Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Mondok


__ADS_3

Keesokan hari setelah Zain pulang dari masjid , Alana langsung menyambut suaminya bahkan ia sudah menyiapkan pakaian gantinya untuk mengajar hari ini .


" Makasih sayang " , ucap Zain yang melihat pakaiannya sudah berada diatas ranjang .


" Sama-sama Zauji " , Jawab Alana seraya menunduk malu .


Zain menghentikan langkahnya dan tersenyum kearah Alana .


" Jadi kamu udah tahu artinya Zauji dan Zaujati sayang ? " , tebak Zain mendekat ke arah Alana .


Alana mengangguk pelan.


" Ayo sebutkan artinya apa ? , nanti aku kasih hadiah " , Pinta Zain lembut .


" Hadiah apa ? " , Tanya Alana yang langsung berbinar.


" Hadiahnya masih rahasia " , jawab Zain seraya terkekeh .


" Dih kok gitu " , Alana mengenggut.


" Jangan gitu dong sayang nanti bibirnya aku cium loh " , Zain menyentuh bibir Alana yang manyun .


" Dasar mesum ! " ,


" Gapapa mesum sama istri sendiri dapat pahala loh " , Jawab Zain seraya tertawa kecil .


" Udah Zauji mandi dulu nanti telat ngajarnya ! ", instruksi Alana .


" Jawab dulu pertanyaan aku sayang , beneran kamu udah tahu artinya Zauji dan Zaujati " , pinta Zain sedikit memaksa .


Alana menganggukan kepalanya lagi .


" Zauji artinya suamiku dan Zaujati artinya istriku" , ucap Alana pelan namun masih bisa didengar oleh Zain .


" Masya Allah pintarnya istriku , cup " , Zain tanpa permisi mencium pipi sebelah kanan Alana lalu ia segera melesat ke kamar mandi .


Alana mematung membulatkan kedua matanya sempurna , tangannya refleks mengelus pipinya dengan kedua bibirnya yang tersenyum .


Alana mengganti pakaiannya beserta pasminanya , ia sudah memutuskan untuk mengikuti setiap kegiatan dipondok .

__ADS_1


Alana duduk dimeja rias memoleskan sedikit pelembab wajah dan memakai liptint setipis mungkin .


Suara decitan pintu sejenak mengalihkan aktivitas Alana dan secepat mungkin Alana kembali fokus dengan aktivitasnya sendiri dengan kedua pipi memerah , Alana merasa sangat malu melihat Zain yang bertelanjang dada dan hanya memakai handuk sebatas lutut , walau tak dipungkiri Zain begitu gagah dengan roti sobek dan juga rambut yang acak-acakan dan sedikit basah .


Zain tersenyum , entah dapat keberanian dari mana Zain malah dengan santainya mengganti pakaian didekat ranjang .


" Bang Zain kenapa ganti pakaian disini ? , kan bisa bajunya dibawa ke ruang ganti " , Alana jelas sangat kaget dengan tingkah suaminya yang sepertinya sengaja ingin membuat Alana malu .


" Kenapa ? , kan kita sudah halal , tubuh aku ini milik kamu begitu pun sebaliknya " , timpal Zain santai .


Setelah mendapat lampu hijau , Zain seakan mendapat keberanian dan ia seakan menuntun meminta haknya yang selama ini sudah ia tahan .


" Ish " , Alana langsung menggelengkan kepalanya dan beranjak dari tempat duduknya berniat ingin meninggalkan kamar .


Namun niatnya harus diurungkan karena tangan Zain dengan cepat menariknya bahkan Alana dengan reflek langsung memegang roti sobek milik Zain dengan tangannya .


Kedua mata mereka bertemu , Alana seketika terpesona melihat wajah tampan Zain yang segar habis mandi dengan rambut acak-acakan dan basah bahkan buliran air dari rambutnya masih terlihat menetes.


Zain tersenyum , ia menarik tubuh istrinya agar semakin mendekat , dan ia tak tahan melihat bibir ranum istrinya yang terlihat sangat segar dan manis .


Niat hati ingin mengecupnya namun nalurinya menuntut hal lebih , Zain menggigit sedikit bibir istrinya agar mulutnya sedikit terbuka sehingga lidahnya bisa menari indah dirongga mulut istrinya mengabsen setiap inci dan bertukar saliva .


Alana terengah-engah hampir kehabisan nafas , ia mendorong pelan dada bidang Zain agar melepaskan pautan bibirnya .


" Lain kali harus nafas dan belajar mengimbangi " , bisik Zain dan membuat tubuh Alana meremang sekaligus malu .


Zain membawa baju gantinya ke ruang ganti dengan muka yang begitu berseni karena sudah menadapatkan asupan vitamin dipagi hari .


Alana masih mematung dengan menahan malu dan merasakan jantungnya yang berdegup sangat kencang .


Melihat Zain yang sudah masuk ke ruang ganti Alana segera membernarkan kerudung dan juga merapikan liptintnya .


" Bang Zain , Alana ingin ikut kelas boleh ? , atau kalau bisa Alana ingin mondok dipesantren abah biar bisa mengikuti setiap kegiatan yang ada dipesantren " , Izin Alana mengutarakan niatnya .


Zain sudah rapi dengan setelah kemeja dan kain sarungnya .


Zain tersenyum mendekat ke arah Alana .


" Tentu boleh dong tapi kamu harus tetap tinggal disini gak boleh diasrama " , Jawab Zain yang tidak mau berpisah dengan istrinya .

__ADS_1


" Yah.... kenapa padahal Alana ingin merasakan tinggal diasrama bareng para santriwati ? " , keluh Alana , iya selain ingin ikut setiap kegiatan yang ada dipesantren Alana pun ingin menjadi salah satu santriawati , lebih tepatnya ia ingin mondok .


" Kita sudah menikah Al jadi harus tinggal satu atap , masa iya suami istri tinggal terpisah " , Balas Zain memberi pengertian .


" Tapi kan setiap hari kita bisa bertemu bahkan jaraknya juga sangat dekat dari rumah Abi bahkan bisa dibilang masih satu kawasan " , kekeh Alana , ia benar-benar ingin belajar banyak tentang ilmu agama .


" Iya aku tahu Al tapi keputusan aku sudah bulat kita tetap harus tinggal satu atap itu artinya kamu tidak boleh tinggal diasrama " , keputusan Zain final .


" Yah... , gak seru banget sih bang Zain " , Alana lemas mendengar keputusan final dari suaminya .


" Dan satu lagi kalau mau ikut kelas kamu jangan dandang terlalu cantik Al , ini hapus ! , bibirnya jangan diwarnai aku ga suka ! " , peringatan Zain seraya menyentuh bibir Alana .


Alana langsung cemberut seraya menutup bibirnya dengan tangan , padahal ia sudah dandan senatural mungkin .


" Ayo hapus Al atau butuh bantuan aku untuk menghapusnya ? " , Zain tersenyum penuh arti .


Alana bergidik ngeri lalu dengan cepat ia mengambil kapas dan micellar water untuk menghapus liptintnya .


Alana dan Zain keluar kamar sama-sama , sebelum meninggalkan rumah Alana lebih dulu pamit pada umi takut mertuanya itu nanti mencarinya.


" Alana ikut kelas mana nih bang Zain ? , atau Alana harus mulai dari mana ikut pembelajaran dipondok ? " tanya Alana seraya berjalan beriringan .


" Mmm aku antar kamu ke kelas Nada aja ya " , Jawab Zain yang langsung dianggukan oleh Alana.


Nada masih terbilang belum cukup lama , ia baru mau satu tahun mondok dipesantren dan Zain merasa aman jika Alana mempunyai seorang teman dan Nada menurutnya orang yang tulus berteman dengan istrinya .


" Tok , Tok Assalamu'alaikum " , Zain mengetuk pintu kelas .


" Wa'alaikum salam warahmatullah " ,


" Gus Zain , Ning Alana " , sapa Ustazah Zahra cukup kaget .


" Maaf mengganggu Ustazah Zahra , saya ingin menitipkan istri saya dikelas ini , ia tertarik ingin ikut pembelajaran disini " , Ujar Zain seraya melirik ke arah Alana , dan Alana langsung mengiyakan dengan mengangguk dan tersenyum .


" Alhamdulillah , mari Ning masuk " , jawab ustazah Zahra dan langsung menyuruh Alana untuk masuk kelas .


" Jangan bikin ulah ya sayang , yang pintar belajarnya ! " , Bisik Zain yang langsung mendapat tatapan tajam dari Alana .


Zain langsung pamit undur , ia pun punya jadwal mengajar dan sepertinya sudah cukup terlambat .

__ADS_1


🥰🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2