Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Bolos


__ADS_3

Hari ini seperti biasa Zain menyiapkan sarapan tak lupa memasukan nya ke kotak makan karena Alana yakin tidak akan mau sarapan .


Zain mengantarkan Alana namun mobilnya berhenti dengan jarak yang lumayan jauh dari gedung sekolah .


" Ni " , Zain memberi 3 lembar uang berwarna merah muda . Zain khawatir takut Alana tidak punya uang atau kehabisan uang jajan , walau setiap hari Zain pasti memberinya dengan jumlah yang sama .


" Makasih " , Alana langsung berbinar dan mengambilnya , lalu ia segera turun dari mobil begitu saja .


Zain merhatikan Alana yang sudah berjalan menjauh dari mobilnya , Zain memaklumi jika Alana tidak ingin pernikahannya diketahui oleh pihak sekolah dan temen-temennya .


Setiap hari Zain akan memastikan jika Alana benar-benar sampai disekolah , ia akan merhatikan Alana dan memastikan Alana masuk ke gedung sekolah lalu ia baru menjalankan mobilnya kembali .


Sesampainya disekolah Alana langsung masuk dan tak lama bell berbunyi namun ia mendengar jika hari ini semua guru-guru sedang mengadakan rapat .


Tring... , ponsel Alana berdering menandakan apa pesan baru masuk .


Alana langsung segera membukanya dan ia tampak terlihat seperti memikirkan sesuatu .


" Al kenapa ? " , tanya Ale yang melihat saudara kembarnya .


" Gapapa kak " , jawab Alana seraya menampilkan barisan giginya yang rapi , putih dan bersih .


" Eh kak memangnya benar ya hari ini semua guru-guru tengah mengikuti rapat ? " , tanya Alana .


" Iya dengar-dengar dari anak-anak sih gitu , memangnya kenapa ? " , tanya Alena yang sepertinya mulai curiga .


" Kak Alena pergi sebentar ya " , pamit Alana seraya tersenyum .


" Mau pergi kemana ? , jangan bilang kamu mau pergi sama si Faisal lagi " , Tuduh Alena sedikit ketus .


" Bentaran aja kok kak " , jawab Alana seraya cengengesan .


" Ga Al kalau guru masuk gimana ? " , tanya Alena menatap tajam sang adik .


" Para guru sedang rapat kak , dan Alana juga gak bakalan lama kok " , balas Alana dan mulai menggendong tasnya.


" Alana pergi dulu ya Assalamu'alaikum " , pamit Alana yang langsung berjalan meninggalkan kelas .


" Al , Alana " , panggil Ale namun Alana tidak menggubrisnya .


" Walaikum salam " , jawab Alena pelan .


" Hufhhhh...., " , Alena menghembuskan nafasnya kasar .


Lagi-lagi Alana berulah dan karena kedekatannya kembali dengan Faisal Alana semakin berani melakukan hal yang aneh , seperti sekarang ini Alena yakin jika Faisal mengajak Alana untuk bolos padahal sebandel-bandelnya Alana ia tetap mengikuti jam pelajaran .


Dijam pelajaran pertama memang tidak ada guru dan semua guru tengah mengikuti rapat untuk persiapan Ujian Nasional yang akan diadakan 2 minggu lagi .

__ADS_1


Bell pergantian pelajaran dimulai dan guru masih mengikuti rapat , Alena menjadi cemas karena kembarannya belum juga kembali sampai bell istirahat berbunyi dan Alena ke kantin bareng teman-temannya yang lain , ia merluaskan pandangannya mencari Alana , namun sepertinya Alana tidak ada dikantin .


Bell kembali berbunyi waktu istirahat sudah habis .


Alena terus merhatikan ke arah pintu menunggu kedatangan Alana sampai pada akhirnya ia membulatkan kedua matanya ketika mendapati guru yang masuk kelas , sudah dipastikan jika rapat para guru sudah selesai .


" Alana kamu kemana sih ? , kenapa selalu bikin aku berada diposisi kaya gini " , batin Alena dengan perasaan campur aduk antara kesal , marah , dan juga khawatir .


" Kembaran kamu kemana Ale ? " , tanya guru yang langsung menyadari ketidak hadirannya Alana .


Alena tidak bisa menjawab , ia hanya diam dan menunduk .


" Ada yang melihat Alana gak ? " , tanya nya lagi pada anak-anak yang lain .


'' Alana dari jam pertama pergi bawa tasnya bu tapi tidak tahu kemana " , jawab seseorang dengan lantang .


" Aduh ", gumam Alena seraya menutup kedua matanya dengan tangan .


Sudah dipastikan Alana akan mendapat masalah setelah ini , ditambah guru yang masuk adalah Bu Siska .


" Ale kemana Alana ? " , tanya Bu Susi sekali lagi .


" Tidak tahu Bu , Alena benar-benar tidak tahu karena Alana tidak bilang mau pergi kemana " , jawab Alena jujur .


Bu Siska menganggukan kepalanya tanda mengerti , lalu ia membahas materi yang mungkin akan diikut sertakan dalam ujian Nasional .


" Al pliss ayo balik kelas " , batin Alena penuh harap .


Alena sudah beberapa kali mengirim pesan dan menelpon Alana sebelum kedatangan Bu Siska ke kelas , namun tak ada balasan dari Alana , telponnya juga tidak dijawab oleh Alana .


Bell berbunyi tanda pelajaran sudah habis , dan Alana masih belum juga balik ke kelas .


" Ale kamu udah memberitahu Alana kalau saya masuk kelas ? " , tanya Bu Siska .


" Sudah Bu " , jawab Alena mengangguk .


" Coba boleh dihubungi Alana sekali lagi dan loud speaker ! " , pinta Bu Siska dan Alena langsung melakukannya .


Telpon berdering namun belum dijawab tapi detik berikutnya langsung terdengar suara Alana .


" Suuut " , Bu Susi menginstruksikan semuanya untuk diam .


" Hallo kak , ada apa kak ? " , tanya Alana dari sebrang sana dan Alana tidak tahu tengah berada dimana karena dari suaranya terdengar suara mesin motor yang berisik dan juga suara banyak orang yang terus bersorak .


" Al kamu dimana ? " , tanya Ale , dan ia disuruh Bu Siska untuk menanyakan keberadaan Alana .


" Hah apa kak ? , Alana tidak bisa mendengar kak , disini sangat rame banget " , tanya Alana disebrang sana dengan suara sedikit berteriak .

__ADS_1


" Al kamu dimana ? " , tanya Alena sekali lagi .


" Hah hah Apa kak ? " ,


Dan Alena langsung mematikan sambungan telponnya atas perintah Bu Siska .


Bu Siska menghembuskan nafasnya dengan kasar seraya menggelengkan kepala .


" Ale tolong sampaikan pada Alana untuk menghadap saya besok pagi diruang BK " , pesan Bu Siska dan langsung dianggukan Alena .


" Ya udah untuk pembahasan materi hari ini dicukupkan sekian , dan ingat kalian harus rajin belajar karena Ujian Nasional sudah didepan mata dan tinggal menunggu 2 minggu lagi ", Ujar Bu Siska dan ia langsung pamit keluar kelas setelah mengucapkan salam .


Alena semakin mengkhawatirkan keadaan Alana , ia takut Alana kenapa-kenapa , dan dimana Alana berada ? , kenapa ia bisa berada ditempat yang bising seperti itu ?.


Alena mengirimkan kembali pesan namun tak kunjung dapat balasan dari Alana .


Sampai waktunya pulang , Alana juga belum balik ke sekolah , Alena tak tahu harus berbuat apa , dan mungkin ia juga akan mendapat masalah karena bang Nizar atau papah yang menjemput nya akan menanyakan keberadaan Alana .


Alana berjalan gontai ke arah luar gerbang , perasaannya sudah campur aduk dan ia benar-benar sangat mengkhawatirkan Alana , ingin bercerita pada bang Nizar yang kebetulan menjemputnya malah takut menimbulkan masalah untuk Alana .


" Assalamu'alaikum " , salam Alena seraya mencium punggung tangan bang Nizar .


" Wa'alaikum salam , Ale kamu kenapa ? , Sakit ? " , tanya Bang Nizar yang melihat Alena lemas dan seperti tak punya tenaga .


" Oh ngga bang , Ale baik-baik aja kok " , jawab Alena semangat , dan bang Nizar langsung menganggukan kepalanya .


" Eh kamu kenapa ? , kok pulangnya tidak barengan dengan Alana , kalian lagi marahan ya ? " , tanya Bang Nizar .


" Hah maksud nya Abang sudah lihat Alana pulang ? " , tanya Alena bingung .


" Iya Abang tadi liat Alana dijemput sama Zain " , jawab bang Nizar jujur .


Hufhh... Alana langsung mengembuskan nafasnya lega , seenganya ia bisa tenang mengetahui Alana sudah pulang dalam keadaan baik-baik saja .


" Lah ditanya kok diam aja ? " , ucap bang Nizar lagi seraya mencolek ujung hidung mancung Alena .


" Memang benar kamu tadi ke kamar mandi dulu ? " , tanya bang Nizar lagi .


" Iya bang " , jawab Alena berbohong seraya cengengesan .


" Oh ya udah ayo masuk " , ajak bang Nizar .


Dan Alena langsung masuk mobil begitu pun dengan bang Nizar , dan tak lama mobil bang Nizar pun meninggalkan area sekolah .


😍😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .

__ADS_1


__ADS_2