
Baca dulu, Zahrana ! Aku Mencintaimu part 2 nya ya🤗 soallnya aku gak langsung up di part 3 jadi nerusin dulu di part 2.
Sebuah ungkapan hati yang telah lama aku pendam
Jutaan senyuman yang terhias di wajahmu kian membuatku terpejam
Sungguh jelita wajahmu di hadapan diriku
Aku menuliskan ini dengan nada sendu kala kau menemaniku di kala sakit dulu
Bolehkah aku mencintaimu ? Dan maukah kau menjadi kekasihku ?
Zahrana membacanya dengan hati yang sangat bahagia,ia tahu tulisan itu adalah tulisan Kevin.Zahrana menatap Kevin dengan mata yang berkaca-kaca seakan ingin mengungkapkan sesuatu tapi lidahnya terasa kelu.
"Kak !" ucap Zahrana lirih dan setetes air mata mengalir di pipi mulusnya.
"Maaf ya Nona,mungkin Kakak sudah lancang menuliskan hal itu tapi sungguh Kakak sudah tidak bisa menahannya lagi." Ujar Kevin dengan menatap Zahrana dalam seakan tatapan mereka memiliki sebuah arti yang sangat dalam.
Zahrana merasa mimpi sekarang lelaki yang ada di hadapannya itu mengungkapkan isi hatinya dengan hal konyol seperti itu tapi Zahrana sangat menyukainya,ia sangat bahagia.Dan tak terasa tetesan air matanya semakin deras tapi ia tetap berusaha tersenyum manis pada Kevin.
"Jadi bagaimana tanggapan Nona ?" tanya Kevin penasaran dan seketika hatinya merasa sakit karena takut apa yang ia pikirkan tak sesuai dengan kenyataannya.
Zahrana mengusap dulu air matanya lalu tersenyum manis pada Kevin dan ia berkata.
"Aku ingin Kakak yang mengucapkan ini langsung dan membacanya di hadapanku sekarang." ucap Zahrana pada Kevin.
Tanpa berfikir lama Kevin membaca apa yang ia dulu tuliskan pada kertas itu dengan mata yang sesekali melirik wajah jelita Zahrana.
Zahrana yang mendengarnya langsung merasa sangat bahagia,ternyata penantian yang agak cukup lama kini terbalas juga dengan hati yang saling tertaut.
__ADS_1
"Maafkan Kakak ya,dulu Kakak malah mengajak kamu bersahabat padahal..." tiba-tiba Kevin memberhetikan ucapannya tapi matanya menatap dalam pada wajah Zahrana seakan-akan ia memberi isyarat agar Zahrana paham.
"Padahal apa Kak ?" tanya Zahrana penasaran.
"Padahal Kakak ingin mengutarakan isi hati Kakak yang sebenarnya,tapi Kakak merasa tidak pantas untuk Nona yang sangat cantik jelita dan sangat cerdas." ujar Kevin dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
Zahrana tak menyangka ada lelaki yang misterius seperti Kevin dimana ia mampu menahan rasa cintanya,bahkan ia malah mengajaknya bersahabat tapi hatinya sudah jatuh cinta pada dirinya sejak dulu.
"Kak..." ucap Zahrana lirih,lalu Kevin kembali menatap Zahrana dengan lekatnya ia tak paham dengan raut wajah Zahrana yang tidak bisa ditebak.
"Apa ?" tanya Kevin dengan nada yang sedikit agak kecewa ia takut cintanya di tolak dan hanya bertepuk sebelah tangan saja.
"Aku terima cinta Kakak,terima kasih sudah menjagaku selama kita kenal sampai sekarang ini dan mungkin aku berharap untuk kedepannya juga" ucap Zahrana dengan senyuman manis yang terhias di wajah jelitanya.
Kevin yang mendengarnya merasa sangat bahagia,seakan-akan ribuan bunga mekar dalam relung hatinya.Ia melemparkan senyuman manis untuk Zahrana lalu ia mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya dan itu merupakan wadah sebuah perhiasan berbentuk kotak warna merah.
Zahrana terpaku melihat itu,ia tidak menyangka Kevin sudah mempersiapkan semuanya.
Lalu Kevin memberikannya pada Zahrana,ia tahu sekarang belum waktunya memasangkan langsung pada leher kekasih barunya itu,ia tak ingin merusak nama baik Zahrana.Ia ingin menjaga Zahrana tanpa bersetuhan tangan sekalipun sebelum ia sah menjadi suami Zahrana.
Zahrana paham Kevin juga sangat menjaga perempuan dan menghormatinya ia hanya bisa menerimanya dulu tanpa meminta memasangkan sebuah kalung tersebut.
"Maaf Nona Kakak belum bisa memasangkan langsung pada leher Nona,Kakak ingin Nona selalu menjaga diri Nona dan menjaga nama baik Nona." ucap Kevin tersenyum pada Zahrana dengan tatapan mata yang sangat dalam.
"Iya aku paham Kak,tidak apa nanti aku bisa memakainya sendiri." ucap Zahrana dan tersenyum lalu mengambil kotak tersebut dan memasukkannya kedalam tas cangklong warna hitam yang ia bawa.
Lalu mereka larut dalam obrolan hangat dan sesekali bercanda,bahkan Zahrana juga bercerita tentang ia di London dahulu dan bagaimana pergaulannya.Kevin yang mendengarnya pun tidak menyangka ternyata sosok yang sekarang baru saja menjadi kekasihnya itu pernah bergaul bebas tapi beruntung Zahrana belum pernah melakukan hal yang aneh-aneh.Ia hanya berpakaian minim dan sering keluar malam hanya karena ingin selalu nongkrong bersama teman-temannya di London dulu.
Tapi itu tidak membuat Kevin mundur apalagi merasa menyesal telah mengajak Zahrana menjalani hubungan kekasih dengannya.Justru ia sangat bangga karena Zahrana bisa merubah dirinya seperti sekarang ini yang selalu berpakaian tertutup dan tak lepas dari kerudung yang selalu menutup rambut indahnya.
__ADS_1
Karena Kevin tak hidup dalam masa lalu Zahrana ia hidup dalam masa dimana Zahrana sudah bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.Zahrana tak ingin Kevin tahu dari orang lain bahwa dulu dirinya pernah nakal,ia lebih baik jujur karena cinta tulus dari Kevin tak pantas ia bohongi.
Dan alhasil Zahrana merasa bahagia karena Kevin bisa paham dengan sosok dirinya.Zahrana beruntung bisa mendapatkan lelaki seperti Kevin yang pandai dalam menilai orang.
Tak terasa waktu berjalan lebih cepat dari biasanya dan sekarang sudah pukul sembilan malam,Zahrana menyadari ia harus pulang sekarang atau nanti akan kemalaman dan di marahi Ayahnya.
"Kak ini sudah jam sembilan,bagaimana kalau kita pulang aku takut Ayah marah." ucap Zahrana pada Kevin.
Lalu Kevin juga melihat jam yang ia pakai di tangannya ternyata benar sekarang sudah jam sembilan.
"Ya sudah ayo kita pulang." ajak Kevin pada Zahrana.
Tapi sebelum ia pulang ia membayar dulu semua yang ia pesan tadi lalu segera mereka keluar dari caffe tersebut untuk pulang.
Diperjalanan Zahrana merasa sangat mengantuk dan alhasil ia ketiduran,Kevin yang sesekali melirik pada Zahrana yang ada di sampingnya merasa gemas sekali melihat si mata kelabu yang terlelap tidur dengan wajah yang sangat menggemaskan.
Tapi Kevin kembali fokus menyetir mobilnya,malam itu malam yang sangat indah di mata Kevin ia bisa merasa tenang karena sudah mengutarakan isi hatinya.Dan ia tidak menyangka Zahrana bisa menerima dirinya sebagai sosok kekasih.
Tapi Kevin juga berfikir bagaimana nanti tanggapan Ayah Zahrana jika mengetahui mereka menjalin hubungan kekasih apakah akan menyetujuinya atau malah melarangnya ? ahh entahlah.
Tapi Kevin akan berusaha bercerita pada Tuan Leon dengan jujur karena ia tak mampu menahan rasa cinta yang dari dulu ia pendam untuk Zahrana.
Ketika sampai di depan gerbang utama rumah Zahrana,Kevin memberhentikan mobilnya.Lalu membuka gerbang tersebut dan kembali mengendarai mobilnya hingga masuk kehalaman rumah Zahrana.
"Nona...!"
"Nona bangun kita sudah sampai !" ucap Kevin pada Zahrana,beruntungnya Zahrana langsung terbangun.
"Maaf Kak aku malah ketiduran."
__ADS_1
"Tidak masalah,ya sudah ayo Kakak antar dulu kamu ke rumah nanti takut Ayah kamu marah"
Lalu mereka segera masuk kedalam rumah dan Tuan Leon sedang menonton TV.Lalu setelah mereka menghampiri Tuan Leon segera Kevin pamit untuk pulang karena takut kemalaman.