Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Ketika Getaran Cinta Yang Muncul


__ADS_3

Pukul delapan pagi Dewi sudah ada dirumah Zahrana,ia sedang menunggu si mata kelabu itu diruang tamu yang sangat mewah.


Lima menit kemudian Zahrana menghampiri Dewi dan ia sudah berpakaian rapi dengan gamis elegan warna mocca dengan kerudung merah marunnya serta tas cangklong yang serasi dengan kerudung yang ia pakai.


Mata Dewi terbelalak dengan tampilan Zahrana yang sangat anggun,sekarang bekas luka yang ada di wajah Zahrana sudah mulai samar.


"Kamu kenapa Dew,ayo kita berangkat" ajak Zahrana dan tertawa karena melihat mata temannya terbelalak.


"Enggak kok,kamu cantik banget hari ini Ra" puji temannya itu dan tersenyum


Zahrana hanya membalas senyumannya.


Lalu mereka pergi dengan menggunakan mobil sedan milik Zahrana,sengaja Dewi naik taksi karena tahu Zahrana masih belum ingin menyetir jadi ia yang menyetirnya.


Diperjalanan udara sudah hangat,mereka berdua menikmati suasana pagi itu dan menyetel musik dalam mobil.Lalu Dewi menanyakan kejadian yang dulu Zahrana alami dan bertanya siapa sebenarnya yang Zahrana maksud,namun Zahrana benar-benar tidak tahu siapa wanita yang telah menyakiti fisiknya itu.


"Oh iya Dew kamu tau enggak ? " tanya Zahrana dan melukiskan sebuah senyuman manis pada teman di sampingnya itu.


"Tau apa ?" tanya Dewi melirik sebentar pada Zahrana lalu kembali fokus menyetir.


Lalu Zahrana menceritakana masalah Kevin yang mengajaknya bersahabat,wajah Zahrana terlihat sangat bahagia karena baru pertama kali ada lelaki yang mengajaknya bersahabat karena semasa si London banyak sekali lelaki yang tampan seperti Kevin namun mereka mengajaknya untuk pacaran sehingga Zahrana tak bisa menerima dan sampai akhirnya Zahrana hanya mengakui mereka sebagai teman tak ada yang lebih.Namun sekarang Kevin yang merupakan kakak kelasnya itu mengajak bersahabat rasanya mimpi namun mau bagaimana lagi sedikitnya Zahrana bisa menghargai ketulusan Kevin yang pernah ia alami semasa di rumah sakit.Dewi menanggapinya dengan senyuman bahagia karena ikut senang dengan apa yang dikatakan Zahrana.


"Apa aku salah Dew ? Karena waktu dikejadian yang aku tak inginkan waktu di kampus tiga perempuan itu menyuruh aku untuk menjauhi Tuan Kevin,namun sekarang aku jadi lebih dekat dengannya" kata Zahrana.


"Enggak kamu gak salah kamu juga berniat menghargai ketulusan lelaki tampan itu kan ? Toh kamu enggak ada niatan yang aneh-aneh juga dengan Kak Kevin.Sudahlah kamu jangan terlalu memikirkan ucapan perempuan yang telah menyakitimu itu,sekarang jalani aja dulu siapa tahu kedepannya kamu bisa jatuh cinta loh sama Kak Kevin" ucap Dewi dan di akhiri dengan candaannya lalu tertawa


"Ahh enggak mungkin,lagian Tuan Kevin kan sudah punya Nona Syella itu aku hanya sahabatnya aja enggak lebih itupun sudah menjadi suatu kebahagiaan untukku" ucap Zahrana lalu melihat keluar jendela dimana tempat yang sebentar lagi ia kunjungi tepat didepan matanya.


Lalu setelah sampai di Taman yang mereka tuju segera mereka memarkir mobilnya dan langsung mencari tempat yang menurut Zahrana nyaman untuknya duduk.


Mereka sempat membeli dulu cemilan yang ada sebelum masuk ke Taman itu,Zahrana dan Dewi sangat suka sekali ngemil jadi jika tak ada makanan mereka merasa ada yang kurang.


Setelah menemukan tempat duduk yang menurut mereka nyaman yaitu di bawah pohon yang rindang serta di kerumuni banyak bunga mereka menikmati cemilannya dan sesekali saling bertukar cerita.Dewi yang selalu ceplas ceplos dalam berbicara kini ia sudah agak bisa mengendalikan dirinya agar lebih terlihat dewasa dan berwibawa seperti Zahrana,sebenarnya umur Dewi satu tahun lebih tua dari Zahrana namun pikirannya terkadang masih kekanak-kanakkan walau sebenarnya ia juga sangat dewasa itu tergantung orang yang sedang ia hadapi.


Tiba-tiba dari belakang mereka ada seseorang yang mengagetkan mereka berdua sehingga Zahrana yang sedang meminum minumannya tersedak,ternyata itu Kevin.Kevin memberi senyuman lebar pada Zahrana lalu terkekeh melihat ekspresi wajah Zahrana yang kaget.Dewi hanya diam namun kaget juga.


"Ihh Kak Kevin ngagetin aja " ucap Dewi


"Maaf ya,oh iya Dew tau enggak ? Aku baru punya sahabat baru loh,mau tau gak siapa ?" tanya Kevin lalu sebentar melirik Zahrana


"Udah tau kok,nih Zahrana kan ?" jawab Dewi lalu tersenyum puas


"Kamu tahu dari mana Dew ?"

__ADS_1


"Dari sahabat Kakak sendiri lah"


Lalu Zahrana hanya menunduk wajahnya merah padam,Kevin meliriknya jenaka,saat Zahrana melihat wajah Kevin ia semakin merah padam karena ditatap seperti itu.


Mereka hanya diam tanpa banyak berbicara,lalu Handphone Dewi berdering dan mengagetkan mereka semua,itu adalah panggilan dari Ayahnya Dewi.Setelah selesai Dewi segera meminta pada Zahrana untuk pulang lebih dulu,karena ada kepentingan keluarga katanya.


"Tapi aku masih lemes jika harus mengendarai mobil sendiri Dew" ucap Zahrana dengan wajah memelas.


"Tapi ini penting banget Ra,sungguh jika bukan masalah keluarga aku pasti mengabaikannya,oh iya ini kan ada Kak Kevin"


"Kak jika boleh tolong antarkan Zahrana tapi Kakak yang mengendarai mobilnya ya" kata Dewi dengan wajah yang sedikit panik,entah apa yang Ayahnya beritahu.


Kevin hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Mau tidak mau Zahrana harus pulang bersama Kevin,jika jalur kerumah Zahrana sama dengan Dewi pasti Zahrana lebih memilih untuk pulang.Lalu segera Dewi meninggalkan mereka berdua.


Zahrana merasa kaku jika berhadapan dengan Kevin itu,banyak orang melewati mereka berdua dan sesekali melirik mungkin yang orang pikirkan mereka berdua adalah sepasang kekasih.


"Nona kenapa anda seperti malu-malu ? Waktu di caffe dulu anda tidak seperti ini " kata Kevin dan sedikit menyelidik tingkah Zahrana yang ada di sampingnya.


"Enggak kok,Zahrana hanya malu jika bersahabat dengan Tuan Kevin,Zahrana hanya perempuan biasa bahkan ada banyak wanita yang jika Tuan Kevin mau dan melebihi saya" ucap Zahrana karena merasa tak enak hati juga jika bersahabat dengan Kakak kelasnya itu.


Sebentar Zahrana melirik Kevin lalu Kevin balas melirik Zahrana yang sangat jelita itu,dua mata saling tatap dengan jantung yang berdegup lebih kencang,seakan ada rasa getaran kagum pada diri masing-masing.


"Nona sudahlah jangan panggil saya Tuan lagi panggil Kakak saja ya" ucap Kevin dan sedikit mencairkan suasana.


"Emang boleh ya ?" tanya Zahrana malu-malu.


"Boleh atuh" ucap Kevin dengan sedikit nada khas sunda nya,dan itu membuat Zahrana terkekeh mendengar apa yang diucapkan Kevin.


Kevin terpana dengan ekspresi wajah Zahrana yang seketika menggemaskan.Lalu Zahrana kembali diam karena merasa malu sudah membuat Kevin bungkam tanpa berkata dan sudah menatapnya seperti itu.


"Kakak kenapa sih lihat saya seperti itu ?" tanya Zahrana dan itu mengagetkan Kevin.


Segera Kevin mengambil keadaan dan bersikap seperti biasa lagi.


"Kak aku mau pulang" kata Zahrana dengan wajah yang agak pucat.


"Kok wajah Nona agak pucat ?" tanya Kevin agak panik.


"Enggak Kak mungkin hanya karena aku memakai make up natural jadi terlihat seperti pucat" ucap Zahrana,padahal memang dirinya merasa sangat lemas.


"Ya sudah ayo Kakak antarkan"

__ADS_1


Tanpa lama lagi mereka segera beranjak dari tempat itu dan langsung menuju parkiran dimana mobil Zahrana terparkir disana.


Entah mengapa kondisi Zahrana tiba-tiba melemah seperti sekarang ini,kata Dokter dulu dirinya tak apa-apa hanya luka kecil saja tapi kenapa sekarang yang ia rasakan sering sekali merasa lemas.


Di dalam mobil Kevin berusaha menghibur Zahrana,alangkah bahagianya Zahrana memiliki Kakak kelas sekaligus sahabatnya itu.Namun setelah banyak bertukar cerita,Zahrana merasa sangat pusing ia mengurut-urut dahinya agar mengurangi rasa pusing itu,Kevin yang ada di sampingnya langsung memberhentikan mobil.


"Ada apa Kak ? Kok berhenti ?" tanya Zahrana dan melirik pada Kevin.


Kevin melirik Zahrana lalu membantu mengurut-urut dahinya,Zahrana terpaku melihat wajah Kevin cukup agak dekat dengannya jantungnya berdegup lebih kencang,Kevin hanya tersenyum menanggapi wajah Zahrana yang sedikit kikuk.


"Gimana udah agak mendingan ?" tanya Kevin


"Udah Kak,makasih ya" kata Zahrana


Lalu Kevin segera menyetir kembali mobil itu,karena sebentar lagi akan sampai pada rumah Zahrana.


***


Setelah sampai didepan rumah Zahrana dan mobil tersebut langsung dimasukkan kedalam gerasi Kevin langsung pamit.Padahal Zahrana mengajak dulu ia masuk kerumah,namun Kevin menolaknya karena tahu orang tua Zahrana sedang tidak ada rumah.


"Lain kali saja ya Nona,siang ini saya harus kerja" kira-kira begitu ucap Kevin sebelum pamit pada Zahrana.


Lalu Zahrana segera masuk kerumah dan seperti biasa rumah itu sepi orang tuanya belum pulang,Bi Vina dan Bi Lyna sedang istirahat karena semua pekerjaan rumah sudah beres.


Segera Zahrana menaiki tangga untuk menuju kamarnya,ia merebahkan tubuh indahnya dan sebentar melirik jam ternyata sudah jam sebelas siang,lalu ia memilih untuk tidur karena ia merasa lemas sekali.


Pukul satu siang ia bangun dan segera mandi lalu mengganti pakaiannya.Tak lama kemudian Sang Bunda menghampirinya.


"Tumben Bun sudah datang lebih awal biasanya lama banget " ucap Zahrana.


Nyonya Sari lalu duduk disamping pembaringan Zahrana,dengan wajah yang agak lesu.Zahrana merasa heran dengan tingkah Ibunya itu segera ia duduk di sampingnya dan bertanya.


Betapa hancur perasaan sang Bunda saat perusahaan sorum mobilnya mengalami penurunan yang sangat drastis hingga rugi puluhan milyar.Zahrana ikut bersedih dan berusaha menyemangati lagi Ibunya itu,setelah itu Ibunya juga bercerita bahwa besok akan terbang ke Pakistan untuk mengurus Perusahaan Ayahnya agar bisa berpusat di Kota Bandung.


Mau tidak mau Zahrana hanya meng-iya-kan apa yang Ibunya katakan itu.


***


Malam sunyi nan dingin untuk Zahrana ia harus jauh lagi dengan orang tua yang sangat ia sayangi,sekarang ia hanya duduk di sofa dan melihat keluar jendela dimana gedung tinggi juga terlihat jelas serta bintang dilangit terlihat kerlap kerlip,ia sedang menikmati segala intrik yang terjadi.


Lalu tiba-tiba Handphone-nya berbunyi,ada satu sms masuk dari Kevin.


"Selamat malam Nona,jangan banyak bersedih karena ujian hidup yang sekarang anda jalani,anda harus paham semua intrik yang terjadi merupakan jalan dari Allah"

__ADS_1


Zahrana tersenyum sendiri membaca pesan yang lelaki itu kirimkan padanya,ada benarnya juga ucapan Kevin.Namun dibalik senyumnya mulai tumbuh getaran cinta yang datang,apakah hubungan sahabat yang sedang ia jalani akan merubahnya menjadi sepasang kekasih,dan menimbulkan cinta dari dua belah pihak ?


__ADS_2