Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Tak Tega


__ADS_3

Adzan maghrib berkumandang Zain sudah bersiap untuk pergi ke Masjid namun sebelum itu ia berpamitan pada Alana .


" Al aku akan kembali mungkin aga malam karena harus mengisi pengajian , jika kamu lapar ? , makan duluan jangan nunggu aku " , Ujar Zain lembut , dan langsung mendapat anggukan dari Alana .


Iya selepas sholat isya berjama'ah Zain diperintahkan Abi untuk mengisi acara pengajian khusus anak-anak santri .


Zain menyodorkan tangan kanan nya pada Alana .


Alana langsung memicingkan matanya melihat tingkah Zain yang menurutnya sedikit aneh .


" Apa ? " , tanya Alana seraya menatap Zain .


" Ini " , Jawab Zain tersenyum seraya menyodorkan tangan kanannya .


Dengan ragu Alana meraihnya dan mulai mencium punggung tangan Zain .


" Assalamu'alaikum " , salam Zain tersenyum senang , lalu mulai melangkahkan kakinya keluar kamar.


" Wa'alaikum salam " , jawab Alana .


" Hemmm aneh " , gumam Alana seraya mematung .


Hal yang tak biasa ia lakukan yaitu mencium punggung tangan Zain , bahkan jika Alana akan pergi sekolah ia tidak pernah melakukan hal itu , ini kali ke 2 setelah acara pernikahan nya yang mengharuskan mencium punggung tangan Zain .


Alana langsung mengambil air wudhu , lalu mengerjakan sholat magrib dikamar .


Seraya menunggu waktu sholat isya , Alana meraih ponselnya sejak kejadian ditempat haram itu Alana tak pernah lagi memainkan ponselnya .


" Hmmm sepertimnya habis baterai , padahal aku ingin sekali bicara sama Alena " , gumam Alana seraya mencari charger ponselnya .


Setelah mencharger ponselnya , Alana duduk dipinggir ranjang dengan masih memakai mukena .


Ia merluaskan pandangannya merhatikan seisi kamar , Kamar Zain yang ada disini lebih sempit dibandingkan yang ada di apartemen tapi terlihat nyaman dan juga bersih , mungkin umi selalu membersihkannya selama Zain tak ada .


Alana baru sadar jika dikamar Zain tak ada sofa , dan hanya ada satu tempat tidur yang berukuran sedang .


" Lalu bagaimana kita tidur ? , gumam Alana yang baru terpikir .


" Gak , ngga mungkin harus tidur dalam satu ranjang " , gumam Alana lagi seraya menggelengkan kepalanya .


Sibuk memikirkan tempat untuk ia dan Zain tidur , akhirnya suara adzan isya berkumandang .


Alana berdiam sejenak seraya mendengarkan suara lantunan Adzan .


" Siapa yang adzan ? , rasanya Alana kenal dengan suara itu ? " , Batin Alana bertanya .


Mendengar suara adzan yang sangat merdu membuat hati Alana tenang , dan setelah adzan selesai Alana langsung menunaikan kewajibannya kebetulan ia masih mempunyai wudhu .


*****

__ADS_1


Alana masih duduk dipinggir ranjang seraya memainkan ponselnya waktu sudah menunjukan setengah 10 malam namun Zain belum juga pulang dari masjid .


Alana tadi sempat menghubungi Alena dan ternyata Zain sudah memberitahu keluarganya jika ia sedang berada dipesantren .


Ceklek ,


" Assalamu'alaikum " , salam Zain dengan tersenyum .


" Walaikum salam " , jawab Alana seraya melirik Zain sekilas .


" Kenapa belum tidur Al ? '' , tanya Zain seraya ikut duduk disamping Alana .


" Gapapa " , jawab Alana singkat .


Zain duduk termenung , ia yakin Alana tengah memikirkan sesuatu .


" Sudah makan ? " , tanya Zain dan Alana dengan cepat mengangguk tapi ternyata perutnya Alana dengan cepat berbunyi .


Zain terkekeh sendiri .


" Ya udah yu makan ! " , Ajak Zain seraya langsung berdiri .


" Alana sudah makan ! " , Ucap Alana .


namun detik berikutnya perutnya kembali berbunyi dan lagi-lagi Zain terkekeh .


Alana langsung cemberut dan memegang perutnya .


batin Alana kesal .


" Udah Al ga usah berbohong , ayo makan dulu dari pada gak bisa tidur nanti " , Ajak Zain sekali lagi seraya menahan tawanya .


" Heem ", Alana hanya berdehem , lalu ia mulai mengikuti langkah Zain untuk ke meja makan .


Zain membuka tudung saji yang ada diatas meja makan , ia tersenyum senang ternyata umi sudah memasak makanan kesukaannya .


Ada sambal goreng hati , tumis kangkung dan ikan goreng .


Zain langsung mengambil piring dan menuangkan nasi dan lauk pauk , lalu disimpan dihadapan Alana .


" Kenapa ? " , tanya Alana .


" Apanya ? " , balik tanya Zain seraya menuangkan nasi dan lauk pauk untuk dirinya .


'' Ini " , tunjuk Alana pada piring yang ada didepannya yang sudah berisi nasi dan lauk pauk .


" Makanlah ! , itu buat kamu " , jawab Zain seraya tersenyum lalu ia mulai membaca doa dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya .


Alana seketika teringat dengan kedua orang tuanya , jika mereka akan makan bersama biasa nya sang Mamah yang akan mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk papah Nurzaki .

__ADS_1


" Al ayo makan ! , kamu harus cobaan hasil masakan umi , pasti kamu akan ketagihan " , Ucap Zain , lalu kembali menikmati makanannya dengan lahap .


Alana mulai memasukan makanannya kedalam mulutnya .


" Pantas bang Zain pintar masak ternyata hasil masak umi juga tidak kalah enak " , batin Alana ketika sudah menelan makanannya .


Keduanya makan dengan lahap , dan setelah itu Alana langsung membersihkan meja makan dan juga mencuci piring dan gelas kotor .


Keduanya kembali ke kamar , Zain sengaja menunggu Alana sampai selesai mencuci piring dan gelas kotor karena dikampung dijam seperti ini keadaan sudah sangat sepi .


Dan disaat sudah berada dikamar , Alana kembali duduk dipinggir ranjang , ia masih bingung memikirkan tempat tidur yang hanya ada 1 .


" Al kenapa ? " , tanya Zain sebelum masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya .


Alana tidak menjawab namun pandangannha tertuju pada tempat tidur .


Zain mengikuti arah pandangan Alana , dan ia langsung mengerti apa yang sedari tadi menjadi beban pikiran istrinya.


" Aku bisa tidur dibawah , kamu tidur aja di atas ranjang " , Ucap Zain tersenyum , lalu masuk ke kamar mandi .


Alana langsung bernafas dengan lega namun ia masih tetap diposisi yang sama , Alana ingin menunggu Zain selesai dari kamar mandi , ia ingin memastikan jika Zain benar-benar tidur di lantai .


Tak lama Zain sudah kembali dengan pakaian tidurnya , kaos oblong dan celana training .


Zain mengambil sesuatu dilemari nya dan itu sebuah bedcover yang lumayan tebal , lalu ia mulai menggelarkan karpet dan membaringkan dirinya disana .


Melihat Zain yang sudah berbaring , Alana ikut berbaring diatas tempat tidur , namun ia tidak bisa memejamkan matanya karna udara disini sangatlah dingin apalagi dimalam hari .


Mengingat udara yang begitu dingin , Alana menjadi tak tega melihat Zain yang tertidur meringkuk dibawah lantai .


Alana memegang selimut yang ada diatas ranjang , ia ingin memberikan nya pada Zain , namun pasti ia gak akan bisa tidur karna kedinginan .


Dengan perlahan Alana turun dari tempat tidur , ia mulai mendekat ke arah Zain yang sudah tertidur .


" Bang Zain " , Panggil Alana namun tak ada jawaban .


" Bang Zain , bangun ! " , panggil Alana lagi .


" Hemm , apa ? " , jawab Zain dengan kedua mata yang masih tertutup .


" Bang Zain tidurnya dikasur aja , aku gak tega apalagi disini sangat dingin " , Ucap Alana , dan seketika Zain langsung membuka kedua matanya .


" Lalu kamu ? " , tanya Zain seraya bangun dari berbaringnya .


" Ya sama dikasur juga , tapi ingat bang Zain jangan macem-macem ! " , jawab Alana dengan penuh penekanan .


" Iya " , Jawab Zain singkat namun dalam hati ia tersenyum senang karena Alana negitu perhatian pada nya .


Sebenarnya Zain sudah terbiasa tidur beralasan karpet , semasa ia mondok ia sering tidur dengan teman-teman yang hanya beralasan karpet saja .

__ADS_1


😍😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2