Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Bayangan Mantan


__ADS_3

" Astagfirullah kok hujan-hujanan begini sih nak ? " , ujar Umi yang melihat anak dan menantunya basah kuyup .


" Tadi hujannya tidak deras umi jadi Alana ingin main hujan-hujanan " , jawab Alana dengan bibir gemetar seraya menampilkan barisan giginya .


Umi dengan cepat mengambilkan handuk untuk Alana dan Zain .


Zain merasa kasihan melihat Alana yang kedinginan walau memakai jaket tapi semua pakaian Alana basah kuyup .


" Maaf ya " , Ucap Zain meraih tangan Alana lalu menggenggamnya dengan kedua tangan meniupnya dengan lembut mencoba memberinya kehangatan .


Alana tersenyum , hatinya selalu mengahangat ketika mendapat perlakuan manis dari sang suami .


" Bang Zain gak perlu minta maaf , justru Alana yang harus minta maaf karena udah memaksa bang Zain tadi " , Ucap Alana seraya menatap suaminya , lalu kedua matanya turun untuk melihat pakaian suaminya yang basah kuyup .


Alana seketika melongo melihat roti sobek dibalik baju Koko yang basah yang menempel pada tubuh suaminya dan membentuk sempurna tubuh kekar Zain .


Namun setelah beberapa menit Alana langsung membuang muka merasa malu sendiri . Dan berbarengan dengan umi kembali dan langsung menyerahkan handuk kepada Zain dan Alana .


" Ya udah kalian cepat masuk dan ganti pakaian , nanti bisa masuk angin ! " , instruksi umi yang langsung dituruti oleh keduanya .


Sesampai dikamar Zain dan Alana kebingunan siapa yang akan membersihkan diri terlebih dulu namun keadaan keduanya sudah menggigil kedinginan .


" Bang Zain , bang Zain aja yang duluan ke kamar mandi bang Zain kan mau ke masjid nanti bisa terlambat ikut sholat jamaah " , Ujar Alana seraya menahan rasa dingin .


" Biar lebih cepat bagaimana kalau kita membersihkan diri sama-sama " , ide Zain seraya menaik turunkan kedua alisnya .


" Bang Zain ngomong apa sih ? , kok mesum ? " , tanya Alana seraya memalingkan wajahnya .


" Mesum apa sih Al ? , maksudnya ya kamu bersihkan diri disini dan aku bersihkan diri dikamar mandi dapur " , Jawab Zain menahan tawanya .


" Hah ? " , gumam Alana melongo .


" Jadi yang mesum siapa hayoo ? " , Goda Zain lagi , lalu setelah itu ia langsung Menganti pakaian gantinya dan segera keluar kamar .


" Jangan lama-lama mandinya nanti masuk angin ! " , Pesan Zain sebelum benar-benar meninggalkan kamar .


*****


Setelah makan malam Alana membantu umi membereskan meja makan dan mencuci piring kotor lalu setelah itu ia pamit ke kamar .


Zain setelah makan malam langsung kembali ke pesantren karena masih ada kewajiban yang harus ia kerjakan .

__ADS_1


Oh ya pakaian yang Alana dan Zain beli dibutik tadi sudah sampai dari sore bahkan lebih dulu sampai dibandingkan Zain dan Alana .


Umi dan Abi sangat suka dengan baju yang dibeli Alana dan ukurannya pun sangat pas ditubuh mereka .


Alana mulai membuka bungkusan paperbag yang masih tergeletak didekat lemari , tadi Alana belum sempat membuka dan membereskan nya .


Satu persatu Alana mulai membukanya dan ia memutuskan untuk mencucinya terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam lemari . Melihat banyaknya baju gamis Alana menjadi teringat dengan baju-baju gamis yang ada dilemari diapartement Zain , ia belum sempat menanyakan pemilik baju itu pada Zain .


" Nanti deh coba aku tanyain ! , awas aja kalau berani macem-macem " , Gumam Alana dengan sorot mata yang sedikit kesal .


Alana sudah membuka semua paperbag yang berisi pakaian dan hanya ada 2 pakaian milik Zain , tak lupa Alana pun membuka paperbag yang sudah tidak berbentuk karena terkena air hujan dan itu paperbag hadiah dari pemilik butik .


Ternyata didalam paperbag itu terdapat satu kotak dan Alana langsung membukanya karena penasaran .


" Wah bagus sekali " , Senang Alana ketika mendapati baju couple yang berada didalam kotak tersebut .


Iya isi kotak hadiah itu gamis dan juga baju Koko dengan warna dan motif yang sama .


Alana memasukan semua pakaian yang baru ia beli kedalam keranjang cucian , lalu tak lupa Alana pun membereskan sampah-sampah dan paperbag nya , namun disaat Alana tengah membereskan nya tiba-tiba ia merasa kepalanya pusing .


" Aduh kok tiba-tiba pusing ya ? " , keluh Alana seraya memijat pelipisnya .


Alana memejamkan kedua mata nya sejenak lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya walau rasa pusing di kepalanya tak kunjung mereda .


Tak lama Alana tertidur dibalik selimut tebal yang hampir menutupi seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya .


Pukul 10 malam Zain baru pulang dari pesantren , ia langsung membuka pintu kamar ketika tidak mendapat sahutan dari dalam .


Pandangan Zain langsung tertuju ke arah istrinya yang sudah tertidur dibalik selimut , Zain dengan perlahan menutup kembali pintunya takut mengganggu tidurnya sang istri .


Zain berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian ganti namun samar-samar ia mendengar suara Alana yang mengigau tak jelas .


Zain melirik ke arah Alana dan ia masih terlelap dengan posisi yang sama.


Zain kembali melanjutkan aktivitasnya dan disaat ia akan berjalan ke kamar mandi berniat ingin berganti pakaian tiba-tiba Zain kembali mendengar suara Alana yang mengigau dan memanggil nama Faisal lebih tepatnya Alana terdengar ketakutan dan memohon seraya memanggil nama Faisal .


Zain dengan cepat langsung menghampiri Alana , Zain yakin Alana tengah bermimpi buruk .


" Al , bangun Al " , Ujarnya lembut seraya mengelus pipi Alana .


Namun Zain dibuat kaget ketika mendapati suhu tubuh Alana yang panas .

__ADS_1


" Astagfirullah Alana demam " , Gumam Zain panik .


Alana menyipitkan matanya dan ia langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut .


" Faisal aku mohon jangan lakuin ini sama aku , pergi dari sini ! " , teriak Alana dengan suara bergetar menahan tangis .


Sepertinya Alana belum tersadar sepenuhnya dari alam mimpi .


" Al ini aku Zain suami kamu " , Ucap Zain seraya mencoba membuka selimut .


" Bang Zain " , mendengar nama suaminya Alana langsung menyibakkan selimutnya dan dengan cepat ia langsung memeluk tubuh suaminya .


" Bang Zain tolong Alana , tolong bawa Alana pergi jauh dari sini " , Isak tangis Alana didalam dekapan Zain .


" Al kamu tenang ya , kamu tadi hanya mimpi " , Ucap Zain menenangkan Alana seraya mengelus lembut rambut Alana .


Zain membiarkan Alana menangis di pelukannya sepertinya Alana masih dihantui bayangan mantan dan kejadian tempo lalu Zain yakin membuat Alana ketakutan dan trauma .


Zain sudah mengecek sendiri jika Alana sudah berusaha melupakan Faisal terbukti dengan Alana yang sudah memblokir kontak Faisal diponselnya .


" Al minum dulu biar lebih tenang " , Zain melepaskan pelukannya dan membantu Alana untuk minum .


Zain kembali menyimpan gelas nya diatas nakas setelah Alana berhasil meneguk isi gelas itu sampai tak tersisa .


" Al sepertinya kamu demam , aku ambilkan obat dan air kompresan dulu ya " , Ucap Zain lembut seraya mengelap air mata yang membasahi kedua pipi Alana .


Alana menggelengkan kepalanya dengan cepat .


" Jangan bang Zain disini aja Alana takut , jangan tinggalin Alana sendiri " , cegah Alana sendu .


" Al disini kamu aman , ada aku yang selalu jagain kamu dan kita tinggal dipesantren yang jauh dari kota tidak mungkin pria brengsek itu datang kemari " , balas Zain mencoba meyakinkan Alana .


Zain pun menjadi kesal mengingat kejadian tempo lalu dan jika sampai lelaki brengsek itu berani mengganggu Alana lagi maka sudah dipastikan Zain akan membawanya ke jalur hukum , Zain tidak akan takut walau dia keturunan keluarga konglomerat .


Alana tetap menggelengkan kepalanya , bahkan ia memegang tangan Zain sangat erat agar Zain tidak pergi meninggalkan nya .


Zain mencari cara agar bisa mengobati istrinya , dan akhirnya Zain memutuskan mengompres Alana dengan air mineral yang ada diatas nakas .


Zain susah payah untuk mengambil saputangan yang ada dilemari nya karena Alana enggan untuk ditinggal sedikit pun .


" Tidur lagi , aku disini bakal jagain kamu " , ucap Zain lembut seraya mengompres Alana .

__ADS_1


🥰🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2