Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Menyusuli Alana


__ADS_3

Sementara itu Zain masih setia menunggu didekat mobilnya disamping gedung sekolah .


Alena dan bang Nizar sudah pulang beberapa menit yang lalu .


Dan Alena juga mengatakan kalau saudara kembarnya tengah ke kamar mandi karna sakit perut .


10 menit , 20 menit , 30 menit sampai hampir 2 jam Zain menunggu Alana , namun yang ditunggu-tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya .


Zain merasa tidak enak hati , akhirnya ia mencoba bertanya pada pak satpam .


" Assalamu'alaikum permisi pak " , salam Zain sopan .


" Wa'alaikum salam , eh mas yang kemarin ya ? '' , Jawab nya sekaligus bertanya .


Zain hanya mengangguk mengiyakan .


" Maaf pak apa saya boleh meminta bantuan ? " , pinta Zain sopan .


" Iya boleh , ada apa mas ? " , jawab Pak satpam ramah .


" Apa boleh saya tahu dimana tolet perempuan ? " , tanya Zain ragu-ragu .


Dan pak satpam langsung mengerutkan dahinya karena merasa aneh .


" Maaf pak maksud saya , saya sedang menunggu Alana dan tadi katanya Alana lagi ke kamar mandi ", ucap Zain cepat setelah menyadari perubahan raut wajah pak satpam .


" Dan saya sudah menunggu hampir 2 jam tapi Alana tidak kunjung datang , saya khawatir takut terjadi sesuatu dengan dia pak " , ucap Zain lain .


" Oh mari mas kalau gitu saya antar " , jawab pak Satpam dan langsung mempersilahkan Zain untuk berjalan lebih dulu .


" Ini mas kamar toilet perempuan , bentar ya mas saya coba cek ke dalam " , ucap Pak satpam baik .


Zain mengangguk dengan cepat , dan ia menunggu didepan toilet perempuan , beruntung ia bertemu orang baik yang mau membantunya karena sebenarnya Zain tidak mau jika harus masuk ke toilet perempuan .


Tak lama pak satpam sudah kembali .


" Maaf mas didalam tidak ada siapa-siapa , semua nya kosong " , Ucap Pak satpam .


Dan mampu membuat Zain langsung tercengang kaget dan perasaannya semakin tidak enak .


" Yang benar pak ? , tapi tadi katanya Alana sedang ke kamar mandi " , tanya Zain tak percaya .


" Jika mas tidak percaya boleh cek sendiri mas " , balas pak satpam .

__ADS_1


Zain tak berani masuk ke toilet perempuan ia hanya berteriak memanggil nama Alana dari arah luar .


" Al , Alana " , teriak Zain dan sepertinya pak satpam memang berkata jujur .


Kamar mandi terlihat sangat sepi bahkan pintu nya pun semua terbuka lebar .


" Maaf mas jangan-jangan Alana sudah pulang lebih dulu ? '' , ucap Pak satpam .


" Tak mungkin pak sedari tadi saya sudah berada didepan dan tidak melihat Alana " , bantah Zain .


" Atau ngga Alana bertingkah lagi ? " , tebak pak satpam .


Siapa yang tidak mengenal Alana , anak yang bar-bar dan banyak tingkah , bahkan pak satpam kerap di buat pusing dengan tingkah Alana dan kawan-kawan nya .


" Maksudnya bolos ? '' , tanya Zain .


" Bisa jadi mas " , jawab pak satpam .


" Ngga , Alana gak mungkin bolos pak karena ini hari ujian " , balas Zain tak setuju karena ia tahu bagaimana Alana belajar , tidak mungkin ia sudah belajar tetapi malah bolos .


" Maaf pak boleh bantu saya cari Alana , saya yakin Alana masih berada disekitar sini " , pinta Zain sopan dan langsung dianggukan pak satpam .


Zain dan pak satpam mencari Alana ke sekeliling sekolah bahkan meraka sampai memutari area sekolah 2 kali takut ada kelas atau tempat yang terlewatkan .


" Tidak ada mas bahkan semua kelas sudah kosong dan disini tidak ada siswa-siswi hanya tinggal ada guru beberapa orang " , Ujar pak Satpam seraya mengelap keringatnya di dahi .


Zain teringat dengan sesuatu , Cctv , iya dengan rekaman CCTV mungkin Zain bisa melihat kemana Alana pergi .


" Pak apa boleh saya melihat rekaman cctv ? " , pinta Zain .


" Oh boleh mas , silahkan saya akan antar mas ke ruang cctv " , jawab Pak Satpam .


Sesampai diruang Cctv , mereka langsung memutarkan rekaman video hari ini .


" Itu Alana " , tunjuk Zain pada layar monitor yang memperlihatkan Alana yang berjalan dan masuk ke kamar mandi .


Dan setelah menonton sampai habis , Zain langsung mengepalkan kedua tangannya dengan mata yang mulai memerah .


" Mas , mas tidak apa-apa ? " , tanya pak Satpam seraya menatap pada Zain .


Zain langsung beristigfar dan mencoba menahan dirinya , menahan dirinya untuk tidak tersulut amarah .


" Iya saya baik-baik aja pak " , jawab Zain seraya tersenyum .

__ADS_1


'' Oh ya pak makasih atas semua bantuannya , ini ada sedikit rezeki untuk bapak makan siang " , Ujar Zain seraya menjabat tangan pak satpam dan menyelipkan uang .


Tak lupa Zain pun melakukan hal sama pada penjaga ruangan cctv .


Zain lansung pamit dan berjalan cepat ke arah mobilnya , ia langsung mengambil laptopnya yang berada dikursi belakang .


Jari lentiknya mulai bermain dengan lihai diatas keyboard . Beruntung Zain tadi sempat melihat rekaman cctv yang mengarah ke samping sekolah dan memperlihatkan no polisi kendaraan laki-laki yang pergi bersama Alana .


Zain terus beristigfar agar dirinya tidak dikuasi oleh amarah . Walau rasanya saat ini sangat marah dan ingin mengahajar laki-laki yang sudah berani membawa istrinya pergi tanpa izin .


Dengan cepat Zain langsung menyalakan mesin mobilnya ketika mengetahui kemana kemungkinan Faisal membawa Alana pergi .


Kedua bibirnya terus beristigfar seraya mencoba fokus mengemudi melihat kesekitar jalanan .


" Ya Rabb lindungilah istri hamba " , tak lupa Zain pun berdoa untuk keselamatan Alana .


Sampai akhirnya ia melihat motor yang sama persis seperti laki-laki yang membawa Alana , tak lupa Zain pun mencocokan no polisi kendaraan dan ternyata memang sama .


Dengan sedikit berlari Zain masuk kedalam , dan ia langsung merluaskan pandangannya mencari sosok Alana ditengah-tengah kerumunan banyak orang yang tengah berjoget .


Zain sedikit kesusahan untuk mengenali Alana ditambah dengan cahaya kerlap-kerlip membuat penglihatan tak bisa melihat dengan jelas .


" Ayolah sayang , cobain ini sedikit , pasti kamu belum pernah coba kan ? " , Ujar Faisal yang sudah mabuk .


" Ngga gak mau " , Alana menepis minuman itu sampai gelasnya terjatuh ke lantai .


Brakkk...


Faisal memukul meja dengan sangat kencang sehingga membuat Alana semakin takut dan kembali terisak .


" Alana " , teriak Faisal seraya menatap Alana .


" Oh atau kamu mau langsung ke kamar ya sayang " , Ucap Faisal seraya mencekam kuat kedua pipi Cabby Alana .


Alana sudah meronta meminta dilepaskan , bahkan sedari tadi Alana hanya duduk dipojokan seraya menangis ketakutan .


Faisal terus mendekatkan wajahnya dengan wajah Alana namun sebelum ia menyentuh bibir Alana tiba-tiba dari samping pipinya mendapat pukulan sangat kencang sampai ia tersungkur ke lantai .


" Bang Zain " , gumam Alana dan ia langsung berlari dan memeluk Zain .


" Bang Zain , Alana mohon bawa Alana pergi dari sini " , mohon Alana seraya terisak .


Zain melihat ke arah Faisal yang masih belum ada pergerakan , dan dengan cepat ia langsung menarik tangan Alana untuk segera keluar dari tempat itu .

__ADS_1


😍😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2