Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Sekepergian Zain , Alana senyum-senyum sendiri didalam kamar seraya memilah-milah baju pemberian dari Zain , Zain tidak tanggung-tanggung membelikannya baju gamis sebanyak 5 pcs dengan model dan warna yang berbeda , dan Alana sangat menyukai model atau pun warna baju gamis pilihan Zain karena menurutnya warna dan modelnya sangatlah anak muda sesuai dengan umur Alana .


Alana menjatuhkan pilihan ke baju gamis berwarna Navy dengan kerudung berwarna silver sesuai dengan motif warna bajunya yang akan ia pakai diacara nanti siang .


Sebenarnya Alana sudah berniat ingin meminjam baju gamis kepada Alena karna baju gamis yang umi kasih sudah kotor dan itu hanya 2 pcs , tapi ternyata suaminya sudah berinisiatif membelikan ia baju gamis yang baru .


Pagi ini Alana disibukkan kembali menemani umi menyambut para tamu , tak henti-hentinya para tamu dan masyarakat sekitar silih berganti berdatangan memberikan partisipasi untuk acara Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW .


Sampai tak terasa sudah mau masuk waktu Dzuhur dan para tamu mulai berpamitan .


Setelah tak ada lagi tamu yang datang Alana dan Umi langsung kembali kerumah dan bersiap untuk acara nanti setelah Dzuhur .


Alana langsung masuk ke dalam kamar , namun alangkah kagetnya ia ketika melihat Zain yang bertelanjang dada yang hanya mengenakan handuk sebatas perut .


" Aaaa... " , Teriak Alana yang langsung menutup kedua matanya dengan telapak tangan .


Zain pun sama halnya dengan Alana ia sangat kaget dengan kedatangan Alana yang tiba-tiba masuk lalu berteriak dengan suara cempreng nya .


" Al Alana ada apa nak ? ", tanya Umi seraya mengetuk pintu kamar .


" Mmm gapapa umi , ini tadi anu ada kecoa " , jawab Alana seraya mencari alasan .


" Kecoa ? , mana kecoanya biar umi usir ?" , timpal Umi lagi .


" Mmm kecoanya sudah pergi kok umi " , jawab Alana yang masih setia menutup kedua mata dengan telapak tangan dan ia berdiri dibalik pintu kamar .


" Oh syukurlah kalau begitu " , balas Umi .


Zain sedikit bernafas lega karena Alana yang mencari-cari alasan pada umi walau harus dengan berbohong .


" Al kenapa tidak ketuk pintu atau mengucapkan salam ? ", tanya Zain seraya dengan cepat memakai pakaiannya .


" Maaf , kirain bang Zain masih dipesantren " , jawab Alana pelan .


Tak lama Zain sudah mengenakan pakaiannya .


" Buka matanya Al ? " , ujar Zain santai , dan dengan cepat Alana langsung menggelengkan kepalanya .


" Aku sudah dibaju kok " , jawab Zain seraya tersenyum melihat tingkah Alana .


" Seriusan ? , bang Zain gak lagi ngerjain Alana kan ? " , tanya Alana seraya menetralkan degup jantungnya yang hampir saja mau copot .

__ADS_1


" Mmmm gimana ya ? " , timpal Zain yang malah menggoda Alana .


" Tu kan bang Zain bohong , ga mau ah Alana gak akan buka mata " , balas Alana kesal .


" Memangnya kenapa ? , kita ini udah halal loh jadi ya gapapa kamu lihat aurat aku begitupun sebaliknya " , ucap Zain seraya menahan tawanha karna berhasil mengerjai Alana .


" Bang Zain jangan macem-macem ya ! " , balas Alana penuh penekanan .


Dan Zain malah dengan jail langsung menarik keduanya tangan Alana yang masih menutupi wajah cantik istrinya .


" Bang Zain ...... " , teriak Alana namun masih setia dengan menutup kedua tangannya dengan rapat .


" Jangan teriak-teriak nanti yang lain dengar Alana ! " , balas Zain lembut seraya berbisik tepat disamping telinga Alana dan berhasil membuat tubuh Alana langsung meremang seperti mendapat sengatan listrik .


" Bang Zain cepat pakai bajunya ! " , ucap Alana kesal .


" Aku akan pakai bajunya kalau kamu udah buka mata " , goda Zain lagi .


" Ish bang Zak nyebelin banget deh ", kesal Alana seraya menghentakkan kakinya .


" Ya udah deh Alana keluar dulu " , ucap Alana seraya langsung berbalik badan dan meraih handle pintu .


Namun dengan cepat Zain menarik tangan Alana dan karena tubuh Zain belum siap menerima tubuh Alana , akhirnya mereka terjatuh dilantai dengan posisi Alana yang berada diatas tubuh Zain .


" Bang Zain ngerjain Alana ! " , ucap Alana kesal setelah tahu Zain sudah mengenakan pakaian .


Alana perpura-pura merajuk demi menyembunyikan rasanya malu .


" Auws... , aduh Al pinggang aku sakit " , Ringis Zain seraya mencoba bangun .


Alana sebenarnya merasa tak tega namun ia masih malu dengan kejadian beberapa menit yang lalu .


Zain dengan susah payah akhirnya bisa bangun .


" Maaf ya Al aku cuman becanda " , ucap Zain menatap Alana .


" Ya udah iya , ya udah sana berangkat ! ", jawab Alana mengusir Zain .


" Ya udah aku pamit berangkat ke masjid dulu ya " , pamit Zain seraya memegang pinggangnya dengan satu tangan , lalu seperti biasa Zain menyodorkan tangan kanannya dan Alana langsung meraihnya dan mencium punggung tangannya .


" Assalamu'alaikum " , ucap Zain .

__ADS_1


" Eh Al " , Zain mengurungkan niat nya untuk membuka pintu dan ia langsung merogok dompet disaku gamisnya lalu menyodorkan uang berwarna merah muda 5 sebanyak lembar pada Alana .


" Untuk apa ? " , tanya Alana seraya menatap Zain bingung .


" Disekitar pesantren biasanya banyak pedangan jika ada acara seperti ini " , jawab Zain .


" Dan kamu jangan sampai meminta uang sama papah Nurzaki atau bang Nizar ! " , peringatan Zain .


" Tapi Alana masih punya uang kok " , tolak Alana jujur .


" Uang kamu simpan aja , pakai aja yang ini ! " , balas Zain seraya meraih satu tangan Alana .


" Makasih " , ucap Alana yang hanya dijawab oleh Zain dengan anggukan dan mengelus kepala Alana lembut .


" Assalamu'alaikum " , salam Zain yang benar-benar keluar dari kamar .


" Wa'alaikum salam warohmatullah " , jawab Alana .


Alana memegang kepalanya dengan kedua bibir terangkat membentuk senyuman , lalu ia teringat dengan Zain yang memakai gamis jubah berwarna Navy yang membuatnya semakin gagah dan menawan dan sangat cocok dengan kulit putih bersihnya .


Alana baru pertama kali melihat Zain mengenakan gamis jubah seperti itu dan ia mengakui jika Zain benar-benar ganteng apalagi ia mempunyain perut yang seperti roti sobek .


" Astagfirullah " , Alana beristigfar seraya menggelengkan kepalanya .


Alana langsung memasukan uangnya ke dalam dompet , lalu ia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu .


Sementara itu Zain berjalan seraya terus memegangi pinggangnya sampai Papah Nurzaki , dan bang Nizar yang kebutulan ingin berangkat ke masjid merasa curiga .


" Kenapa nak ? " , tanya papah Nurzaki .


" Eh mmm gapapa kok pah " , jawab Zain salah tingkah .


" Biasa lah pah pengantin baru " , timpal bang Nizar seraya terkekeh .


" Ya sudah ayo ! , masih kuat buat berjalan kan ? ", tanya papah Nurzaki seraya terkekeh .


" Kuat kok pah kuat " , jawab Zain seraya menampilka barisan giginya yang bersih dan rapi .


Sepanjang perjalanan ke masjid Zain menjadi pusat perhatian semua orang , banyak orang-orang yang bertanya mengenai keadaannya dan Zain bingung sendiri harus menjawab apa .


Dan sudah pasti disaat situasi Zain seperti itu bang Nizar dan Alif malah menjadikannya bahan candaan dan terus menggoda Zain .

__ADS_1


😍😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2