
Zain segera mengikuti langkah Alana
" Al , Alana " , panggil Zain namun Alana seolah tidak mau mendengarkan panggilannya , Alana terus berjalan tanpa melirik ke belakang .
Sampai ditempat parkiran , Zain bisa melihat langsung wajah Alana yang menunjukkan kekesalan .
Alana mengambil helm yang tadi ia kenakan , lalu kembali memakainya , dan Zain pun melakukan hal yang sama .
" Sudah ? " , tanya Zain memastikan Alana sudah duduk dengan benar diatas motor .
" Heem " , jawab Alana dengan deheman .
Zain langsung tersenyum mendengar jawaban Alana , lalu ia segera menjalankan motornya .
Tak lama Zain memberhentikan motornya , namun bukan dihalaman pesantren dekat rumah Abi .
" Kenapa berhenti disini ? , Alana ingin pulang ! " , tanya Alana sedikit kesal .
" Turun dulu yu , kita nongkrong disini sebentar ! " , Ajak Zain lembut seraya melirik Alana .
Zain sengaja membawa Alana ke tempat ini , berharap Alana bisa melupakan kekesalannya .
Alana menuruti perkataan Zain walau sebenarnya ia ingin segera pulang dan istirahat , Alana ingin sekali segera pulang ke kota namun mengingat kondisi Abi , Alana menjadi tidak tega .
Zain membawa Alana untuk duduk disalah satu bangku yang ada disana .
Tempat ini seperti sebuah taman namun tempatnya lebih tenang dan hanya ada beberapa orang yang memang suka menongkrong disini .
Alana masih setia dalam diam .
" Jangan terlalu ambil pusing dengan penilaian orang , yang berhak menilai seorang hamba hanya Allah SAW " , Ujar Zain memecahkan keheningan mereka .
" Harusnya kamu jadikan itu sebagai cambuk agar kamu bisa lebih baik lagi dan buktikan kepada semua orang kalau penilaian mereka tentang kamu adalah salah besar " , Ucap Zain lagi .
Alana melirik ke arah Zain dan ternyata ia sedang menatap dirinya , sampai pada akhirnya pandangan kedua nya bertemu namun dengan cepat Alana menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan itu .
Sikap tenang dan sikap lembut Zain membuat Alana lagi-lagi teringat dengan Faisal . Faisal dan Zain ibarat langit dan bumi sangat jauh berbeda.
Alana merenung memikirkan perkataan Zain , ia memang belum bisa menerima pernikahan dengan Zain sepenuhnya tapi Alana ingin membuktikan jika ia pantas bersanding dengan seorang Zain Abdullah Alfarezi .
Kedua nya kembali saling diam , sampai pada akhirnya Alana mulai angkat suara .
__ADS_1
" Apa bang Zain malu punya istri seperti Alana ? " , tanya Alana seraya melirik Zain .
" Ngga sama sekali , kenapa harus malu ? " , jawab Zain cepat seraya kembali bertanya balik .
" Alana banyak kekurangan , Alana tidak sempurna bahkan dilihat dari cara berpakaian aja , Alana sudah terlihat bukan perempuan yang baik " , Timpal Alana menunduk .
" Semua orang mempunyai kekurangan masing-masing , dan didunia ini tidak ada yang sempurna , kesempurnaan hanya milik Allah SWT , dan aku yakin setiap orang bisa berubah tergantung dengan kemauan kita sendiri " , balas Zain panjang lebar .
Alana tertegun dengan setiap jawaban dari Zain , tidak salah jika semua orang mengdambakan laki-laki seperti Zain untuk jadi menantu atau pendamping anaknya .
" Bang Zain kita pulang sekarang yu ? " , Ajak Alana lembut , dan kini ia sudah tidak bisa melupakan kekesalannya .
Zain langsung mengangguk dan tersenyum .
Keduanya berjalan beriringan menuju parkiran , sampai diparkiran dengan lembut Zain memakaikan Alana helm .
Lagi-lagi tatapan keduanya bertemu dengan jarak yang sangat dekat , dan entah kenapa Alana menjadi malu dan salah tingkah .
" Makasih " , ucap Alana malu-malu .
" Sama-sama , udah yu naik " , jawab Zain sekaligus mengajak Alana .
Zain kembali menjalankan motornya , namun tiba-tiba ada seekor kucing yang melintas di jalanan , dan dengan reflek Zain langsung mengrem motornya .
Karena hal tadi otomatis membuat Alana langsung menempel ke punggung Zain dengan kedua tangan yang melingkar erat di pinggang Zain .
Zain melirik kerangan Alana yang memeluknya nya erat .
" Al kamu tidak apa-apa ? , maaf tadi ada kucing yang tiba-tiba melintas " , tanya Zain dengan degup jantung yang bekerja cepat .
" Alana tidak apa-apa bang Zain " , jawab Alana dan ia segera memundurkan badannya dan melepaskan pegangan kedua tangannya , namun sebelum itu terjadi Zain malah memegang tangan Alana .
" Sudah tidak apa-apa seperti ini aja , biar kamu tidak jatuh " , cegah Zain seraya memegang tangan Alana .
Alana merasakan detak jantungnya yang ingin segera melompat , Alana ingin protes namun nalurinya menolak untuk melakukan hal itu .
Akhirnya sepanjang perjalanan pulang Alana memeluk pinggang Zain dan ia bisa mencium wangi khas dari tubuh Zain , yang membuatnya seketika menjadi lebih tenang .
Tak terasa mereka sudah sampai dihalaman pesantren dan Zain memberhentikan motornya tepat didepan rumah Abi .
Zain melihat kedua tangan Alana yang masih setia memeluk pinggang nya .
__ADS_1
" Al kita sudah sampai " , ucap Zain seraya melirik ke arah belakang .
" Eh kita sudah sampai ya ? , maaf " , timpal Alana salah tingkah dan dengan cepat langsung melepaskan kaitan kedua tangannya dan segera turun dari motor .
Zain hanya bisa menahan tawanya melihat Alana yang salah tingkah .
" Nyaman banget ya naik motor dengan aku ? , sampai tidak sadar udah sampai " , goda Zain seraya terkekeh .
" Dih siapa juga yang nyaman ? , percaya diri banget " , elak Alana dengan rona malu diwajahnya.
" Lain kali kita jalan-jalan lagi ya menggunakan motor " , balas Zain lembut dengan tersenyum manis .
Dan membuat Alana semakin salah tingkah.
" Ya udah kamu masuk kamar lebih dulu ! , aku masukin dulu motor ke garasi " , ucap Zain lembut dan dianggukan oleh Alana yang masih terlihat salah tingkah .
*****
Keesokan harinya Zain benar-benar disibukkan dengan persiapan acara Isra Mi'raj yang akan dilangsung beberapa hari lagi .
Dan kali ini Zain tidak lagi memaksa Alana untuk ikut terlibat , Zain merasa kasian dengan Alana karena harus mendengarkan penilaian beberapa orang tentang hubungan keduanya .
Dan Alana ia lebih memilih membantu pekerjaan umi yang juga tengah sibuk mempersiapkan penyambutan untuk tamu-tamu yang pasti nanti akan banyak yang datang termasuk para orang tua dari santri dan santriwati yang menimba ilmu disini .
" Bagaimana jalan-jalan tadi malam nak ? " , tanya Umi tiba-tiba , dan seketika Alana menjadi malu .
Entah kenapa mengingat hal tadi malam Alana merasa malu sendiri dan ia benar-benar mengutuk kecerobohan yang tidak sadar kalau motor yang mereka tumpangi sudah masuk halaman pesantren .
" Mmmm biasa aja umi " , jawab Alana seraya menampilkan barisan giginya .
" Biasa aja tapi umi melihat dari wajah kamu sepertinya tidak biasa aja nak " , timpal Umi menggoda Alana .
" Umi bisa aja " , balas Alana yang salah tingkah .
Umi hanya terkekeh melihat tingkah Alana .
Lalu Umi dan Alana kembali memasukan kue-kue ke dalam toples seraya dibarengi obrolan santai dan sesekali becanda .
Ada Abi juga yang duduk dikursi roda , sesekali Abi pun ikut menimpali obrolan umi dan Alana .
😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .
Dukungan dari para readers sangat-sangat membantu author untuk lebih semangat menulis , makasih yang sudah mampir dan memberi dukungan nya😁🙏 .