
Sekepergian Zain , Alana senyum-senyum sendiri didalam kamar seraya memilah-milah baju pemberian dari Zain , Zain tidak tanggung-tanggung membelikannya baju gamis sebanyak 5 pcs dengan model dan warna yang berbeda , dan Alana sangat menyukai model atau pun warna baju gamis pilihan Zain karena menurutnya warna dan modelnya sangatlah anak muda sesuai dengan umur Alana .
Alana menjatuhkan pilihan ke baju gamis berwarna Navy dengan kerudung berwarna silver sesuai dengan motif warna bajunya yang akan ia pakai diacara nanti siang .
Sebenarnya Alana sudah berniat ingin meminjam baju gamis kepada Alena karna baju gamis yang umi kasih sudah kotor dan itu hanya 2 pcs , tapi ternyata suaminya sudah berinisiatif membelikan ia baju gamis yang baru .
Pagi ini Alana disibukkan kembali menemani umi menyambut para tamu , tak henti-hentinya para tamu dan masyarakat sekitar silih berganti berdatangan memberikan partisipasi untuk acara Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW .
Sampai tak terasa sudah mau masuk waktu Dzuhur dan para tamu mulai berpamitan .
Setelah tak ada lagi tamu yang datang Alana dan Umi langsung kembali kerumah dan bersiap untuk acara nanti setelah Dzuhur .
Alana langsung masuk ke dalam kamar , namun alangkah kagetnya ia ketika melihat Zain yang bertelanjang dada yang hanya mengenakan handuk sebatas perut .
" Aaaa... " , Teriak Alana yang langsung menutup kedua matanya dengan telapak tangan .
Zain pun sama halnya dengan Alana ia sangat kaget dengan kedatangan Alana yang tiba-tiba masuk lalu berteriak dengan suara cempreng nya .
" Al Alana ada apa nak ? ", tanya Umi seraya mengetuk pintu kamar .
" Mmm gapapa umi , ini tadi anu ada kecoa " , jawab Alana seraya mencari alasan .
" Kecoa ? , mana kecoanya biar umi usir ?" , timpal Umi lagi .
" Mmm kecoanya sudah pergi kok umi " , jawab Alana yang masih setia menutup kedua mata dengan telapak tangan dan ia berdiri dibalik pintu kamar .
" Oh syukurlah kalau begitu " , balas Umi .
Zain sedikit bernafas lega karena Alana yang mencari-cari alasan pada umi walau harus dengan berbohong .
" Al kenapa tidak ketuk pintu atau mengucapkan salam ? ", tanya Zain seraya dengan cepat memakai pakaiannya .
" Maaf , kirain bang Zain masih dipesantren " , jawab Alana pelan .
Tak lama Zain sudah mengenakan pakaiannya .
" Buka matanya Al ? " , ujar Zain santai , dan dengan cepat Alana langsung menggelengkan kepalanya .
" Aku sudah dibaju kok " , jawab Zain seraya tersenyum melihat tingkah Alana .
" Seriusan ? , bang Zain gak lagi ngerjain Alana kan ? " , tanya Alana seraya menetralkan degup jantungnya yang hampir saja mau copot .
__ADS_1
" Mmmm gimana ya ? " , timpal Zain yang malah menggoda Alana .
" Tu kan bang Zain bohong , ga mau ah Alana gak akan buka mata " , balas Alana kesal .
" Memangnya kenapa ? , kita ini udah halal loh jadi ya gapapa kamu lihat aurat aku begitupun sebaliknya " , ucap Zain seraya menahan tawanha karna berhasil mengerjai Alana .
" Bang Zain jangan macem-macem ya ! " , balas Alana penuh penekanan .
Dan Zain malah dengan jail langsung menarik keduanya tangan Alana yang masih menutupi wajah cantik istrinya .
" Bang Zain ...... " , teriak Alana namun masih setia dengan menutup kedua tangannya dengan rapat .
" Jangan teriak-teriak nanti yang lain dengar Alana ! " , balas Zain lembut seraya berbisik tepat disamping telinga Alana dan berhasil membuat tubuh Alana langsung meremang seperti mendapat sengatan listrik .
" Bang Zain cepat pakai bajunya ! " , ucap Alana kesal .
" Aku akan pakai bajunya kalau kamu udah buka mata " , goda Zain lagi .
" Ish bang Zak nyebelin banget deh ", kesal Alana seraya menghentakkan kakinya .
" Ya udah deh Alana keluar dulu " , ucap Alana seraya langsung berbalik badan dan meraih handle pintu .
Namun dengan cepat Zain menarik tangan Alana dan karena tubuh Zain belum siap menerima tubuh Alana , akhirnya mereka terjatuh dilantai dengan posisi Alana yang berada diatas tubuh Zain .
" Bang Zain ngerjain Alana ! " , ucap Alana kesal setelah tahu Zain sudah mengenakan pakaian .
Alana perpura-pura merajuk demi menyembunyikan rasanya malu .
" Auws... , aduh Al pinggang aku sakit " , Ringis Zain seraya mencoba bangun .
Alana sebenarnya merasa tak tega namun ia masih malu dengan kejadian beberapa menit yang lalu .
Zain dengan susah payah akhirnya bisa bangun .
" Maaf ya Al aku cuman becanda " , ucap Zain menatap Alana .
" Ya udah iya , ya udah sana berangkat ! ", jawab Alana mengusir Zain .
" Ya udah aku pamit berangkat ke masjid dulu ya " , pamit Zain seraya memegang pinggangnya dengan satu tangan , lalu seperti biasa Zain menyodorkan tangan kanannya dan Alana langsung meraihnya dan mencium punggung tangannya .
" Assalamu'alaikum " , ucap Zain .
__ADS_1
" Eh Al " , Zain mengurungkan niat nya untuk membuka pintu dan ia langsung merogok dompet disaku gamisnya lalu menyodorkan uang berwarna merah muda 5 sebanyak lembar pada Alana .
" Untuk apa ? " , tanya Alana seraya menatap Zain bingung .
" Disekitar pesantren biasanya banyak pedangan jika ada acara seperti ini " , jawab Zain .
" Dan kamu jangan sampai meminta uang sama papah Nurzaki atau bang Nizar ! " , peringatan Zain .
" Tapi Alana masih punya uang kok " , tolak Alana jujur .
" Uang kamu simpan aja , pakai aja yang ini ! " , balas Zain seraya meraih satu tangan Alana .
" Makasih " , ucap Alana yang hanya dijawab oleh Zain dengan anggukan dan mengelus kepala Alana lembut .
" Assalamu'alaikum " , salam Zain yang benar-benar keluar dari kamar .
" Wa'alaikum salam warohmatullah " , jawab Alana .
Alana memegang kepalanya dengan kedua bibir terangkat membentuk senyuman , lalu ia teringat dengan Zain yang memakai gamis jubah berwarna Navy yang membuatnya semakin gagah dan menawan dan sangat cocok dengan kulit putih bersihnya .
Alana baru pertama kali melihat Zain mengenakan gamis jubah seperti itu dan ia mengakui jika Zain benar-benar ganteng apalagi ia mempunyain perut yang seperti roti sobek .
" Astagfirullah " , Alana beristigfar seraya menggelengkan kepalanya .
Alana langsung memasukan uangnya ke dalam dompet , lalu ia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu .
Sementara itu Zain berjalan seraya terus memegangi pinggangnya sampai Papah Nurzaki , dan bang Nizar yang kebutulan ingin berangkat ke masjid merasa curiga .
" Kenapa nak ? " , tanya papah Nurzaki .
" Eh mmm gapapa kok pah " , jawab Zain salah tingkah .
" Biasa lah pah pengantin baru " , timpal bang Nizar seraya terkekeh .
" Ya sudah ayo ! , masih kuat buat berjalan kan ? ", tanya papah Nurzaki seraya terkekeh .
" Kuat kok pah kuat " , jawab Zain seraya menampilka barisan giginya yang bersih dan rapi .
Sepanjang perjalanan ke masjid Zain menjadi pusat perhatian semua orang , banyak orang-orang yang bertanya mengenai keadaannya dan Zain bingung sendiri harus menjawab apa .
Dan sudah pasti disaat situasi Zain seperti itu bang Nizar dan Alif malah menjadikannya bahan candaan dan terus menggoda Zain .
__ADS_1
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .