
Sekitar set 10 malam Alana baru masuk rumah dan tak lama disusul oleh Zain .
Alana langsung masuk kamar begitupun dengan Zain.
" Bang Zain mau ke kamar mandi duluan silahkan dan Alana mau siapkan baju ganti nya " , Ujar Alana mempersilahkan terlebih dahulu suami nya untuk memakai kamar mandi.
" Mmm Al kamu marah sama Abang ? " , Zain mendekati Alana .
" Alana gak marah kok bang , Alana tidak ada alasan harus marah dengan bang Zain " , Jawab Alana jujur dan menatap Zain .
Zain tersenyum lega .
" Makasih , dan maaf atas kejadian tadi siang " , ucap Zain seraya meraih kedua tangan Alana .
" Iya gapapa lupakan aja bang , tapi lain kali harus liat kondisi " , jawab Alana dengan menunduk malu .
" Cup , iya sayang aku janji " , Zain mengecup pipi kanan Alana lalu menampilkan barisan gigi .
Alana kaget dan langsung menatap Zain .
" Cup , disini aman kan ? " , Zain mendaratkan satu kecupan singkat dibibir Alana .
" Bang Zain kebiasaan selalu bikin Alana kaget " , omel Alana salah tingkah dengan perasaan yang sudah tidak menentu .
Zain terkekeh lalu ia mencakup wajah Alana dengan kedua tangannya , padangan mereka bertemu dan dengan lembut Zain mulai mengecup seluruh wajah Alana .
" Biar ga kaget " , Zain cengengesan menampilkan barisan giginya yang putih .
" Ish bang Zain " , Alana membuang muka menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam seperti kepiting rebus .
Zain mengusap kepala Alana gemas , lalu ia segera masuk ke kamar mandi .
Alana langsung meyiapkan baju ganti untuk suaminya dan juga untuk dirinya .
Perlahan ia mulai menikmati perannya sebagai seorang istri dari seorang Zain Abdullah Alfarezy , dan ternyata jika dinikmati dan dijalankan dengan hati yang ikhlas maka semua akan terasa lebih indah , bahkan sepanjang hari Alana dibuat tersenyum oleh kelakuan Zain .
Setelah Zain keluar dari kamar mandi , kini Alana yang masuk tak lupa ia membawa baju gantinya.
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama Alana sudah keluar lengkap dengan baju setelan tidur .
Alana melihat Zain yang tengah bersandar diheadboard seraya memangku sebuah buku , dan ia kini tengah menatap Alana dengan tersenyum manis , seperti lnya Zain tadi tengah membaca buku namun ketika mendengar decitan suara pintu kamar mandi fokus Zain langsung tertuju ke arah Alana .
" Masya Allah tabarokallah senyum bang Zain manis sekali " , puji Alana dalam hati.
Alana membalas sekilas senyum suaminya , lalu ia melangkah ke meja rias dan mulai memakai serangkaian kecantikan sebelum tidur .
Setelah menyelesaikan semuanya , perlahan Alana mulai berjalan ke arah ranjang dan berhasil duduk disebelah Zain .
" Mmm bang Zain lagi baca buku apa ? " , Tanya Alana mencoba memecahkan keheningan diantara mereka .
Zain menyudahi membaca bukunya dan langsung menutup bukunya lalu menunjukan pada Alana buku apa yang tengah ia baca .
Alana hanya menganggukan kepala pelan pertanda mengerti .
'' Kamu cantik sekali sayang wangi lagi " , Puji Zain mencium wangi khas Alana .
" Dih udah pintar gombal ya " , Alana tersenyum tersipu malu .
" Aku gak gombal tapi memang kamu cantik dan wangi " , Timpal Zain seraya mencium tangan Alana .
Zain terus mengecup lembut menyusuri tangan Alana sampai ke atas sikut dan membuat Alana terkekeh geli .
" Bang Zain stop geli ! " , Pinta Alana terkekeh menahan sensasi rasa geli setiap kecupan yang Zain daratkan ditangannya .
" Wangi tubuh kamu , aku sangat suka Al dan membuat aku sangat candu ingin selalu dekat kamu ", Zain menghentikan aksinya dan menatap dalam ke arah Alana .
Tatapan nya mengisyaratkan Zain mengharapkan bisa berbuat lebih dengan Alana , istrinya yang sudah dinikahi beberapa bulan yang lalu namun belum menjadi milik sepenuhnya.
Pandangan kedua saling bertemu dan Zain dengan perlahan menarik celuk leher Alana dan mulai menc*um bibir ranum Alana yang berwarna merah muda yang selalu membuat Zain tergoda , perlahan ci*uman itu berubah Zain mulai mengabsen rongga mulut Alana dan lidahnya dengan lembut menari-nari disana , kali ini Alana mulai bisa mengimbangi bahkan dengan tak sadar keduanyanya memeluk leher Zain yang membuat jarak mereka semakin intim .
Setelah puas mengabsen rongga mulut Alana , Zain mulai melepaskan tautannya , dan ia langsung turun ke leher jenjang Alana dan mulai melukis bintang-bintang kecil yang bersinar , tangan Alana meremas rambut Zain dan tanpa sadar ia mengeluarkan suara ******* kecil yang terdengar sangat seksi diindra pendengar Zain .
Zain terus bermain disana sampai tanpa sadar ia mulai turun ke bawah , dan kedua tangannya mulai mencoba membuka kancing baju tidur Alana , namun ditahan oleh Alana .
" Bang Zain maaf beri Alana sedikit waktu lagi " , Ucap Alana yang merasa belum siap.
__ADS_1
Zain hanya tersenyum walau dalam hati ia sedikit kecewa namun Zain tersadar bahwa Alana masih butuh waktu untuk bisa menerima dirinya sepenuhnya dan Zain hampir saja kebablasan , Zain tak mau melakukan hal itu dengan Alana yang terpaksa.
" Maaf sayang , aku hampir kebablasan " , Zain mengusap lembut rambut Alana .
" Bang Zain gak marah ? " , Tanya Alana hati-hati .
" Tentu tidak , ya udah tidur yu kamu pasti cape kan ?! " , Ajak Zain lembut .
Alana mengangguk dan mereka mulai membaringkan badannya , lalu membaca doa sebelum tidur , dan mulai sama-sama memejamkan kedua matanya .
" Cup selamat tidur ya Zaujati " , Sebelum mereka benar-benar tertidur Zain mendaratkan satu kecupan dikening Alana .
" Selamat tidur juga Zauji " , balas Alana pelan dan malu-malu .
Zain tersenyum , dan ia membawa tubuh Alana ke dalam dekapannya , mereka mulai tertidur secara berpelukan dan dengan perasaan yang susah diartikan satu sama lain .
Sekitar pukul 3 dini hari Zain terjaga ia langsung melihat ke arah jam dinding , lalu sebelum ia beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu , Zain melihat ke arah istrinya yang masih tertidur pulas dilengannya .
" Cantik " , gumam Zain merhatikan setiap garis wajah istrinya yang memang nyaris sempurna.
" Sayang bangun kita sholat malam yu ! " , Ajak Zain seraya mengelus lembut pipi Alana.
" Mmm , sekarang jam berapa bang Zain ? " , Alana menggeliat seraya mengucek kedua matanya .
" Jam 3 , ayo kita tahajud bareng ! " , Ajak Zain seraya tersenyum.
" Mmm iya bang Zain , bang Zain ke kamar mandi duluan aja , Alana ngumpulin nyawa dulu " , Jawab Alana dengan suara seraknya .
" Ya udah tapi jangan tidur lagi ya ! " , timpal Zain dan menurunkan kepala Alana dari tangannya .
" Heem " ,
Zain berjalan ke kamar mandi seraya merenggangkan otot tangannya yang terasa sedikit kebas .
Walau masih mengantuk tapi Alana paksakan diri untuk turun dari ranjang , dan mulai menyiapkan alat sholat untuk suaminya dan juga dirinya.
" Huam..." , Alana menguap , rasanya ia masih betah tertidur apalagi didalam pelukan Zain rasanya Alana sangat tenang dan membuat tidurnya nyenyak sampai ia tidak mau untuk terbangun .
__ADS_1
🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .