Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Kotak Makan


__ADS_3

Hari ini bertepatan dengan hari senin dan Alana


mulai kembali masuk sekolah .


Setelah melaksanakan sholat subuh secara munfarid , Alana langsung bersiap untuk pergi ke sekolah dan ia harus berangkat lebih pagi karna jaraknya yang cukup jauh dari apartemen Zain .


Sementara itu setelah sholat subuh , Zain langsung bergegas ke dapur masih memakai kain sarung dan kaos oblong , Zain mulai menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Alana .


Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam , Zain sudah menyelesaikan masakannya dan ia membuat makanan yang menurut dirinya cukup mudah untuk dilakukan yaitu membuat kebab turki .


Setelah selesai Zain membawa makananya ke meja makan tak lupa ia pun memasukan beberapa potong kebab turki ke kotak makan untuk bekal Alana ke sekolah .


Zain mulai melangkahkan kakinya untuk masuk kamar dan ketika ingin membuka pintu ia berpapasan dengan Alana yang baru keluar kamar .


Zain lagi-lagi dibuat kaget dengan penampilan Alana yang memakai rok seragam diatas lutut dan sialnya Alana selalu terlihat cantik dan berhasil membangunkan perkututnya yang sedang tertidur .


Zain langsung memalingkan wajahnya dan memberi jalan untuk Alana .


" Bang Zain " , panggil Alana ragu-ragu .


" Iya " , jawab Zain singkat .


" Mmm Alana boleh minta uang gak ? , atau ngga pinjam dulu deh nanti kalau Alana punya uang dibalikin " , Ucap Alana pelan .


Zain melirik Alana sekilas .


" Al tolong ganti rok seragam kamu ! , jika tidak aku gak akan kasih kamu uang " , ucap Zain santai namun sedikit mengancam .


" Tapi - " , tolak Alana namun perkataannya langsung dipotong oleh Zain .


" Semuanya terserah kamu , jika mau uang ya maka turuti perkataan aku tadi '' , ucap Zain lagi .


Alana langsung cemberut kesal dan ia terus mengumpat Zain .


Jika Alana punya tabungan maka ia tidak akan pernah mau meminta uang pada Zain , namun sayang Alana tak bisa menabung karena uangnya selalu habis dibelikan skincare dan baju-baju keluaran terbaru .


Dengan menghentakkan kaki , Alana berbalik badan dan kembali masuk kamar , ia mengganti rok seragamnya dengan rok yang sedikit panjang dibawah lututnya . Alana memang selalu membawa rok cadangan berjaga-jaga jika ada razia rok diatas lutut .


Iya sebenarnya pihak sekolah sudah mengajurkan untuk memakai rok dibawah lutut walau tidak berhijab tapi tidak diperkenankan untuk memakai rok seksi atau diatas lutut namun masih ada saja siswi-siswi yang bandel dan memakai rok diatas lutut seperti Alana .


Tak lama Alana sudah selesai ia membuka pintu kamar namun ternyata ia tak melihat kehadiran Zain disana , Alana merluaskan pandangannya untuk mencari Zain dan ternyata Zain keluar dari ruang kerja sudah lengkap dengan memakai celana panjang dan jaket .


" Ganteng " , gumam Alana .


" Tapi tetap lebih ganteng Faisal " , Gumam Alana lagi seraya memalingkan wajahnya .

__ADS_1


" Ini " , Zain menyodorkan uang 3 lembar berwarna merah muda .


" Makasih " , ucap Alana malas dan menerima uangnya .


Alana dengan santainya langsung melangkahkan kaki meninggalkan Zain .


" Al mau kemana ? , ga sarapan dulu ? " , tanya Zain beruntun .


" Nanti aja disekolah " , jawab Alana seraya terus berjalan .


Zain dengan cepat langsung menyusul Alana tak lupa ia pun membawa kotak makan yang sudah ia siapakan .


" Masuk mobil , aku antar ! " , ujar Zain dan mendului langkah Alana .


" Ga usah Alana bisa naik taksi " , tolak Alana seraya masuk ke dalam lift yang sudah berisi Zain didalamnya .


" Sekarang kamu tanggung jawab aku , kalau kamu hilang , aku juga yang repot " , balas Zain seraya menekankan setiap kata yang keluar dari mulutnya .


Dan Alana tidak bisa berkata apa-apa lagi , ditambah sebenarnya ia juga tidak berani naik taksi sendiri apalagi dengan jarak yang cukup jauh .


Seperti biasa setelah sampai diparkiran Zain langsung membukakan pintu untuk Alana lalu ia memutari mobil dan duduk dikursi pengemudi .


Zain menjalankan mobilnya setelah melihat Alana duduk dengan benar walau dengan muka cemberutnya .


Zain menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata dan ia tak perlu khawatir akan terjebak macet karena Zain tahu jalan tikus menuju sekolah Alana .


dan membuat Alana bingung .


" Apa ? " , tanya Alana seraya melihat Zain .


" Ambil aja " , jawab Zain terdengar dingin .


Alana langsung mengambilnya dengan bibir yang sudah maju beberapa centi .


" Kenapa dia nyebelin banget sih ? " , batin Alana kesal .


Setelah itu didalam mobil hanya tercipta kesunyian , Zain fokus mengemudi sedangkan Alana fokus melihat ke arah luar melalui jedala samping .


Sampai tak terasa mobil Zain hampir sampai disekolah Alana namun dengan cepat Alana meminta Zain untuk berhenti .


" Setop , berhenti disini bang Zain " , ucap Alana sedikit berteriak dan dengan reflek Zain langsung menginjak pedal remnya sehingga mobilnya mendadak berhenti bahkan sampai membuat Alana terbentur mengenai dasboard .


" Auws ", Ringis Alana memegang keningnya .


" Al kamu tidak apa-apa ? " , tanya Zain khawatir dan tanpa sengaja ia menyentuh tangan Alana yang memegang keningnya .

__ADS_1


Mata keduanya beradu dan untuk beberapa detik mereka saling menatap dalam jarak yang cukup dekat , sampai akhirnya Alana menyingkirkan tangan Zain.


" Bang Zain bisa pelan-pelan gak sih ? , itu bahaya tau gak ? " , Alana mengomel .


" Iya maaf tapi kamu gapapa kan ? " , jawab Zain dan sekali lagi ia menanyakan keadaan Alana .


" Alana gapapa " , jawab Alana cuek .


Alana langsung keluar dari mobil tanpa mengatakan atau pamit terlebih dulu pada Zain .


Zain tak langsung menjalankan kembali mobilnya , ia terlebih dulu merhatikan Alana , sampai Alana hilang dibalik pintu gerbang sekolah Zain mulai menjalankan mobilnya .


Sementara itu Alana berjalan melalui lorong sekolah dengan wajah cemberutnya namun tanpa sadar sedari tadi ia terus memegang kotak makan yang dikasih oleh Zain .


" Al Alana " , panggil seseorang yang suaranya sangat familiar bagi Alana .


Alana lansung membalikan badan dan ia langsung berlari memeluk orang tersebut .


" Kak , Alana kangen banget , gimana kabar mamah , papah dan bang Nizar kalian semua sehat kan ? " , tanya Alana beruntun .


" Alhamdulillah kami semua sehat kok " , jawab Alena seraya terkekeh .


Iya yang memanggil Alana tadi adalah kembarannya sendiri yang tak lain adalah Alena .


Mereka berjalan berdua menuju kelas dengan dibarengi candaan tawa karena Alena terus-terusan menggoda sang adik apalagi ketika tahu Alana membawa kotak makan pemberian dari Zain .


Alana dan Alena langsung duduk di bangkunya .


" Oh ya kotak makan itu isinya apaan Al ? " , tanya Alena penasaran .


Alana dengan cepat mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu .


Alana mulai membuka kotak makan itu dan kedua matanya langsung berbinar senang ketika mengetahui isinya adalah kebab Turki , dan kebab turki merupakan salah satu makanan kesukaan Alana .


" Waw ... , wangi banget Al ", ucap Alena dan dengan cepat Alana mengangguk mengiyakan .


Alana mulai memakannya , tak lupa ia pun menawari Alena namun ternyata Alena sudah kenyang karena sudah sarapan dirumah .


" Enak banget , belum pernah aku makan kebab Turki seenak ini " , batin Alana senang .


" Kira-kira dia beli kebab ini dimana ya ? " , batin Alana bertanya .


" Al " , tiba-tiba Alana dikagetkan dengan kedatangan Faisal .


Dan Alana langsung tersedak makanannya .

__ADS_1


😍😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2