Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Ketangkap Basah


__ADS_3

Alana masih menyandarkan badannya diheadboard , ia merhatikan suaminya yang menghabiskan bubur sisanya bahkan Zain tidak terlihat jijik sama sekali .


" Assalamu'alaikum " , umi mengetuk pintu kamar .


" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab Zain dan Alana bersamaan , dan dengan cepat Zain langsung membukakan pintunya .


" Masuk umi " ,


" Iya nak " , Umi masuk lalu menyimpan segelas jahe hangat diatas nakas .


" Ya Allah kamu pecat sekali nak " , Umi duduk dipinggir ranjang seraya mengelus pipi Alana lembut .


" Alana tidak apa-apa kok umi hanya sedikit pusing " , Timpal Alana seraya tersenyum .


" Kita ke dokter ya " , ajak Umi lembut , dan Alana langsung menggelengkan kepalanya cepat .


" Alana hanya butuh istirahat aja umi nanti juga sembuh " , tolak Alana sopan .


" Ya sudah nak kalau gitu kamu istirahat ya tapi sebelum itu minum dulu jahe hangatnya biar badan kamu enakan " , Balas Umi dan membantu Alana untuk minum jahe hangat buatannya .


" Makasih banyak umi , maaf Alana merepotkan " , Ucap Alana seraya berkaca-kaca .


" Tidak sama sekali sayang , ya udah umi keluar dulu ya " , balas Umi dan sekaligus pamit .


" Cepat sembuh nak " , umi mengusap kepala Alana lembut , lalu beranjak meninggalkan kamar .


Alana terharu dengan perlakuan keluarga suaminya , mereka melakukan Alana benar-benar sangat istimewa .


" Bang Zain tidak sarapan ? " , tanya Alana karena yakin sisa buburnya tidak membuat perut Zain kenyang .


" Aku sudah sarapan barusan bubur sisa kamu " , jawab Zain tersenyum dan ia kembali duduk diujung ranjang dekat Alana .


" Itu gak akan kenyang bang Zain , bubur nya cuman sedikit " , Timpal Alana dengan tersenyum tipis .


" Iya sih tapi aku ingin nemani kamu dulu sampai kamu tidur , kasihan kamu sendiri disini " , balas Zain seraya terkekeh sendiri .


" Udah bang Zain sarapan aja sama umi dan Abi , Alana gapapa disini sendiri kok ! " , Instruksi Alana meyakinkan .


" Aku gak mau bang Zain sampai ikutan sakit " , ucap Alana lagi seraya menunduk .


Zain tersenyum itu artinya Alana sangat mengkhawatirkan keadaannya .


" Makasih ya , ya udah aku sarapan dulu " , Zain mengusap lembut kepala Alana .


" Kamu Istirahat ya " , Zain berdiri dari duduknya dan tanpa diduga ia menyematkan satu kecupan di pucuk kepala Alana .


" Assalamu'alaikum " , salam Zain mengulum senyum .


" Wa'alaikum salam warahmatullah " , Jawab Alana pelan .

__ADS_1


Alana langsung meraba dadanya , dan rasanya jantungnya akan copot mendapat serangan secara tiba-tiba , namun Alana pun merasakan kedua pipinya yang memanas .


Sementara itu Zain langsung duduk dimeja makan yang sudah terdapat Abi dan umi yang tengah sarapan bubur ayam .


" Bagaimana keadaan Alana , Zain ? " , tanya Abi yang juga mengkhawatirkan keadaan menantunya .


" Alhamdulillah demamnya mulai turun Abi " , Jawab Zain apa adanya .


" Alhamdulillah " , timpal Abi sedikit lega .


" Lain kali jangan bawa menantu umi hujan-hujanan nak , umi kasihan melihat dia sakit " , peringatan dari umi .


" Bukan Zain umi tapi Alana sendiri yang mau " , bela Zain .


" Iya umi tahu , tapi lain kali kamu bisa membujuknya dengan baik-baik " , timpal Umi menatap Zain .


" Iya umi " ,


Mereka kembali fokus dengan sarapannya masing-masing , tidak ada yang angkat suara sama sekali sampai sarapan mereka habis .


" Umi , Abi , Zain pamit balik ke kamar ya " , pamit Zain setelah menghabiskan bubur ayamnya .


" Iya nak , ingat jangan digangguin Alana nya jangan dibikin cape ! " , jawab Umi seraya memperingati anaknya .


" Iya kamu harus puasa dulu sampai Alana benar-benar sembuh " , Timpal Abi yang juga ikut-ikutaan .


Zain hanya mengangguk menanggapi perkataan umi dan Abi , lalu ia segera masuk kamar .


Zain perlahan membuka pintu seraya mengucapkan salam karena ia mengira Alana sudah tertidur kembali .


" Loh kenapa ngga tidur ? " , Tanya Zain seraya mendekat ke arah ranjang .


" Ga bisa tidur " , jawab Alana jujur .


" Ya udah aku temenin ya biar bisa tidur " , Zain langsung naik ke atas ranjang dan menempati posisi biasa tempatnya tertidur .


" Bang Zain mau ngapain ? " , Alana dengan sigap berjaga-jaga .


" Nemenin kamu tidur , Ayo sini " , Zain menepuk tangan kekarnya menginstruksi agar Alana agar tertidur berbantal tangannya .


Alana menggelengkan kepala seraya cemberut , ia begitu malu melihat tingkah Zain .


" Kenapa ? , kita ini udah suami istri Al , halal untuk kita dekat-dekatan atau berbuat hal yang lebih dari itu dan pasti akan mendapatkan pahala " , Tutur Zain lembut .


Mendengar perkataan Zain , seketika Alana menjadi merinding sekaligus merasa bersalah karena belum bisa menjadi istri yang baik untuk Zain .


Alana melirik ke arah Zain yang juga tengah menatapnya sehingga pandangan keduanya bertemu .


Alana memutuskan pandangan nya dengan cepat dan dengan perlahan ia mulai membaringkan tubuhnya , meletakan kepalanya ditangan kekar Zain .

__ADS_1


Jarak keduanya sangat dekat bahkan deru nafas keduanya bisa dirasakan satu sama lain .


" Udah istirahat jangan terlalu banyak pikiran , aku gak akan berbuat yang macem-macem kok " , Zain mulai mengusap lembut kepala Alana .


Alana tak berani menatap wajah Zain , ia begitu malu namun hatinya juga menghangat mendapat perlakuan manis dari sang suami .


Zain terus mengusap lembut kepala Alana seraya melantunkan sholawat , berharap Alana bisa segera tertidur karena ia sudah sangat mengantuk .


Perlahan mulai terdengar suara nafas Alana yang teratur , Zain menatap wajah cantik istrinya yang mulai terlelap , tangannya dengan berani menyentuh pipi Alana lembut dan turun ke bibir ranum Alana , namun ia hanya mampu menyapunya dengan ibu jari .


" Cup " , Zain mengecup kening Alana sekilas karena takut mengusik tidurnya .


" Cepat sembuh Zaujati " , Gumam Zain lalu ia mulai ikut memejamkan kedua matanya .


Zain memutuskan untuk absen mengajar dan ia menyerahkan tugasnya kepada ustad Alif untuk menggantikan dirinya mengajar .


Keduanya tertidur dan tanpa sadar mereka tertidur seraya berpelukan dengan tubuh yang saling bersentuhan satu sama lain .


Alana mendengar suara adzan Dzuhur berkumandang , ia menggeliatkan tubuhnya , namun ia merasa ada benda yang menindih diperutnya .


Alana membuka matanya lebar-lebar dan langsung tertuju pada tangan kekar Zain yang memeluk perutnya .


Kedua matanya membulat sempurna ketika menyadari tubuhnya sangat dekat dengan Zain , dengan kondisi jantungnya yang langsung berdisko .


Alana memberanikan diri mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah suaminya .


Ia merhatikan setiap garis wajah Zain , Alana merasa kasihan dengan Zain yang harus bergadang semalaman karena menjaga dirinya .


" Bang Zain , makasih sudah sabar mengahadapi sikap Alana selama ini , Alana janji akan berusaha untuk memulai membuka hati untuk bang Zain ", Gumam Alana pelan seraya jari tangannya mengusap lembut wajah Zain yang terlihat sangat lelah.


" Janji ya ? , Janji adalah hutang loh " , tiba-tiba terdengar suara serak Zain khas bangun tidur .


Alana langsung menarik tangannya dan ia berusaha lepas dari pelukan suaminya , namun bukannya lepas , Zain malah semakin erat memeluk Alana .


" Bang Zain lepas ! " , Alana meronta .


" Biarkan seperti ini , sebentar aja " , Pinta Zain dan ia langsung mencium dalam-dalam aroma wangi rambut Alana .


Alana langsung diam seraya menyembunyikan rona malu diwajahnya .


" Bang Zain sejak kapan bangun ? , ataw bang Zain sengaja mau mengerjai Alana ? " , Tanya Alana lebih tepatnya meneduh .


" Aku bangun karena ulah kamu , ulah tangan kamu sayang " , jawab Zain seraya berbisik tepat ditelinga Alana .


Alana benar-benar sangat malu ketangkap basah dan itu artinya Zain mendengar semua perkataan yang keluar dari mulutnya .


🥰🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .

__ADS_1


__ADS_2