Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Takut


__ADS_3

Pagi hari keadaan pesantren sudah sangat ramai , semu orang tengah sibuk mempersiapkan acara Isra Mi'raj , ada yang tengah mendekorasi ruangan Aula , dan ada juga yang tengah memasang tenda disepanjang halaman pesantren yang cukup luas .


Beberapa santriawati sibuk membantu didapur umum , dan beberapa santri sibuk membantu hal lain , pesantren benar-benar tengah sibuk demi untuk mensukseskan acara Isra Mi'raj .


Zain bahkan belum pulang ke rumah selepas shalat subuh tadi , tapi disaat seperti ini Alana merasa sangat takut dan rasanya tidak mau untuk keluar dari rumah .


Alana baru kali ini merasa tidak percaya diri , Alana takut untuk keluar rumah , takut dengan penampilan atau pakaian , Alana takut membuat umi , Abi dan Zain malu didepan banyak orang .


Alana tidak membawa baju gamis atau baju yang lebih sopan karena semua bajunya ia tinggalkan dirumah mamah Nazia .


" Tok , Tok Assalamu'alaikum Al " , tiba-tiba pintu kamarnya diketuk .


" Wa'alaikum salam " , jawab Alana seraya membuka pintu .


" Umi " , gumam Alana .


" Kenapa kamu hanya diam dikamar nak ? , apa kamu sedang sakit ", Tanya Umi seraya menempelkan punggung tangannya dikening Alana .


Iya sesudah sarapan tadi umi pamit untuk ke dapur umum , Sebenarnya Umi mengajak Alana untuk ikut namun Alana menjawab akan menyusul nanti , ia nampaknya ragu-ragu untuk ikut .


Dan karna sudah lama umi berada didapur umum namun Alana tak kunjung datang akhirnya umi memutuskan untuk kembali mengajak Alana kerena umi khawatir meninggalkan Alana sendiri dirumah .


Zain tengah sibuk dengan beberapa pengurus pesantren dan Abi pun tengah memantau persiapan acara dengan menggunakan kursi rodanya .


" Kenapa umi ?, apa ada yang tertinggal ? " , tanya Alana mencoba mengalihkan topik pembicaraan mereka .


" Ada , menantu umi yang tertinggal " , jawab Umi seraya tersenyum .


" Umi bisa aja " , balas Alana terkekeh .


" Umi gak tenang jika meninggalkan kamu sendiri di rumah nak , nanti jika kamu hilang , Zain akan menyalahkan umi " , ucap umi panjang lebar .


" Ya ngga lah umi lagian Alana gak akan hilang " , balas Alana seraya terkekeh.


" Ya udah ayo ikut umi nak biar kamu tak bosan berada disini " , Ajak umi lembut .


" Mmm umi " , ucap Alana ragu-ragu .

__ADS_1


" Alana malu umi " , ucap Alana pelan .


Umi langsung menatap merhatikan Alana .


" Malu kenapa sayang ? , didapur umum hanya ada para santriwati dan beberapa ibu-ibu juru masak " , tanya Umi seraya menjelaskan.


" Maksudnya Alana malu dengan pakaian Alana umi " , balas Alana seraya menunduk .


Umi langsung tersenyum seraya tangannya terangkat mengusap lembut rambut Alana .


" Ada apa dengan pakaian kamu nak ? " , tanya Umi lembut .


" Pakaian Alana kurang sopan umi dan Alana takut malah membuat Umi , Abi dan bang Zain malu didepan banyak orang ", jawab Alana panjang lebar seraya masih menunduk .


" Masya Allah nak ternyata sedari tadi kamu gak mau keluar kamar karna memikirkan kami sayang " , ucap Umi terharu .


" Ya udah kamu tunggu disini sebentar ! , umi bawa sesuatu dulu " , Umi meninggalkan Alana sendiri dan ia masuk ke dalam kamarnya .


Tak lama Umi sudah kembali dengan membawa pakaian ditangannya .


" Umi ? " , panggil Alana ragu-ragu seraya menyentuh gamis yang ada dihadapannya .


'' Iya sayang kamu pakai baju ini yaa , Umi yakin kamu akan sangat cantik ", timpal Umi seolah mengerti pertanyaan Alana .


" Makasih , makasih banyak umi " , Alana langsung memeluk tubuh umi .


" Kami yang harusnya berterimakasih nak , terimakasih kamu sampai segitunya memikirkan kami , padahal kami tidak pernah malu mempunyai menantu seperti kamu nak " , Balas Umi seraya membalas pelukan Alana dan mengelus lembut punggung Alana .


Alana pamit untuk masuk kamar setelah umi melepaskan pelukannya , Alana langsung segera memakai gamis yang diberikan umi .


Alana merhatikan dirinya dipantulan cermin , ia tidak menyangka bisa memakai baju gamis seperti ini , dirumah Alana juga mempunyai beberapa baju gamis tapi itu pun mamah Nazia yang belikan dan Alana tidak pernah mau pakai , jika ada acara pengajian Alana lebih sering menggunakan setelah panjang dan memakai hijab dengan asal-asalan .


Alana duduk didepan meja rias dan sekarang ia bingung tidak tahu bagaimana cara memakai hijab dengan benar apalagi hijab model pasmina .


Umi masih setia menunggu Alana seraya duduk diruang tamu dan setelah menunggu cukup lama akhirnya umi kembali mengetuk pintu kamar Alana.


" Tok , Tok Assalamu'alaikum Al " , Salam Umi .

__ADS_1


" Iya umi masuk aja pintunya tidak dikunci " , jawab Alana dari dalam kamar .


Perlahan umi membuka pintu kamar Alana , dan umi langsung tersenyum ketika melihat Alana yang sudah mengenaskan gamis , Alana terlihat sangat cantik dan anggun persis seperti pertama kali umi melihat Alana waktu acara ijab Qabul .


Walau belum mengenakan hijab dengan benar tapi kecantikan Alana sudah terlihat .


" Masya Allah menantu Umi cantik banget " , Puji Umi seraya mendekati Alana .


" Umi tapi - " , ucap Alana ragu-ragu seraya memegang hijab yang ada dikepala nya .


" Umi bantu ya sayang , bentar umi ambilkan dulu peniti sama pentul " , balas Umi , lalu ia segera melangkahkan kaki kembali ke kamar untuk membawa peniti dan pentul .


Tak lama umi sudah kembali .


" Sini Umi bantu boleh ? " , ucap Umi terlihat sangat antusias .


" Boleh umi , makasih banyak atas semua nya dan maaf - ", jawab Alana dengan kedua mata yang berkaca-kaca .


" Sudah tidak apa-apa sayang , kita ini satu keluarga sudah seharusnya saling membantu , jangankan satu keluarga sesama makhluk Allah SWT pun kita dianjurkan untuk saling membantu nak " , jawab Umi panjang lebar seraya tersenyum .


Alana duduk dimeja rias dan Umi dengan lihai membantu Alana untuk mengenakan hijab pasmina .


Tak membutuhkan waktu lama Alana sudah mengenakan hijab dengan benar dan pasti hijab yang menutupi bagian dadanya .


" Masya Allah sayang kamu cantik sekali , beruntung sekali Zain mempunyai istri seperti kamu " , Puji Umi seraya mengelus bahu Alana yang masih duduk dimeja rias .


" Umi bisa aja " , balas Alana seraya menyembunyikan rona malu diwajahnya.


Umi dan Alana langsung keluar menuju dapur umum , sepanjang perjalanan umi terus menggenggam tangan menantunya dan sebelum sampai di dapur umum mereka harus melewati halaman pesantren , ruang Aula dan juga beberapa kelas .


Semua mata langsung tertuju dengan sosok yang berjalan disamping umi , jika dengan penampilan umi semua sudah sangat mengenal , Umi selalu memakai niqob jika keluar apalagi dipesantren tengah mengadakan acara besar seperti ini , namun dengan gadis cantik yang memakai kerudung pasmina yang senada dengan gamisnya mereka merasa sangat asing .


" Masya Allah bidadari dari mana siang-siang kaya gini ? " , gumam semua orang yang melihat kecantikan Alana .


😍😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .

__ADS_1


__ADS_2