
Pagi itu keduanya langsung pergi ke tanah kelahiran Zain ( pesantren ) .
Tak lupa Alana memasukkan makanan yang sudah ia hangatkan ke dalam kotak makan dan sisanya ia kasih ke pa satpam sebelum tadi meninggalkan apartemen .
" Al kamu makan aja lebih dulu " , ucap Zain seraya fokus mengemudi .
" Lalu bang Zain ? ", tanya Alana seraya melirik ke samping ke arah Zain .
" Aku nanti aja yang penting kamu dulu , biar kamu gak masuk angin " , jawab Zain yang masih fokus melihat ke depan .
" Ya sudah kalau gitu nanti aja biar makannya barengan " , balas Alana karena ia merasa tidak enak harus makan lebih dulu sedangkan Zain juga belum makan .
" Kali ini perjalanannya sangat jauh Al dan mungkin membutuhkan waktu lama , aku ga mau sampai kamu sakit " , Timpal Zain seraya melirik Alana sekilas .
" Iya udah deh " , jawab Alana pasrah .
Lalu ia mulai mengambil kotak makan yang ia simpan dibangku belakang .
" Baca doa dulu ! ", Ujar Zain ketika Alana akan memasukan makananya ke dalam mulut .
" Iya bawel ", Jawab Alana ketus .
" Aaaaa " , Alana menyuapi Zain dan tadi ia memang bermaksud untuk meniup makanannya bukan ingin memasukannya kedalam mulut .
Zain reflek langsung melihat ke arah Alana , ia tampak kaget dengan tingkah Alana yang tiba-tiba menyuapinya makanan .
" Ayo aaaaa tapi jangan lupa baca doa dulu ! " , ucap Alana lagi karena Zain tak kunjung membuka mulutnya .
Dengan ragu-ragu Zain membuka mulutnya , lalu kembali fokus mengemudi .
Alana tersenyum , lalu ia memulai menyuapi dirinya sendiri , dan kembali menyuapi Zain , baru menyuapi dirinya , sampai kotak makan yang berukuran lumayan besar kini sudah tak berisi .
" Alhamdulillah sudah habis " , ucap Alana senang .
" Alhamdulillah ", ucap Zain seraya tersenyum tipis .
Dan tak lama mobilnya Zain sampai di bandara .
" Kita mau naik pesawat ? ", Tanya Alana sedikit kaget .
" Iya memangnya kenapa ? " , jawab Zain sekaligus bertanya balik .
" Hufhhh .... " , Alana menghembuskan nafasnya kasar . Jika tahu akan menaiki pesawat ia tidak akan menyuapi Zain karena mereka bisa sarapan didalam pesawat .
Zain dan Alana sudah berada didalam pesawat dan beberapa menit lagi pesawat akan lepas landas.
" Tidur aja jika sudah sampai nanti dibangunkan ! ", Ucap Zain lembut .
Alana tidak menanggapi perkataan Zain , namun menit berikutnya ia mulai memejamkan kedua matanya .
__ADS_1
Zain tersenyum melihat Alana yang sudah mulai tidur , Zain tak berniat untuk tidur walau merasa sedikit ngantuk , ia lebih memilih membaca buku seraya menjaga Alana yang tertidur .
" Al ayo bangun ! , sudah sampai " , Zain membangunkan Alana ketika pesawat mereka sudah mendarat di bandara .
" Emmm sudah sampai ? " , Alana mengucek kedua matanya .
" Iya ayo turun ! " , ajak Zain lagi .
Alana mengikuti Zain seraya merapikan rambutnya yang mungkin saja berantakan karena ia tertidur .
" Jangan jauh-jauh jalannya , nanti kamu bisa hilang ! " , Ujar Zain seraya melirik ke arah belakang dan satu tangannya ia gunakan membawa tas milik Alana .
" Iya bawel amat memangnya Alana anak kecil " , balas Alana pelan namun masih bisa didengarkan oleh Zain .
Tiba-tiba disaat mereka tengah berjalan , mereka dihampiri oleh laki-laki seumuran Zain yang berhasil menghentikan langkah mereka .
" Assalamu'alaikum Gus " , salam nya .
" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab Zain lalu mereka berdua bersalaman dan saling memeluk .
" Ente tambah ganteng Gus setelah menikah " , pujinya seraya terkekeh .
" Bisa aja ente '' , balas Zain seraya menepuk bahu laki-laki itu pelan .
Sementara Alana ia hanya mematung merhatikan interaksi keduanya .
" Oh ya perkenalkan ini Istri ana namanya Alana " , Zain memperkenalkan Alana yang berdiri dibelakang nya .
" Alana " , Alana memperkenalkan dirinya seraya mengajak berjabat tangan .
" Assalamu'alaikum Ning , perkenalkan saya Alif " , jawab Alif seraya menangkup kedua tangannya didada .
Tangan yang masih melambung diudara , menunggu jabatan tangan segera Alana tarik .
" Wa'alaikum salam " , jawab Alana ketus .
Zain merangkul Alif untuk ke parkiran , sedangkan Alana hanya mengikuti dari belakang dengan wajah cemberut .
Alif duduk dibangku kemudi dan Zain duduk dibangku belakang bersama Alana namun masih ada jarak yang memisahkan keduanya .
Zain asik mengobrol dengan Alif , dan Alana merasa bodo amat ia lebih memilih merhatikan jalanan yang ia lalui yang menyajikan pemandangan indah , hampir sepanjang perjalanan yang mereka lewati terdapat persawahan , perkebunan , pergunungan dan juga aliran sungai yang air nya jernih .
Zain sesekali hanya tersenyum melihat Alana yang tertarik dengan pemandangan sekitar .
Tak lama mobil yang mereka naiki sampai dihalaman pesantren .
" Ayo Al " , Ajak Zain lembut seraya melirik Alana .
Alana bisa melihat bangunan pesantren yang sangat luas , dan banyak orang-orang yang tengah berbondong-bondong membawa buku dan Al-qur'an , sepertinya mereka akan pergi ke masjid .
__ADS_1
" Al " , panggil Zain sekali lagi .
" Iya " , jawab Alana , lalu dengan ragu-ragu ia menginjakkan kakinya di pesantren .
Umi yang sudah menunggu langsung menyambut Alana dengan hangat .
" Assalamu'alaikum selamat datang sayang " , Salam Umi .
" Wa'alaikum salam umi " , jawab Alana seraya tersenyum malu , harusnya ia yang mengucapkan salam bukan Umi .
Alana langsung meraih tangan Umi lalu menciumnya .
" Gimana nak diperjalanan lancar ? " , tanya Umi seraya mengelus rambut Alana sayang .
" Iya Alhamdulillah umi " , jawab Alana kaku .
Zain langsung meraih tangan Umi lalu memeluknya dan mencium pipi kanan Umi .
" Sehat nak ? " ,
" Alhamdulillah umi , Zain sehat " , jawab Zain seraya tersenyum .
" Ya udah yu kita masuk " , Ajak Umi seraya merangkul Alana .
Karena mereka sampai diwaktu ashar dimana banyak santri dan warga sekitar yang akan pergi ke masjid , yang sudah pasti melihat kedatangan mereka .
Banyak mata yang tercengang kaget ketika melihat seorang wanita bersama Zain yang digadang-gadangkan sebagai istrinya ternyata wanita yang tidak berhijab bahkan pakaiannya pun tidak mencerminkan sebagai menantu seorang Kyai .
Iya Alana hanya menggunkan celana Levis panjang berwarna hitam pekat yang ia padukan dengan kemeja yang berwarna coklat muda dengan lengan sesikut , dan rambut lurus yang sengaja ia gerai .
" Abi mana umi ? , gimana keadaan Abi ? ", tanya Zain yang sedari tadi mengakhawatirkan kondisi Abi .
" Abi lagi sholat nak dikamar ", jawab Umi apa adanya .
" Oh ya sudah kalau begitu Zain ke masjid dulu ya umi , mau ikut sholat berjama'ah " , Pamit Zain .
" Assalamu'alaikum " , salam Zain .
" Wa'alaikum salam " , jawab Umi dan Alana bersamaan .
Sebelum melangkahkan kakinya ke masjid , Zain lebih dulu masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian .
Dan Sepeninggalan Zain , kini hanya ada Alana yang menunduk didepan umi , rasanya campur aduk ketika ia duduk berdua dengan mertuanya , ada rasa malu , canggung , dan takut yang menjadi satu .
" Al bagaimana hubungan kalian , semua baik-baik saja kan ? ", tanya Umi lembut .
" I iya Alhamdulillah umi " , jawab Alana kaku .
" Alhamdulillah " , balas Umi tersenyum lega .
__ADS_1
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .