
Alana masih menyandarkan badannya diheadboard , ia merhatikan suaminya yang menghabiskan bubur sisanya bahkan Zain tidak terlihat jijik sama sekali .
" Assalamu'alaikum " , umi mengetuk pintu kamar .
" Wa'alaikum salam warahmatullah " , jawab Zain dan Alana bersamaan , dan dengan cepat Zain langsung membukakan pintunya .
" Masuk umi " ,
" Iya nak " , Umi masuk lalu menyimpan segelas jahe hangat diatas nakas .
" Ya Allah kamu pecat sekali nak " , Umi duduk dipinggir ranjang seraya mengelus pipi Alana lembut .
" Alana tidak apa-apa kok umi hanya sedikit pusing " , Timpal Alana seraya tersenyum .
" Kita ke dokter ya " , ajak Umi lembut , dan Alana langsung menggelengkan kepalanya cepat .
" Alana hanya butuh istirahat aja umi nanti juga sembuh " , tolak Alana sopan .
" Ya sudah nak kalau gitu kamu istirahat ya tapi sebelum itu minum dulu jahe hangatnya biar badan kamu enakan " , Balas Umi dan membantu Alana untuk minum jahe hangat buatannya .
" Makasih banyak umi , maaf Alana merepotkan " , Ucap Alana seraya berkaca-kaca .
" Tidak sama sekali sayang , ya udah umi keluar dulu ya " , balas Umi dan sekaligus pamit .
" Cepat sembuh nak " , umi mengusap kepala Alana lembut , lalu beranjak meninggalkan kamar .
Alana terharu dengan perlakuan keluarga suaminya , mereka melakukan Alana benar-benar sangat istimewa .
" Bang Zain tidak sarapan ? " , tanya Alana karena yakin sisa buburnya tidak membuat perut Zain kenyang .
" Aku sudah sarapan barusan bubur sisa kamu " , jawab Zain tersenyum dan ia kembali duduk diujung ranjang dekat Alana .
" Itu gak akan kenyang bang Zain , bubur nya cuman sedikit " , Timpal Alana dengan tersenyum tipis .
" Iya sih tapi aku ingin nemani kamu dulu sampai kamu tidur , kasihan kamu sendiri disini " , balas Zain seraya terkekeh sendiri .
" Udah bang Zain sarapan aja sama umi dan Abi , Alana gapapa disini sendiri kok ! " , Instruksi Alana meyakinkan .
" Aku gak mau bang Zain sampai ikutan sakit " , ucap Alana lagi seraya menunduk .
Zain tersenyum itu artinya Alana sangat mengkhawatirkan keadaannya .
" Makasih ya , ya udah aku sarapan dulu " , Zain mengusap lembut kepala Alana .
" Kamu Istirahat ya " , Zain berdiri dari duduknya dan tanpa diduga ia menyematkan satu kecupan di pucuk kepala Alana .
" Assalamu'alaikum " , salam Zain mengulum senyum .
" Wa'alaikum salam warahmatullah " , Jawab Alana pelan .
__ADS_1
Alana langsung meraba dadanya , dan rasanya jantungnya akan copot mendapat serangan secara tiba-tiba , namun Alana pun merasakan kedua pipinya yang memanas .
Sementara itu Zain langsung duduk dimeja makan yang sudah terdapat Abi dan umi yang tengah sarapan bubur ayam .
" Bagaimana keadaan Alana , Zain ? " , tanya Abi yang juga mengkhawatirkan keadaan menantunya .
" Alhamdulillah demamnya mulai turun Abi " , Jawab Zain apa adanya .
" Alhamdulillah " , timpal Abi sedikit lega .
" Lain kali jangan bawa menantu umi hujan-hujanan nak , umi kasihan melihat dia sakit " , peringatan dari umi .
" Bukan Zain umi tapi Alana sendiri yang mau " , bela Zain .
" Iya umi tahu , tapi lain kali kamu bisa membujuknya dengan baik-baik " , timpal Umi menatap Zain .
" Iya umi " ,
Mereka kembali fokus dengan sarapannya masing-masing , tidak ada yang angkat suara sama sekali sampai sarapan mereka habis .
" Umi , Abi , Zain pamit balik ke kamar ya " , pamit Zain setelah menghabiskan bubur ayamnya .
" Iya nak , ingat jangan digangguin Alana nya jangan dibikin cape ! " , jawab Umi seraya memperingati anaknya .
" Iya kamu harus puasa dulu sampai Alana benar-benar sembuh " , Timpal Abi yang juga ikut-ikutaan .
Zain hanya mengangguk menanggapi perkataan umi dan Abi , lalu ia segera masuk kamar .
Zain perlahan membuka pintu seraya mengucapkan salam karena ia mengira Alana sudah tertidur kembali .
" Loh kenapa ngga tidur ? " , Tanya Zain seraya mendekat ke arah ranjang .
" Ga bisa tidur " , jawab Alana jujur .
" Ya udah aku temenin ya biar bisa tidur " , Zain langsung naik ke atas ranjang dan menempati posisi biasa tempatnya tertidur .
" Bang Zain mau ngapain ? " , Alana dengan sigap berjaga-jaga .
" Nemenin kamu tidur , Ayo sini " , Zain menepuk tangan kekarnya menginstruksi agar Alana agar tertidur berbantal tangannya .
Alana menggelengkan kepala seraya cemberut , ia begitu malu melihat tingkah Zain .
" Kenapa ? , kita ini udah suami istri Al , halal untuk kita dekat-dekatan atau berbuat hal yang lebih dari itu dan pasti akan mendapatkan pahala " , Tutur Zain lembut .
Mendengar perkataan Zain , seketika Alana menjadi merinding sekaligus merasa bersalah karena belum bisa menjadi istri yang baik untuk Zain .
Alana melirik ke arah Zain yang juga tengah menatapnya sehingga pandangan keduanya bertemu .
Alana memutuskan pandangan nya dengan cepat dan dengan perlahan ia mulai membaringkan tubuhnya , meletakan kepalanya ditangan kekar Zain .
__ADS_1
Jarak keduanya sangat dekat bahkan deru nafas keduanya bisa dirasakan satu sama lain .
" Udah istirahat jangan terlalu banyak pikiran , aku gak akan berbuat yang macem-macem kok " , Zain mulai mengusap lembut kepala Alana .
Alana tak berani menatap wajah Zain , ia begitu malu namun hatinya juga menghangat mendapat perlakuan manis dari sang suami .
Zain terus mengusap lembut kepala Alana seraya melantunkan sholawat , berharap Alana bisa segera tertidur karena ia sudah sangat mengantuk .
Perlahan mulai terdengar suara nafas Alana yang teratur , Zain menatap wajah cantik istrinya yang mulai terlelap , tangannya dengan berani menyentuh pipi Alana lembut dan turun ke bibir ranum Alana , namun ia hanya mampu menyapunya dengan ibu jari .
" Cup " , Zain mengecup kening Alana sekilas karena takut mengusik tidurnya .
" Cepat sembuh Zaujati " , Gumam Zain lalu ia mulai ikut memejamkan kedua matanya .
Zain memutuskan untuk absen mengajar dan ia menyerahkan tugasnya kepada ustad Alif untuk menggantikan dirinya mengajar .
Keduanya tertidur dan tanpa sadar mereka tertidur seraya berpelukan dengan tubuh yang saling bersentuhan satu sama lain .
Alana mendengar suara adzan Dzuhur berkumandang , ia menggeliatkan tubuhnya , namun ia merasa ada benda yang menindih diperutnya .
Alana membuka matanya lebar-lebar dan langsung tertuju pada tangan kekar Zain yang memeluk perutnya .
Kedua matanya membulat sempurna ketika menyadari tubuhnya sangat dekat dengan Zain , dengan kondisi jantungnya yang langsung berdisko .
Alana memberanikan diri mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah suaminya .
Ia merhatikan setiap garis wajah Zain , Alana merasa kasihan dengan Zain yang harus bergadang semalaman karena menjaga dirinya .
" Bang Zain , makasih sudah sabar mengahadapi sikap Alana selama ini , Alana janji akan berusaha untuk memulai membuka hati untuk bang Zain ", Gumam Alana pelan seraya jari tangannya mengusap lembut wajah Zain yang terlihat sangat lelah.
" Janji ya ? , Janji adalah hutang loh " , tiba-tiba terdengar suara serak Zain khas bangun tidur .
Alana langsung menarik tangannya dan ia berusaha lepas dari pelukan suaminya , namun bukannya lepas , Zain malah semakin erat memeluk Alana .
" Bang Zain lepas ! " , Alana meronta .
" Biarkan seperti ini , sebentar aja " , Pinta Zain dan ia langsung mencium dalam-dalam aroma wangi rambut Alana .
Alana langsung diam seraya menyembunyikan rona malu diwajahnya .
" Bang Zain sejak kapan bangun ? , ataw bang Zain sengaja mau mengerjai Alana ? " , Tanya Alana lebih tepatnya meneduh .
" Aku bangun karena ulah kamu , ulah tangan kamu sayang " , jawab Zain seraya berbisik tepat ditelinga Alana .
Alana benar-benar sangat malu ketangkap basah dan itu artinya Zain mendengar semua perkataan yang keluar dari mulutnya .
🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .
__ADS_1