
Hari ini Alana tampak berseri dan bersemangat , walau cuaca sedikit mendung namun tak mematahkan semangatnya untuk tetap mengikuti kelas dipondok .
Setelah sarapan Alana langsung berpamitan pada Abi dan Umi , lalu ia segera menuju kelasnya , Nada ia dengan setia selalu menunggu Alana didepan kelas .
" Masya Allah sepertinya hari ini kamu lagi seneng ya Al ? " , tanya Nada yang sedari tadi merhatikan Alana .
" Alhamdulillah , setiap hari juga aku seneng kok " , Jawab Alana dengan tersenyum manis .
" Alhamdulillah , tapi hari ini kamu berbeda Al sedari subuh wajah kamu keliatan berseri-seri berbeda dengan kemarin " , Timpal Nada .
" Massa sih ? , memangnya kemarin aku gimana ? " , Tanya balik Alana .
" Kemarin wajah kamu kaya baju yang belum disetrika , lecek banget " , Jawab Nada diakhiri dengan kekehannya .
" Enak aja , muka kamu tuh kaya baju yang belum disetrika " , balas Alana yang juga ikut terkekeh .
" Udah yu masuk kelas " , Ajak Nada menggandeng tangan Alana .
Kini keduanya sudah duduk dibangku masing-masing , dan memang keduanya duduk satu meja .
" Al ayo cerita , apa yang membuat kamu hari ini begitu ceria dan semangat ? " , Pinta Nada yang kepo .
" Kamu ini kepo banget sih Nad ? " , keukeh Alana yang sengaja ingin membuat Nada penasaran .
" Biarin pokoknya kamu harus cerita Al , oh ya pasti tentang Gus Zain ya ? " , seledik Nada .
" Loh kok kamu tahu sih ? , kamu peramal ya " , timpal Alana yang diakhiri dengan tawanya diikuti oleh Nada yang juga ikut tertawa .
" Makanya kamu jangan main rahasia-rahasia Al , aku pasti tahu semuanya tentang kamu " , Ucap Nada seraya tertawa .
" Iya iya deh " , jawab Alana , lalu ia mulai bercerita penyebab ia senang dan bisa menjalani hari dengan semangat .
Alana dan Nada sudah seperti sahabat sejati , tak ada yang ditutupi diantara keduanya , mereka sering berbagi cerita apa pun itu , dan dengan mengenal Nada , Alana pun bisa dengan cepat beradaptasi dipondok serta Alana bisa belajar banyak dari Nada .
Bel pelajaran berbunyi semua santriawati sudah duduk rapi dimeja nya masing-masing dan tak lama seorang ustadz masuk kelas .
Alana dan Nada langsung fokus merhatikan ustazah yang memberi materi .
Sampai tak terasa adzan Dzuhur berkumandang , kelas telah selesai dan para santriwati bersiap untuk sholat berjama'ah dimushola .
*****
__ADS_1
Alana dan Nada kini tengah berjalan menuju ke asrama putri , Alana ingin bermain sekaligus ikut istirahat disana , tapi sebelumnya Alana sudah izin sama umi bahkan mereka ikut bergabung makan siang dulu dengan umi dan Abi .
" Al kamu itu beruntung banget tahu gak , punya mertua yang super baik dan perhatian belum lagi suami yang ganteng yang menjadi idaman semua wanita " , Ujar Nada yang memang mulutnya sedikit ceplas-ceplos .
Alana langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Nada .
" Ups... " , Nada refleks langsung menutup mulutnya .
" Maksud aku tuh mmm - " , Ujar Nada namun langsung dipotong oleh Alana .
" Termasuk kamu juga suka dengan bang Zain ? " , Tanya Alana menyelidik .
" Ya ngga lah Al mana mungkin aku suka sama suami sahabat ku sendiri , kan kamu tahu aku sudah punya seseorang yang namanya selalu aku sebut dalam doa " , jawab Nada cepat .
Seketika Alana langsung tersenyum dan bernafas lega.
" Ya udah yu lanjut lagi jalannya ? " , ajak Nada menarik tangan Alana .
Tak lama mereka sudah sampai diasrama tempat Nada , Nada langsung menyimpan tas dan membaringkan tubuhnya dikasur kecil .
" Kenapa Al ? , Gus Zain gak ada kabar lagi ? " , tanya Nada yang merhatikan Alana terus melihat ponselnya dengan wajah sedikit ditekuk .
" Suuut..... , ngomongnya jangan kencang-kencang Nad , aku malu kalau sampe santriawati lain dengar " , Alana langsung menyimpan jari telunjuknya didepan mulut .
" Astagfirullah Nada , kecilkan suara kamu ! " , gemas Alana pada sahabatnya yang sepertinya sengaja meninggikan volume suaranya .
Nada hanya cengengesan menampilkan barisan giginya .
" Mungkin Gus Zain lagi sibuk kali Al , sabar nanti kalau senggang pasti ia ngasih kabar " , Ucap Nada lagi mencoba menghibur Alana .
" Hmmm " , Alana hanya berdehem menanggapi perkataan Nada .
" LDR itu memang berat ya , beruntung aku bisa bertemu setiap hari " , gumam Nada seraya tersenyum .
" Istigfar Nad kalian belum muhrim " , timpal Alana seraya mengusap wajah Nada .
" Astagfirullah " , ucap Nada cepat .
Setelah mengobrol banyak hal , terdengar suara ngorok Nada pertanda ia sudah tidur sedangkan Alana ia sama sekali tidak bisa memejamkan kedua mata .
Untuk mengusir rasa jenuh Alana kembali membaca kitab yang dipelajari tadi pagi .
__ADS_1
Disaat mendengar suara ustadz Alif yang tengah adzan asar , Alana segera membangunkan Nada dan ia pamit untuk kembali pulang ke rumah umi .
Alana tahu jika ia ikut mandi diasrama pasti harus mengantri dan bergantian maka dari itu Alana memutuskan untuk kembali ke rumah umi .
Alana berjalan dengan cepat agar segera sampai dirumah umi , ia takut terlambat ikut sholat berjama'ah dimushola .
Namun ketika sampai didepan halaman rumah umi , kedua mata Alana menangkap sebuah mobil yang terparkir rapi disana .
Alana merasa sedikit curiga namun detik berikutnya ia langsung merasa khawatir takut terjadi sesuatu dengan kedua mertuanya .
" Assalamu'alaikum umi , Abi " , Salam Alana ketika masuk rumah , namun ia langsung mematung ketika sepasang netra bertemu dengan sosok yang sangat ia rindukan selama beberapa hari ini .
" Bang Zain " , gumam Alana pelan dengan kedua mata berkaca-kaca antara senang dan terharu .
" Wa'alaikum salam ya Zaujati " , Jawab Zain seraya berdiri dan berjalan mendekat ke arah Alana .
" Gimana kabarnya sayang ? ", tanya Zain seraya tersenyum manis .
Tanpa aba-aba Alana langsung memeluk Zain dan menangis , rasa kesal dan senang menjadi satu .
" Kenapa bang Zain tidak memberitahu Alana , bang Zain sengaja ya membuat Alana khawatir " , setelah puas memeluk tubuh kekar suaminya , kini Alana malah memukul dada bidang Zain mengeluarkan semua unek-uneknya .
Zain tersenyum lalu ia menangkap kedua tangan Alana .
" Maaf sayang " , Ucap Zain lembut .
Alana cemberut dan langsung membuang muka , dan disaat itu ia baru tersadar jika ditengah-tengah mereka ada Abi dan Umi .
Alana langsung melepaskan tangannya dari genggaman Zain dan ia langsung mundur beberapa langkah .
" Umi , Abi maafkan Alana , Alana tidak tahu kalau ada umi dan Abi disini ", Ucap Alana yang menunduk malu .
" Tidak apa-apa sayang kami memakluminya kok " , jawab Umi tersenyum .
Alana langsung pamit masuk kamar meninggalkan suaminya bersama umi dan Abi .
Umi dan Abi yang menyaksikan hanya tersenyum , mereka sangat paham dengan sepasang pangantin yang masih terbilang baru namun harus berpisah .
Zain yang melihat Alana masuk kamar , ia pun segera mengikutinya .
🥰🥰🥰
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .