeluk kedua teman baiknya itu,mereka larut dalam pelukan kerinduan yang amat berat.
"Non jika boleh Bibi akan kembali lagi ya kedapur untuk menyiapkan makan Nona" ucap Bi Lyna sopan
"Oh iya silahkan Bi"
Lalu Bi Lyna segera berbalik badan meninggalkan putri majikannya itu bersama kedua temannya.
"Yaudah ayo masuk ke kamarku,maaf ya kamarku nggak sebesar waktu dulu di Inggris" ucapnya dan mengajak kedua temannya untuk duduk di sofa yang tersedia.
"Ra sungguh aku merasa mimpi bisa menjejakkan kaki di bumi Pasundan ini" ucap Reina dengan tersenyum karena melihat keluar sana banyak gedung-gedung tinggi dan cahaya mentari menerobos kamar Zahrana
"Benar Ra aku juga tak menyangka bisa bertemu lagi denganmu dan aku tak menyangka bisa ke rumahmu di tanah Pasundan ini" ucap Julia dengan bahasa inggris.Julia tidak terlalu cakap dengan bahasa Indonesia ,ia hanya mengerti sedikit-sedikit.
"Iya benar aku juga tak menyangka bisa bertemu dengan teman baikku,yaitu kalian" ucap Zahrana tersenyum manis
Mereka larut dalam obrolan hangat dimulai dari Julia yang menceritakan Universitasnya dan beberapa teman baiknya,lalu Reina yang menceritakan bahwa semua teman sekelasnya merasa rindu dengan Zahrana.
"Maaf Ra kita tidak berpakaian tertutup sepertimu" ucap Reina dengan wajah yang menatap Zahrana
"Tidak apa kok,walaupun kita tidak sama dalam berpakaian tapi agama kita sama,suatu saat nanti kalian pasti bisa kok seperti aku mungkin belum ada hidayah untuk kalian berpakaian tertutup,tapi yakinlah dulu bahwa kalian akan bisa" ucap Zahrana halus
"Sekarang kita makan dulu yuk Bi Vina sama Bi Lyna sudah menyiapkan makan untuk kita" ajak Zahrana
Kedua temannya itu hanya menganggukkan kepala.
***
Di ruang makan yang sangat mewah mereka di beri hidangan makanan khas Tradisional seperti karedok,semur jengkol,dan empal gentong ,mereka merasa aneh melihat hidangan tersebut.
"Maaf ya aku sengaja menjamu kalian makanan Tradisional agar kalian tahu bahwa yang enak itu cukup sederhana" ucap Zahrana halus
"Iya gak apa kok Ra,kita makan ya " ucap Reina dan Julia dengan tersenyum.
Julia pertama kali langsung mengucapkan
"Wow is the best makanan ini,aku suka loh"
"Iya itu semur jengkol kamu jangan takut bau mulut yah ?" ucap Zahrana terkekeh
__ADS_1
"Gak papa lah nanti bisa kok gosok gigi dan makan yang wangi-wangi seperti parfum" canda Julia.Mereka serentak tertawa memang Julia sangat suka dengan bercanda.
Lalu mereka fokus makan dan tak berbicara lagi.Sungguh Julia dan Reina terlihat sangat lahap memakan makanan khas Tradisional tersebut.
Setelah selesai makan mereka pindah ke ruang Tv yang dimana ruang tersebut sangat luas dan megah.
Mereka duduk di sofa yang sangat empuk sambil menonton film favorit mereka yaitu Film Action.
***
Dirumah Kevin....
Didepan laptopnya ia sedang menuliskan sebuah untaian kata indah.
Pertemuan itu tak pernah ku nantikan
Lengkungan senyumnya tak pernah ku harapkan
Berbicara dengannya tak pernah ku bayangkan
Kau bagai hujan ditengah gersangnya hatiku
Oo...Wanita asing yang baru saja ku kenal
Tatapan teduhmu mampu mencairkan kebekuan hati ini
Senyuman manismu mampu menenangkan hati ini
Jika boleh aku memilikimu...
Izinkan aku membuka kunci hatimu
Biarkan ku tanamkan benih cinta dalam hatimu
Puisi tanpa rima itu ia tatap dengan dalam sambil membayangkan sosok Zahrana.
Kemudian ia menutup laptopnya.Dan tak lama dari itu terdengar suara pintu diketuk,itu pembantunya yang memberitahu bahwa ada tamu yang sedang menunggunya.
"Iyah Bi suruh tamu itu tunggu lima menit lagi aku turun" ucapnya dari balik pintu kamarnya
Kemudian segera ia memakai kemeja hitam polosnya dengan kancing yang terbuka karena ia memakai dalaman kaos putih,dan memakai jeans hitam.Sebentar melihat ke arah cermin dan membetulkan rambut berombaknya.Ia sangat tampan dengan style seperti itu.
Ketika ia menuju ke ruang tamu ia sudah bisa menebak dari belakang bahwa tamu yang sekarang membelakanginya adalah mantan pacarnya yaitu Rantika Dwi Purnama,yang sering dikenal dengan nama Rara atau Ranti.Namun Kevin sering memanggilnya Rara.
Hatinya merasa enggan untuk menemui perempuan itu,namun ia sadar itu tamunya dan tak baik mengabaikan seorang tamu.
Dari belakang Kevin menyapanya
"Hai Ra " sapanya dingin
Rara menengok ke belakang dan tersenyum manis terlebih dahulu
"Hai Kevin,apakah aku mengganggumu ?" tanya Rara
"Tentu tidak tapi sebentar lagi aku ada acara" sebenarnya itu hanya alasan kevin agar bisa jauh dari Rara,ia benar-benar merasa sakit kembali jika bertatap muka langsung dengan Rara.
Kemudian Kevin duduk di kursi yang hanya untuk satu orang,kebetulan Rara duduk di kursi panjang yang muat untuk tiga orang.
"Kevin aku minta maaf ya atas kesalahanku,jujur aku menyesal pernah meninggalkanmu" Ucap Rara tanpa basa basi,karena tujuan ia datang ke rumah Kevin untuk mengajaknya balikan.
Kevin membuang nafasnya dengan berat ia paham apa yang akan perempuan itu lakukan ujung-ujungnya pasti memintanya untuk balikan.
"Sebenarnya aku ingin balikan denganmu aku bisa kok merubah sikapku"
"Maaf Ra sudah berapa kali kau mengecewakan hatiku dan sekarang kau meminta aku untuk balikan denganmu,maaf aku tidak bisa percaya lagi pada orang yang telah menyakitiku untuk kesekian kalinya,kau masih bisa mendapatkan lelaki yang jauh baik dariku." ucap Kevin santai namun membuat Rara meneteskan air mata.
__ADS_1
Sebenarnya itu hanya sebuah kebohongan agar Kevin bisa menerimanya kembali.Namun sekarang Kevin sudah tak mau percaya dengan perempuan yang diam-diam selingkuh dibelakangnya waktu dulu.
"Maaf Ra aku takan tertipu lagi dengan air matamu,aku tahu itu hanya sebuah kebohongan belaka agar aku bisa menjalin kembali hubungan denganmu,maaf untuk sekarang aku tidak bisa dan mungkin untuk kedepannya juga" santai namun kata-kata itu membuat hati Rara semakin geram.
"Kamu tega berbicara seperti itu padaku ?" Tanya Rara dengan nada agak tinggi.Dan itu memancing amarah Kevin yang dari tadi mulai membara di hatinya.
"Untuk apa aku tak tega padamu Ra,kau sudah menyakiti hatiku sampai sekarang luka itu masih terasa,dan dengan mudahnya kau meminta kembali hatiku tanpa rasa bersalah dimatamu" ucap Kevin tegas.
"Sebaiknya kamu pulang,sebelum aku marah padamu dan tak mau mengenalimu sampai kapanpun"
Mau tidak mau Rara harus pergi dari rumah Kevin dengan acuh.
Setelah Rara keluar Kevin meremas-remas rambutnya ia sangat sakit jika harus bertemu dengan perempuan itu memorinya mulai teringat kejadian yang amat menyakitkan semasa menjalani hubungan dengan Rara.Perempuan pertamanya dan luka yang membekas dihatinya sampai kapanpun tak mudah untuk di obati.
Hatinya menjerit dengan perbuatan Rara dulu.Hati siapa yang tak sakit jika dihari ulang tahunnya ia mengharapkan sosok pujaannya hadir dan memberi ucapan terbaik untuknya,namun di hari itu Rara tak datang dan Kevin berusaha menelponnya namun tak di angkat.
Waktu itu setelah acara ulang tahunnya selesai Kevin merasa agak khawatir jika terjadi sesuatu dengan Rara.Namun sayang kekhawatiran itu berubah menjadi kekecewaan yang mencuat dalam hatinya.Karena ketika ia pergi kerumahnya,didepan pelataran rumah Rara terdapat mobil mewah dan Kevin tahu siapa pemilik mobil tersebut yaitu teman baiknya yang bernama Renovandra,atau sering di sebut Reno.
Ketika Kevin masuk kedalam rumah Rara,sungguh pemandangan yang sangat menyakitkan bagi dirinya hatinya seakan tertusuk benda-benda tajam yang panas.Didepan matanya Rara sedang berciuman dengan Reno dengan mesranya.
Rara yang terkejut dengan kedatangan Kevin langsung diam dan melepaskan ciumannya.Reno yang melihat Kevin di depannya hanya diam tanpa berkutik.
"Ra aku tak menyangka kau mengkhianatiku seperti ini sungguh kau perempuan yang pertama menyakitiku,dan kau Reno kau teman baikku namun di belakang kau musuh terjahatku"
Hanya itu yang Kevin ucapkan dan dengan rasa sakit dan amarah ia pulang kembali ke rumahnya.
Mungkin itu sekilas perjalanan hidup Kevin bersama Rara dan sampai sekarang ia belum bisa melupakan kejadian itu.Namun untuk sekarang ia mulai membukakan hati untuk wanita asing yang baru di kenalnya yaitu Zahrana si mata kelabu itu.
***
Diruang TV Zahrana...
Zahrana,Reina,dan Julia baru saja selesai menonton acara kesukaan mereka.
Hari sudah agak sore mereka merasa ingin pergi keluar untuk melihat-lihat Kota Bandung pada sore hari dimana senja yang indah akan datang.
"Ra main keluar yuk" ajak Julia dengan tatapan berharap
"Boleh tapi aku nggak bisa bawa mobil Ferrari karena itu hanya muat untuk berdua bolehkan jika kita naik mobil sedanku saja ?" ucap Zahrana
"Boleh saja yang penting kita main keluar"
"Ya sudah ayo kita berangkat sekarang" ajak Zahrana dan segera membawa tas cangklong biru navy-nya.
Di perjalanan Zahrana sedikit-sedikit menceritakan keadaan Kota Bandung,dan beberapa hal yang menurutnya menarik.Reina dan Julia hanya menyimak ocehan teman baiknya itu.
Lalu ia mengambil jalur untuk ke taman yang ada di Bandung ia merasa teman-temannya pasti suka.
"Rei,Lia aku bawa kalian ke taman yang ada di Bandung ya?"
"Boleh saja" ucap mereka berdua
Setelah sampai di Taman mereka mencari tempat yang nyaman untuk bersua,lalu mereka duduk di bawah pohon yang rindang dan disana dikelilingi bunga mawar yang indah.
Entah mengapa Zahrana dengan tidak sadar meneteskan air mata.Dan kedua teman baiknya itu melihatnya.
"Ra kamu kenapa ?" tanya Reina dan membuat Zahrana terkejut karena pikirannya entah sedang kemana.
"Nggak kok,Reina Julia aku terkadang ingat masa lalu aku waktu dulu" tanpa ia sadari air mata sudah membasahi pipi putih mulusnya dan membuat mata kelabunya lebih berbinar karena air mata.
"Masa lalu kamu yang mana Ra ?" tanya Julia.
Julia memang tidak sepenuhnya tahu latar belakang Zahrana waktu dulu.
Lalu Zahrana mulai menceritakannya...
__ADS_1