
Sementara itu Zain masih setia menunggu didekat mobilnya disamping gedung sekolah .
Alena dan bang Nizar sudah pulang beberapa menit yang lalu .
Dan Alena juga mengatakan kalau saudara kembarnya tengah ke kamar mandi karna sakit perut .
10 menit , 20 menit , 30 menit sampai hampir 2 jam Zain menunggu Alana , namun yang ditunggu-tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya .
Zain merasa tidak enak hati , akhirnya ia mencoba bertanya pada pak satpam .
" Assalamu'alaikum permisi pak " , salam Zain sopan .
" Wa'alaikum salam , eh mas yang kemarin ya ? '' , Jawab nya sekaligus bertanya .
Zain hanya mengangguk mengiyakan .
" Maaf pak apa saya boleh meminta bantuan ? " , pinta Zain sopan .
" Iya boleh , ada apa mas ? " , jawab Pak satpam ramah .
" Apa boleh saya tahu dimana tolet perempuan ? " , tanya Zain ragu-ragu .
Dan pak satpam langsung mengerutkan dahinya karena merasa aneh .
" Maaf pak maksud saya , saya sedang menunggu Alana dan tadi katanya Alana lagi ke kamar mandi ", ucap Zain cepat setelah menyadari perubahan raut wajah pak satpam .
" Dan saya sudah menunggu hampir 2 jam tapi Alana tidak kunjung datang , saya khawatir takut terjadi sesuatu dengan dia pak " , ucap Zain lain .
" Oh mari mas kalau gitu saya antar " , jawab pak Satpam dan langsung mempersilahkan Zain untuk berjalan lebih dulu .
" Ini mas kamar toilet perempuan , bentar ya mas saya coba cek ke dalam " , ucap Pak satpam baik .
Zain mengangguk dengan cepat , dan ia menunggu didepan toilet perempuan , beruntung ia bertemu orang baik yang mau membantunya karena sebenarnya Zain tidak mau jika harus masuk ke toilet perempuan .
Tak lama pak satpam sudah kembali .
" Maaf mas didalam tidak ada siapa-siapa , semua nya kosong " , Ucap Pak satpam .
Dan mampu membuat Zain langsung tercengang kaget dan perasaannya semakin tidak enak .
" Yang benar pak ? , tapi tadi katanya Alana sedang ke kamar mandi " , tanya Zain tak percaya .
" Jika mas tidak percaya boleh cek sendiri mas " , balas pak satpam .
__ADS_1
Zain tak berani masuk ke toilet perempuan ia hanya berteriak memanggil nama Alana dari arah luar .
" Al , Alana " , teriak Zain dan sepertinya pak satpam memang berkata jujur .
Kamar mandi terlihat sangat sepi bahkan pintu nya pun semua terbuka lebar .
" Maaf mas jangan-jangan Alana sudah pulang lebih dulu ? '' , ucap Pak satpam .
" Tak mungkin pak sedari tadi saya sudah berada didepan dan tidak melihat Alana " , bantah Zain .
" Atau ngga Alana bertingkah lagi ? " , tebak pak satpam .
Siapa yang tidak mengenal Alana , anak yang bar-bar dan banyak tingkah , bahkan pak satpam kerap di buat pusing dengan tingkah Alana dan kawan-kawan nya .
" Maksudnya bolos ? '' , tanya Zain .
" Bisa jadi mas " , jawab pak satpam .
" Ngga , Alana gak mungkin bolos pak karena ini hari ujian " , balas Zain tak setuju karena ia tahu bagaimana Alana belajar , tidak mungkin ia sudah belajar tetapi malah bolos .
" Maaf pak boleh bantu saya cari Alana , saya yakin Alana masih berada disekitar sini " , pinta Zain sopan dan langsung dianggukan pak satpam .
Zain dan pak satpam mencari Alana ke sekeliling sekolah bahkan meraka sampai memutari area sekolah 2 kali takut ada kelas atau tempat yang terlewatkan .
" Tidak ada mas bahkan semua kelas sudah kosong dan disini tidak ada siswa-siswi hanya tinggal ada guru beberapa orang " , Ujar pak Satpam seraya mengelap keringatnya di dahi .
Zain teringat dengan sesuatu , Cctv , iya dengan rekaman CCTV mungkin Zain bisa melihat kemana Alana pergi .
" Pak apa boleh saya melihat rekaman cctv ? " , pinta Zain .
" Oh boleh mas , silahkan saya akan antar mas ke ruang cctv " , jawab Pak Satpam .
Sesampai diruang Cctv , mereka langsung memutarkan rekaman video hari ini .
" Itu Alana " , tunjuk Zain pada layar monitor yang memperlihatkan Alana yang berjalan dan masuk ke kamar mandi .
Dan setelah menonton sampai habis , Zain langsung mengepalkan kedua tangannya dengan mata yang mulai memerah .
" Mas , mas tidak apa-apa ? " , tanya pak Satpam seraya menatap pada Zain .
Zain langsung beristigfar dan mencoba menahan dirinya , menahan dirinya untuk tidak tersulut amarah .
" Iya saya baik-baik aja pak " , jawab Zain seraya tersenyum .
__ADS_1
'' Oh ya pak makasih atas semua bantuannya , ini ada sedikit rezeki untuk bapak makan siang " , Ujar Zain seraya menjabat tangan pak satpam dan menyelipkan uang .
Tak lupa Zain pun melakukan hal sama pada penjaga ruangan cctv .
Zain lansung pamit dan berjalan cepat ke arah mobilnya , ia langsung mengambil laptopnya yang berada dikursi belakang .
Jari lentiknya mulai bermain dengan lihai diatas keyboard . Beruntung Zain tadi sempat melihat rekaman cctv yang mengarah ke samping sekolah dan memperlihatkan no polisi kendaraan laki-laki yang pergi bersama Alana .
Zain terus beristigfar agar dirinya tidak dikuasi oleh amarah . Walau rasanya saat ini sangat marah dan ingin mengahajar laki-laki yang sudah berani membawa istrinya pergi tanpa izin .
Dengan cepat Zain langsung menyalakan mesin mobilnya ketika mengetahui kemana kemungkinan Faisal membawa Alana pergi .
Kedua bibirnya terus beristigfar seraya mencoba fokus mengemudi melihat kesekitar jalanan .
" Ya Rabb lindungilah istri hamba " , tak lupa Zain pun berdoa untuk keselamatan Alana .
Sampai akhirnya ia melihat motor yang sama persis seperti laki-laki yang membawa Alana , tak lupa Zain pun mencocokan no polisi kendaraan dan ternyata memang sama .
Dengan sedikit berlari Zain masuk kedalam , dan ia langsung merluaskan pandangannya mencari sosok Alana ditengah-tengah kerumunan banyak orang yang tengah berjoget .
Zain sedikit kesusahan untuk mengenali Alana ditambah dengan cahaya kerlap-kerlip membuat penglihatan tak bisa melihat dengan jelas .
" Ayolah sayang , cobain ini sedikit , pasti kamu belum pernah coba kan ? " , Ujar Faisal yang sudah mabuk .
" Ngga gak mau " , Alana menepis minuman itu sampai gelasnya terjatuh ke lantai .
Brakkk...
Faisal memukul meja dengan sangat kencang sehingga membuat Alana semakin takut dan kembali terisak .
" Alana " , teriak Faisal seraya menatap Alana .
" Oh atau kamu mau langsung ke kamar ya sayang " , Ucap Faisal seraya mencekam kuat kedua pipi Cabby Alana .
Alana sudah meronta meminta dilepaskan , bahkan sedari tadi Alana hanya duduk dipojokan seraya menangis ketakutan .
Faisal terus mendekatkan wajahnya dengan wajah Alana namun sebelum ia menyentuh bibir Alana tiba-tiba dari samping pipinya mendapat pukulan sangat kencang sampai ia tersungkur ke lantai .
" Bang Zain " , gumam Alana dan ia langsung berlari dan memeluk Zain .
" Bang Zain , Alana mohon bawa Alana pergi dari sini " , mohon Alana seraya terisak .
Zain melihat ke arah Faisal yang masih belum ada pergerakan , dan dengan cepat ia langsung menarik tangan Alana untuk segera keluar dari tempat itu .
__ADS_1
😍😍😍
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .