Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Acara Walimatul'ursy


__ADS_3

Setelah melaksanakan sholat subuh berjama'ah Alana dipanggil oleh Umi lali dibawa ke rumah yang nantinya rumah itu akan ditinggali oleh Alana dan Zain , iya rumah yang sudah disiapkan oleh Zain untuk keluarga kecilnya yang tempatnya masih berada dihalaman pesantren .


" Umi kenapa Alana dibawa kesini ? " , tanya Alana bingung ketika mereka baru sampai didepan rumah tersebut .


Oh ya tak lupa umi pun mengajak kembaran Alana yaitu Alena dan juga mamah Nazia .


" Ayo kita masuk dulu nak ? " , Umi bukannya menjawab pertanyaan Alana namun ia malah tersenyum dan mengajak Alana untuk masuk ke dalam rumah .


Alana hanya mengangguk dan menurut walau sebenarnya ia sangat bingung , tentang rumah itu Alana jelas tahu tapi ia bingung kenapa umi mengajak nya kesini dalam keadaan seperti ini ? .


Ketika pintu terbuka kedua mata Alana membulat sempurna , ternyata rumah itu juga sudah dirias dan banyak bunga-bunga di setiap sisi ruangan .


" Masya Allah indah sekali " , gumam Alana seraya merhatikan setiap hiasan dirumah itu .


" Assalamu'alaikum umi , Ning dan semuanya " Salam dari beberapa orang yang sudah ada didalam rumah dan Alana sepertinya belum pernah bertemu dengan mereka .


" Wa'alaikum salam warohmahtullah " , jawab Umi , Alana , Alena dan mamah Nazia berbarengan .


" Ayo Ning mari ikut kami , sebelum hari semakin siang dan takut acaranya nanti keburu dimulai " , Ajak salah satu dari mereka.


Alana bukannya menjawab namun ia malah melirik ke arah umi meminta persetujuan . Seolah mengerti arti lirikan dari Alana , Umi pun dengan cepat menganggukkan kepala seraya tersenyum .


Alana dibawa oleh beberapa orang tersebut masuk ke sebuah kamar dan lagi-lagi Alana dibuat takjub dengan riasan kamar yang tampak sangat indah dan wangi dari bunga-bunga yang ada di setiap sisi ruangan .


" Ayo Ning duduk dulu disini " , Ujarnya lagi seraya menunjuk ke sebuah kursi yang ada dikamar dan Alana langsung mengangguk mengerti .


Ada tiga orang yang mengikuti Alana kekamar tersebut dan ternyata mereka MUA yang akan merias Alana , sedangkan beberapa orang MUA lainnya mereka akan merias umi , Alena dan mamah Nazia .


Alana tidak tahu jika rumah ini dirias dan akan dijadikan tempat MUA untuk merias dirinya , dan hal itu membuat Alana sedikit terkejut .

__ADS_1


Hari semakin siang dan suara mic pengeras suara mulai terdengar pertanda acara akan segera dimulai .


Entah kenapa mendengar suara mic pengeras suara jantung Alana langsung berdegup dengan cepat dan ia benar-benar gugup dibuatnya .


" Ya Allah kenapa jadi gugup begini ? , bismillah lancarkan semua rangkaian acaranya ya Rabb " , batin Alana seraya terus berdoa .


Alana tak henti-hentinya berdoa dan berdzikir serta membaca sholawat didalam hati seraya mengontrol dirinya agar tidak terlihat gugup .


Tak terasa riasan Alana hampir selesai dan sebentar lagi waktunya ia untuk mengganti baju .


" Ayo Ning ganti baju dulu " , ujar salah satu MUA yang sudah memegang baju gaun putih bersih .


Alana berdiri dari duduknya dan mulai mengganti bajunya dibantu oleh MUA tersebut .


Tak lama Umi , Alena dan mamah Nazia menghampiri Alana , dan ternyata mereka sudah berganti pakaian memakai baju kebaya berwana hijau sage yang dipadukan dengan kain batik tak lupa dengan hijab yang senada dengan baju kebaya .


Alana tersenyum manis ketika melihat 2 bidadari dan kembarannya yang terlihat sangat pangling dan tentu saja sangat cantik , apalagi dengan umi , Alana biasanya melihat umi menggunakan pakaian syar'i namun kali ini beliau tampak sangat berbeda tapi walau begitu umi menggunakan kebaya yang longgar dan sepertinya umi akan menggunakan niqab , terlihat umi memegang cadar ditangannya .


" Umi bisa saja , Umi dan yang lain juga sangat cantik , Alana sampai pangling melihatnya " , Timpal Alana dengan tersenyum .


" Kamu ini bisa saja sayang tapi perkataan umi memang benar nak kamu sangat cantik " , Ucap mamah Nazia yang ikut menimpali dan dianggukan olena Alena pertanda setuju dengan perkataan Umi dan mamah Nazia .


" Maaf umi , Ning dan semuanya , kalian sudah ditunggu ditempat acara " , Ujar salah satu MUA yang memang sudah mendapat informasi jika Alana dan semuanya sudah waktunya untuk keluar .


Umi langsung memakai cadarnya dibantu oleh salah seorang MUA begitu pun dengan Alana ia tentu menggunakan cadar yang senada dengan baju yang ia kenakan .


Setelah semuanya siap , Alana , Umi , mamah Nazia dan Alena mereka keluar dari rumah dengan berbarengan dan sudah pasti Umi dan mamah Nazia menggandeng Alana menuju ke tempat acara sedangkan Alena mengikuti mereka dari belakang seraya membantu memegangi baju yang Alana kenakan yang memang menjuntai panjang .


Alana dibawa ke aula dan disana terlihat sudah banyak orang yang sudah menunggu mempelai sang wanita namun ada yang membuat Alana sedikit bingung dengan keberadaan sebuah meja dan kursi-kursi yang saling berhadapan dan sudah diduduki oleh Zain yang berhadapan langsung dengan papah Nurzaki .

__ADS_1


Alana mengikuti arahan umi dan mamah Nazia yang mengantarkannya sampai duduk disamping Zain .


" Alhamdulillah mempelai wanita sudah hadir ditengah-tengah kita , dan untuk mempersingkat waktu mari kita mulai saja acara ijab Qabul nya " , Ujar sang MC cukup lantang .


" Ijab Qabul ? " , batin Alana kaget , bukannya ijab Qabul sudah dilakukan setahun yang lalu .


" Oh ya maaf semuanya saya hanya ingin menegaskan disini biar tidak ada salah paham kedepannya , sebenarnya Gus Zain dan Ning Alana sudah melakukan ijab Qabul satu tahun yang lalu tapi hari ini atas permintaan Gus Zain ia ingin kembali mengucapkan ijab Qabul nya disamping sang istri dan tentu disaksikan oleh kita semua " , Tutur sang MC lagi.


Mendengar hal itu Alana semakin gugup dan ia benar-benar merasakan lagi seperti seorang wanita yang akan baru menikah .


Papah Nurzaki mulai menjabat tangan Zain dan acara ijab Qabul dimulai .


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Nadia Alana Dynata dengan mas kawin tersebut tunai " ,


" Saya terima nikah dan kawinnya Nadia Alana Dynata bin Nurzaki Dynata dengan mas kawin tersebut tunai " ,


Zain dengan lantang mengucapkan ijab Qabul .


" Gimana para saksi ? " ,


" Sah " ,


" Sah " ,


" Sah " ,


Alana sudah menitikan air mata bahagia nya , walau ia dan Zain sudah berstatus suami istri namun mendengar Zain berucap ijab Qabul lagi rasanya Alana terharu dan tentu merasa bahagia apalagi kini perasaan Zain dan Alana sudah berbeda tidak seperti satu tahun yang lalu bahkan dulu Alana sempat menolak keras pernikahannya .


Acara dilanjut dengan Alana mencium punggung tangan Zain dengan takdzim , dibalas oleh Zain dengan mencium kening Alana seraya satu tangannya memegang ubun-ubun kepala Alana dan memunajatkan doa , setelah itu dilanjut dengan pemasangan cincin pernikahan .

__ADS_1


Zain benar-benar menyiapkan semuanya seperti pertama kali mereka ijab Qabul .


Bersambung.....


__ADS_2