Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Menjaga Alana


__ADS_3

Semalaman Zain menjaga Alana , dengan telaten ia mengopres Alana berharap suhu tubuhnya segera kembali normal .


" Kasihan sekali istri ku ini gara-gara perbuatan laki-laki brengsek itu sampai membuat kamu ketakutan Al " , Zain menatap nanar wajah cantik Alana yang sudah terlelap beberapa menit yang lalu .


" Aku akan berusaha untuk selalu menjaga kamu Al karena kamu sudah menjadi tanggung jawab Aku , dan aku akan pastikan kamu tak akan lagi mendapat gangguan dari pria brengsek itu " , Gumam Zain pasti .


Tangan Zain perlahan mengelus lembut pipi Alana dan tiba-tiba kedua bertanya melihat kearah bibir ranum Alana yang menurutnya sangat menggoda .


" Astagfirullah Zain Istigfar Alana lagi sakit ingat ! " , Zain mengusap wajahnya kasar dan jauh-jauh membuang pikiran kotornya .


Zain memutuskan untuk menunaikan sholat tahajud dikamar , ia berjaga-jaga takut Alana terbangun lebih tepatnya mengkhawatirkan keadaan istrinya yang tengah demam .


Zain memang belum tertidur namun beberapa pendapat ulama membolehkan menunaikan sholat Sunnah tahajud walau belum tidur .


Sholat Sunnah tahajud memang dianjurkan untuk tidur terlebih dahulu walau terlelap hanya beberapa menit namun tidak mengapa dan beberapa ulama membolehkan nya jika memang dalam keadaan belum tidur ingin menunaikan shalat tahajud dari pada tidak mengerjakannya sama sekali .


Setelah salam Zain langsung melirik ke arah istrinya yang masih terlelap , Zain tersenyum lega karena Alana tidak kembali mimpi buruk .


Zain melanjutkan aktivitasnya dengan berdzikir , berdoa lalu membaca ayat suci Al-Qur'an seraya menunggu waktu subuh tiba .


Suara adzan subuh berkumandang , Zain tidak beranjak dari tempatnya dan ia memutuskan untuk sholat subuh secara munfarid dikamarnya .


Setelah sholat tak lupa berdzikir dan juga berdoa , lalu Zain kembali mendekat ke arah ranjang untuk mengecek suhu tubuh istrinya sekaligus membangunkannya untuk sholat .


" Alhamdulillah sepertinya sudah sedikit turun panasnya " , ucap Zain sedikit lega ketika menempelkan punggung tangannya dipipi dan juga kening Alana .


Demam Alana sudah mulai turun walau suhu tubuhnya masih terasa sedikit hangat .


" Al , Alana bangun ayo sholat subuh dulu ! " , Zain dengan lembut membangunkan Alana seraya mengelus pelan pipi Cabby Alana .


" Emmm " , Alana menggeliat pelan dan mulai membuka kedua matanya .


" Auwsss " , Ringis Alana seraya memegang pelipisnya .


" Kenapa Al ? , ada yang sakit ? " , tanya Zain khawatir .


" Kepala aku pusing sekali bang Zain " , adu Alana yang masih memijat pelan pelipisnya .

__ADS_1


" Aku ambilkan obat dan makanan dulu ya , biar sakit kamu membaik agar kamu bisa menunaikan sholat " , tawar Zain yang dianggukan Alana .


Zain sudah kembali dengan membawa nampan berisi teh hangat dan roti tak lupa obat sakit kepala dan juga penurunan demam .


Alana hanya makan rotinya separo lalu ia segera meminum obat , dan setelahnya Alana merasa pusingnya sedikit berkurang .


" Aku gendong ya biar gak jatuh " , Zain dengan sigap menggendong tubuh Alana ketika melihat Alana yang akan turun dari tempat tidur .


Alana langsung mengalungkan kedua tangannya dileher Zain , ia tak punya tenaga untuk protes .


" Udah sekarang bang Zain keluar , Alana malu kalau bang Zain terus ada disini " , Usir Alana lemah .


Zain terkekeh sendri .


" Ya udah aku tunggu diluar ya , kalau ada apa-apa panggil aku ! " , Zain mengelus kepala Alana lembut sebelum beranjak dari kamar mandi .


Alana mengambil air wudhu lalu ia segera keluar dengan jalan tertatih seraya berpegangan pada dinding .


" Sholatnya duduk aja Al " , Saran Zain dan ia sudah menyiapkan sajadah dan juga mukena Alana .


Alana menuruti saran dari Zain , ia memang merasakan badannya sangat lemas dan juga kepala yang sedikit pusing .


Zain meninggalkan Alana yang tengah sholat dan ia keluar kamar seraya menunggu pesanan buburnya .


Zain memutuskan untuk menunggu didekat gerbang pesantren , dan benar saja tak lama pesanannya datang .


" Zain apa yang kamu bawa nak ? " , tanya Umi yang baru keluar kamar dan sepertinya bersiap untuk membuat sarapan .


" Ini bubur umi untuk Alana tapi Zain sekalian beli untuk umi dan juga Abi biar umi gak usah memasak untuk sarapan " , Jawab Zain panjang lebar .


" Bubur ? , kenapa tidak bilang umi aja jika Alana ingin makan bubur kan umi bisa buatkan ? " , tanya Umi sedikit heran .


" Alana sakit umi , semalaman ia demam jadi Zain sengaja pesan bubur " , jawab Zain bercerita .


" Astagfirullah menantu umi sakit , ya udah umi buatkan teh jahe anget pasti Alana masuk angin gara-gara kemarin hujan-hujanan " , ucap Umi yang langsung pergi ke dapur .


Zain hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah umi , Zain menaruh buburnya dimeja makan lalu membawa satu bungkus buburnya ke kamar .

__ADS_1


" Al ayo makan dulu " , Ucap Zain lembut dan ia melihat Alana yang tengah membereskan alat sholatnya .


Alana terlihat sangat pucat dan lemas , Zain menjadi sangat bersalah karena sudah membawa Alana hujan-hujanan .


" Alana masih kenyang bang Zain " , sahut Alana seraya melirik suaminya .


" Kamu baru makan roti sedikit Al , kamu harus sarapan dulu biar cepat sembuh ", balas Zain menyimpan buburnya diatas nakas , lalu ia menuntun Alana untuk duduk dipinggir ranjang .


" Aku suapin ya ! " , tawar Zain yang langsung memangku buburnya .


Alana mau protes namun Zain dengan cepat menyambar ucapan yang belum sempurna Alana katakan .


" Jangan protes ! , aku sedih lihat kamu sakit Al " , ucap Zain cepat .


" Maaf bang Zain " , timpal Alana lemah .


" Maaf untuk apa ? , aku yang minta Al , aku sangat merasa bersalah karena sudah membawa kamu hujan-hujanan " , balas Zain seraya menatap Alana .


" Bang Zain gak perlu minta maaf karena itu memang kemauan Alana , Alana senang kok bisa main air hujan hanya saja kali ini kondisi tubuh Alana tidak bisa diajak kerja sama " , Timpal Alana membalas tatapan suaminya .


" Ya udah kalau gitu kamu makan ya ! " , Zain mulai menyuapi Alana dan dengan ragu Alana mulai membuka mulutnya .


Perlahan bubur yang berada dimangkuk mulai berpindah ke dalam perut Alana dan hanya tinggal beberapa suap lagi .


" Alana kenyang bang Zain " , tolak Alana ketika Zain akan menyuapinya kembali .


Zain tersenyum dan mengangguk lalu ia menyerahkan gelas berisi air mineral.


Zain senang setidaknya Alana sudah mau makan .


" Bang Zain makasih banyak " , Ucap Alana seraya menyandarkan kepalanya diheadboard .


" Sama-sama sudah tugas aku buat merawat dan menjaga kamu karena sejak ijab Qabul diikrarkan tanggung jawab kamu sudah berpindah ke aku " , Jawab Zain seraya mengelus lembut bibir Alana dengan ibu jarinya membersihakan sisa makanan yang menempel disana .


🥰🥰🥰


jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .

__ADS_1


__ADS_2