
Ketika sampai di rumah. Setelah mengantarkan orang tuanya ke bandara Zahrana duduk di sofa dan menonton TV Big-screen-nya.
Tak lama kemudian telfonnya berdering dan ada panggilan video masuk padanya.Itu Reina,teman baiknya sejak kecil.Zahrana segera mengangkatnya dan terlihat Reina yang sangat cantik dengan warna rambut yang tetap sama yaitu pirang dan hanya sebahu.
"Hello mawar Inggris" ucapnya tertawa kecil
Zahrana tertawa mendengar teman baiknya itu menyebutnya dengan sebutan Mawar Inggris.
"Bagaimana kabarmu teman baikku ?" tanya Zahrana sembari mengatur posisi duduk yang nyaman
"Baik.Lalu bagaimana kabarmu ?"
"Alhamdulilah aku baik Nona"
"Tumben kamu mengabariku,ada apa ?" tanya Zahrana
"Aku mau memberitahumu bahwa tiga hari lagi aku akan berlibur ke Bandung bersama temanku" ucapnya dengan wajah yang sangat gembira
"Kamu tidak berbohongkan Nona ?" Zahrana seakan tak percaya bahwa teman baiknya akan mengunjungi tempat tinggalnya yang sekarang.
"Sungguh Nona aku tidak berbohong mungkin aku kesana bersama Julia,kau ingat kan teman semasa kecil kita itu ?"
"Julia ?" Zahrana berusaha mengingat-ingat nama itu.
"Oh teman kita yang kuliah di New York kan ?"
" Iya bener sekarang ia sedang ada di London,dan katanya ia ingin pergi berlibur bersama aku dia ingin bertemu denganmu Nona,katanya rindu"
"Sungguh aku sangat menunggumu Nona,kebetulan Orang Tuaku sedang tidak ada dirumah jadi kalian harus menginap di rumahku titik." ucap Zahrana
"Siap Nona Zahrana,ya sudah aku tutup ya telfonnya.See You."
Kemudian Zahrana menutup telfonnya dan menonton kembali film kesukaannya itu.
Ia merasa agak lega jika teman baiknya itu datang ke tempat tinggalnya yang sekarang apalagi akan bersama temannya dulu yaitu Julia yang terpisah karena Julia memilih sekolah di Universitas New York,sedangkan Zahrana bersama Reina di London.
Ternyata walaupun orang tuanya jauh ada temannya yang tanpa di rencanakan akan datang untuk menemuinya.
***
Selama tiga hari Zahrana sangat menunggu teman baiknya itu,sengaja ia berjalan-jalan menyusuri Kota Bandung dengan mobil Ferrari yang berwarna gold mengkilat milik Ibunya.Dan itu telah menjadikan nuansa yang berbeda diantara mobil-mobil lainnya.Sengaja ia memakai mobil itu karena Ibunya juga sudah membolehkan ia memakainya.
__ADS_1
Saat di perjalanan ia merasa lapar sengaja ia mampir ke Rumah Makan Sunda.Dan tanpa ia ketahui ada seseorang di meja paling ujung memperhatikannya dengan lekat.
Sungguh lelaki itu terlihat mengagumi sosok yang di balut gamis hitam elegan dengan kerudung ungu mudanya.Mata coklatnya benar-benar terlihat agak membesar melihat sosok itu.Siapakah dia ? Kevin.Ya Kevin sengaja makan disana karena itu tempat kesukaannya.
Saat Zahrana melihat ke meja yang ada dipaling ujung dua mata bertatap secara jauh seakan ada rasa yang sama.Mereka sama-sama saling pandang walaupun jauh.Namun tak lama dari itu seorang waitress cantik berambut hitam pekat dengan rambut yang tergerai menghampirinya.Sang waitress memberikan buku menu,lalu Zahrana hanya memesan nasi goreng spesial dan minumannya jus apel serta air teh manis.
Sang waitress meninggalkan meja yang Zahrana tempati dengan sopan.
Kemudian lelaki yang ada di ujung itu bangkit dari tempat duduknya dan menu meja yang Zahrana tempati.Zahrana merasa gerah sendiri jika lelaki itu menghampirinya.Namun langkahnya lebih dekat dan Zahrana tak menyangka jika itu Kevin.Kevin sangat tampan dengan bawahan celana jeans hitam kaos putih di balut dengan kemeja hitam polos dan rambutnya yang berombak.
"Hai Nona tumben anda kesini ?" ucap Kevin polos dan duduk di depan Zahrana
"Eh iya Kevin sengaja aku kesini karena tadi aku merasa lapar" ucap Zahrana tersenyum
"Zahrana sebenarnya aku mau ngomong sesuatu tentang kamu ini tentang..." refleks Kevin memanggil aku kamu pada Zahrana
Namun belum juga Kevin selesai sang waitress sudah datang membawa pesanan yang di pesan Zahrana.
"Maaf Tuan Kevin aku benar-benar lapar,bolehkan bicaranya di lanjut setelah aku selesai makan.Oh iya anda ingin memesan apa ?"
"Oh iya silahkan.Saya sudah makan tadi" ucap Kevin tersenyum
Zahrana dengan polosnya makan di depan Kevin bukan karena ia tidak malu tapi karena perutnya memang sedang sangat lapar.Kevin yang di depannya pura-pura memainkan Handphone-nya padahal matanya sesekali melirik gadis jelita di depannya itu.
Setelah Zahrana selesai makan,mereka malah saling diam.Entah apa yang ada dalam benak masing-masing.
Kemudian Handphone Kevin berdering dan membuat mereka berdua kaget.Kemudian Kevin melihat siapa orang yang menelponnya.Itu adalah Rantika Dwi Purnama mantan pacarnya yang baru putus,Kevin mengabaikan telpon dari mantannya itu.
"Kenapa tidak anda angkat dulu ?" tanya Zahrana
"Nggak lah biasa gak penting kok" ucap Kevin.
"Tuan Kevin ini sudah mau sore kebetulan saya ada tugas dari kampus jika boleh saya mau pulang duluan" ujarnya sebenarnya Zahrana ingin sekali tahu apa yang akan Kevin bicarakan namun sayang ini sudah waktunya dia pulang.Biarlah semua juga akan terjawab pada waktunya.
"Oh iya silahkan Nona,maaf sudah mengganggu waktu Nona"
"Tidak. Anda tidak mengganggu waktu saya lain kali kita lanjutkan mengobrolnya ya" pamit Zahrana dan meninggalkan Kevin dengan ucapan salam.
***
Rumah Kevin...
__ADS_1
Rumah yang megah namun sayang hanya ada dia dan pembantunya.Kevin yang tumbuh dengan dewasa,tampan dan dengan pemikiran yang sangat luas dia mampu membuat wanita tergila-gila padanya.
Ia merebahkan tubuhnya pada sofa yang ada di kamarnya.Ia mendapat SMS dari Rara mantannya itu dan isinya.
"Kevin,aku mau main ke rumahmu bolehkan ? Nanti aku bawa makanan kesukaanmu"
Kevin mengabaikan SMS itu ia benar-benar sakit hati jika harus bertemu lagi dengan Rara.Ia masih ingat saat Rara sedang jalan bersama lelaki lain di Mall.Waktu itu ia hanya mengira bahwa itu teman kampusnya namun ternyata ketika tak sengaja lagi bertemu untuk kedua kalinya di Mall ia melihat Rara sangat akrab sekali dengan lelaki lain dan sedang makan malam bersama.
Disaat itu ia segera menghampiri keduanya.Rara yang di hampiri rasa gelisah pun tak bisa berfikir jernih.
"Ra ini siapa ?" tanya Kevin setelah ada dihadapan mereka berdua
"Kevin kamu jangan salah paham dulu ini hanya teman aku kok" jawab Rara dengan wajah yang agak ditekuk
"Loh sayang kok kamu gitu,aku kan pacar kamu" Ujar lelaki itu menyela obrolan Rara dan Kevin.
Kevin yang mendengarnya tak berpikir panjang lagi hari itu ia langsung memutuskan hubungan kekasih dengan Rara.Ia sangat kecewa wanita yang ia anggap sebagai kekasih namun telah mengkhianati cintanya.
Untuk beberapa waktu Kevin tak lagi membukakan hati untuk wanita manapun.Ketika ia pernah ada rencana untuk mendekati Syella si kembang kampus itu,ia memilih untuk mundur karena selain banyak saingannya ia tahu bahwa Syella wanita yang keras kepala dan jarang menghargai orang.
Namun sekarang tanpa ia duga ada wanita yang sama sekali tak ia kenal namun mampu meluluhkan hatinya senyumannya yang manis dan sorot mata kelabunya yang bening ia merasa terhipnotis bila dekat dengannya.Ya Zahrana,ia yang mampu meluluhkan lagi hati Kevin.Apakah Kevin mampu untuk mendapatkan sosok indah itu ? Apakah untuk kedepannya Zahrana dapat menerima ia apa adanya ? entahlah.
Untuk sekarang ia sering memikirkan Zahrana entah mengapa jika ia memikirkannya pikirannya seakan tenang.
Kevin merupakan pecinta Novel dan Puisi ia suka akan hal seni.Walaupun teman-teman di kampusnya lebih suka hal seperti olahraga dan yang lainnya.Ia lebih suka Seni namun ia juga sering meluangkan waktu untuk main basket karena itu salah satu hobby-nya
Kevin sangat penasaran dengan Zahrana ia mengambil laptopnya dan mencari tahu tentang sosok Zahrana itu.
Ketika ia ketik nama Zahrana dalam pencarian google-nya dan merasa nama Zahrana Rainarahma merupakan sosok yang selalu berbalut gamis elegan itu ia segera masuk dalam laman website tersebut.
Dan ternyata itu benar.Banyak informasi tentang Zahrana dan diantaranya:
• Zahrana merupakan anak keturunan Pakistan-Inggris
• Zahrana merupakan siswa terbaik di Universitas London,dan sering mendapatkan penghargaan.Dan salah satunya ia telah menulis Novel yang sudah mengguncang pasar buku di tengah belahan dunia dengan judulnya "Senyuman Ditengah Duka Lara"
• Zahrana sosok yang cantik jelita dengan gamis elegannya yang telah menjadi ciri khas,dan mata kelabunya yang indah bening.Serta sikapnya yang rendah hati,ramah dan selalu tersenyum.
Hanya ada beberapa informasi tentangnya, ketika Kevin tahu Zahrana juga seorang Penulis ia merasa ingin membeli buku karya si mata kelabu itu.
Setelah merasa puas dengan informasi si mata kelabu itu ia menutup kembali laptopnya.
__ADS_1
Sungguh dalam hatinya Kevin merasa kagum dengan sosok Zahrana.