
" Assalamu'alaikum Bu , apa ibu baik-baik aja " , salam Zain yang entah sudah keberapa kali ia ucapkan .
" Eh wa'alaikum salam " , jawab Bu Siska yang langsung salah tingkah .
" Maaf mas mau cari siapa ya dan ada keperluan apa disekolah ini ? " , tanya Bu Siska selembut mungkin .
" Saya adalah wakil dari Nadia Alana saya kesini untuk menghadiri surat panggilan untuk orang tua " , jawab Zain jujur .
" Oh begitu ya , ya sudah kalau seperti langsung masuk saja mas " , jawab Bu Siska yang langsung senang .
Zain menganggukan kepala lalu ia masuk ke ruang BK , dan ternyata disana belum ada siapa-siapa .
" Maaf Apa hanya Alana saja yang mendapat surat panggilan Bu ? " , tanya Zain pasalnya ia merasa tidak enak jika harus berduaan didalam satu ruangan dengan bukan muhrimnya .
" Oh tidak mas mungkin orang tua atau wali yang lain sebentar lagi akan datang , kalau begitu saya buatkan dulu minum ya mas " , jawab Bu Siska sekalian menawarkan diri .
Zain sudah menolak untuk dibuatkan minum namun Bu Siska tetap memaksa sampai Zain akhirnya menganggukan kepala setuju .
Tak lama Bu Siska kembali dengan membawa secangkir teh hangat disusul oleh orang tua atau wali siswa-siswi lain .
Bu Siska mulai bersikap normal seperti guru pada umumnya , dan ia mulai membuka suara dan menyampaikan apa tujuan sebenarnya sampai ia memanggil orang tua atau wali siswa siswi tersebut .
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu " , salam Bu Siska dan langsung dijawb oleh semua orang .
" Saya ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada bapak dan ibu semua yang sudah berkenan hadir memenuhi surat panggilan dan maaf jika saya mengganggu aktivitas ibu / bapak semuanya " ,
" Baik saya langsung saya menyampaikan apa tujuan saya memberi surat panggilan kepada anak-anak ",
" Jujur saya merasa miris dengan sikap anak sekolah jaman sekarang dan sangat saya sesali hal ini terjadi pada anak didik saya " ,
" Dari semua siswa siswi yang mendapatkan surat panggilan mereka adalah siswa-siswi yang ikut balapan liar dijam sekolah dan masih dijam pelajaran atau mereka memilih bolos demi mengikuti balapan liar " ,
__ADS_1
Perkataan Bu Siska mampu membuat semua orang kaget dan tak percaya dengan tingkah anaknya masing-masing , begitu pun dengan Zain , ia merasa kaget jika Alana sampai ikut balapan liar .
" Astaghfirullah " , gumam Zain seraya mengelus dadanya .
" Berarti apa yang dikatakan Alana kemarin adalah bohong " , gumam Zain seraya menggelengkan kepalanya .
" Maaf Bu apa mungkin anak perempuan saya ikut balapan liar juga secara dia tidak bisa mengendarai motor ? " , tanya salah satu orang tua murid .
" Tidak Bu tapi kebanyakan anak perempuan mereka ikut ke balapan liar hanya untuk memberi dukungan pada kekasihnya yang tengah ikut balapan liar " , jawab Bu Siska apa adanya , dan membuat semua yang ada diruang BK menggelengkan kepalanya .
Degh.... , mendengar hal itu Zain merasakan hatinya yang tiba-tiba sakit seperti tertusuk ribuan belati .
" Apa Alana juga melakukan hal yang sama ? , itu artinya Alana mempunyai kekasih ? " , batin Zain penuh tanya.
Acara itu berlanjut cukup lama dan terakhir Bu Siska meminta orang tua atau wali lebih memperhatikan anak mereka ditambah sebentar lagi mereka akan mengikuti ujian nasional sangat disayangkan jika sampai mereka bertingkah yang tidak-tidak dan bisa saja 0ihak sekolah menskors atau mengeluarkan nya .
Zain keluar dari ruang BK dengan wajah murung , ada ribuan pertanyaan yang hinggap dibenaknya dan semua tertuju pada Alana .
Terlihat beberapa kali bibirnya terus mengucapkan istighfar mencoba meredamkan amarahnya yang saat ini hampir menguasai dirinya .
Zain bahkan sampai melupakan niatnya untuk memberi uang saku terlebih dulu pada Alana , jika Zain langsung bertemu Alana , ia takut tidak bisa menahan amarahnya dan membuat Alana malah menjadi ketakutan .
*****
Sekitar jam 8 malam Zain baru pulang dari kantor , ya setelah tadi menjemput Alana dan mengantarkan nya ke apartemen Zain kembali ke kantor , namun ada yang berbeda dengan hari ini Zain sama sekali tidak menyapa Alana .
" Sudah pulang ? " , tanya Alana yang lega melihat Zain akhirnya pulang , ia sempat takut jika malam ini Zain tidak pulang .
Zain hanya melirik Alana sekilas lalu ia segera ke ruang ganti dan berlalu ke kamar mandi .
Alana tanpa merenung semenjak tadi Zain menjemputnya sekolah ia tanpa berbeda dan seakan terus mendiamkan Alana bahkan Zain tak menyalanya Alana sama sekali .
__ADS_1
" Dia kenapa sih ? , kenapa Alana merasa bang Zain mendiamkan Alana " , gumam Alana pelan .
" Apa - " ,
" Oh jangan-jangan bang Zain marah karena tahu kelakuan Alana kan tadi bang Zain menghadiri panggilan Bu Siska " , gumam Alana lalu ia menepuk jidatnya pelan .
Alana masih terdiam merenung memikirkan sikap Zain dan ketika pintu kamar mandi terbuka , ia hanya bisa melongo melihat Zain yang keluar dengan rambut basah dan sudah lengkap mengenakan pakaian .
Zain langsung melewati Alana begitu saja , ia langsung keluar kamar dan duduk dimeja makan .
Dengan ragu-ragu Alana mengikuti langkah Zain , Alana merasa sakit karena kini Zain tidak peduli lagi dengan dirinya bahkan Zain makan seorang diri tidak menawari atau bahkan mengajaknya seperti hari-hari sebelumnya .
" Itu makanan buat kamu " , Zain menunjuk pada makanan yang ada dihadapannya .
Karena lapar Alana langsung duduk dimeja makan dan ikut makan bersama Zain .
Zain lebih dulu menyelesaikan makannya , dan ia dengan santai langsung melangkahkan kakinya ke ruang kerja tanpa meninggalkan sepatah katapun untuk Alana .
" Bang Zain kenapa ? , kenapa ia semarah itu sama Alana ? , batin Alana bertanya seraya merhatikan punggung Zain yang semakin menjauh dan menghilang dibalik pintu ruang kerjanya .
Tiba-tiba kedua mata Alana berkaca-kaca , entah rasanya ia sangat sakit ketika didiamkan oleh Zain . Walau Zain memang terkesan orangnya dingin tapi Alana bisa merasakan jika ada yang aneh dengan sikap Zain kali ini .
Alana segera menyelesaikan makannya , lalu ia membersihkan meja makan dan kembali ke kamar .
Sementara itu diruang kerja Zain tidak fokus mengerjakan pekerjaannya dan hal yang sama terjadi ketika ia dikantor tadi makanya Zain sampai pulang larut malam karena ia berulang kali memeriksa pekerjaannya takut ada yang keliru atau salah .
Zain menutup kedua tangannya .
" Ya Allah aku serahkan semua kepada mu , aku hanya hamba yang lemah yang tidak mempunyai kemampuan apa-apa , maka bantulah hamba untuk bisa mengatasi semuanya " , Doa Zain dalam hati .
Zain segera keluar dari ruang kerja , rasanya percuma berada didalam ruangan kerjanya tapi ia tidak bisa fokus dan Zain memilih membaringkan tubuhnya disofa depan ruang tv seraya menyalakan tv .
__ADS_1
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like,komen,vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏