
Alana berdiri didekat jendela menatap langit-langit yang hanya dihiasi beberapa bintang yang berkilauan .
Puas memandangi langit , tiba-tiba kedua matanya menangkap sosok Zain , ustad Alif dan juga ustadzah Hawa yang tengah mengobrol .
" Jika disuruh memilih aku dan ustazah hawa ?, sudah pasti bang Zain akan memilih ustadzah Hawa " , gumam Alana bertanya lalu dijawab lagi oleh dirinya sendiri .
Disaat lagi asik melamun tiba-tiba Alana dikagetnya dengan suara Zain yang masuk kamar seraya mengucap salam .
Alana langsung melihat ke belakang , lalu ia kembali menatap kearah dimana Zain , Ustad Alif dan ustadzah Hawa tadi mengobrol , dan ternyata mereka sudah membubarkan diri .
" Al sudah mengantuk ? " , tanya Zain seraya mendekat .
Alana hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban .
" Ya udah ikut aku yu , kita jalan-jalan " , ajak Zain lembut .
" Hah kemana ? " , tanya Alana yang sedikit kaget .
Tumben banget bang Zain mengajaknya jalan-jalan , pikir Alana .
" Udah kamu bersiap aja , jangan lupa pake jaket disini cuacanya sangat dingin ! " , Timpal Zain lalu ia segera melangkahkan kakinya keluar kamar , entah mau kemana .
Alana yang tampak senang diajak jalan-jalan oleh Zain , langsung mengikuti instruksi suaminya untuk segera bersiap .
Tak lama Alana sudah siap dan berbarengan dengan Zain yang sudah kembali masuk kamar .
" Sudah siap ? " , tanya Zain seraya tersenyum .
" Sudah " , jawab Alana semangat .
Keduanya langsung keluar kamar , namun ketika Alana mau pamit pada umi dan Abi , Zain malah menarik tangannya .
" Mau kemana ? " , tanya Zain seraya menarik tangan Alana .
" Mau pamit dulu sama Umi dan Abi , takutnya mereka nanti nyariin Alana " , jawab Alana jujur .
" Sudah , aku tadi sudah izin sama umi dan Abi " , timpal Zain seraya tersenyum manis penuh arti .
Alana kali ini dibuat malu dan ia langsung memalingkan wajahnya .
Zain masih menggenggam tangan Alana sampai ke halaman depan rumah , dan disana sudah terparkir motor matic .
" Motor siapa itu ? " , tanya Alana seraya melirik Zain .
" Udah ayo , kita naik ini gapapa kan ? " , Ajak Zain lagi seraya bertanya .
Alana menganggukan kepala dengan cepat , ia sudah membayangkan betapa indahnya naik motor dimalam hari walau bukan laki-laki idamannya .
Lalu keduanya langsung mengenakan helm dan naik ketas sepeda motor itu , keduanya tampak canggung dan Alana tak berani menyentuh Zain sedikit pun bahkan ia duduk sangat belakang dan menyisakan ruang kosong ditengah-tengah mereka .
__ADS_1
Disepanjang jalan keduanya tak ada yang angkat suara dan Alana ia terlihat sangat menikmati keadaan malam yang hanya diterangi cahaya dari lampu jalan .
Tak lama Zain memberhentikan motornya tepat dipasar malam yang keadaannya cukup lumayan ramai .
Alana tersenyum menatap sekitar .
" Disini ramai sekali bang Zain " , ucap Alana seraya melirik Zain sekilas .
" Iya namanya juga pasar malam " , jawab Zain seraya tersenyum .
Lalu keduanya langsung masuk setelah memarkirkan motor .
Zain memberanikan diri menggenggam tangan Alana , dan Alana refleks langsung melihat ke arah tangannya .
" Disini sangat ramai , aku takut kamu hilang ! " , Ucap Zain yang seolah mengerti tatapan Alana .
Alana tidak ingin pusing memikirkan hal itu , ia langsung semangat ketika melihat banyak pedangan gerobak yang berbaris rapih .
" Kita ke sana " , tunjuk Alana , dan Zain langsung mengangguk dengan cepat .
Alana memilah-milah makan apa yang ingin ia beli , semuanya terlihat sangat enak dan membuat ia bingung harus membeli yang mana.
" Jadi mau beli apa ? " , tanya Zain setelah mereka hampir mengelilingi setiap pedangan yang ada disana .
" Alana bingung , disini banyak banget yang jual makanan " , jawab Alana seraya menampilka. wajah cemberut .
" Mau beli semuanya ? " , tawar Zain.
" Enggak lah , memangnya perut Alana apa yang bisa makan banyak " , jawab Alana ketus .
" Ya udah selagi nunggu kamu mau jajan apa , gimana kalau kita ke pedagang baso dulu " , Ujar Zain memberi saran .
" Boleh " , jawab Alana cepat .
Zain membawa Alana kepedagang baso favoritnya , rasanya Zain sudah lama tidak makan baso yang selalu membuat lidahnya tergiur .
" Assalamu'alaikum , pakde 2 ya makan disini ! " , Ucap Zain ketika sudah sampai dipedagang baso langganannya jika sedang disini .
" Wa'alaikum salam , Gus Zain sudah lama tidak bertemu , siap Gus saya langsung buatkan " , jawab Pakde pedagang baso .
Zain dan Alana langsung duduk dimeja yang kosong , banyak dari pengunjung pakde yang sepertinya mengenal Zain terlihat sesekali mereka menganggukan kepala dan mengucapkan salam .
" Bang Zain sering ke sini ? " , tanya Alana .
" Hanya beberapa kali " , jawab Zain jujur .
" Sama siapa ? " , tanya Alana yang tiba-tiba merasa kepo .
" Sama ustad Alif " , jawab Zain lagi .
__ADS_1
" Kirain " , timpal Alana .
" Kirain apa ? " , tanya Zain yang tidak mengerti .
" Eh gapapa kok ", jawab Alana cepat .
Tak lama pesanan baso mereka datang .
" Selamat menikmati Gus " , ucap pakde .
" Iya makasih banyak pakde " , jawab Zain ramah .
" Oh ya ini sodara Gus Zain ya ? " , tanya pakde seraya menunjuk ke arah Alana yang duduk disamping Zain .
" Ini istri saya pakde " , jawab Gus Zain seraya tersenyum .
" Oalah selamat Gus ternyata sudah menikah " , timpal pakde .
Dan pembicaraan mereka tak luput dari tatapan para pengunjung yang juga tengah menikmati baso pakde .
" Kok istrinya seperti itu ya ? , padahal Gus Zain terlihat sangat sholeh " ,
" Lah masa seorang anak kyai milih istri macam itu sih ? "
Banyak perkataan mereka yang didengar oleh Alana dan juga Zain .
" Sudah , ayo dimakan ! ,aku yakin kamu bakal ketagihan " , Ucap Zain seraya mengelus tangan Alana .
Alana mengangguk lalu ia mulai mencicipi kuah basonya , dan setelah itu ia menambahkan banyak sambal dimangkuk nya .
" Al " , panggil Zain kaget ketika melihat kuah baso Alana yang sudah berwarna merah .
" Gapapa , Alana sangat suka pedas dan ini baso nya memang enak banget bang Zain , kuahnya gurih " , ucap Alana lalu kembali menikmati baso nya .
Zain hanya menggelengkan kepala dan ia pun kembali menikmati basonya , Zain kurang terlalu suka pedas maka ia hanya menambahkan sedikit saus dan kecap kedalam mangkuk nya .
Tak lama Alana dan Zain sudah mengahabiskan baso nya dan mereka segera membayar lalu keluar dari tempat itu .
" Gus kenapa tidak menikah dengan anak saya ? , maaf sepertinya anak saya lebih jauh dari istri Gus Zain " , Langkah keduanya terhenti ketika ada seorang ibu-ibu sepertinya ia jama'ah yang suka ikut pengajian dipesantren .
" Maaf Bu jodoh , rizki dan maut sudah ada yang mengatur dan saya percaya jika istri saya adalah jodoh terbaik yang dipilihkan Allah untuk saya " , jawab Zain panjang lebar .
" Kalau begitu kami permisi Assalamu'alaikum " , pamit Zain seraya menggandeng tangan Alana untuk segera keluar dari sana .
" Jadi sekarang mau beli apa Al ? " , tanya Zain membawa Alana ke tempat para pedagang gerobak .
" Kita pulang aja bang Zain , Alana sudah kenyang ", jawab Alana seraya berjalan ke arah parkiran dan meninggalkan Zain .
😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .