
Alana terus menitikan air mata , rasanya ia benar-benar seperti sepasang pengantin baru dan kali ini Alana benar-benar bahagia dan penuh syukur .
Zain memang laki-laki yang baik dan cukup romantis , bahkan dihari bahagia mereka Zain begitu banyak menyiapkan kejutan untuk Alana sampai Alana tidak bisa berkata-kata selain mengucap syukur Alhamdulillah dalam hati .
Acara dilanjutkan dengan berdoa bersama , sungkeman dan terakhir berfoto ria .
Tak teras waktu Dzuhur akan tiba dan acara untuk sementara dihentikan karena semua akan bersiap untuk melakukan sholat berjamaah Dzuhur .
Sementara itu Alana dan juga Zain harus berganti pakaian untuk acara Walimatul'ursy menyambut para tamu .
Zain menggandeng tangan Alana ke rumah mereka , dan Alana hanya mengikuti karena ia tahu pasti mereka harus berganti pakaian untuk acara selanjutnya .
Sesampainya di rumah Alana celingukan , ia mencari beberapa MUA yang tadi pagi meriasnya.
" Kamu kenapa sayang ? " , tanya Zain lembut seraya merangkul Alana .
" Bee orang-orang yang merias Alana tadi pagi pada kemana ya ? , kok dirumah nya ga ada orang ? " , Tanya Alana jujur.
Zain tersenyum dan ia membawa Alana ke meja makan yang sudah tersedia beberapa makanan .
" Bee bukannya kita harus bersiap buat sholat jama'ah dan berganti pakaian ya ? , kenapa bee bawa Alana ke sini ? " , tanya Alana lagi .
" Masya Allah kok sekarang istri bee jadi cerewet gini sih , jadi tambah sayang deh " , ucap Zain seraya mencubit pelan kedua pipi Alana yang masih tertutup kain cadar .
Bukannya menjawab semua pertanyaan Alana , Zain malah sengaja menggoda Alana . Sudah dipastikan bibir Alana maju beberapa centi dibalik kain cadar nya .
" Udah yu kita duduk dulu " , Ajak Zain lembut , tak lupa ia menarik kursi untuk Alana .
Sebelum Zain duduk di kursinya , ia dengan santai membuka kain cadar yang sedari tadi menutupi wajah cantik sang istri.
Zain melongo ia seolah-olah tidak mengenali Alana , Alana yang cantik dan mendapat riasan menjadi sangat cantik dan pangling , rasa nya Zain semakin tidak tahap untuk memiliki Alana sepenuhnya .
__ADS_1
" Bee kok malah bengong ? , Alana jelek ya ? , Alana kan sudah bilang tidak mau dirias seperti ini " , rengek Alana seraya menundukkan kepalanya .
Zain tersadar dari lamunannya , ia dengan lembut mengangkat dagu Alana dan mengecup mesra bibir kenyal milik Alana , niat hati hanya ingin mengecup tapi ternyata nalurinya menuntut hal yang lebih .
Dan disaat Zain sedang asik mengabsen setiap rongga mulut Alana tiba-tiba terdengar suara perut mereka yang berbunyi secara bersamaan .
Zain langsung menghentikan aksinya dan menampilkan barisan giginya yang rapi dan bersih.
" Kamu sangat cantik sayang , bee aja hampir ga bisa nahan diri " , cengengesan Zain seraya menyapu lembut bibir Alana dengan ibu jarinya.
Alana tentu saja sangat malu dan salah tingkah mendengar pujian dari suaminya.
" Oh ya kita juga harus mengisi perut dulu sayang sebelum nanti sibuk menyambut para tamu " , tutur Zain lembut .
Zain duduk disamping Alana , dan Alana mulai mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk Zain , lalu untuk dirinya , namun sebelum Alana mengisi piringnya , Zain lebih dulu menahannya dan mengajak Alana untuk makan dipiring yang sama alis sepiring berdua .
Dengan malu-malu Alana menyetujui ajakan Zain , dan mereka mulai membaca doa makan bersama .
Sesekali Zain atau pun Alana saling menyuapi makanan yang ada dipiring , sampai tak terasa semua makanan yang ada dipiring sudah kosong tak tersisa sedikit pun .
Zain menyodorkan segelas air putih kepada Alana dan menyuruhnya untuk meminum lebih dulu , lalu setelah itu Zain menghabiskan air nya digelar yang sama dan tepat dibekas Alana minum .
Alana hanya bisa tersenyum malu seraya menundukkan kepalanya .
Berbarengan dengan itu adzan Dzuhur berkumandang , Alana niatnya ingin ikut berjama'ah di pesantren namun Zain mengajaknya berjama'ah berdua dikamar .
Karena sudah pasti mereka juga akan terlambat kalau ikut jama'ah di masjid pesantren.
Alana dan Zain masuk ke kamar utama yang sudah rias , Alana mempersilahkan Zain untuk mengambil air wudhu lebih dulu , sementara dirinya menghapus semua riasan make up diwajahnya .
Setelah menghabiskan waktu lumayan lama Alana menghapus semua riasan make up nya , ia pun segera mengambil air wudhu karena Zain sudah menunggunya sejak tadi .
__ADS_1
Tak lama akhirnya keduanya menunaikan sholat Dzuhur berjamaah didalam kamar dengan khusu .
Assalamu'alaikum warohmatullah , pertanda sholat telah selesai , Zain tak lupa berdzikir lebih dulu , membaca sholawat dan juga berdoa , lalu ia membalikan badan yang langsung disambut dengan Alana yang mencium punggung tangannya dengan takdzim dan dibalas oleh Zain mencium kening Alana.
Tanpa aba-aba Zain langsung menjatuhkan kepalanya dipangkuan Alana .
" Bee kita kan harus segera bersiap sebelum para MUA itu datang lagi " , Ujar Alana lembut .
" Hmmm tapi bee pengen lebih lama berdua disini sama kamu ay " , balas Zain manja .
tok tok tok
Benar saja seperti para MUA itu sudah kembali untuk merias Alana .
" Aduh ga bisa istirahat sebentar gitu ay " , keluh Zain seraya bangkit dan segera membukakan pintu .
Alana hanya terkekeh melihat tingkah suaminya , ia ikut bangkit dan membereskan sejadah bekas mereka sholat .
Tak lama beberapa orang MUA yang tadi masuk ke kamar , dan Alana pun kembali dirias dan berganti pakaian menggunakan dress panjang berwarna Sage tak lupa dengan hijab yang menutupi dada dan juga kain cadarnya .
####
Alana dan Zain sudah duduk dikursi pelaminan dan disisi kiri dan kanan mereka sudah ada Abi , umi , papah Nurzaki dan mamah Nazia .
Para tamu sudah memenuhi tempat acara , mereka silih berganti naik ke pelaminan memberikan doa restu kepada mempelai dan kedua belah pihak keluarga , hiburan musik gambus arabian ikut memeriahkan acara .
Sepanjang acara Zain tak pernah luput merhatikan istrinya , dan ia selalu bertanya apakah Alana pegal atau cape ? , tapi Alana selalu menyakinkan dirinya kalau Alana baik-baik saja .
Sampai menjelang sore tamu masih terus berdatangan , namun Zain mengajak Alana untuk meninggalkan tempat acara karena nanti ba'da isya pun acara masih berlanjut sekaligus akan ada acara pengajian yang dimeriahkan oleh para ulama besar dan da'i kondang .
Seraya menunggu adzan maghrib Zain menyuruh Alana untuk naik ke atas tempat tidur dan berbaring lalu dengan lembut ia memijat kaki Alana , walau Alana bilang tidak cape tapi Zain yakin sebenarnya Alana sangat kelelahan karena ia pun merasakan hal yang sama .
__ADS_1
Alana awalnya mengira Zain akan berbuat yang aneh-aneh tapi ternyata ia hanya ingin memijat kakinya yang benar-benar terasa pegal .
Bersambung.....