Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Aktivitas Baru


__ADS_3

Pagi itu Alana mengikuti kelas sampai ba'da dzuhur , lalu dilanjut dengan sholat Dzuhur berjama'ah dimushola dan pulang untuk beristirahat sejenak .


" Makan siang dulu nak , umi sudah masak ?" , Ajak Umi ketika Alana masuk rumah .


" Iya umi Alana bersih-bersih dulu sebentar " , Jawab Alana seraya mencium punggung tangan umi lalu pamit masuk ke kamarnya .


Tak lupa setelah membersihkan diri dan menggunakan pakaian Alana menyiapakan keperluan suaminya dan menyimpan nya diatas tempat tidur , lalu ia segera keluar kamar .


" Assalamualaikum sayang " , salam Zain yang kebetulan berpapasan ingin masuk kamar beruntung mereka tak sampai bertabrakan .


" Wa'alaikum salam bang " , jawab Alana lalu segera meraih tangan Zian dan mencium punggung tangannya dengan takdzim .


" Semua keperluan abang sudah Alana siapkan diatas tempat tidur , Alana pamit ke dapur dulu ya bantuin umi " , Ucap Alana lembut .


" Iya makasih banyak ya sayang " , jawab Zain seraya mengelus kepala Alana yang terbalut hijab instan ala rumahan .


Alana langsung menuju dapur menemui umi .


" Umi , Alana bantuin apa ya ? " , Tanya Alana yang bingung harus melakukan apa .


Umi tersenyum seraya berbalik badan melihat ke arah menantunya .


" Kamu bantuin bawa kemeja makan aja sayang , semua nya sudah hampir selesai kok " , Jawab Umi .


" Umi maaf Alana tidak membantu umi memasak " , jawab Alana merasa bersalah .


" Tidak apa-apa nak , umi mengerti sekarang kamu cukup sibuk tapi umi senang dengan keinginan kamu yang mau ikut kegiatan dipondok " , Umi mengelus lembut pipi menantunya .


Alana hanya tersenyum tersipu malu , lalu ia mulai membawa hasil masakan umi ke meja makan menatanya dengan sangat rapi .


" Sayang , apa Zain sudah pulang ? " , tanya Umi .


" Sudah umi bang Zain sepertinya masih dikamar , kalau begitu Alana panggilkan bang Zain dulu ya umi " , Jawab Alana sekaligus berpamitan .


Umi mengangguk , dan ia pun memanggil suaminya untuk makan siang karena semua masakan sudah tertata rapi dimeja makan .


" Tok , Tok Bang Zain " , panggil Alana seraya mengetuk pintu kamar .


" Iya sayang masuk aja gak dikunci kok " , Jawab Zain yang tengah sibuk merapikan rambutnya .

__ADS_1


Alana membuka pintu dengan sangat ragu-ragu lebih tepatnya khawatir takut Zain belum mengenakan pakaian .


" Alhamdulillah " , Batin Alana seraya mengelus dada ketika mendapati suaminya yang sudah lengkap memakai kaos oblong dan celana rumahan dibawakan lutut .


" Bang Zain ayo kita makan siang ! ,Umi dan Abi sudah menunggu ! " , Ajak Alana lembut .


" Iya sayang " , Jawab Zain , dan ia dengan cepat menarik tangan Alana ketika Alana akan kembali berbalik badan .


Jarak keduanya sangat dekat dan pandangan mereka saling bertemu , Zain rasanya ada yang kurang jika belum menggoda istri kecilnya dan Zain sangat suka melihat Alana yang malu-malu kucing .


" Bang Zain ngapain sih kok main tarik tangan Alana ? " , Tanya Alana seraya mencoba mengikis jarak antara keduanya .


" Al kapan aku bisa mendapatkan hak ku ? " , Tanya Zain dan seketik langsung membuat bulu kuduk Alana merinding .


" Aku laki-laki normal Al , dan aku sudah susah payah menahan beberapa bulan ini " , Ucap Zain lagi dan Alana semakin menunduk dengan kedua pipi merah .


" Tolong kasih Alana waktu bang Zain , maaf " , Alana melepaskan genggaman tangan Zain .


Namun dengan cepat Zain kembali menarik tangan Alana dengan lembut .


" Cup , aku hanya becanda sayang " , Zain mengecup sekilas bibir Alana lalu ia tertawa sendiri melihat wajah Alana yang sudah panik dicampur malu .


Zain menghentikan tawa .


" Maaf sayang " , Zain terkekeh sendiri memegang perutnya .


" Jangan marah dong aku becanda kok , aku akan sabar menanti sampai kamu sendiri yang akan menyerahkannya pada ku " , Zain memegang kedua tangan Alana dan ia bicara terdengar sangat lembut sehingga membuat perasaan Alana menghangat dan terharu .


Alana menatap Zain dengan kedua mata berkaca-kaca .


" Makasih , cup " , entah dapat keberanian dari mana tiba-tiba Alana menempelkan bibir ranumnya dipipi sebelah kanan Zain lalu segera kabur sebelum Zain menuntut lebih .


" Kamu sudah berani ya Al " , Zain tersenyum senang , lalu ia segera menyusul Alana yang sudah keluar dari kamar lebih dulu .


Alana duduk dimeja makan diikuti oleh Zain , dengan sedikit salah tingkah Alana menyodorkan sepiring nasi dan juga lauk pauk dihadapan Zain .


Umi dan Abi hanya tersenyum melihat tingkah menantu dan anaknya , lalu semua mulai menikmati makan siangnya dengan lahap .


Setelah semua menyelesaikan makannya , Alana membantu umi untuk beberes sedangkan Zain ia berbincang dengan Abi diruang keluarga .

__ADS_1


Alana tengah mencuci piring dan gelas kotor setelah tadi membantu umi merapikan meja makan .


Entah Alana yang terlalu fokus atau Zain yang memang sengaja ingin mengerjai istrinya .


" Aku tunggu dikamar ya , aku akan balas perbuatan kamu ! " , Bisik Zain tepat disamping telinga Alana .


Alangkah kagetnya Alana dan ia refleks langsung melirik ke asal suara dan tanpa terduga bibirnya langsung menempel dengan bibir milik Zain .


Zain tidak menyangka akan berakhir dengan mendapatkan vitamin , niat hati ingin menggoda istrinya tapi ternyata ia mendapatkan asupan vitamin lagi dan membuat degup jantungnya seakan mau melompat .


" Ups maaf umi tidak tahu " , ucap Umi dan ia langsung meninggalkan dapur .


Umi tidak sengaja menangkan adegan romantis antara menantu dan anaknya dan umi benar-benar tidak tahu kalau Zain tengah berada didapur , seingat umi Zain masih berbincang dengan Abi .


Alana dan Zain langsung bergeser mengikis jarak yang terbilang sangat intim .


Keduanya salah tingkah , Zain memutuskan untuk langsung masuk kamar , sedangkan Alana kembali menyelesaikan pekerjaan dengan kedua pipi memerah dan degup jantung yang sangat cepat .


Alana dengan cepat menyelesaikan pekerjaan ia sangat malu jika harus bertemu dengan umi saat ini .


" Alhamdulillah " , gumam Alana lalu mengeringkan tangannya dan segera meninggalkan dapur .


Alana membuka pintu kamar perlahan , dan ia melihat Zain yang tengah fokus membaca buku .


Selain malu dengan umi , Alana pun merasa canggung dengan Zain.


Alana membuka hijabnya , lalu menjatuhkan bobot tubuhnya diranjang dan mulai bermain ponsel.


Keduanya menjadi saling diam dan seolah canggung karena kejadian tadi yang naasnya harus kepergok oleh umi .


Setelah cukup lama bermain ponsel , terdengar suara adzan asar berkumandang , Alana segera bersiap untuk berangkat ke mushola dan ikut pengajian kitab sampai menjelang waktu Maghrib nanti .


Tanpa banyak bicara Alana dan Zain sama-sama keluar kamar , lalu mereka berpisah karena Zain masuk masjid sedangkan Alana masuk ke mushola khusus santriwati .


Alana duduk di paling depan bersama Nada , ia dan Nada menjadi semakin dekat dan dimana ada Nada disitu sudah pasti ada Alana .


Alana cukup senang menjalani aktivitas barunya , walau terbilang baru tapi Alana cukup cekatan dan bisa memahami setiap pelajaran dengan baik .


🥰🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2