Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Berbelanja II


__ADS_3

" Silahkan dilihat-lihat dulu atau mau dicoba dulu ! " , ucap Bu Mega ramah .


Alana baru kali ini mendatangi sebuah butik yang menyediakan khusus pakaian muslim , ia merasa kebingungan untuk menentukan pilihan dan Alana menyerahkan semuanya pada Zain untuk memilihkan bajunya .


" Bu tolong bungkus semua gamis yang keluaran terbaru " , Pinta Zain dengan sopan .


Alana menulatkan matanya sempurna .


" Bang Zain serius ? " , tanya Alana tak percaya .


" Iya aku serius , sudah tanggung jawab aku untuk memberi kamu nafkah Al termasuk pakaian " , Jawab Zain mantap .


" Tapi tidak sebanyak itu " , protes Alana .


" Gamis itu pasti terpakai oleh kamu Al , dan itu sebagai tanda kalau aku mendukung penuh perubahan kamu " , timpal Zain lembut seraya mengelus sayang kepala Alana yang terbalut hijab pasmina .


Alana tersenyum lagi-lagi ia harus bersyukur karena sudah dipertemukan dengan Zain .


" Bang Zain , Alana boleh belikan buat Umi juga gak ? " , izin Alana yang tiba-tiba mengingat ibu mertuanya .


" Tapi Alana ingin pakai uang sendiri ! " , ucap Alana lagi cepat .


" Boleh tapi pakai uang aku aja ya biar sekalian " , jawab Zain seraya tersenyum .


" Ga pokok nya khusus untuk pakaian umi aku mau pakai uang sendiri please " , tolak Alana seraya memohon .


Zain terkekeh lalu ia menganggukan kepalanya pasrah .


" Eh sekalian buat Abi deh , tapi bang Zain bantu pilihan ya " , ucap Alana lagi dengan semangat .


Alana memilih 2 gamis untuk umi dan juga 2 koko untuk Abi dengan bantuan dari Zain .


Setelah selesai mereka langsung menuju ke kasir untuk membayar semuanya .


" Eh tunggu ! , bang Zain kok gak beli ? " , Alana menghentikan langkahnya disaat mereka sedikit lagi sampai dimeja kasir .


" Gak Al baju-baju aku masih banyak dan bagus juga " , jawab Zain apa adanya .


" Tapi bang Zain harus beli satu aja , Alana yang pilihan ya " , timpal Alana sedikit memaksa .


Zain akhirnya kembali mengikuti langkah sang istri yang ingin memilihkan pakaian untuknya .


Alana memilihkan satu jubah gamis berwarna putih dan juga Koko putih dengan tangan 3/4 untuk Zain .

__ADS_1


" Kayanya ini cocok buat bang Zain " , Ucap Alana senang .


" Katanya 1 ? " , tanya Zain seraya menatap Alana .


" Iya satu Koko dan satu gamis " , jawab Alana seraya terkekeh .


" Please gapapa ya Alana suka lihat bang Zain pakai baju jubah kaya gini dan Koko putih " , mohon Alana dan ia sampai tidak menyadari kata-kata yang keluar dari mulutnya .


" Ups " , gumam Alana yang langsung menutup mulutnya dengan tangan .


Sedangkan Zain ia langsung tersenyum senang ternyata selama ini Alana merhatikan dirinya .


" Ya udah ayo kita bayar ! " , Ajak Zain seraya merangkul Alana dengan kedua bibir terus tersenyum .


" Ga ada yang mau dibeli lagi ? " , Tanya Zain sebelum menyerahkan kartu ATMnya ke pelayan kasir .


Alana menggelengkan kepala dengan cepat karena masih menyembunyikan rona malu diwajahnya .


" Ini ustadz , Terimakasih sudah datang ke butik kami " , Ujar pelayan kasir seraya menyerahkan kartu ATM nya kembali pada Zain .


" Sama-sama " , jawab Zain ramah .


" Gus terimakasih banyak sudah membeli produk-produk kami dan ini ada sedikit hadian untuk Gus dan juga Ning " , Ujar Bu Mega yang baru keluar dari ruangannya .


" Masya Allah terimakasih banyak Bu Mega , semoga butiknya semakin sukses dan juga berkah " , jawab Zain seraya menerima hadiah dari Bu Mega .


" Kalau begitu kami pamit dulu Bu Mega , Assalamu'alaikum ". pamit Zain .


" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab Bu Mega dan beberapa pekerja butik .


Zain keluar butik masih dengan merangkul Alana , sebenarnya Alana merasa sedikit risih apalagi didepan umum namun demi menjaga perasaan suaminya ia menurut saja , entah kemana sifat keras kepala Alana mungkin kini mulai mengikis sedikit demi sedikit .


Zain meminta tolong pada Bu Mega untuk mengantarkan barang belanjaan mereka ke rumah karena tidak mungkin membawa belanjaan banyak menggunakan motornya .


Zain kembali mengendarai motor matic nya dan Zain membawa Alana tidak langsung pulang melainkan membawanya ke sebuah rumah makan yang cukup mewah dan juga terkenal disana .


" Ayo kita isi perut dulu ya ! " , Ajak Zain yang memberhentikan motornya diparkiran rumah makan .


Alana hanya mengangguk lalu turun dan membuka helmnya .


Lalu keduanya sama-sama masuk ke dalam ruang makan , tangan Zain dengan cepat menggenggam tangan Alana dan satu tangannya ia gunakan untuk menenteng paperbag hadiah dari Bu Mega .


Kedatangannya langsung disambut hormat oleh pelayan dan tak lama terlihat seseorang yang sedikit berlari mengahampiri Zain dan juga Alana .

__ADS_1


" Assalamu'alaikum selamat datang boss " , salam Hery seraya mengangguk .


" Wa'alaikum salam warahmatullah , jangan panggil boss aku ini bukan siapa-siapa " , jawab Zain seraya menjabat tangan Hery .


Hary hanya terkekeh , lalu mereka berdua saling bertanya kabar .


Alana merasa aneh dengan semua orang , tapi Alana tak ingin ambil pusing , semua orang mengenal Zain sebagai anak kyai besar jadi tak salah jika semua sangat menghormati dan merasa senang dengan Zain .


Zain mengajak Alana untuk duduk disebuah meja , namun sebelum itu Zain memperkenalkan Alana kepada Hery .


" Oh ya perkenalkan ini Istri ana namanya Alana " , Ucap Zain seraya merangkul Alana .


Alana langsung menangkupkan kedua tangannya didada begitupun dengan Hery .


" Bang Zain sering datang kesini ya ? " , selidik Alana ketika mereka sudah duduk dimeja.


" Mmm lumayan sih " , jawab Zain santai .


" Pantas semua orang kayanya sudah mengenal bang Zain " , balas Alana .


Tak lama pesanan mereka datang , Alana dan Zain langsung menikmati makanannya dengan tenang .


" Oh ya bang Zain ini uang untuk baju umi dan Abi yang dibeli tadi " , Alana mengeluarkan isi dompetnya .


" Udah uangnya pegang aja sama kamu Al ", tolak Zain .


" Bang Zain kok mengingkari janji sih ? , tadi kan sudah setuju kalau Alana yang bayar untuk baju umi dan Abi " , protes Alana seraya menyimpan bibirnya .


Zain terkekeh gemas .


" Ya udah deh aku ambil , makasih banyak ya " , Ucap Zain yang akhirnya mengalah.


" Loh kok terimakasih kan aku beli baju buat umi dan Abi bukan buat bang Zain ? " , tanya Alana menatap Zain.


" Iya maksudnya makasih udah perhatian sama umi dan Abi udah mau membelikan pakaian untuk umi dan Abi " , Timpal Zain dengan tersenyum manis .


" Umi dan Abi kan sudah menjadi orang tua Alana juga , apalagi mereka selalu baik sama Alana ", balas Alana yang sudah menyayangi mertuanya seperti orang tua kandungnya .


" Masya Allah " , gumam Zain seraya mengelus kepala Alana lembut .


Lagi-lagi perlakuan manis Zain membuat Alana tersipu malu , dan mereka menjadi pusat perhatian banyak orang termasuk para pelayan rumah makan .


Banyak yang mengidolakan pemilik rumah makan itu yang sudah berhasil membuka cabang diberbagai kota , selain terkenal sebagai anak dari seorang Kyai besar dan sukses menjadi pengusaha diusia mudanya , Zain pun terkenal dengan ketampanan dan kebaikan nya , maka tidak salah banyak yang mengidolakan nya apalagi melihat perlakuan manis Zain pada Alana membuat semua wanita meleleh dan berhayal bisa menggantikan posisi Alana .

__ADS_1


🥰🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2