
Adzan maghrib berkumandang Zain sudah bersiap untuk pergi ke Masjid namun sebelum itu ia berpamitan pada Alana .
" Al aku akan kembali mungkin aga malam karena harus mengisi pengajian , jika kamu lapar ? , makan duluan jangan nunggu aku " , Ujar Zain lembut , dan langsung mendapat anggukan dari Alana .
Iya selepas sholat isya berjama'ah Zain diperintahkan Abi untuk mengisi acara pengajian khusus anak-anak santri .
Zain menyodorkan tangan kanan nya pada Alana .
Alana langsung memicingkan matanya melihat tingkah Zain yang menurutnya sedikit aneh .
" Apa ? " , tanya Alana seraya menatap Zain .
" Ini " , Jawab Zain tersenyum seraya menyodorkan tangan kanannya .
Dengan ragu Alana meraihnya dan mulai mencium punggung tangan Zain .
" Assalamu'alaikum " , salam Zain tersenyum senang , lalu mulai melangkahkan kakinya keluar kamar.
" Wa'alaikum salam " , jawab Alana .
" Hemmm aneh " , gumam Alana seraya mematung .
Hal yang tak biasa ia lakukan yaitu mencium punggung tangan Zain , bahkan jika Alana akan pergi sekolah ia tidak pernah melakukan hal itu , ini kali ke 2 setelah acara pernikahan nya yang mengharuskan mencium punggung tangan Zain .
Alana langsung mengambil air wudhu , lalu mengerjakan sholat magrib dikamar .
Seraya menunggu waktu sholat isya , Alana meraih ponselnya sejak kejadian ditempat haram itu Alana tak pernah lagi memainkan ponselnya .
" Hmmm sepertimnya habis baterai , padahal aku ingin sekali bicara sama Alena " , gumam Alana seraya mencari charger ponselnya .
Setelah mencharger ponselnya , Alana duduk dipinggir ranjang dengan masih memakai mukena .
Ia merluaskan pandangannya merhatikan seisi kamar , Kamar Zain yang ada disini lebih sempit dibandingkan yang ada di apartemen tapi terlihat nyaman dan juga bersih , mungkin umi selalu membersihkannya selama Zain tak ada .
Alana baru sadar jika dikamar Zain tak ada sofa , dan hanya ada satu tempat tidur yang berukuran sedang .
" Lalu bagaimana kita tidur ? , gumam Alana yang baru terpikir .
" Gak , ngga mungkin harus tidur dalam satu ranjang " , gumam Alana lagi seraya menggelengkan kepalanya .
Sibuk memikirkan tempat untuk ia dan Zain tidur , akhirnya suara adzan isya berkumandang .
Alana berdiam sejenak seraya mendengarkan suara lantunan Adzan .
" Siapa yang adzan ? , rasanya Alana kenal dengan suara itu ? " , Batin Alana bertanya .
Mendengar suara adzan yang sangat merdu membuat hati Alana tenang , dan setelah adzan selesai Alana langsung menunaikan kewajibannya kebetulan ia masih mempunyai wudhu .
*****
__ADS_1
Alana masih duduk dipinggir ranjang seraya memainkan ponselnya waktu sudah menunjukan setengah 10 malam namun Zain belum juga pulang dari masjid .
Alana tadi sempat menghubungi Alena dan ternyata Zain sudah memberitahu keluarganya jika ia sedang berada dipesantren .
Ceklek ,
" Assalamu'alaikum " , salam Zain dengan tersenyum .
" Walaikum salam " , jawab Alana seraya melirik Zain sekilas .
" Kenapa belum tidur Al ? '' , tanya Zain seraya ikut duduk disamping Alana .
" Gapapa " , jawab Alana singkat .
Zain duduk termenung , ia yakin Alana tengah memikirkan sesuatu .
" Sudah makan ? " , tanya Zain dan Alana dengan cepat mengangguk tapi ternyata perutnya Alana dengan cepat berbunyi .
Zain terkekeh sendiri .
" Ya udah yu makan ! " , Ajak Zain seraya langsung berdiri .
" Alana sudah makan ! " , Ucap Alana .
namun detik berikutnya perutnya kembali berbunyi dan lagi-lagi Zain terkekeh .
Alana langsung cemberut dan memegang perutnya .
batin Alana kesal .
" Udah Al ga usah berbohong , ayo makan dulu dari pada gak bisa tidur nanti " , Ajak Zain sekali lagi seraya menahan tawanya .
" Heem ", Alana hanya berdehem , lalu ia mulai mengikuti langkah Zain untuk ke meja makan .
Zain membuka tudung saji yang ada diatas meja makan , ia tersenyum senang ternyata umi sudah memasak makanan kesukaannya .
Ada sambal goreng hati , tumis kangkung dan ikan goreng .
Zain langsung mengambil piring dan menuangkan nasi dan lauk pauk , lalu disimpan dihadapan Alana .
" Kenapa ? " , tanya Alana .
" Apanya ? " , balik tanya Zain seraya menuangkan nasi dan lauk pauk untuk dirinya .
'' Ini " , tunjuk Alana pada piring yang ada didepannya yang sudah berisi nasi dan lauk pauk .
" Makanlah ! , itu buat kamu " , jawab Zain seraya tersenyum lalu ia mulai membaca doa dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya .
Alana seketika teringat dengan kedua orang tuanya , jika mereka akan makan bersama biasa nya sang Mamah yang akan mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk papah Nurzaki .
__ADS_1
" Al ayo makan ! , kamu harus cobaan hasil masakan umi , pasti kamu akan ketagihan " , Ucap Zain , lalu kembali menikmati makanannya dengan lahap .
Alana mulai memasukan makanannya kedalam mulutnya .
" Pantas bang Zain pintar masak ternyata hasil masak umi juga tidak kalah enak " , batin Alana ketika sudah menelan makanannya .
Keduanya makan dengan lahap , dan setelah itu Alana langsung membersihkan meja makan dan juga mencuci piring dan gelas kotor .
Keduanya kembali ke kamar , Zain sengaja menunggu Alana sampai selesai mencuci piring dan gelas kotor karena dikampung dijam seperti ini keadaan sudah sangat sepi .
Dan disaat sudah berada dikamar , Alana kembali duduk dipinggir ranjang , ia masih bingung memikirkan tempat tidur yang hanya ada 1 .
" Al kenapa ? " , tanya Zain sebelum masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya .
Alana tidak menjawab namun pandangannha tertuju pada tempat tidur .
Zain mengikuti arah pandangan Alana , dan ia langsung mengerti apa yang sedari tadi menjadi beban pikiran istrinya.
" Aku bisa tidur dibawah , kamu tidur aja di atas ranjang " , Ucap Zain tersenyum , lalu masuk ke kamar mandi .
Alana langsung bernafas dengan lega namun ia masih tetap diposisi yang sama , Alana ingin menunggu Zain selesai dari kamar mandi , ia ingin memastikan jika Zain benar-benar tidur di lantai .
Tak lama Zain sudah kembali dengan pakaian tidurnya , kaos oblong dan celana training .
Zain mengambil sesuatu dilemari nya dan itu sebuah bedcover yang lumayan tebal , lalu ia mulai menggelarkan karpet dan membaringkan dirinya disana .
Melihat Zain yang sudah berbaring , Alana ikut berbaring diatas tempat tidur , namun ia tidak bisa memejamkan matanya karna udara disini sangatlah dingin apalagi dimalam hari .
Mengingat udara yang begitu dingin , Alana menjadi tak tega melihat Zain yang tertidur meringkuk dibawah lantai .
Alana memegang selimut yang ada diatas ranjang , ia ingin memberikan nya pada Zain , namun pasti ia gak akan bisa tidur karna kedinginan .
Dengan perlahan Alana turun dari tempat tidur , ia mulai mendekat ke arah Zain yang sudah tertidur .
" Bang Zain " , Panggil Alana namun tak ada jawaban .
" Bang Zain , bangun ! " , panggil Alana lagi .
" Hemm , apa ? " , jawab Zain dengan kedua mata yang masih tertutup .
" Bang Zain tidurnya dikasur aja , aku gak tega apalagi disini sangat dingin " , Ucap Alana , dan seketika Zain langsung membuka kedua matanya .
" Lalu kamu ? " , tanya Zain seraya bangun dari berbaringnya .
" Ya sama dikasur juga , tapi ingat bang Zain jangan macem-macem ! " , jawab Alana dengan penuh penekanan .
" Iya " , Jawab Zain singkat namun dalam hati ia tersenyum senang karena Alana negitu perhatian pada nya .
Sebenarnya Zain sudah terbiasa tidur beralasan karpet , semasa ia mondok ia sering tidur dengan teman-teman yang hanya beralasan karpet saja .
__ADS_1
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .