
Di perjalanan Zahrana melihat gedung-gedung tinggi,dan tepat di depan sebuah restoran elit ia berhenti dan memarkir mobilnya.Sore itu ia merasa lapar,lalu segera ia masuk.Sungguh unik restoran tersebut mempunyai gaya tradisional namun megah.Suasana cukup ramai dan Zahrana duduk di meja paling ujung karena tempat yang lain sudah benar-benar penuh.
Tak lama dari itu seorang pelayan wanita menghampirinya dan memberi dia menu.Zahrana hanya memesan menu nasi goreng spesial dan jus alpukat.Kemudian sang pelayan menganggukan kepala dan meninggalkan meja Zahrana.
Butuh waktu seperempat jam Zahrana menunggu pesanannya.Setelah pesanan datang segera ia memakannya dengan lahap karena memang sedang lapar sekali.Setelah selesai makan segera ia pulang dan sebelum sampai rumah tak sengaja ia melihat ada butik bagus.Ia merasa ingin masuk kesana dan melihat-lihat pakaian yang ada di dalamnya namun waktu sudah cukup sore dan sebentar lagi akan datang waktu magrib.Lalu ia urungkan niatnya untuk masuk.
Setelah sampai di depan gerbang utama rumahnya, zahrana turun dan membuka gerbangnya karena tertutup.Lalu menyetir kembali menuju gerasi dan memarkir kembali mobilnya.
Suasana rumah tampak sepi.Lalu kemana Ayah dan Bundanya?
"Ayah,Bunda !!!" ucapnya.
"Maaf nona Tuan dan Nyonya sedang pergi keluar katanya ada keperluan"ucap Bi Lyna menghampiri Zahrana karena Bi Lyna tadinya sedang di dapur
"Oh begitu,ya sudah terima kasih"jawab Zahrana sambil tersenyum.Lalu Bi lyna pun meninggalkan putri majikannya itu dan kembali ke dapur.
Tak lama dari itu setelah Bi Lyna pergi lalu Bi Vina menghampirinya dan berkata
"Maaf nona ini ada titipan uang dari Nyonya katanya untuk nona" sambil menyodorkan amplop coklat agak tebal.
"Loh untuk apa Bi ? " wajah Zahrana agak heran
"Saya tidak tahu nona . Biasanya nyonya bilang mau kemana ini mah nggak "
"Ya sudah terima kasih bibi"tanpa ada reaksi apapun dari wajah Zahrana.
"iya non" .
Lalu Zahrana pergi ke kamarnya dan membuka isi amplop tersebut.Dan dalamnya ada sebuah surat.
"Sayang maaf Bunda tidak mengabarimu terlebih dahulu sebelumnya Bunda minta maaf.Sekarang Ayah dan Bunda menginap di apartemen Pusat Kota Bandung.Ada pertemuan rekan kerja ayahmu mungkin untuk seminggu disini.Jadi kamu di rumah aja ya,di rumah juga ada Bi Vinadan Bi Lyna yang nemenin kamu.Dan itu ada uang saku untuk seminggu kedepan.Jika kurang kamu bisa telpon Bunda tadi Bunda gak sempet telpon kamu makanya bunda siapkan ini aja"
"Bunda sama Ayah sibuk terus padahal besok hari pertama aku masuk Universitas dan mendaftar,terpaksa aku harus sendiri"ucap batinnya.
__ADS_1
***
Pukul delapan malam Zahrana membuka laptopnya dan mencari Universitas yang di inginkannya.Ketika melihat nama Institut Teknologi Bandung ia merasa tertarik untuk masuk syaratnya juga mudah baginya.Maklum ketika di London Universitas yang di pilihnya merupakan Universitas terbaik.
Kemudian ia mencatat lokasi Kampus tersebut.Lalu menutup kembali laptopnya.
Suasana malam itu terasa sangat sunyi Zahrana yang tadinya sangat bersemangat mendadak agak kuyu dan malas untuk berbuat apa-apa padahal jika ada waktu luang selepas shalat isya ia biasanya menulis sebuah puisi atau kata-kata ungkapan hatinya.Namun sekarang ia memilih untuk tidur dan tidak memikirkan hal itu.Sekarang ia hanya ingin orang tuanya di rumah tidak seperti di Inggris yang sering sibuk,namun ternyata itu hanya sebuah ekspetasi bukan realita hidupnya. Di Inggris maupun di Bandung ternyata tetap sama ia tak banyak waktu untuk di temani sang orang tua karena kesibukan orang tuanya.Sejak kecil ia sudah terbiasa di tinggalkan oleh orang tuanya karena memang harus bekerja dan sejak kecil pula ia hanya di asuh oleh Bi Vina. Maka sampai saat ini Bi Vina masih setia bekerja pada Keluarga Tuan Leon.Bukan karena apa jika Bi Vina berhenti kerja ,itu membuat Zahrana sangat sedih.
***
Pagi itu jam 07:00 Zahrana sudah siap untuk berangkat ke Kampus barunya.Ia memakai gamis coklat muda dengan cardigan warna putih polos dan kerudung pashmina coklat sewarna dengan bajunya.
Didepan cermin besar miliknya ia melihat tubuh idealnya mata kelabunya terlihat sangat teduh bila dilihat oleh seseorang yang mendambakan dirinya.Namun sayang sampai saat ini dirinya belum mampu membukakan hati untuk lelaki manapun.Jikalau ada mungkin itu laki-laki yang sangat beruntung.Karena selama di Inggris bukannya tidak ada lelaki yang suka banyak sekali lelaku yang suka padanya bukan karena parasnya saja yang cantik jelita namun karena ia cerdas dan selain itu ia muslim.
Lelaki inggris pun ada yang langsung masuk islam pas pertama kali ia melihat sosok Zahrana,yang dimana saja ia menampakkan diri pasti di sanjung bagai sang mawar bahkan di ibaratkan hujan di padang pasir yang sangat gersang kehadirannya mampu membuat siapa saja luluh.Apalagi karena sikapnya yang rendah hati,sopan,dan selalu memberi senyuman manis untuk siapa saja yang mau berkenalan dengannya.
Bahkan sampai banyak lelaki menginginkan cintanya namun Zahrana menolaknya dengan halus dan dijadikan teman biasa.
Tiba-tiba suara pintu di ketuk dan itu suara Bi Vina.
"Iya Bi nanti sebentar lagi aku turun"
"Baik nona,Bibi sudah siapkan sarapannya di atas meja makan dan sekarang Bibi dan Bi Lyna mau pamit untuk pergi ke pasar"
"Iya Bi silahkan"
Tak lama dari itu Zahrana segera keluar dan membawa tasnya.
Di meja makan yang sudah tersedia sarapan kesukaannya ia segera memakannya.Setelah selesai segera ia pergi ke Kampus barunya untuk mendaftar.
***
Kampus itu sangat besar banyak orang melihat dirinya aneh.Mungkin mereka bertanya-tanya siapakah gadis itu ?
__ADS_1
Ketika Zahrana tepat di depan ruangan sang Rektor kampus itu, ia masuk dan mengucapkan salam dengan sopan.
Sang Rektor pun menyambutnya dengan sopan.
"Silahkan duduk nona,apakah ada yang bisa saya bantu ?"
"Begini bukan saya lancang apa bagaimana maaf sekali saya langsung datang kesini dan menemui Profesor tanpa memberitahu dulu lewat media sosial,saya ingin bersekolah disini saya pindahan dari Inggris dan ini data diri saya" Zahrana memberikan map warna merah
Sang Profesor agak kaget karena Zahrana merupakan pindahan dari Sekolah Terbaik yaitu Universitas London.
"Nona pencapaian anda di Universitas itu sungguh hebat anda tidak perlu melakukan tes lagi di sini dan besok anda sudah bisa sekolah di kampus ini" ucap sang Profesor kagum pada sosok jelita Zahrana yang di balut busana muslim.
"Sungguh merupakan kehormatan bagi saya Prof. terima kasih.Jika sudah selesai saya pamit undur diri"Ucap Zahrana tersenyum manis pada sang Profesor
"Oh iya silahkan".
Saat keluar dari ruangan tersebut tak sengaja lelaki tampan,tinggi, berkulit sawo matang menabraknya dan membuatnya terjatuh.
"Maaf nona saya tidak sengaja"ucap sang lelaki lalu membantu Zahrana bangun
"Iya tidak apa-apa" ucap Zahrana dan melihat lelaki di hadapannya itu. Entah hipnotis apa yang mereka lakukan ketika mata kelabu Zahrana dan mata coklat lelaki itu saling menatap ada rasa kagum masing-masing pada dirinya.
"Sekali lagi maaf nona"Ucapnya tersenyum dan menunjukkan lesung pipi kirinya
"Iya tidak apa-apa tuan" Zahrana pun membalas kembali senyuman lelaki itu dengan senyuman dari bibir ranumnya yang merah sehat.
"Oh iya kenalkan saya Kevin,anak fakultas seni" katanya dan matanya tak lepas menatap sosok Zahrana yang jelita itu.
"Saya Zahrana,mahasiswi baru disini mungkin besok akan mulai bersekolah disini" ucapnya
"Nona anda bukan asli sini ya ? cara pengucapan bahasa Indonesia anda berbeda dan mata anda warna kelabu ?" tanya Kevin
"Iya saya merupakan pindahan dari Inggris " ucapnya tersenyum manis
__ADS_1
"Oh ya sudah ini sudah waktunya saya masuk kelas maaf tidak bisa lama mengobrol nanti lain waktu jika bertemu kita bisa lebih saling mengenal lagi,saya pergi duluan ya"ucap kevin lalu meninggalkan Zahrana .