Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Sebuah Pertengkaran dengan...


__ADS_3

Malam hari di Bandung Zahrana baru sampai di rumah mewahnya.Di rumah sudah ada Bi Vina yang menunggu.Zahrana belum tahu jika Bi Lyna sudah mengundurkan diri semenjak ia pergi ke Pakistan bukan karena apa Bi Lyna harus pulang kampung untuk mengurus putrinya yang sedang sakit.


"Malam Tuan,Nona" sapa Bi Vina dan segera membawa koper yang di bawa oleh Tuan Leon dan Zahrana.


"Iya malam Bi,Bi tolong siapkan susu hangat dua ya untuk saya dan putri saya nanti bawa saja ke tempat TV ya" ucap Tuan Leon.


"Baik Tuan" lalu Bi Vina segera pergi menyimpan koper dan segera ke dapur untuk membuat susu hangat yang di inginkan majikannya.


"Ayah Zahrana mandi dulu ya"


"Iya Ayah juga mau mandi dulu Kok"


***


Setelah Zahrana mandi segera ia turun ke bawah untuk ke tempat TV dan menonton bersama Ayahnya.


Di tempat TV Ayahnya sudah duduk sambil menonton film kesukaannya dan film itu juga merupakan kesukaan Zahrana.


"Sini putri Ayah,nanti ketinggalan jauh loh filmnya" ucap Tuan Leon


Lalu Zahrana duduk di samping sang Ayah dan meminum susu hangat yang Bi Vina buatkan.


Baru juga beberapa menit Zahrana merasa ngantuk mungkin karena lelah juga karena perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh.


"Ayah Zahrana udah ngantuk,Zahrana tidur duluan ya" ucap Zahrana dan bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Iya boleh,yaudah sana segera ke kamarmu" ucap Tuan Leon dan sebelum Zahrana pergi ke kamarnya Tuan Leon berpesan agar kamarnya ia kunci,karena Zahrana suka lupa jika mengunci kamarnya sendiri.


***


Pagi cerah dan indah,udara di luar sana sudah hangat-hangat kuku,Zahrana yang sedang berhias di depan cermin besarnya lekat memperhatikan tubuhnya yang agak kurus untuk sekarang ini,hatinya tak bisa bohong karena batinnya masih tertekan akibat Ibundanya tiada,namun ia bisa apa.Zahrana berusaha mengikhlaskan kepergian Ibundanya itu.Sekarang ia tak mau hidup dalam bayangan kesedihan ia harus lebih kuat dari sebelumnya dan ia yakin setelah kesedihan Allah pasti sudah menyiapkan kebahagiaan namun bukan untuk sekarang ini.


Di depan cermin besarnya ia sudah berpakaian rapi memakai gamis hitam dan kerudung peach tak lupa ia sudah membawa tas cangklong yang serasi dengan kerudungnya.Hari ini ia berniat akan pergi ke sorum mobil milik almarhum Ibundanya karena sekarang Perusaan itu akan menjadi miliknya.


Tak terasa Zahrana sudah akan membuat skripsi dan akan segera lulus dalam waktu dua tahun lebih ia sudah menyelesaikan semua mata pelajaran yang ada,maklum ia merupakan seorang wanita yang sangat cerdas.


Sekarang ia ingin mengembalikkan lagi Perusahaan Ibundanya seperti dulu karena waktu itu Ibundanya pernah berkata bahwa Perusahaan itu sempat mengalami penurunan drastis ia ingin memeriksa siapa dalang dibalik semua ini.Pasti ada orang dalam yang berusaha menghancurkan Perusahaan itu,bukan karena apa Perusahaan itu sudah terkenal dan merupakan Perusahaan terbesar di Bandung ini.Namun mengapa tiba-tiba Perusahaan itu mengalami penurunan drastis dan tak ada yang tahu apa penyebabnya.


Dalam hati Zahrana ia sudah berniat akan memajukan kembali Perusahaan itu,tapi tetap ia juga akan fokus pada skripsinya.Ia ingin segera lulus,selama ia kuliah di Bandung semua biaya kuliahnya merupakan uangnya sendiri dari hasil penjualan novelnya di Inggris sana.Uang royalti terus masuk pada rekening pribadinya karena Perusahaan penerbitan buku Zahrana tak henti-hentinya mencetak ulang.


Ketika Zahrana akan memakai mobil Ferrari milik Ibundanya dulu namun dalam benaknya berkata ia harus tampil biasa saja belum banyak orang tahu tentang dirinya hanya Sekretaris saja yang tahu tentang dirinya semua manager belum mengetahui bahwa Zahrana merupakan anak dari pemilik sorum mobil tersebut karena Ibundanya Zahrana dulu belum sempat memperkenalkan si mata kelabu itu.


Lima belas menit kemudian taksi yang akan mengantarkan Zahrana untuk pergi ke Perusahaan sorum mobil pun datang,segera ia masuk ke dalam mobil taksi tersebut.Di perjalanan Zahrana sudah menghubungi sekretaris Ibundanya dulu agar tidak memberitahu pada siapapun bahwa dia akan kesana.


Satu jam kemudian Zahrana sampai di Perusahaan yang akan ia pegang,sudah banyak orang disana,semuanya terlihat sangat disiplin.Lalu tak sengaja ada wanita yang menabrak Zahrana dan menjatuhkan beberapa map yang wanita itu bawa.Zahrana segera membantunya tak di sangka ternyata itu Dewi sekarang ia bekerja di Perusahaan yang akan ia pegang.


"Maaf Nona saya tak sengaja" ucap wanita itu karena ia belum melihat siapa yang telah ia tabrak.


"Dewi !!" ucap Zahrana kaget.


Dewi melihat ke hadapannya ternyata itu temannya.

__ADS_1


"Kamu bekerja disini ?" tanya Zahrana lalu di iringi senyuman manisnya.


"Kamu Ra,ia aku bekerja disini kebetulan Ayahku bagian keuangan disini,apa kamu mau melamar kerja ?" tanya Dewi karena ia tak tahu bahwa Perusahaan sorum mobil ini milik Ibundanya Zahrana.


Dalam hati Zahrana ia bergumam sendiri " Bagaimana mungkin orang seperti Dewi bisa diterima di Perusahaan ini ? apakah ia sudah interview ? padahal bukan sembarang orang bisa masuk di Perusahaan Bunda ini" . Bukan karena apa Zahrana tahu daya pemikiran Dewi jauh di bawah dirinya bukan ia sombong dan bukan ia tak terima temannya bekerja di Perusahaan yang akan ia pegang ini.


"Oh iya selamat interview ya" ucap Dewi agak sengit entah mengapa temannya itu seperti menaruh dendam padanya.


Zahrana agak menyelidik Dewi penampilannya sangat menarik ia berpakaian yang sangat minim walaupun roknya panjang namun sangat ketat.


"Kamu kenapa bersikap seperti ini padaku Dew ? Kamu kan teman aku " ucap Zahrana heran.


"Kamu tanya aku kenapa ? Sebenarnya aku sakit hati padamu Ra kamu tidak tahu aku pengagum Kak Kevin dari dulu,sempat aku dekat namun setelah kamu datang ke kampus dan menarik perhatian Kak Kevin aku merasa sakit hati dan sekarang aku tahu kamu juga mempunyai perasaan pada Kak Kevin" ucap Dewi dengan tatapan sengit.


Lalu Dewi melihat sekitar sudah agak ramai orang kesana dan beberapa orang pembeli segera ia menarik tangan Zahrana untuk keluar dari sana.Dewi membawa Zahrana kebelakang Perusahaan.


"Aku tak menyangka ternyata kamu busuk juga di belakang ku,kenapa kamu tak bilang jika kamu suka pada Kak Kevin ? Jika aku tahu dari dulu mana mungkin aku akan mendekatinya aku lebih baik mundur karena aku sadar waktu itu masih mahasiswi baru di Kampus". ucap Zahrana tegas.


"Kamu tahu waktu kamu masuk rumah sakit karena di sakiti tiga wanita sebenarnya itu suruhanku Ra bukan Syella memang mereka bertiga teman Syella tapi kami juga berteman dan kamu harus tahu Syella itu sepupuku,aku kira Kak Kevin hanya akan membantu mengantarkan saja ke rumah sakit tapi ternyata seluruh perhatian Kak Kevin malah ke kamu" ucap Dewi dan tertawa jahat.


"Itu perbuatanmu Dew ? Sungguh aku tak mau punya teman jahat seperti dirimu,aku kira kau sangat baik padaku saat pertama kita kenal kau yang terlihat sangat ramah tapi ternyata aku salah kau lebih jahat dari Kak Syella" ucap Zahrana dengan menahan amarah yang sudah membara dan air mata yang akan segera jatuh.


"Aku juga gak sudi punya teman seperti dirimu Ra,selamat tinggal". Lalu Dewi meninggalkan Zahrana begitu saja dan mendorongnya hingga terjatuh.


Setelah Dewi pergi Zahrana segera berdiri dan ia duduk di kursi yang ada disana.Ia menangis sungguh sakit ucapan dan perbuatan yang di lakukan Dewi,padahal ia sudah mengganggapnya teman baik namun ternyata salah tidak ada teman baik seperti Reina dan Julia.Zahrana merindukan kedua teman baiknya itu biasanya saat ia sedih Reina dan Julia yang selalu ada di sampingnya tapi sekarang mereka jauh dan tak dapat berkomunikasi tiap waktu karena kesibukan masing-masing.

__ADS_1


Dalam tangisnya tiba-tiba muncul bayangan sang Bunda yang selalu menemaninya ketika bersedih,yang selalu memeluknya dalam kesakitan.Namun sekarang ia tak dapat merasakan lagi semua itu.Ia menangis tersedu-sedu matanya sembab hidungnya agak merah.


__ADS_2