
" Silahkan dilihat-lihat dulu atau mau dicoba dulu ! " , ucap Bu Mega ramah .
Alana baru kali ini mendatangi sebuah butik yang menyediakan khusus pakaian muslim , ia merasa kebingungan untuk menentukan pilihan dan Alana menyerahkan semuanya pada Zain untuk memilihkan bajunya .
" Bu tolong bungkus semua gamis yang keluaran terbaru " , Pinta Zain dengan sopan .
Alana menulatkan matanya sempurna .
" Bang Zain serius ? " , tanya Alana tak percaya .
" Iya aku serius , sudah tanggung jawab aku untuk memberi kamu nafkah Al termasuk pakaian " , Jawab Zain mantap .
" Tapi tidak sebanyak itu " , protes Alana .
" Gamis itu pasti terpakai oleh kamu Al , dan itu sebagai tanda kalau aku mendukung penuh perubahan kamu " , timpal Zain lembut seraya mengelus sayang kepala Alana yang terbalut hijab pasmina .
Alana tersenyum lagi-lagi ia harus bersyukur karena sudah dipertemukan dengan Zain .
" Bang Zain , Alana boleh belikan buat Umi juga gak ? " , izin Alana yang tiba-tiba mengingat ibu mertuanya .
" Tapi Alana ingin pakai uang sendiri ! " , ucap Alana lagi cepat .
" Boleh tapi pakai uang aku aja ya biar sekalian " , jawab Zain seraya tersenyum .
" Ga pokok nya khusus untuk pakaian umi aku mau pakai uang sendiri please " , tolak Alana seraya memohon .
Zain terkekeh lalu ia menganggukan kepalanya pasrah .
" Eh sekalian buat Abi deh , tapi bang Zain bantu pilihan ya " , ucap Alana lagi dengan semangat .
Alana memilih 2 gamis untuk umi dan juga 2 koko untuk Abi dengan bantuan dari Zain .
Setelah selesai mereka langsung menuju ke kasir untuk membayar semuanya .
" Eh tunggu ! , bang Zain kok gak beli ? " , Alana menghentikan langkahnya disaat mereka sedikit lagi sampai dimeja kasir .
" Gak Al baju-baju aku masih banyak dan bagus juga " , jawab Zain apa adanya .
" Tapi bang Zain harus beli satu aja , Alana yang pilihan ya " , timpal Alana sedikit memaksa .
Zain akhirnya kembali mengikuti langkah sang istri yang ingin memilihkan pakaian untuknya .
Alana memilihkan satu jubah gamis berwarna putih dan juga Koko putih dengan tangan 3/4 untuk Zain .
__ADS_1
" Kayanya ini cocok buat bang Zain " , Ucap Alana senang .
" Katanya 1 ? " , tanya Zain seraya menatap Alana .
" Iya satu Koko dan satu gamis " , jawab Alana seraya terkekeh .
" Please gapapa ya Alana suka lihat bang Zain pakai baju jubah kaya gini dan Koko putih " , mohon Alana dan ia sampai tidak menyadari kata-kata yang keluar dari mulutnya .
" Ups " , gumam Alana yang langsung menutup mulutnya dengan tangan .
Sedangkan Zain ia langsung tersenyum senang ternyata selama ini Alana merhatikan dirinya .
" Ya udah ayo kita bayar ! " , Ajak Zain seraya merangkul Alana dengan kedua bibir terus tersenyum .
" Ga ada yang mau dibeli lagi ? " , Tanya Zain sebelum menyerahkan kartu ATMnya ke pelayan kasir .
Alana menggelengkan kepala dengan cepat karena masih menyembunyikan rona malu diwajahnya .
" Ini ustadz , Terimakasih sudah datang ke butik kami " , Ujar pelayan kasir seraya menyerahkan kartu ATM nya kembali pada Zain .
" Sama-sama " , jawab Zain ramah .
" Gus terimakasih banyak sudah membeli produk-produk kami dan ini ada sedikit hadian untuk Gus dan juga Ning " , Ujar Bu Mega yang baru keluar dari ruangannya .
" Masya Allah terimakasih banyak Bu Mega , semoga butiknya semakin sukses dan juga berkah " , jawab Zain seraya menerima hadiah dari Bu Mega .
" Kalau begitu kami pamit dulu Bu Mega , Assalamu'alaikum ". pamit Zain .
" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab Bu Mega dan beberapa pekerja butik .
Zain keluar butik masih dengan merangkul Alana , sebenarnya Alana merasa sedikit risih apalagi didepan umum namun demi menjaga perasaan suaminya ia menurut saja , entah kemana sifat keras kepala Alana mungkin kini mulai mengikis sedikit demi sedikit .
Zain meminta tolong pada Bu Mega untuk mengantarkan barang belanjaan mereka ke rumah karena tidak mungkin membawa belanjaan banyak menggunakan motornya .
Zain kembali mengendarai motor matic nya dan Zain membawa Alana tidak langsung pulang melainkan membawanya ke sebuah rumah makan yang cukup mewah dan juga terkenal disana .
" Ayo kita isi perut dulu ya ! " , Ajak Zain yang memberhentikan motornya diparkiran rumah makan .
Alana hanya mengangguk lalu turun dan membuka helmnya .
Lalu keduanya sama-sama masuk ke dalam ruang makan , tangan Zain dengan cepat menggenggam tangan Alana dan satu tangannya ia gunakan untuk menenteng paperbag hadiah dari Bu Mega .
Kedatangannya langsung disambut hormat oleh pelayan dan tak lama terlihat seseorang yang sedikit berlari mengahampiri Zain dan juga Alana .
__ADS_1
" Assalamu'alaikum selamat datang boss " , salam Hery seraya mengangguk .
" Wa'alaikum salam warahmatullah , jangan panggil boss aku ini bukan siapa-siapa " , jawab Zain seraya menjabat tangan Hery .
Hary hanya terkekeh , lalu mereka berdua saling bertanya kabar .
Alana merasa aneh dengan semua orang , tapi Alana tak ingin ambil pusing , semua orang mengenal Zain sebagai anak kyai besar jadi tak salah jika semua sangat menghormati dan merasa senang dengan Zain .
Zain mengajak Alana untuk duduk disebuah meja , namun sebelum itu Zain memperkenalkan Alana kepada Hery .
" Oh ya perkenalkan ini Istri ana namanya Alana " , Ucap Zain seraya merangkul Alana .
Alana langsung menangkupkan kedua tangannya didada begitupun dengan Hery .
" Bang Zain sering datang kesini ya ? " , selidik Alana ketika mereka sudah duduk dimeja.
" Mmm lumayan sih " , jawab Zain santai .
" Pantas semua orang kayanya sudah mengenal bang Zain " , balas Alana .
Tak lama pesanan mereka datang , Alana dan Zain langsung menikmati makanannya dengan tenang .
" Oh ya bang Zain ini uang untuk baju umi dan Abi yang dibeli tadi " , Alana mengeluarkan isi dompetnya .
" Udah uangnya pegang aja sama kamu Al ", tolak Zain .
" Bang Zain kok mengingkari janji sih ? , tadi kan sudah setuju kalau Alana yang bayar untuk baju umi dan Abi " , protes Alana seraya menyimpan bibirnya .
Zain terkekeh gemas .
" Ya udah deh aku ambil , makasih banyak ya " , Ucap Zain yang akhirnya mengalah.
" Loh kok terimakasih kan aku beli baju buat umi dan Abi bukan buat bang Zain ? " , tanya Alana menatap Zain.
" Iya maksudnya makasih udah perhatian sama umi dan Abi udah mau membelikan pakaian untuk umi dan Abi " , Timpal Zain dengan tersenyum manis .
" Umi dan Abi kan sudah menjadi orang tua Alana juga , apalagi mereka selalu baik sama Alana ", balas Alana yang sudah menyayangi mertuanya seperti orang tua kandungnya .
" Masya Allah " , gumam Zain seraya mengelus kepala Alana lembut .
Lagi-lagi perlakuan manis Zain membuat Alana tersipu malu , dan mereka menjadi pusat perhatian banyak orang termasuk para pelayan rumah makan .
Banyak yang mengidolakan pemilik rumah makan itu yang sudah berhasil membuka cabang diberbagai kota , selain terkenal sebagai anak dari seorang Kyai besar dan sukses menjadi pengusaha diusia mudanya , Zain pun terkenal dengan ketampanan dan kebaikan nya , maka tidak salah banyak yang mengidolakan nya apalagi melihat perlakuan manis Zain pada Alana membuat semua wanita meleleh dan berhayal bisa menggantikan posisi Alana .
__ADS_1
🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .