
Assalamu'alaikum wr.wb
Minal aidzin walfaidzin para readers πππ
mohon maaf lahir batin , author minta maaf sebesar-besarnya sering buat pra readers kesal karena menunggu kelanjutan cerita2 yg author buat ππππ
Tak terasa sebulan sudah kita menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan , semoga amal ibadah kita selama dibuatkan suci diterima oleh Allah SWT , Aamiin π€²π.
Degan perginya bulan suci Ramadhan semoga kita semua menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi , ibadah yang senantiasa dikerjakan dibulan suci mudah2n bisa Istiqomah tetap dijalani dan semoga para readers semua selalu disayang dan dilindungi Allah SWT .
Sekali lagi Minal aidzin walfaidzin semuanya πππ , HAAPPY EID MUBARAK π₯° .
Β ********************
" Maaf sayang " , Ucap Zain merasa bersalah karena khawatir membuat istrinya ketakutan .
Alana langsung membuka kedua matanya dan segera bangun dari berbaringnya , ia hanya menundukkan kepalanya seraya menyembunyikan rona malu diwajahnya , didalam lubuk hati yang paling dalam Alana merasa sedikit kecewa karena Zain menghentikan aksinya .
Keduanya cukup lama terdiam dalam lamunan masing-masing sampai pada akhirnya Zain yang memulai angkat suara , ia tidak bisa hanya saling berdiam dengan istrinya apalagi saat ini ia sangat merindukan suara dan tawa istrinya .
" Oh ya selama aku gak ada kamu ngapain aja sayang ? " , tanya Zain seraya menengok ke arah Alana .
" Mmm seperti hari-hari biasanya , Alana melakukan rutinitas dan lebih banyak menghabiskan waktu dipesantren " , Jawab Alana sedikit canggung .
" Alhamdulillah berarti sekarang istriku sudah mulai terbiasa mengikuti kegiatan dipesantren " , timpal Zain seraya tersenyum .
" Alhamdulillah dan itu semua berkat kamu bee " , jawab Alana seraya menunduk malu .
Β Zain terenyum seraya tangannya mengelus kepala Alana yang masih terbalut mukena .
" Oh ya Bee mau bertanya sekaligus meminta persetujuan dari kamu sayang ? " , ujar Zain yang ingin mengutarakan niatnya sekaligus untuk berdiskusi pada istrinya .
Alana langsung mengangkat kepalanya dan ia menatap kearah Zain .
__ADS_1
" Perihal apa itu bee ? " , tanya Alana yang langsung dibuat penasaran .
" Perihal resepsi pernikahan atau walimatu'ursy kita sayang , abang ingin cepat-cepat mengadakan acara itu biar semua orang tahu jika bidadari yang berada disamping abang ini adalah istri sah abang dan insha Allah untuk selamanya " , Tutur Zain panjang lebar dan berhasil membuat Alana terharu sekaligus membuat rona merah dikedua pipinya .
" Jadi menurut kamu gimana sayang ? " , tanya Zain lagi karena Alana belum juga angkat suara .
" Alana ikut bagaimana baiknya menurut bee saja " , jawab Alana lembut .
Dan seketika jawaban Alana membuat Zain tersenyum lega sekaligus senang .
" Kalau begitu kita adakan acara walimatul'ursy pernikahan kita hari kamis depan ya ? " , Usul Zain semangat .
" Hah apa tidak terlalu cepat bee ? " , tanya Alana tak percaya karena menurutnya memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk mempersiapkan acara walimatul'ursy pernikahan .
" Engga sayang , justru hal baik itu harus disegerakan , lebih cepat lebih baik sayang " , jawab Zain tersenyum manis .
Dan Alana hanya bisa menganggukan kepalanya pelan pertanda setuju .
" Bee " , panggil Alana pelan .
Detik berikutnya pandangan keduanya beradu , dan kedua bibir Zain langsung terangkat membentuk sebuah senyuman yang teramat manis.
" Bolehkan bee istirahat seperti gini ? , sebentar saja ? " , pinta Zain dengan memohon .
Lagi-lagi Alana hanya bisa menganggukan kepalanya pelan , untuk menolak pun ia tak tega tatkala melihat raut wajah Zain yang sepertinya benar-benar sedang lelah .
" Makasih sayang " , ucap Zain tersenyum senang seraya satu tangannya mengelus lembut pipi Alana .
" Bee apa sebaiknya kamu makan dulu , Alana ambilkan ya ? " , tawar Alana .
" Ga usah sayang bee cuman mau istirahat sebentar aja ditemani istri bee yang sangat cantik dan shalehah ini " , jawab Zain mantap .
" Kamu ini dari tadi gombal terus , semakin lancar ya gombal nya pak ustad satu ini " , timpal Alana seraya terkekeh .
__ADS_1
" Ini bukan gombal tapi realita sayang " , timpal Zain sambil ikut terkekeh dan keduanya seketika tertawa bersama .
" Maya Allah Alhamdulillah Ya Allah akhirnya aku bisa melihat senyum manis istriku lagi " , syukur Zain sekaligus berniat menggoda Alana .
Alana langsung menghentikan tawanya dan memalingkan wajahnya , perkataan Zain selalu berhasil membuat dirinya malu sekaligus salting tapi didalam hatinya tak dipungkiri Alana pun merasa sangat senang dan ia pun bersyukur bisa tertawa dan saling melempar candaan bareng Zain , apalagi dengan jarak saat ini yang kebilang sangat dekat bahkan sedikit intim .
" Katanya mau istirahat ? , kalau engga Alana mau temenin umi aja didapur " , tanya Alana yang memberanikan menggoda suaminya , pasalnya Zain tak kunjung memejamkan kedua matanya melainkan terus menatap Alana.
" Eh jangan sayang kamu harus tetap disini temani bee istirahat ya ! " , timpal Zain cepat dan ia langsung memejamkan kedua matanya namun satu tangannya memegang tangan Alana membawanya untuk mengusap lembut kepala Zain .
Posisi Zain saat ini tengah berbaring dengan berbantal paha Alana dan ia menghadap kearah perut Alana yang rata .
Tangan kanan Alana dengan lembut mengelus kepala Zain .
Tak butuh waktu lama terdengar suara nafas teratur dari Zain , Alana menundukan kepalanya menatap dalam wajah suaminya .
Rasanya ia sangat tidak tega melihat raut wajah lelah sang suami dan semua itu Zain lakukan demi menunaikan kewajibannya untuk mencari nafkah dan bisa memenuhi setiap kebutuhan Alana .
Alana sangat bersyukur ia dipertemukan bahkan dipersunting seorang Zain , laki-laki baik , shaleh , dan penuh tanggung jawab , tak hanya itu Zain pun selalu meratukan umi dan juga Alana .
Tiba-tiba Alana teringat dengan sikapnya kepada Zain ketika mereka awal menikah dan baru saling mengenal mungkiin sangat berkesan jahat dan tidak adil .
" Maafkan Alana ya Rabb selama ini Alana kurang bersyukur bahkan terbilang tidak pernah bersyukur , kini Alana sadar begitu indah rencana-MU , Kau kirimkan laki-laki baik dan sabar untuk bisa membimbing Alana kembali kejalan-MU " , batin Alana dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca .
Sebenarnya Alana tengah menahan tangisnya mengingat kelakuannya dulu yang benar-benar sangat jahat bahkan ia sangat menyesal pernah menyia-nyiakan suaminya beruntung Zain masih sabar dan setia berada disamping Alana sampai berada dititik yang sekarang ini .
" Alhamdulillah makasih banyak atas semua nikmat dari-Mu Ya Rabb , dan Alana mohon jagalah laki-laki baik ini , mudahkanlah disetiap urusannya , panjangkanlah umurnya dan izinkan Alana untuk tetap berada disampingnya menemani setiap proses yang akan ia lewati , dan Alana juga mohon jagalah rumah tangga kami dari segala peraha yang tidak baik , Aamiin " , Doa Alana dalam hati dengan penuh khusuan .
Tangan Alana terus mengusap lembut kepala suaminya dan tak henti-hentinya ia melafalkan doa didalam hati sekaligus meminta maaf atas perlakuannya yang telah berlalu .
π₯°π₯°π₯°
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit π terimakasih π€πππ .
__ADS_1