Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Godaan


__ADS_3

Melihat Alana yang sudah tertidur pulas , Zain memutuskan untuk langsung ke ruang kerja , lagian waktu masih menunjukan pukul 8 masih siang untuk Zain istirahat .


Zain duduk dikursi kerjanya , lalu tangannya dengan lihai mulai mengerjakan sesuatu yang ada didalam laptopnya .


Bibirnya terus tersenyum mengingat kejadian siang tadi di mall , jika dipikir-pikir tingkah dirinya dan Alana persis seperti anak kecil .


Zain menggelengkan kepala nya dengan kedua bibir yang terus membentuk senyuman .


Zain bahkan bisa melupakan dengan cepat masalah yang sedari kemarin mengganggu beban pikiran nya .


*


Sementara itu dikamar , Alana baru terjaga , ia langsung melihat dirinya yang masih mengenakan seragam sekolah bahkan jaket Zain masih melekat ditubuhnya .


Alana bangun dari berbaringnya , ia mengusap-usap bahunya seraya mencium wangi khas dari jaket milik Zain dan rasanya ia sangat nyaman mengenakan jaket itu .


Seketika Alana teringat jika tadi ia masih berada didalam mobil diperjalanan menuju apartemen , lalu kenapa disaat ia terbangun sudah berada dikamar .


" Apa dia yang bawa aku kesini ? , gumam Alana seraya menutup mulutnya , membayangkan Zain yang menggendong dirinya .


Sekali lagi Alana melihat dirinya dan pakaiannya masih untuk melekat .


" Syukurlah dia tidak berbuat yang aneh-aneh " , gumam Alana sedikit lega .


Alana segera masuk ke kamar mandi karena merasa tubuhnya sangat lengket .


Hanya 10 menit Alana menghabiskan waktunya dikamar mandi , lalu ia segera menunaikan kewajiban karena kebetulan belum sholat isya .


Dan karena masih mengantuk , Alana kembali naik ke atas tempat tidur dan melanjutkan tidurnya .


*****


Keesokan paginya seperti biasa mereka sholat subuh masing-masing dan setelah nya Zain langsung menyiapkan sarapan .


Berbeda dengan Alana yang langsung sibuk mempercantik dirinya , lalu setelah siap ia segera keluar dari kamar .


" Sarapan dulu Al ? " , ajak Zain lembut .


Dan Alana hanya mengangguk lalu duduk ditempat biasanya .

__ADS_1


Entah kenapa Alana sekarang jadi terbiasa untuk sarapan dirumah bersama Zain .


Dan soal masakan Zain , hasilnya tak diragukan lagi bahkan jika punya keberanian Alana selalu ingin menambah porsi makannya .


Keduanya makan dengan tenang tanpa ada yang angkat suara dan ternyata sampai mereka masuk ke dalam mobil pun keduanya masih setia saling diam . Rasanya sangat canggung untuk memulai obrolan maka mereka lebih memilih saling acuh .


Tak terasa hari ujian Nasional tiba , Alana lebih menghabiskan waktunya dikamar untuk belajar , walau ia bukan anak yang rajin tapi Alana pikir ini saat nya untuk membuat kedua orang tuanya bangga , Alana berharap ia mendapatkan nilai yang memuaskan sesuai dengan apa yang ia harapkan .


Dan Zain ia tak ingin menggangu waktu belajar Alana , jika keduanya tengah berada dirumah Zain lebih memilih menghabiskannya waktunya diruang kerja .


Seperti sekarang ini Zain tengah mengerjakan sesuatu diruang kerjanya , tapi tanpa sengaja kedua matanya melihat buku-buku koleksinya yang tersimpan rapi , seingatnya ia pernah membeli buku tentang sukses mengikuti ujian Nasional tingkat SMA .


Zain berjalan kearah lemari buku lalu ia mengambil buku yang dicari . Zain berharap buku ini bisa membantu Alana dalam menghadapi ujian nasional .


" Tok , Tok Assalamu'alaikum Al " , salam Zain seraya mengetuk pintu .


" Ishh ganggu aja ga tau orang lagi belajar ya " , gumam Alana kesal namun kedua kakinya langsung melangkah untuk membukakan pintu .


" Heem " , Alana berdeham ketika sudah membuka pintu .


" Ini aku ada buku , siapa tau kamu membutuhkannya " , Ucap Zain seraya menyodorkan satu buku yang cukup tebal .


" Ini aja mumet bacanya , ditambah dikasih buku yang tebal kaya gini " , Gumam Alana seraya menepuk jidatnya .


Alana kembali mencoba fokus untuk belajar , sesekali ia melihat buku tebal pemberian Zain .


" Kenapa dia punya buku seperti ini ? , bukannya bang Zain seangkatan dengan bang Nizar ? " , tanya Alana merasa aneh .


" Bodo ah , kenapa juga dipikirin " , gumam Alana lagi .


Tapi ternyata hati Alana tergerak untuk membacanya dan ketika sudah membaca kedua bibir Alana langsung terangkat membentuk sebuah senyuman .


" Wah ternyata disini ada semua dan sudah diringkas pula " , senang Alana , karena ia malas jika harus membaca semua buku pelajaran dan juga buku paketnya .


Sampai tak terasa hampir larut malam Alana membaca buku itu , lalu ia segera naik ke atas tempat tidur karna sudah sangat mengantuk .


Zain yang sudah menyelesaikan pekerjaan , ia langsung membereskan semuanya , lalu segera masuk ke kamar .


Zain ingin membuka pintu kamar namun ia merasa aneh ketika melihat cahaya dari atas pintu .

__ADS_1


" Apa Alana belum tidur ? , " , gumam Zain bertanya .


Zain perlahan mengetuk pintu dan mengucapkan salam tapi tak kunjung ada jawaban , akhirnya ia memutar knop pintu dan karena pintu kamar jarang dikunci jadi Zain bisa langsung masuk .


Zain menggelengkan kepalanya ketika melihat Alana yang sudah tertidur dengan posisi yang asal-asalan belum lagi meja belajar yang masih berantakan .


Lebih dulu Zain membereskan buku-buku dimeja belajar , lalu ia mulai membenarkan posisi tidur Alana .


" Ya Allah kuatkan hamba dari godaan seperti ini " , Zain memejamkan kedua matanya , lalu ia dengan perlahan mulai mengangkat tubuh Alana dan membenarkan posisi tidur nya .


Zain berniat ingin menyelimuti Alana namun entah kenapa tiba-tiba tangan Alana yang awalnya berada diatas perut , tiba-tiba bergerak dan tepat mengenai lato-lato miliknya .


" Aaa Astaghfirullah hal'adzim godaan apa lagi ini ? " , gumam Zain kaget dan reflek langsung melihat ke arah bawah .


Zain dengan cepat langsung menyelimuti Alana , lalu ia segera masuk ke kamar mandi .


Sudah lama Zain tidak mandi larut malam namun kali ini mau tak mau ia harus melakukannya lagi .


Sudah hampir sebulan ia tingkah seatap dengan Alana , dan perlahan mulai ada perubahan dari Alana , ia tidak lagi sering mengenakan baju seksi sehingga tidak membuat Zain harus mandi setiap malam .


Sekitar 20 menit Zain baru keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk sebatas perutnya karena ia melupakan membawa baju gantinya .


Zain dengan sedikit berlari langsung masuk ke ruang ganti beruntung Alana sudah tertidur dan tak melihat dirinya yang hanya memakai handuk .


Setelah selesai mengenakan pakaian nya Zain segera keluar lalu mengambil bantal dan selimutnya yang berada diatas tempat tidur disamping Alana .


Zain melirik Alana sekilas , ia tersenyum melihat wajah teduh Alana ketika tidur .


" Kamu cantik banget Al kalau lagi tidur rasanya wajah kamu teduh banget " , gumam Zain pelan .


" Astagfirullah hal'adzim " , Zain dengan cepat langsung beristigfar seraya mengusap wajahnya kasar .


Dan dengan gerakan cepat ia langsung menuju ke arah sofa .


" Ada aja godaan nya jangan sampe harus mandi 2 kali " , gumam Zain menggelengkan kepala .


Lalu ia segera membaringkan diri nya dan cepat-cepat tertidur menuju ke alam mimpinya.


😍😍😍

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2