
Didalam kamar mandi Alana sudah membersihkan diri , setelah sebelumnya ia sudah mencuci bersih pakaian dan juga sprei .
Alana baru teringat jika ia tidak membawa baju ganti , Alana ingin keluar namun ia takut kalau Zain masih berada didalam kamar .
Dengan ragu-ragu Alana membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya saja untuk melihat keberadaan Zain didalam kamar dan ternyata Zain tengah berbaring diatas kasur .
" Bang Zain " , panggil Alana .
Dan berhasil membuat Zain kaget dan langsung bangun .
" Astagfirullah " , gumam Zain seraya mengusap dada .
" Kenapa Al ? " , tanya Zain seraya mendekat ke arah kamar mandi .
" Alana boleh minta tolong gak ? " , ucap Alana malu-malu .
" Minta tolong apa ? , perut kamu sakit lagi ? " , tanya Zain khawatir .
" Ngga bukan itu , Alana mau minta tolong beliin pembalut " , jawab Alana seraya menampilkan barisan giginya .
" Beli pembalut ? " , tanya Zain memastikan jika pendengaran nya tidak salah .
" Iya beli pembalut , soalnya Alana tidak membawa stok kesini " , timpal Alana seraya menunduk .
" Oh ya sudah aku belikan tapi macam gimana Al , aku gak tahu ? " , balas Zain sekaligus bertanya .
" Mmm bang Zain bisa keluar kamar dulu gak , soalnya Alana lupa gak bawa baju ganti , nanti kalau Alana sudah memakai baju Alana tunjukan contoh pembalut nya " , timpal Alana panjang lebar , ia ingin menunjukan contoh pembalut dari ponselnya namun tidak mungkin dengan Alana yang hanya memakai handuk .
" Ya sudah aku keluar ", ucap Zain yang langsung melangkahkan kaki keluar kamar .
Setelah memastikan Zain benar-benar sudah keluar kamar , Alana baru melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari kamar mandi , Alana tersenyum melihat kasur yang sudah terpasang sprei baru .
Alana langsung memakai bajunya dan ia memilih salah satu gamis yang dibelikan Zain kemarin , Alana berniat ingin membantu para santriwati membereskan bekas acara semalam .
Disaat ingin mengenakan hijab tiba-tiba Alana mendengar suara dering ponselnya .
Alana langsung berjalan ke atas nakas dan bermaksud ingin melihat siapa yang meneleponnya dipagi seperti ini .
" Zauji ? ", gumam Alana mengerutkan keningnya .
Alana bingung kenapa ada nama Zauji di kontak ponselnya , seingatnya Alana tidak punya teman atau saudara yang bernama Zauji dan Alana pun tidak pernah menyimpan kontak dengan nama Zauji .
Ponsel Alana kembali berdering dan dengan nama sipenelpon yang sama Zauji .
" Siapa sih ini ? " , Gumam Alana seraya menggeser tombol hijau diponselnya .
" Hallo Assalamu'alaikum " , Sapa sipenelpon .
__ADS_1
" Bang Zain ? " , batin Alana ketika mendengar suara sipenelpon .
" Bang Zain ? " , balas Alana .
" Jawab dulu salamnya Al " ,
" Eh iya lupa wa'alaikum salam warahmatullah " ,
" Bang Zain sejak kapan punya nomor Alana ? " , tanya Alana bingung .
" Udah itu gak penting Al , sekarang kamu lihat chat dari aku ! , aku udah kirim foto beberapa pembalut , kamu cepatan pilih ya , aku lagi disupermarket ini " , balas Zain panjang lebar .
'' Hah supermarket ? , kapan bang Zain pergi kok cepat amat " , batin Alana .
" Al " , panggil Zain.
" Iya iya , ya udah Assalamu'alaikum " , jawab Alana .
" Wa'alaikum salam warahmatullah jangan lupa cepat balas Chatnya ! " , jawab Zain.
" Iya iya bawel " , balas Alana dan langsung mematikan sambungan telponnya .
Alana membuka kolom chat dan benar Zain sudah mengirim banyak foto pembalut , Alana langsung membalas chat dari Zain dan memilih salah satu foto pembalut untuk dikirim kembali pada Zain .
Alana masih menatap nama kontak Zauji yang tak lain adalah Zain , Alana bingung sejak kapan ia menyimpan nomor Zain dan diberi nama Zauji dan sejak kapan juga Zain mempunyai nomornya .
Setelah cukup lama pusing memikirkan arti kata Zauji dan memikirkan bagaimana cara Zain mempunyai nomornya .
Alana kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda .
Dan tak lama Alana sudah siap dengan mengenakan hijab segitiga berwarna army yang senada dengan baju gamisnya .
Alana tinggal menunggu Zain kembali dari supermarket , karena tak mungkin ia ke pesantren dalam keadaan datang bulan dan tidak memakai pembalut .
" Tok tok Assalamu'alaikum " ,
Pucuk dicinta ulam pun tiba , Alana segera membukakan pintu kamar .
" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab Alana .
" Ini Al " , Zain menyodorkan sekantong kresek besar yang berisikan pembalut .
" Bang Zain untuk apa sebanyak ini ? " , tanya Alana cukup kaget .
" Ya untuk kamu sekalian stok " , jawab Zain enteng .
" Tapi tidak sebanyak ini bang Zain " , balas Alana tidak habis pikir .
__ADS_1
Dan Zain hanya menampilkan barisan giginya .
" Maaf " , ucap Zain .
Zain tidak tahu Alana membutuhkan pembalut seberapa banyak dan ia sengaja membelinya banyak sekaligis untuk stok Alana .
" Ya udah gapapa , makasih ya " , balas Alana , lalu Alana segera masuk ke kamar mandi .
*****
Zain dan Alana sama-sama keluar dari kamar dan ternyata semua orang sudah berada diruang keluarga .
" Pengantin baru jam segini baru keluar kamar " , Goda bang Nizar seraya terkekeh .
" Nak sebaiknya kalian sarapan dulu , maaf tadi umi dan yang lain sarapan lebih dulu karena Zain menyarankan kita untuk tidak menunggu kamu " , Ucap Umi kepada menantunya .
" Iya umi gapapa , maaf semuanya tadi Alana bangun kesiangan " , jawab Alana menunduk malu .
" Iya tidak apa-apa kami mengerti kok " , jawab Abi seraya tersenyum dan dianggukan semuanya .
Alana hanya menunduk malu .
" Loh ini papah dan yang lain kok sudah siap ? , mau pada kemana ? " , tanya Zain yang melihat papah Nurzaki dan keluarga sudah bersiap dengan tas mereka .
" Kami mau pulang nak , papah besok pagi ada kerjaan " , Jawab papah Nurzaki jujur .
" Jadi papah , mamah mau pulang sekarang ? " , tanya Alana yang langsung bersedih dan memeluk tangan mamah Nazia .
" Iya sayang , papah besok ada meeting begitupun dengan bang Nizar " , Jawab Mamah Nazia seraya mengelus lembut kepala Alana yang terbalut hijab .
" Yah padahal Alana masih kangen sama kalian " , balas Alana dengan kedua mata berkaca-kaca .
" Nanti kalian bisa main ke rumah mamah kalau udah kembali kekota " , timpal mamah Nazia lembut .
Alana hanya bisa pasrah dan menganggukkan kepala .
Papah Nurzaki dan yang lainnya pun langsung pamit , dan Alana tak bisa membendung air matanya , ia harus rela kembali berpisah dengan keluarganya .
Papah Nurzaki dan keluarga diantarkan oleh ustad Alif , Zain dilarang untuk mengantarkan karena papah Nurzaki tahu kalau Zain sangatlah cape dan juga sibuk harus mengurusi pesantren .
Sekepergiannya papah Nurzaki dan keluarga , Alana diajak oleh Zain untuk kembali masuk ke rumah , sedangkan umi membawa Abi yang ingin berkeliling pesantren melihat santri santriwati yang tengah beberes .
Alana dan Zain langsung menuju meja makan untuk sarapan , Alana mulai terbiasa mengambilkan Zain nasi dan lauk pauk lalu untuk dirinya .
Keduanya mulai menikmati makanan namun kali ini Alana sangat tidak berselera untuk makan , maka dari itu Alana hanya mengambil sedikit nasi dan juga lauk pauk .
😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .