
Melihat Alana yang sudah tertidur pulas , Zain memutuskan untuk langsung ke ruang kerja , lagian waktu masih menunjukan pukul 8 masih siang untuk Zain istirahat .
Zain duduk dikursi kerjanya , lalu tangannya dengan lihai mulai mengerjakan sesuatu yang ada didalam laptopnya .
Bibirnya terus tersenyum mengingat kejadian siang tadi di mall , jika dipikir-pikir tingkah dirinya dan Alana persis seperti anak kecil .
Zain menggelengkan kepala nya dengan kedua bibir yang terus membentuk senyuman .
Zain bahkan bisa melupakan dengan cepat masalah yang sedari kemarin mengganggu beban pikiran nya .
*
Sementara itu dikamar , Alana baru terjaga , ia langsung melihat dirinya yang masih mengenakan seragam sekolah bahkan jaket Zain masih melekat ditubuhnya .
Alana bangun dari berbaringnya , ia mengusap-usap bahunya seraya mencium wangi khas dari jaket milik Zain dan rasanya ia sangat nyaman mengenakan jaket itu .
Seketika Alana teringat jika tadi ia masih berada didalam mobil diperjalanan menuju apartemen , lalu kenapa disaat ia terbangun sudah berada dikamar .
" Apa dia yang bawa aku kesini ? , gumam Alana seraya menutup mulutnya , membayangkan Zain yang menggendong dirinya .
Sekali lagi Alana melihat dirinya dan pakaiannya masih untuk melekat .
" Syukurlah dia tidak berbuat yang aneh-aneh " , gumam Alana sedikit lega .
Alana segera masuk ke kamar mandi karena merasa tubuhnya sangat lengket .
Hanya 10 menit Alana menghabiskan waktunya dikamar mandi , lalu ia segera menunaikan kewajiban karena kebetulan belum sholat isya .
Dan karena masih mengantuk , Alana kembali naik ke atas tempat tidur dan melanjutkan tidurnya .
*****
Keesokan paginya seperti biasa mereka sholat subuh masing-masing dan setelah nya Zain langsung menyiapkan sarapan .
Berbeda dengan Alana yang langsung sibuk mempercantik dirinya , lalu setelah siap ia segera keluar dari kamar .
" Sarapan dulu Al ? " , ajak Zain lembut .
Dan Alana hanya mengangguk lalu duduk ditempat biasanya .
__ADS_1
Entah kenapa Alana sekarang jadi terbiasa untuk sarapan dirumah bersama Zain .
Dan soal masakan Zain , hasilnya tak diragukan lagi bahkan jika punya keberanian Alana selalu ingin menambah porsi makannya .
Keduanya makan dengan tenang tanpa ada yang angkat suara dan ternyata sampai mereka masuk ke dalam mobil pun keduanya masih setia saling diam . Rasanya sangat canggung untuk memulai obrolan maka mereka lebih memilih saling acuh .
Tak terasa hari ujian Nasional tiba , Alana lebih menghabiskan waktunya dikamar untuk belajar , walau ia bukan anak yang rajin tapi Alana pikir ini saat nya untuk membuat kedua orang tuanya bangga , Alana berharap ia mendapatkan nilai yang memuaskan sesuai dengan apa yang ia harapkan .
Dan Zain ia tak ingin menggangu waktu belajar Alana , jika keduanya tengah berada dirumah Zain lebih memilih menghabiskannya waktunya diruang kerja .
Seperti sekarang ini Zain tengah mengerjakan sesuatu diruang kerjanya , tapi tanpa sengaja kedua matanya melihat buku-buku koleksinya yang tersimpan rapi , seingatnya ia pernah membeli buku tentang sukses mengikuti ujian Nasional tingkat SMA .
Zain berjalan kearah lemari buku lalu ia mengambil buku yang dicari . Zain berharap buku ini bisa membantu Alana dalam menghadapi ujian nasional .
" Tok , Tok Assalamu'alaikum Al " , salam Zain seraya mengetuk pintu .
" Ishh ganggu aja ga tau orang lagi belajar ya " , gumam Alana kesal namun kedua kakinya langsung melangkah untuk membukakan pintu .
" Heem " , Alana berdeham ketika sudah membuka pintu .
" Ini aku ada buku , siapa tau kamu membutuhkannya " , Ucap Zain seraya menyodorkan satu buku yang cukup tebal .
" Ini aja mumet bacanya , ditambah dikasih buku yang tebal kaya gini " , Gumam Alana seraya menepuk jidatnya .
Alana kembali mencoba fokus untuk belajar , sesekali ia melihat buku tebal pemberian Zain .
" Kenapa dia punya buku seperti ini ? , bukannya bang Zain seangkatan dengan bang Nizar ? " , tanya Alana merasa aneh .
" Bodo ah , kenapa juga dipikirin " , gumam Alana lagi .
Tapi ternyata hati Alana tergerak untuk membacanya dan ketika sudah membaca kedua bibir Alana langsung terangkat membentuk sebuah senyuman .
" Wah ternyata disini ada semua dan sudah diringkas pula " , senang Alana , karena ia malas jika harus membaca semua buku pelajaran dan juga buku paketnya .
Sampai tak terasa hampir larut malam Alana membaca buku itu , lalu ia segera naik ke atas tempat tidur karna sudah sangat mengantuk .
Zain yang sudah menyelesaikan pekerjaan , ia langsung membereskan semuanya , lalu segera masuk ke kamar .
Zain ingin membuka pintu kamar namun ia merasa aneh ketika melihat cahaya dari atas pintu .
__ADS_1
" Apa Alana belum tidur ? , " , gumam Zain bertanya .
Zain perlahan mengetuk pintu dan mengucapkan salam tapi tak kunjung ada jawaban , akhirnya ia memutar knop pintu dan karena pintu kamar jarang dikunci jadi Zain bisa langsung masuk .
Zain menggelengkan kepalanya ketika melihat Alana yang sudah tertidur dengan posisi yang asal-asalan belum lagi meja belajar yang masih berantakan .
Lebih dulu Zain membereskan buku-buku dimeja belajar , lalu ia mulai membenarkan posisi tidur Alana .
" Ya Allah kuatkan hamba dari godaan seperti ini " , Zain memejamkan kedua matanya , lalu ia dengan perlahan mulai mengangkat tubuh Alana dan membenarkan posisi tidur nya .
Zain berniat ingin menyelimuti Alana namun entah kenapa tiba-tiba tangan Alana yang awalnya berada diatas perut , tiba-tiba bergerak dan tepat mengenai lato-lato miliknya .
" Aaa Astaghfirullah hal'adzim godaan apa lagi ini ? " , gumam Zain kaget dan reflek langsung melihat ke arah bawah .
Zain dengan cepat langsung menyelimuti Alana , lalu ia segera masuk ke kamar mandi .
Sudah lama Zain tidak mandi larut malam namun kali ini mau tak mau ia harus melakukannya lagi .
Sudah hampir sebulan ia tingkah seatap dengan Alana , dan perlahan mulai ada perubahan dari Alana , ia tidak lagi sering mengenakan baju seksi sehingga tidak membuat Zain harus mandi setiap malam .
Sekitar 20 menit Zain baru keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk sebatas perutnya karena ia melupakan membawa baju gantinya .
Zain dengan sedikit berlari langsung masuk ke ruang ganti beruntung Alana sudah tertidur dan tak melihat dirinya yang hanya memakai handuk .
Setelah selesai mengenakan pakaian nya Zain segera keluar lalu mengambil bantal dan selimutnya yang berada diatas tempat tidur disamping Alana .
Zain melirik Alana sekilas , ia tersenyum melihat wajah teduh Alana ketika tidur .
" Kamu cantik banget Al kalau lagi tidur rasanya wajah kamu teduh banget " , gumam Zain pelan .
" Astagfirullah hal'adzim " , Zain dengan cepat langsung beristigfar seraya mengusap wajahnya kasar .
Dan dengan gerakan cepat ia langsung menuju ke arah sofa .
" Ada aja godaan nya jangan sampe harus mandi 2 kali " , gumam Zain menggelengkan kepala .
Lalu ia segera membaringkan diri nya dan cepat-cepat tertidur menuju ke alam mimpinya.
😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .