
Sekitar pukul 1 malam Alana dan Zain sudah berada diatas tempat tidur yang sama dengan keberadaan guling ditengah-tengah mereka .
Tak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai ke alam mimpi dikarenakan tubuh mereka yang sedikit kelelahan .
Baru saja Alana memejamkan kedua matanya namun ia merasakan perutnya yang sakit .
Alana langsung bangun dan segera ke kamar mandi .
Alana berulang kali melakukan hal yang sama yaitu pulang pergi ke kamar mandi namun tak ada keinginan untuk membuang hajat , Alana bener-bener merasakan perutnya yang seperti diperas bahkan ia tak bisa lagi untuk memejamkan kedua matanya .
" Al " , Zain terbangun karena merasakan pergerakan Alana .
" He'em " , Jawab Alana berdehem seraya memegang perutnya .
" Kamu kenapa ? , dari tadi aku perhatikan kok mondar mandir ke kamar mandi ? " , tanya Zain seraya merhatikan Alana .
" Perut kamu sakit ? " , tanya Zain lagi karena Alana tidak menjawab pertanyaan .
" He'em " , jawab Alana lagi seraya menganggukan kepalanya .
" Aku sudah bilang kan jangan banyak makan pedas jadi ya gini perut kamu sakit " , omel Zain seraya turun dari atas tempat tidur , lalu ia keluar dari kamar .
" Bukannya nolongin malah ngomel " , batin Alana kesal seraya menatap Zain yang sudah menghilang dibalik pintu kamar .
Tak lama pintu kamar terbuka dan menampilkan Zain yang membawa nampan berisi segelas teh hangat .
" Minum dulu Al , siapa tahu sakitnya berkurang " , Zain menyodorkan segelas teh hangat .
Dan Alana langsung menerimanya dan meneguknya setengah .
" Gimana ? " , tanya Zain seraya menerima gelas dan menyimpannya diatas nakas .
" He'em lebih baik , makasih " , jawab Alana dan mulai kembali membaringkan tubuhnya dikasur .
Begitupun dengan Zain setelah memastikan Alana sudah membaik , Zain kembali naik ke atas tempat tidur dan kembali memejamkan kedua matanya .
Alana lagi-lagi merasakan perutnya yang sangat-sangat sakit bahkan ia sampai berbaring meringkuk seraya menekan perutnya menahan rasa sakit .
Zain kembali merasakan pergerakan dari Alana , ia lantas langsung membuka kedua matanya dan melihat ke arah Alana .
" Al sakit lagi ? " , tanya Zain yang langsung bangun dari berbaringnya .
Alana tidak menjawab namun ia hanya menganggukkan kepalanya .
" Coba minum lagi teh hangatnya jangan lupa baca basmallah dulu ! " , Zain langsung turun dari ranjang dan membantu Alana untuk minum .
__ADS_1
" Apa kita ke dokter aja ? ", tanya Zain karena khawatir melihat Alana yang kesakitan .
" Ngga usah bang , seperti Alana mau datang bulan " , Tolak Alana setelah mengingat tanggal terakhir kali ia mendapatkan tamu bulanan .
" Apa setiap bulan kamu merasakan sakit seperti ini ? " , tanya Zain seraya menatap Alana .
" Ngga setiap bulan juga sih tapi terkadang sakit kaya gini " , jawab Alana jujur seraya terus menekan perutnya .
" Sakit banget ? " , tanya Zain lagi seraya tangannya dengan lembut mengelus rambut Alana Yangs sengaja digerai .
Alana hanya mengangguk seraya menggigit bibir bawahnya .
" Sebentar aku ambil air kompresan dulu ! " , pamit Zain yang langsung meninggalkan Alana .
Alana tak ingin ambil pusing tetang perkataan Zain walau ia tak tahu untuk apa Zain mengambil air kompresan .
" Al ayo berbaring yang benar ! " , ucap Zain yang sudah kembali ke kamar .
" Hah untuk apa ? ", tanya Alana sedikit kaget .
" Udah nurut aja apa kata suami ! " , timpal Zain seraya menatap Alana .
Alana tak ingin berdebat dengan Zain dikondisinya yang sekarang ini , ia menuruti perkataan suaminya walau sedikit ragu .
" Maaf Al bajunya boleh dikatakan dikit ", Ujar Zain dan ia pun merasakan detak jantungnya yang sangat cepat .
" Bang Zain mau ngapain ? ! , jangan memanfaatkan keadaan ya ? ! " , timpal Alana yang langsung duduk .
" Al aku cuman mau ngompres perut kamu biar ga sakit , kamu mikir apa sih ? ", balas Zain mencoba menipis pikiran kotor Alana .
" Memangnya bisa ? ", tanya Alana tidak percaya .
" Aku gak tahu , tapi aku pernah baca ya kita coba dulu aja , mudah-mudahan sakit kamu sedikit berkurang " , jawab Zain menjelaskan .
" Hmmm tapi Alana bisa sendiri " , ucap Alana ketus .
" Udah nurut apa kata suami , aku gak akan macem-macem ! , dan sebaiknya kamu buang jauh-jauh pikiran kotor itu " , balas Zain seraya kembali menuntun Alana untuk berbaring .
Akhirnya Alana berbaring namun ia tak mau menarik bajunya ke atas .
Zain memutuskan mengompres perut Alana dengan memasukan tangan dan kain kompresan menyelinap kedalam baju tidur Alana .
Dengan detak jantung yang bekerja sangat cepat , Zain perlahan terus mengompres perut rata Alana .
Setelah beberapa lama Zain mendengar suara nafas teratur Alana , Zain tersenyum itu tandanya rasa sakit yang Alana rasakan sudah sedikit berkurang.
__ADS_1
" Alhamdulillah terimakasih banyak ya Allah " , batin Zain .
Zain menyudahi mengopres perut Alana , lalu ia dengan perlahan turun dari atas kasur dan segera masuk ke kamar mandi .
*****
Alana menggeliat seraya mengucek kedua matanya , ia tergelonjak kaget ketika melihat jarum jam yang sudah menunjuk ke angkat 6 .
" Astagfirullah kesiangan " , gumam Alana lalu ia langsung bangun dan turun dari kasur namun sebelum berlalu ke kamar mandi ke dua mata Alana menangkap noda merah yang ada diatas kasur .
" Aduh gimana ini ? " , gumam Alana seraya menepuk jidatnya .
Lalu Alana dengan cepat membuka sprei nya , ia tidak mau sampai Zain melihat semuanya , pasti Alana akan sangat malu .
Tak lama pintu kamar terbuka dan menampilkan Zain .
" Assalamu'alaikum " , salam Zain seraya membuka pintu .
" Wa'alaikum salam warohmatullah " , jawab Alana seraya mematung dengan kedua tangan memegang sprei yang sudah berhasil ia lepaskan dari kasur .
" Al kamu lagi apa ? " , tanya Zain seraya mendekati Alana .
" Mmm bang Zain maaf ini anu Alana datang bulan " , jawab Alana gugup .
Zain langsung melihat ke arah sprei yang berada ditangan Alana dan ia sudah mengerti kenapa Alana meminta maaf .
" Oh , ya sudah tidak apa-apa , kamu taro sprei nya dikamar mandi biar nanti aku bersihkan " , jawab Zain lembut .
" Ngga ngga usah ini biar Alana yang bersihkan " , Tolak Alana cepat .
" Memangnya perut kamu sudah tidak sakit ? '' , tanya Zain perhatian .
" Udah sedikit membaik kok " , jawab Alana jujur .
" Oh ya sudah kalau gitu '' ,balas Zain seraya mengangguk .
Alana langsung pergi ke kamar mandi dengan bwrjalan mundur karena takut Zain melihat noda darah yang ada dicelana nya .
Zain hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala .
Lalu ia berjalan ke lemari dan mengambil sprei baru .
Zain langsung memasang speinya dikasur , dan setelah selesai Zain memutuskan untuk berbaring sebentar sebelum pergi lagi ke pesantren untuk membantu yang lain beberes bekas acara semalam .
Niat hati Zain hanya ingin mengganti baju jubahnya dengan Koko dan kain sarung agar tidak terlalu gerah , namun ia merasa badannya sedikit pegal-pegal ditambah Zain semalaman tidak tidur karena menjaga Alana yang sakit perut .
__ADS_1
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .