
"Itu Nona..." ucapnya terengah-engah tapi ia malah memutus perkataannya begitu saja.
"Ya sudah ayo duduk dulu di sofa itu biar kamu juga tenang dulu." ajak Zahrana duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu.
Setelah duduk dan Elmyra sudah merasa bisa mengatur nafasnya ia memulai menceritakan sesuatu pada Zahrana.
"Apa yang mau kamu ceritakan ?" tanya Zahrana membuka obrolan kembali.
"Itu tadi saya cape baru aja beres menyelesaikan pekerjaan lalu saya pergi ke caffe untuk menemui Nona katanya mau berbincang,tapi Nona nya sudah tidak di sana.Pas saya mau pesen coffe ternyata Nona menyuruh kesini secepatnya makanya saya lari secepat mungkin agar tidak terlambat." ucap Elmyra menjelaskan.
"Hahaha... kamu ini ada-ada saja padahal gak usah lari segala orang saya juga tidak mengatur waktu kamu harus sekian detik sampai disini." ucap Zahrana dengan tertawa.
"Tapi saya takut ini penting Nona makanya saya berlari." ucapnya lagi.
"Tapi memang benar ada hal penting yang perlu saya bicarakan,jadi begini..."
"Apa Nona ? Oh Perusahaan Adiputra Group sudah resmi bekerjasama dengan Perusahaan ini ya ?" tanya Elmyra yang menyangka tujuan Zahrana memanggilnya untuk memberitahu berita tentang itu.
"Kamu ini saya belum selesai bicara sudah di potong saja." ucap Zahrana sambil menepuk keningnya.
"Hehe...maaf Nona." ucap Elmyra dengan wajah polosnya.
"Iya gak papa,jadi begini besok saya mau berangkat ke London ada urusan penting mungkin,karena saya juga di ajak oleh Ayah dan Kevin dan saya meminta agar kamu menggantikan dulu posisi saya." ucap Zahrana dengan kata yang sedikit menekan.
"Oh begitu ternyata Tuan Kevin tadi hanya ingin mengajak Nona ? Jadi bukan untuk meminta bekerjasama dasar ya dia yang bilang pada saya katanya ini penting karena menyangkut nama Perusahaan ternyata hanya ingin mengajak Nona ke London." ucap Elmyra agak kesal.
"Sudahlah maafkan dia,jadi kamu siap enggak untuk menggantikan dulu posisi saya selama saya di London ?"
"Baik Nona saya siap,tapi Nona berapa hari di Londonnya ?" tanya Elmyra.
__ADS_1
"Saya juga kurang tahu nanti jika saya akan kembali lagi dari London saya kabari kamu kok."
"Oh baiklah Nona." ucap Elmyra dengan tersenyum.
"Ya sudah sekarang kamu boleh keluar,kebetulan pekerjaan saya juga sudah selesai jadi saya akan pulang sekarang saja."
Setelah Elmyra keluar segera Zahrana membereskan dulu meja kerjanya tak lupa ia segera membawa tas cangklongnya untuk pulang.
***
Sesampainya di rumah Zahrana langsung istirahat karena merasa lelah.Ia tertidur pulas hingga sore.
Ketika selesaj makan malam Ayah Zahrana membicarakan lagi masalah besok untuk berangkat ke London dan memberitahukan waktu berangkatnya yaitu pagi.
"Jadi sekarang aku harus berkemas ya Ayah ? Kenapa sih enggak memberitahu aku dari kemarin-kemarin agar tidak mendadak seperti ini ?!" ucap Zahrana agak kesal.
"Oh begitu ceritanya,terus kenapa Ayah malah menyuruh Kevin untuk menemuiku dan mengajakku ke London ? Kenapa tidak langsung sama Ayah saja ?" tanya Zahrana.
"Tadi pagi Ayah sibuk mengurus dokumen-dokumen yang akan di bawa besok jadi Ayah menyuruh Kevin dari kemarin sore,sengaja Ayah menyuruh Kevin untuk berpura-pura mau bekerjasama dengan Perusahaan kamu agar pagi-pagi bisa langsung bertemu dengan kamu soalnya Ayah tahu pasti pekerjaan kamu sibuk."
"Iya sih aku memang sibuk,yaudah terima kasih ya Ayah sudah selalu mengajak Zahrana untuk sekarang-sekarang ini !! Zahrana sangat sayang sama Ayah." ucapnya manja bila di depan Ayahnya itu maklumlah Zahrana anak tunggal.
"Ya sudah kamu segera ke kamarmu untuk berkemas nanti besok kita kan berangkat,awas jangan ada barang yang lupa di bawa !" ucap Tuan Leon mengingatkan.
"Siap Ayah." ucap Zahrana tersenyum.
Lalu segera Zahrana beranjak ke kamarnya untuk menyiapkan barang-barang yang ia bawa,ia hanya membawa beberapa baju gamis dan kerudungnya serta barang yang lainnya sehingga ia hanya memasukkannya ke dalam koper ukuran sedang saja.
Sudah pukul sembilan tapi Zahrana belum bisa memicingkan matanya untuk tertidur sengaja ia ingin tidur lebih awal agar bisa bangun pagi sekali.Ketika hendak tertidur tiba-tiba ada panggilan dari Kevin,Zahrana gak kesal karena baru saja ia akan tertidur tapi malah Kevin menelponnya.Lalu ia mengangkatnya walau sebenarnya merasa malas.
__ADS_1
"Hallo sayang !!" ucap Kevin dari seberang telpon sana.Dan ucapan 'sayang' itu membuat Zahrana terkejut.
"Iya kenapa Kak ?" ucap Zahrana dengan biasa tapi hatinya merasa tak karuan karena pertama kalinya ia di panggil sayang oleh lelaki yang sangat ia cintai sekarang.
"Kamu kok belum tertidur ?"
"Aku baru saja mau tertidur tapi Kakak malah menelponku." ucap Zahrana agak kesal.
"Oh begitu ya sudah Kakak minta maaf ya !! Sekarang juga kamu tidur sana maaf sudah mengganggumu ya sayang,Kakak tutup telponnya."
"Tanggung jawab dong sekarang aku jadi enggak bisa tidur lagi."
"Ya sudah Kakak temani kamu ngobrol ya !"
Malam itu bukannya Zahrana segera tidur ia malah mengobrol dengan Kevin lewat handphone-nya. Mereka banyak bercanda dan alhasil Zahrana pun tertawa kecil agar tak terdengar oleh Ayahnya,mereka berdua seakan menikmati candaan masing-masing. Malam itu Zahrana merasa semakin nyaman dengan kehadiran Kevin di hidupnya.
Ia yakin Kevin juga merasakan hal yang sama seperti dirinya,Zahrana pertama kalinya merasa sangat bahagia atas perlakuan yang Kevin berikan pada dirinya walau terkadang Kevin suka bersikap aneh padanya tapi itu menjadi hal menarik tersendiri untuk Zahrana.
Begitupun Kevin ia sangat bahagia karena pertama kalinya dia bisa mewujudkan impiannya untuk bisa lebih dekat Zahrana dan sekarang ia sudah mendapatkannya dan akan selalu menjaganya sampai kapanpun.
Rasa cinta dan takut kehilangan sama-sama mereka rasakan,dan Kevin berjanji pada Zahrana bahwa ia takan meninggalkan Zahrana begitu saja jika suatu saat mereka tidak berjodoh.Zahrana merasa yakin suatu saat nanti mereka bisa menyatukan cinta yang sebenarnya melalui jalan pernikahan.
Malam itu pertama kalinya Zahrana di buat sangat bahagia oleh setiap ucapan yang Kevin lontarkan padanya,ia seakan berendam dalam lautan cinta yang sebelumnya belum pernah ia rasakan sama sekali.
"Ini sudah semakin larut sayang,Kakak tutup telponnya ya besok kita harus bangun pagi.Selamat malam kekasih hidupku." ucap Kevin langsung menutup telponnya secara sepihak.
"Dasar belum juga aku mengucapkan selamat malam padanya tiba-tiba ia sudah memutuskannya secara sepihak."
Sebelum Zahrana tertidur sempat ia memikirkan Kevin dan tersenyum sendiri.
__ADS_1