
Pagi itu Alana mengikuti kelas sampai ba'da dzuhur , lalu dilanjut dengan sholat Dzuhur berjama'ah dimushola dan pulang untuk beristirahat sejenak .
" Makan siang dulu nak , umi sudah masak ?" , Ajak Umi ketika Alana masuk rumah .
" Iya umi Alana bersih-bersih dulu sebentar " , Jawab Alana seraya mencium punggung tangan umi lalu pamit masuk ke kamarnya .
Tak lupa setelah membersihkan diri dan menggunakan pakaian Alana menyiapakan keperluan suaminya dan menyimpan nya diatas tempat tidur , lalu ia segera keluar kamar .
" Assalamualaikum sayang " , salam Zain yang kebetulan berpapasan ingin masuk kamar beruntung mereka tak sampai bertabrakan .
" Wa'alaikum salam bang " , jawab Alana lalu segera meraih tangan Zian dan mencium punggung tangannya dengan takdzim .
" Semua keperluan abang sudah Alana siapkan diatas tempat tidur , Alana pamit ke dapur dulu ya bantuin umi " , Ucap Alana lembut .
" Iya makasih banyak ya sayang " , jawab Zain seraya mengelus kepala Alana yang terbalut hijab instan ala rumahan .
Alana langsung menuju dapur menemui umi .
" Umi , Alana bantuin apa ya ? " , Tanya Alana yang bingung harus melakukan apa .
Umi tersenyum seraya berbalik badan melihat ke arah menantunya .
" Kamu bantuin bawa kemeja makan aja sayang , semua nya sudah hampir selesai kok " , Jawab Umi .
" Umi maaf Alana tidak membantu umi memasak " , jawab Alana merasa bersalah .
" Tidak apa-apa nak , umi mengerti sekarang kamu cukup sibuk tapi umi senang dengan keinginan kamu yang mau ikut kegiatan dipondok " , Umi mengelus lembut pipi menantunya .
Alana hanya tersenyum tersipu malu , lalu ia mulai membawa hasil masakan umi ke meja makan menatanya dengan sangat rapi .
" Sayang , apa Zain sudah pulang ? " , tanya Umi .
" Sudah umi bang Zain sepertinya masih dikamar , kalau begitu Alana panggilkan bang Zain dulu ya umi " , Jawab Alana sekaligus berpamitan .
Umi mengangguk , dan ia pun memanggil suaminya untuk makan siang karena semua masakan sudah tertata rapi dimeja makan .
" Tok , Tok Bang Zain " , panggil Alana seraya mengetuk pintu kamar .
" Iya sayang masuk aja gak dikunci kok " , Jawab Zain yang tengah sibuk merapikan rambutnya .
__ADS_1
Alana membuka pintu dengan sangat ragu-ragu lebih tepatnya khawatir takut Zain belum mengenakan pakaian .
" Alhamdulillah " , Batin Alana seraya mengelus dada ketika mendapati suaminya yang sudah lengkap memakai kaos oblong dan celana rumahan dibawakan lutut .
" Bang Zain ayo kita makan siang ! ,Umi dan Abi sudah menunggu ! " , Ajak Alana lembut .
" Iya sayang " , Jawab Zain , dan ia dengan cepat menarik tangan Alana ketika Alana akan kembali berbalik badan .
Jarak keduanya sangat dekat dan pandangan mereka saling bertemu , Zain rasanya ada yang kurang jika belum menggoda istri kecilnya dan Zain sangat suka melihat Alana yang malu-malu kucing .
" Bang Zain ngapain sih kok main tarik tangan Alana ? " , Tanya Alana seraya mencoba mengikis jarak antara keduanya .
" Al kapan aku bisa mendapatkan hak ku ? " , Tanya Zain dan seketik langsung membuat bulu kuduk Alana merinding .
" Aku laki-laki normal Al , dan aku sudah susah payah menahan beberapa bulan ini " , Ucap Zain lagi dan Alana semakin menunduk dengan kedua pipi merah .
" Tolong kasih Alana waktu bang Zain , maaf " , Alana melepaskan genggaman tangan Zain .
Namun dengan cepat Zain kembali menarik tangan Alana dengan lembut .
" Cup , aku hanya becanda sayang " , Zain mengecup sekilas bibir Alana lalu ia tertawa sendiri melihat wajah Alana yang sudah panik dicampur malu .
Zain menghentikan tawa .
" Maaf sayang " , Zain terkekeh sendiri memegang perutnya .
" Jangan marah dong aku becanda kok , aku akan sabar menanti sampai kamu sendiri yang akan menyerahkannya pada ku " , Zain memegang kedua tangan Alana dan ia bicara terdengar sangat lembut sehingga membuat perasaan Alana menghangat dan terharu .
Alana menatap Zain dengan kedua mata berkaca-kaca .
" Makasih , cup " , entah dapat keberanian dari mana tiba-tiba Alana menempelkan bibir ranumnya dipipi sebelah kanan Zain lalu segera kabur sebelum Zain menuntut lebih .
" Kamu sudah berani ya Al " , Zain tersenyum senang , lalu ia segera menyusul Alana yang sudah keluar dari kamar lebih dulu .
Alana duduk dimeja makan diikuti oleh Zain , dengan sedikit salah tingkah Alana menyodorkan sepiring nasi dan juga lauk pauk dihadapan Zain .
Umi dan Abi hanya tersenyum melihat tingkah menantu dan anaknya , lalu semua mulai menikmati makan siangnya dengan lahap .
Setelah semua menyelesaikan makannya , Alana membantu umi untuk beberes sedangkan Zain ia berbincang dengan Abi diruang keluarga .
__ADS_1
Alana tengah mencuci piring dan gelas kotor setelah tadi membantu umi merapikan meja makan .
Entah Alana yang terlalu fokus atau Zain yang memang sengaja ingin mengerjai istrinya .
" Aku tunggu dikamar ya , aku akan balas perbuatan kamu ! " , Bisik Zain tepat disamping telinga Alana .
Alangkah kagetnya Alana dan ia refleks langsung melirik ke asal suara dan tanpa terduga bibirnya langsung menempel dengan bibir milik Zain .
Zain tidak menyangka akan berakhir dengan mendapatkan vitamin , niat hati ingin menggoda istrinya tapi ternyata ia mendapatkan asupan vitamin lagi dan membuat degup jantungnya seakan mau melompat .
" Ups maaf umi tidak tahu " , ucap Umi dan ia langsung meninggalkan dapur .
Umi tidak sengaja menangkan adegan romantis antara menantu dan anaknya dan umi benar-benar tidak tahu kalau Zain tengah berada didapur , seingat umi Zain masih berbincang dengan Abi .
Alana dan Zain langsung bergeser mengikis jarak yang terbilang sangat intim .
Keduanya salah tingkah , Zain memutuskan untuk langsung masuk kamar , sedangkan Alana kembali menyelesaikan pekerjaan dengan kedua pipi memerah dan degup jantung yang sangat cepat .
Alana dengan cepat menyelesaikan pekerjaan ia sangat malu jika harus bertemu dengan umi saat ini .
" Alhamdulillah " , gumam Alana lalu mengeringkan tangannya dan segera meninggalkan dapur .
Alana membuka pintu kamar perlahan , dan ia melihat Zain yang tengah fokus membaca buku .
Selain malu dengan umi , Alana pun merasa canggung dengan Zain.
Alana membuka hijabnya , lalu menjatuhkan bobot tubuhnya diranjang dan mulai bermain ponsel.
Keduanya menjadi saling diam dan seolah canggung karena kejadian tadi yang naasnya harus kepergok oleh umi .
Setelah cukup lama bermain ponsel , terdengar suara adzan asar berkumandang , Alana segera bersiap untuk berangkat ke mushola dan ikut pengajian kitab sampai menjelang waktu Maghrib nanti .
Tanpa banyak bicara Alana dan Zain sama-sama keluar kamar , lalu mereka berpisah karena Zain masuk masjid sedangkan Alana masuk ke mushola khusus santriwati .
Alana duduk di paling depan bersama Nada , ia dan Nada menjadi semakin dekat dan dimana ada Nada disitu sudah pasti ada Alana .
Alana cukup senang menjalani aktivitas barunya , walau terbilang baru tapi Alana cukup cekatan dan bisa memahami setiap pelajaran dengan baik .
🥰🥰🥰
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .