Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Sarapan


__ADS_3

Sebelum adzan subuh berkumandang Alana sudah bangun dan ia langsung tertegun mendengar suara merdu Zain yang tengah membaca ayat suci Al-Quran diatas sajadah , sepertinya Zain telah melaksanakan sholat malam .


Alana sering dibangunkan dan diajak untuk sholat malam oleh Zain namun Alana pasti selalu beralasan masih mengantuk .


Zain menghentikan membaca ayat suci Al-Qur'an dan ia langsung melirik ke arah Alana yang tengah duduk diatas tempat tidur seraya merhatikannya .


" Al sudah bangun ? " , tanya Zain dan langsung membuat Alana sadar .


" Heem ", jawab Alana dan ia langsung membuang muka lalu segera turun dari atas tempat tidur .


" Ini belum adzan subuh kan ? " , tanya Alana sebelum benar-benar masuk ke kamar mandi .


" Belum masih ada waktu 20 menit lagi menuju waktu adzan subuh " , Jawab Zain dan ia masih merhatikan Alana .


Mendengar hal itu Alana langsung masuk ke kamar mandi meninggalkan Zain yang kebingungan melihat Alana bangun dijam sepagi ini .


Tak lama Alana langsung keluar dari kamar mandi , dan ia langsung menuju meja rias untuk mengambil ikat rambut nya , rambut yang sebahu ia rapikan lalu diikat nya asal .


Alana langsung melangkahkan kakinya menuju dapur tanpa memperdulikan Zain yang sedari memperhatikan nya .


Alanaa mulai membuka kulkas dan melihat stok makanan , akhirnya Alana memutuskan untuk membuat nasi goreng .


Dari mulai sayuran , Telor , baso , sosis dan juga udang mulai ia keluarkan dari dalam kulkas , tak lupa dengan bumbu perbawangan seperti bawang putih , bawang merah dan Daun bawang .


Alana mulai mengeksekusi semuanya dan menyatukannya ke dalam wajan tak lupa ia pun membawa nasi yang ada didalam rice cooker .


Setelah semua bahan tercampur didalam wajan barulah Alana menambahkan bumbu penyedap , saos tomat , saos sambal dan juga kecap .


Adzan subuh berkumandang , dan nasi goreng buatan Alana hampir saja selesai .


Sementara itu Zain langsung menyudahi aktivitasnya ketika mendengar suara adzan berkumandang , ia lantas berniat ingin pergi ke masjid untuk shalat berjamaah .


Ketika keluar dari kamar Zain bisa mengirim aroma sedap dari arah dapur , dengan perlahan ia berjalan ke arah dapur dan ternyata Alana tengah memasak .


Kedua bibir Zain terangkat membentuk sebuah senyuman yang sangat manis tapi sayang gak ada yang melihatnya .


Zain merhatikan Alana yang tengah memasak dan menurutnya Alana semakin cantik ketika sedang memasak , Karena adzan subuh sudah selesai dikumandangkan Zain segera berpamitan kepada Alana .


" Al " , Panggil Zain pelan karna takut mengagetkan Alana .

__ADS_1


Alana langsung membalikan badannya menatap ke asal suara .


" Aku ke masjid dulu ya " , pamit Zain dan Alana langsung menganggukan kepalanya .


" Assalamu'alaikum " ,


" Wa'alaikum salam " ,


Alana kembali fokus dengan masakannya dan setelah semuanya matang , Alana langsung menuangkan nasi gorengnya ke dalam rice cooker .


Alana sengaja menyimpannya didalam rice cooker agar nanti ketika sarapan nasi gorengnya masih hangat .


Setelah itu Alana memutuskan untuk masuk kamar untuk sholat dan bersiap berangkat sekolah tapi Alana juga tak lupa untuk membereskan dan membersihkan peralatan didapur yang sudah ia pakai .


*****


Alana sudah siap untuk berangkat sekolah ia langsung keluar kamar dan ternyata Zain sudah berada dimeja makan dan juga sedah menyajikan nasi goreng buatan Alana .


Tapi kedua mata Alana melihat penampilan Zain yang sedikit berbeda , pagi ini Zain terlihat rapi dengan menggunakan kemeja tangan panjang berwarna maron yang lipat sampai didekat sikut yang ia padukan dengan celana jeans berwarna hitam pekat .


" Mau kemana dia sepagi ini sudah rapi ? " , tanya Alana dalam hati seraya duduk dimeja makan .


" Kita sarapan dulu apa langsung berangkat ? " , tanya Zain lembut .


Alana bahkan sampai melupakan kalau ia tak pernah sarapan dirumah .


Zain tersenyum dan ia langsung mengambilka. sepiring nasi goreng untuk Alana .


" Kenapa dia terlihat ganteng banget hari ini ? " , batin Alana yang terus merhatikan Zain .


Alana dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya menepis jauh-jauh pikirannya tentang Zain .


" Al kamu kenapa ? " , tanya Zain bingung .


" Eh gapapa kok " , jawab Alana seraya memalingkan wajahnya .


" Ni buat kamu " , Zain menyimpan sepiring nasi goreng didepan Alana .


" Tumben banget dia manis ? " , batin Alana lagi .

__ADS_1


Mereka sarapan dengan lahap dan tenang , dan Zain mengakui jika sarapan pagi ini terasa sangat berbeda ditambah nasi goreng buatan Alana ternyata sangat enak .


Selesai sarapan Zain melarang Alana untuk membereskan dan membersihakan piring kotor bekas mereka makan karena ia takut membuat Alana terlambat ke sekolah .


" Sudah biar ini dikerjain nanti saja , sekarang kita berangkat " , Ujar Zain dan Alana hanya menganggukkan kepalanya.


Tak lama keduanya sudah berada didalam mobil Zain langsung menjalankan mobilnya dan meninggalkan parkiran apartemen .


" Al maaf apa kamu aja yang dipanggil oleh guru atau ada siswa siswi lain yang juga mendapatkan surat panggilan ? " , tanya Zain hati-hati karna takut menyinggung Alana .


Alana langsung melirik ke arah Zain , ia baru teringat kalau Zain akan menghadirkan panggilan Bu Siska .


" Mmm Alana tidak tahu " , jawab Alana seraya mengatakan kedua bahunya .


Zain hanya mengangguk lalu kembali fokus untuk mengemudi .


Zain memasukan mobilnya ke tempat parkiran sekolah , sepertinya sudah banyak siswa-siswi yang datang karna Alana datang diwaktu yang sedikit siang dan mungkin beberapa menit lagi beli masuk akan segera berbunyi .


Dan benar saja ketika Zain dan Alana sama-sama keluar dari mobil , bell pun berbunyi Alana langsung pamit dan meninggalkan Zain yang sedikit kebingungan pasalnya ia tidak tahu harus ke mana untuk sampai diruang BK .


Zain menggelengkan kepala nya , lalu ia berjalan dan bertanya kepada satpam tentang keberadaan ruang BK .


Zain tersenyum ketika pak satpam mau mengantarkan ke ruang BK padahal sebelumnya Zain sudah menolak dan meminta pak satpam cukup tunjukan jalannya saja tapi pak satpam tatap ingin mengantarkan Zain .


" Terimakasih banyak pak , dan ini ada sedikit rezeqi untuk bapak " , ucap Zain seraya menjabat tangan pak satpam dan menyelipkan selembar uang berwarna merah muda yang sudah ia lipat .


" Makasih banyak mas , kalau begitu saya tinggal dulu " , jawab Pak satpam ramah ,


" Iya silahkan pak " , jawab Zain seraya mengangguk dan tersenyum .


Zain berniat untuk mengetuk pintu ruang BK , namun ia baru teringat jika Alana belum diberi uang saku .


" Ya Udah deh sehabis menemui guru BK sebaiknya aku ke kelas Alana untuk memberinya uang saku ", batin Zain , lalu ia segera mengetuk pintu ruang BK .


" Tok , tok Assalamu'alaikum " , Salam Zain seraya mengetuk pintu .


" Wa'alaikum salam " , pintu ruang BK dibuka oleh seorang guru perempuan dan ia langsung melongo melihat ke arah Zain .


" Ya Allah pangeran dari mana setampan ini ? " , batin Bu Siska melongo melihat ketampanan Zain .

__ADS_1


😍😍😍


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


__ADS_2