Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Membutuhkan waktu


__ADS_3

Sekitar set 10 malam Alana baru masuk rumah dan tak lama disusul oleh Zain .


Alana langsung masuk kamar begitupun dengan Zain.


" Bang Zain mau ke kamar mandi duluan silahkan dan Alana mau siapkan baju ganti nya " , Ujar Alana mempersilahkan terlebih dahulu suami nya untuk memakai kamar mandi.


" Mmm Al kamu marah sama Abang ? " , Zain mendekati Alana .


" Alana gak marah kok bang , Alana tidak ada alasan harus marah dengan bang Zain " , Jawab Alana jujur dan menatap Zain .


Zain tersenyum lega .


" Makasih , dan maaf atas kejadian tadi siang " , ucap Zain seraya meraih kedua tangan Alana .


" Iya gapapa lupakan aja bang , tapi lain kali harus liat kondisi " , jawab Alana dengan menunduk malu .


" Cup , iya sayang aku janji " , Zain mengecup pipi kanan Alana lalu menampilkan barisan gigi .


Alana kaget dan langsung menatap Zain .


" Cup , disini aman kan ? " , Zain mendaratkan satu kecupan singkat dibibir Alana .


" Bang Zain kebiasaan selalu bikin Alana kaget " , omel Alana salah tingkah dengan perasaan yang sudah tidak menentu .


Zain terkekeh lalu ia mencakup wajah Alana dengan kedua tangannya , padangan mereka bertemu dan dengan lembut Zain mulai mengecup seluruh wajah Alana .


" Biar ga kaget " , Zain cengengesan menampilkan barisan giginya yang putih .


" Ish bang Zain " , Alana membuang muka menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam seperti kepiting rebus .


Zain mengusap kepala Alana gemas , lalu ia segera masuk ke kamar mandi .


Alana langsung meyiapkan baju ganti untuk suaminya dan juga untuk dirinya .


Perlahan ia mulai menikmati perannya sebagai seorang istri dari seorang Zain Abdullah Alfarezy , dan ternyata jika dinikmati dan dijalankan dengan hati yang ikhlas maka semua akan terasa lebih indah , bahkan sepanjang hari Alana dibuat tersenyum oleh kelakuan Zain .


Setelah Zain keluar dari kamar mandi , kini Alana yang masuk tak lupa ia membawa baju gantinya.

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu lama Alana sudah keluar lengkap dengan baju setelan tidur .


Alana melihat Zain yang tengah bersandar diheadboard seraya memangku sebuah buku , dan ia kini tengah menatap Alana dengan tersenyum manis , seperti lnya Zain tadi tengah membaca buku namun ketika mendengar decitan suara pintu kamar mandi fokus Zain langsung tertuju ke arah Alana .


" Masya Allah tabarokallah senyum bang Zain manis sekali " , puji Alana dalam hati.


Alana membalas sekilas senyum suaminya , lalu ia melangkah ke meja rias dan mulai memakai serangkaian kecantikan sebelum tidur .


Setelah menyelesaikan semuanya , perlahan Alana mulai berjalan ke arah ranjang dan berhasil duduk disebelah Zain .


" Mmm bang Zain lagi baca buku apa ? " , Tanya Alana mencoba memecahkan keheningan diantara mereka .


Zain menyudahi membaca bukunya dan langsung menutup bukunya lalu menunjukan pada Alana buku apa yang tengah ia baca .


Alana hanya menganggukan kepala pelan pertanda mengerti .


'' Kamu cantik sekali sayang wangi lagi " , Puji Zain mencium wangi khas Alana .


" Dih udah pintar gombal ya " , Alana tersenyum tersipu malu .


" Aku gak gombal tapi memang kamu cantik dan wangi " , Timpal Zain seraya mencium tangan Alana .


Zain terus mengecup lembut menyusuri tangan Alana sampai ke atas sikut dan membuat Alana terkekeh geli .


" Bang Zain stop geli ! " , Pinta Alana terkekeh menahan sensasi rasa geli setiap kecupan yang Zain daratkan ditangannya .


" Wangi tubuh kamu , aku sangat suka Al dan membuat aku sangat candu ingin selalu dekat kamu ", Zain menghentikan aksinya dan menatap dalam ke arah Alana .


Tatapan nya mengisyaratkan Zain mengharapkan bisa berbuat lebih dengan Alana , istrinya yang sudah dinikahi beberapa bulan yang lalu namun belum menjadi milik sepenuhnya.


Pandangan kedua saling bertemu dan Zain dengan perlahan menarik celuk leher Alana dan mulai menc*um bibir ranum Alana yang berwarna merah muda yang selalu membuat Zain tergoda , perlahan ci*uman itu berubah Zain mulai mengabsen rongga mulut Alana dan lidahnya dengan lembut menari-nari disana , kali ini Alana mulai bisa mengimbangi bahkan dengan tak sadar keduanyanya memeluk leher Zain yang membuat jarak mereka semakin intim .


Setelah puas mengabsen rongga mulut Alana , Zain mulai melepaskan tautannya , dan ia langsung turun ke leher jenjang Alana dan mulai melukis bintang-bintang kecil yang bersinar , tangan Alana meremas rambut Zain dan tanpa sadar ia mengeluarkan suara ******* kecil yang terdengar sangat seksi diindra pendengar Zain .


Zain terus bermain disana sampai tanpa sadar ia mulai turun ke bawah , dan kedua tangannya mulai mencoba membuka kancing baju tidur Alana , namun ditahan oleh Alana .


" Bang Zain maaf beri Alana sedikit waktu lagi " , Ucap Alana yang merasa belum siap.

__ADS_1


Zain hanya tersenyum walau dalam hati ia sedikit kecewa namun Zain tersadar bahwa Alana masih butuh waktu untuk bisa menerima dirinya sepenuhnya dan Zain hampir saja kebablasan , Zain tak mau melakukan hal itu dengan Alana yang terpaksa.


" Maaf sayang , aku hampir kebablasan " , Zain mengusap lembut rambut Alana .


" Bang Zain gak marah ? " , Tanya Alana hati-hati .


" Tentu tidak , ya udah tidur yu kamu pasti cape kan ?! " , Ajak Zain lembut .


Alana mengangguk dan mereka mulai membaringkan badannya , lalu membaca doa sebelum tidur , dan mulai sama-sama memejamkan kedua matanya .


" Cup selamat tidur ya Zaujati " , Sebelum mereka benar-benar tertidur Zain mendaratkan satu kecupan dikening Alana .


" Selamat tidur juga Zauji " , balas Alana pelan dan malu-malu .


Zain tersenyum , dan ia membawa tubuh Alana ke dalam dekapannya , mereka mulai tertidur secara berpelukan dan dengan perasaan yang susah diartikan satu sama lain .


Sekitar pukul 3 dini hari Zain terjaga ia langsung melihat ke arah jam dinding , lalu sebelum ia beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu , Zain melihat ke arah istrinya yang masih tertidur pulas dilengannya .


" Cantik " , gumam Zain merhatikan setiap garis wajah istrinya yang memang nyaris sempurna.


" Sayang bangun kita sholat malam yu ! " , Ajak Zain seraya mengelus lembut pipi Alana.


" Mmm , sekarang jam berapa bang Zain ? " , Alana menggeliat seraya mengucek kedua matanya .


" Jam 3 , ayo kita tahajud bareng ! " , Ajak Zain seraya tersenyum.


" Mmm iya bang Zain , bang Zain ke kamar mandi duluan aja , Alana ngumpulin nyawa dulu " , Jawab Alana dengan suara seraknya .


" Ya udah tapi jangan tidur lagi ya ! " , timpal Zain dan menurunkan kepala Alana dari tangannya .


" Heem " ,


Zain berjalan ke kamar mandi seraya merenggangkan otot tangannya yang terasa sedikit kebas .


Walau masih mengantuk tapi Alana paksakan diri untuk turun dari ranjang , dan mulai menyiapkan alat sholat untuk suaminya dan juga dirinya.


" Huam..." , Alana menguap , rasanya ia masih betah tertidur apalagi didalam pelukan Zain rasanya Alana sangat tenang dan membuat tidurnya nyenyak sampai ia tidak mau untuk terbangun .

__ADS_1


🥰🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2