Hujan Ditengah Kegersangan

Hujan Ditengah Kegersangan
Cemburu dan Kesal


__ADS_3

Baru saja satu jam Zahrana terlelap tidur,tiba-tiba Bi Vina membangunkannnya karena di suruh Tuan Leon.


"Ada apa Bi ? Aku masih mengantuk" ucap Zahrana dan menarik selimutnya kembali.


"Itu Nona,Bibi di suruh Tuan untuk membangunkan Nona katanya Nona di suruh ke ruang tamu"


"Tolong bilang sama Ayah Bi aku mau mandi dan ganti pakaian dulu nanti aku nyusul ke bawah"


"Baik Nona"


Segera Zahrana beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi,ia biarkan tubuhnya terguyur shower hot water.Setelah selesai mandi segera ia memakai gamis biru navy dan kerudung abu nya.


Zahrana merasa penasaran memangnya siapa tamu itu ? kenapa ia juga harus bertemu ? sudahlah ia terus berjalan sampai pada akhirnya ia hampir sampai di ruang tamu,Zahrana terkejut matanya agak membesar.


"Sayang sini duduk dekat Ayah"


"Baik Yah" ucap Zahrana namun hatinya merasa kesal harus melihat tamu nya itu.


"Ini katanya Raditya mau ngajak kamu main keluar" ucap Ayahnya dan tersenyum.


"Tapi Yah..." ucap Zahrana lalu memberi isyarat mata karena ia tidak mau.


Ayah Zahrana paham tapi mau bagaimana lagi Raditya sudah datang menjemput Zahrana,Tuan Leon tak tega pada Raditya.


"Ayo Ra sebentar saja,aku ingin melihat lagi suasana Bandung apalagi mau menjelang sore" ucap Raditya dan tersenyum hangat pada Zahrana.


"Ya sudah tapi janji ya cuma sampai sore aja" jawab Zahrana dan membuang nafas beratnya.


"Ya sudah Ayah tinggal ya,oh iya Radit nanti tolong jaga putri saya ya" ucap Tuan Leon lalu beranjak meninggalkan mereka berdua di ruang tamu yang sangat mewah.


"Ayo Ra kita berangkat sekarang"


"Tunggu bentar aku mau bawa handphone aku dulu"


"Gak usah lah kita kan jalannya juga sebentar"


Zahrana juga merasa tidak bersemangat ia hanya menuruti apa yang Raditya mau,dan akhirnya ia tak membawa handphonya.


Di perjalanan cukup ramai namun lancar,mobil ferrari merah milik Raditya menerobos jalanan dengan santainya.Raditya merasa bahagia bisa jalan bareng dengan teman dekatnya dulu,mungkin sekarang juga masih teman tapi tidak seakrab dulu.


Raditya membawa Zahrana ke taman yang biasa Zahrana kunjungi,Zahrana agak kaget kenapa Raditya membawanya ke taman itu.

__ADS_1


"Kita main ke taman ini aja ya Ra,sepertinya sangat menarik"


"Iya" jawab Zahrana simple.


Pikirannya jatuh pada Kevin dimana memori indah bersama Kevin semasa di taman itu.


***


Kevin yang baru sampai ke rumahnya,langsung mandi dan mengganti pakaiannya dengan rapi.Rencananya hari ini ia akan mengajak Zahrana bermain ke Taman yang biasa Zahrana kunjungi tempat itu sungguh menarik.Lalu Kevin menelpon Zahrana,sayang sekali tak ada jawaban dari Zahrana karena handphone-nya tak di bawa,ketika sudah hampir tiga kali tak di angkat lalu Kevin menelpon ke rumah Zahrana dan alhasil di angkat oleh Bi Vina.


Lalu Bi Vina menjelaskan bahwa Zahrana di ajak main oleh teman dari Londonnya dulu yaitu Raditya,Kevin yang mendengar hal itu merasa cemburu dan langsung mematikan telponnya.


Kevin yang sudah tampil rapi dan sengaja pulang lebih awal hanya karena ingin jalan bareng dengan Zahrana ia mengacak-acak rambut berombaknya.Ia merasa kesal,ia cemburu.Walau hubungannya dengan Zahrana hanya sebatas sahabat tapi tak bisa di bohongi ia ingin memperlakukan Zahrana layaknya kekasih.


Kevin yang memilih untuk diam saja di rumah dan menikmati rasa cemburunya,ia biarkan dirinya larut dalam kegalauan.


***


Raditya mengajak Zahrana untuk duduk di bangku putih yang tersedia.Raditya banyak bercerita setelah Zahrana pindah ke Bandung katanya banyak yang merindukan sosok si mata kelabu yang selalu berbalut gamis elegan tersebut.Zahrana menanggapinya datar hanya ada respon simple dari Zahrana karena menghargai apa yang di katakan Raditya.


Hari sudah semakin sore,mentari pun sudah hampir tenggelam.Dalam hati Zahrana ia ingin cepat-cepat pulang.


"Dit kita pulang yuk,ini sudah sore banget aku gak mau pulang telat nanti takut Ayah marah"


Ketika sampai di depan gerbang utama rumah Zahrana dan Zahrana akan keluar tiba-tiba Raditya menarik tangan Zahrana dan membiarkan wajahnya mendekat pada Zahrana ia ingin mencium bibir ranum milik Zahrana.Beruntungnya Zahrana bisa menghindari wajah Raditya ia mengibaskan tangan Raditya dengan kasar dan menamparnya,beruntung Zahrana bisa menghindari perbuatan tidak baik yang akan Raditya lakukan.


"Kamu kurang ajar sekali Dit,aku gak mau berteman lagi sama kamu" ucap Zahrana lalu turun dari mobil Raditya dan segera lari masuk ke rumahnya dan menangis.


Ketika hendak menaiki tangga tiba-tiba Ayahnya menyapa dari ruang tv.


"Kamu udah pulang sayang ?" tanya Ayahnya lalu menghampiri Zahrana.


Tanpa berkata Zahrana langsung memeluk Ayahnya,ia menangis hingga tersedu-sedu.Sang Ayah merasa heran kenapa putrinya bisa menangis seperti itu.Lalu Tuan Leon mengantarkan Zahrana ke kamarnya dan menyuruh Bi Vina untuk membawakan segelas air hangat ke kamar Zahrana.


Ketika sudah di kamar Zahrana,Ayahnya bertanya.


"Kamu kenapa ? Lalu Raditya mana ?" tanya Ayahnya dan Zahrana tetap berada di pelukan Sang Ayah.


"Raditya bersikap tidak baik padaku Yah" jawab Zahrana terbata-bata.


Tuan Leon terus mengelus kepala Zahrana,dalam pelukan Sang Ayah Zahrana merasa agak tenang.Lalu Bi Vina masuk dan membawa segelas air putih hangat untuk putri majikannya itu.

__ADS_1


"Ini Tuan minum untuk Nona" ucap Bi Vina lalu menaruhnya di atas laci di samping pembaringan Zahrana.


"Iya Bi makasih"


"Iya Tuan,ya sudah saya kembali lagi ke dapur ya Tuan"


Setelah Bi Vina keluar,tangis Zahrana mulai mereda lalu Tuan Leon melepaskan pelukan pada putrinya itu.Segera Tuan Leon memberikan minum dulu untuk putrinya itu.Setelah melihat Zahrana agak tenang lalu Tuan Leon bertanya lagi.


"Kenapa memangnya Raditya ?" tanya Tuan Leon dan menyelidik Zahrana.


"Tadi ketika sampai di depan gerbang Raditya mau mencium bibir Zahrana Yah,Zahrana kesal padanya dan takut jika Raditya akan melakukan hal yang Zahrana tak inginkan,Zahrana gak mau ketemu dia lagi " ucapnya masih agak terbata-bata dan cairan bening dari kelopak matanya kembali membasahi pipinya.


Tuan Leon yang mendengarnya merasa menyesal telah membiarkan Zahrana jalan bersama dengan Raditya karena saat Zahrana menolak,dirinya yang seakan memaksa Zahrana agar menemani Raditya jalan-jalan.Lalu Tuan Leon meminta maaf karena merasa bersalah pada putrinya itu.


Zahrana hanya tersenyum dan mengangguk karena itu tidak sepenuhnya salah Tuan Leon,itu semua salah Raditya.


***


Ketika malam tiba,Zahrana baru saja makan malam bersama Ayahnya,seperti biasa ia membuka jendela kamarnya dan menikmati suasana malam yang dingin.Ia mengambil handphonenya ketika membuka kunci layar ternyata sudah ada tiga panggilan tak terjawab dari Kevin.


Segera ia menelpon lagi nomor Kevin tapi sayang nomornya tak aktif,Zahrana merasa cemas apa mungkin Kevin tahu bahwa dirinya sudah main dengan teman yang sekarang ia benci itu.


Zahrana berusaha menelpon terus nomor Kevin tapi tetap tidak aktif,akhirnya Zahrana memilih untuk mengambil laptopnya dan menuliskan beberapa bait untaian kata yang mewakili perasaannya sekarang.


Malam dingin nan sunyi


Rembulan malam yang terhalang awan gelap


Kau seakan mewakili perasaanku saat ini


Perasaan yang entah kenapa merasa cemas dan tersakiti oleh diri sendiri


Hati yang merasa teriris


Bibir yang bungkam menahan tangis


Namun mata yang dengan hebat mengeluarkan air dengan derasnya


Aku tulis untaian kata ini tanpa rima yang sama


Namun sungguh di dalamnya terdapat rasa rindu untuk seseorang yang ku puja...

__ADS_1


Zahrana menuliskannya dengan alunan nada sendu,hatinya merasa campur aduk.Lalu segera ia menyimpan tulisan itu dalam folder Just Me.


__ADS_2