
" Astagfirullah kok hujan-hujanan begini sih nak ? " , ujar Umi yang melihat anak dan menantunya basah kuyup .
" Tadi hujannya tidak deras umi jadi Alana ingin main hujan-hujanan " , jawab Alana dengan bibir gemetar seraya menampilkan barisan giginya .
Umi dengan cepat mengambilkan handuk untuk Alana dan Zain .
Zain merasa kasihan melihat Alana yang kedinginan walau memakai jaket tapi semua pakaian Alana basah kuyup .
" Maaf ya " , Ucap Zain meraih tangan Alana lalu menggenggamnya dengan kedua tangan meniupnya dengan lembut mencoba memberinya kehangatan .
Alana tersenyum , hatinya selalu mengahangat ketika mendapat perlakuan manis dari sang suami .
" Bang Zain gak perlu minta maaf , justru Alana yang harus minta maaf karena udah memaksa bang Zain tadi " , Ucap Alana seraya menatap suaminya , lalu kedua matanya turun untuk melihat pakaian suaminya yang basah kuyup .
Alana seketika melongo melihat roti sobek dibalik baju Koko yang basah yang menempel pada tubuh suaminya dan membentuk sempurna tubuh kekar Zain .
Namun setelah beberapa menit Alana langsung membuang muka merasa malu sendiri . Dan berbarengan dengan umi kembali dan langsung menyerahkan handuk kepada Zain dan Alana .
" Ya udah kalian cepat masuk dan ganti pakaian , nanti bisa masuk angin ! " , instruksi umi yang langsung dituruti oleh keduanya .
Sesampai dikamar Zain dan Alana kebingunan siapa yang akan membersihkan diri terlebih dulu namun keadaan keduanya sudah menggigil kedinginan .
" Bang Zain , bang Zain aja yang duluan ke kamar mandi bang Zain kan mau ke masjid nanti bisa terlambat ikut sholat jamaah " , Ujar Alana seraya menahan rasa dingin .
" Biar lebih cepat bagaimana kalau kita membersihkan diri sama-sama " , ide Zain seraya menaik turunkan kedua alisnya .
" Bang Zain ngomong apa sih ? , kok mesum ? " , tanya Alana seraya memalingkan wajahnya .
" Mesum apa sih Al ? , maksudnya ya kamu bersihkan diri disini dan aku bersihkan diri dikamar mandi dapur " , Jawab Zain menahan tawanya .
" Hah ? " , gumam Alana melongo .
" Jadi yang mesum siapa hayoo ? " , Goda Zain lagi , lalu setelah itu ia langsung Menganti pakaian gantinya dan segera keluar kamar .
" Jangan lama-lama mandinya nanti masuk angin ! " , Pesan Zain sebelum benar-benar meninggalkan kamar .
*****
Setelah makan malam Alana membantu umi membereskan meja makan dan mencuci piring kotor lalu setelah itu ia pamit ke kamar .
Zain setelah makan malam langsung kembali ke pesantren karena masih ada kewajiban yang harus ia kerjakan .
__ADS_1
Oh ya pakaian yang Alana dan Zain beli dibutik tadi sudah sampai dari sore bahkan lebih dulu sampai dibandingkan Zain dan Alana .
Umi dan Abi sangat suka dengan baju yang dibeli Alana dan ukurannya pun sangat pas ditubuh mereka .
Alana mulai membuka bungkusan paperbag yang masih tergeletak didekat lemari , tadi Alana belum sempat membuka dan membereskan nya .
Satu persatu Alana mulai membukanya dan ia memutuskan untuk mencucinya terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam lemari . Melihat banyaknya baju gamis Alana menjadi teringat dengan baju-baju gamis yang ada dilemari diapartement Zain , ia belum sempat menanyakan pemilik baju itu pada Zain .
" Nanti deh coba aku tanyain ! , awas aja kalau berani macem-macem " , Gumam Alana dengan sorot mata yang sedikit kesal .
Alana sudah membuka semua paperbag yang berisi pakaian dan hanya ada 2 pakaian milik Zain , tak lupa Alana pun membuka paperbag yang sudah tidak berbentuk karena terkena air hujan dan itu paperbag hadiah dari pemilik butik .
Ternyata didalam paperbag itu terdapat satu kotak dan Alana langsung membukanya karena penasaran .
" Wah bagus sekali " , Senang Alana ketika mendapati baju couple yang berada didalam kotak tersebut .
Iya isi kotak hadiah itu gamis dan juga baju Koko dengan warna dan motif yang sama .
Alana memasukan semua pakaian yang baru ia beli kedalam keranjang cucian , lalu tak lupa Alana pun membereskan sampah-sampah dan paperbag nya , namun disaat Alana tengah membereskan nya tiba-tiba ia merasa kepalanya pusing .
" Aduh kok tiba-tiba pusing ya ? " , keluh Alana seraya memijat pelipisnya .
Alana memejamkan kedua mata nya sejenak lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya walau rasa pusing di kepalanya tak kunjung mereda .
Tak lama Alana tertidur dibalik selimut tebal yang hampir menutupi seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya .
Pukul 10 malam Zain baru pulang dari pesantren , ia langsung membuka pintu kamar ketika tidak mendapat sahutan dari dalam .
Pandangan Zain langsung tertuju ke arah istrinya yang sudah tertidur dibalik selimut , Zain dengan perlahan menutup kembali pintunya takut mengganggu tidurnya sang istri .
Zain berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian ganti namun samar-samar ia mendengar suara Alana yang mengigau tak jelas .
Zain melirik ke arah Alana dan ia masih terlelap dengan posisi yang sama.
Zain kembali melanjutkan aktivitasnya dan disaat ia akan berjalan ke kamar mandi berniat ingin berganti pakaian tiba-tiba Zain kembali mendengar suara Alana yang mengigau dan memanggil nama Faisal lebih tepatnya Alana terdengar ketakutan dan memohon seraya memanggil nama Faisal .
Zain dengan cepat langsung menghampiri Alana , Zain yakin Alana tengah bermimpi buruk .
" Al , bangun Al " , Ujarnya lembut seraya mengelus pipi Alana .
Namun Zain dibuat kaget ketika mendapati suhu tubuh Alana yang panas .
__ADS_1
" Astagfirullah Alana demam " , Gumam Zain panik .
Alana menyipitkan matanya dan ia langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut .
" Faisal aku mohon jangan lakuin ini sama aku , pergi dari sini ! " , teriak Alana dengan suara bergetar menahan tangis .
Sepertinya Alana belum tersadar sepenuhnya dari alam mimpi .
" Al ini aku Zain suami kamu " , Ucap Zain seraya mencoba membuka selimut .
" Bang Zain " , mendengar nama suaminya Alana langsung menyibakkan selimutnya dan dengan cepat ia langsung memeluk tubuh suaminya .
" Bang Zain tolong Alana , tolong bawa Alana pergi jauh dari sini " , Isak tangis Alana didalam dekapan Zain .
" Al kamu tenang ya , kamu tadi hanya mimpi " , Ucap Zain menenangkan Alana seraya mengelus lembut rambut Alana .
Zain membiarkan Alana menangis di pelukannya sepertinya Alana masih dihantui bayangan mantan dan kejadian tempo lalu Zain yakin membuat Alana ketakutan dan trauma .
Zain sudah mengecek sendiri jika Alana sudah berusaha melupakan Faisal terbukti dengan Alana yang sudah memblokir kontak Faisal diponselnya .
" Al minum dulu biar lebih tenang " , Zain melepaskan pelukannya dan membantu Alana untuk minum .
Zain kembali menyimpan gelas nya diatas nakas setelah Alana berhasil meneguk isi gelas itu sampai tak tersisa .
" Al sepertinya kamu demam , aku ambilkan obat dan air kompresan dulu ya " , Ucap Zain lembut seraya mengelap air mata yang membasahi kedua pipi Alana .
Alana menggelengkan kepalanya dengan cepat .
" Jangan bang Zain disini aja Alana takut , jangan tinggalin Alana sendiri " , cegah Alana sendu .
" Al disini kamu aman , ada aku yang selalu jagain kamu dan kita tinggal dipesantren yang jauh dari kota tidak mungkin pria brengsek itu datang kemari " , balas Zain mencoba meyakinkan Alana .
Zain pun menjadi kesal mengingat kejadian tempo lalu dan jika sampai lelaki brengsek itu berani mengganggu Alana lagi maka sudah dipastikan Zain akan membawanya ke jalur hukum , Zain tidak akan takut walau dia keturunan keluarga konglomerat .
Alana tetap menggelengkan kepalanya , bahkan ia memegang tangan Zain sangat erat agar Zain tidak pergi meninggalkan nya .
Zain mencari cara agar bisa mengobati istrinya , dan akhirnya Zain memutuskan mengompres Alana dengan air mineral yang ada diatas nakas .
Zain susah payah untuk mengambil saputangan yang ada dilemari nya karena Alana enggan untuk ditinggal sedikit pun .
" Tidur lagi , aku disini bakal jagain kamu " , ucap Zain lembut seraya mengompres Alana .
__ADS_1
🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .