
Alana dan Zain sama-sama baru pulang siraman rohani sehabis subuh tadi . Meraka langsung menuju kamar untuk membersihkan diri dan segera ikut sarapan bersama umi dan Abi .
Alana seperti biasa , ia selalu menyuruh suaminya untuk membersihkan diri terlebih dulu dan ia akan menyiapkan pakaian dan keperluan Zain yang lainnya .
" Eh sayang hampir lupa kalau hari ini aku harus pergi ke luar kota , ada pekerjaan yang mengharuskan aku untuk datang " , Ucap Zain sebelum melangkah ke kamar mandi .
Alana yang mendengar perkataan Zain seketika mematung .
" Maaf aku baru bilang , karena aku pun dikasih tahu nya sangat mendadak tadi sehabis subuh " , Zain mendekat ke arah Alana .
Alana berbalik badan menghadap suaminya , ia menampilkan senyum manis nya pertanda tidak apa-apa , walau didalam hatinya ia sangat tidak rela Zain pergi keluar kota namun itu sudah kewajiban Zain , Alana tidak mungkin melarang suaminya untuk tidak melaksanakan kewajibannya .
" Iya bang Zain kalau gitu Alana siapkan pakaian kerja bang Zain ya " , timpal Alana seraya menampilkan senyuman manisnya , lalu berbalik badan bersiap untuk mengambil pakaian Zain dari lemari .
" Kamu gapapa , ditinggal disini ? " , Zain memeluk Alana dari arah belakang .
Dan membuat Alana sedekit kaget dan refleks menghentikan niatnya yang ingin mengbil baju kemeja .
" Alana gapapa bang Zain , disini ada umi , Abi , Nada dan yang lain juga yang bisa menemani Alana " , jawab Alana meyakinkan Zain seraya mengusap punggung tangan suaminya yang berterker diperut ratanya .
" Maaf ya , dan aku janji akan pulang secepatnya jika kerjaan disana sudah selesai ! " , Zain membalikan badan Alana sehingga mereka saling berhadapan .
" Jadi bang Zain disana akan menginap ? " , tanya Alana pelan .
" Kemungkinan begitu sayang " , jawab Zain seraya menarik tubuh Alana ke dalam pelukannya .
Seketika Alana merasa lemas , ia tak pernah ditinggalkan oleh Zain sebelumnya dan ia tidak tahu gimana jadinya jika kali ini Zain harus meninggalkan bahkan sampai berhari-hari .
" Berapa hari bang Zain diluar kota ? , Alana akan siapkan semua keperluan bang Zain ? " , Tanya Alana yang melepaskan pelukannya seraya kedua matanya sudah berkaca-kaca .
" Kemungkinan 5 hari tapi aku janji akan secepatnya pulang jika pekerjaan nya sudah selesai ! " , Jawab Zain menatap sendu istrinya , ia pun merasakan hal yang sama seperti Alana , Zain merasa berat harus meninggalkan istri Sholehah nya , beruntung mereka tengah berada dipesantren jadi Zain bisa merasa sedikit aman karena ada umi dan Abi yang bisa menemani Alana .
__ADS_1
" Iya , semoga semua pekerjaan bang Zain diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT " , balas Alana tersenyum mencoba menyembunyikan kesedihannya .
" Aamiin , makasih sayang " , Zain mencium pucuk kepala Alana , lalu ia segera masuk ke kamar mandi .
Alana mulai menyiapkan keperluan Zain dan memasukan beberapa pakaian kantor dan juga pakaian santai , tak lupa dengan baju Koko , kain sarung dan juga peci yang Alana masukan ke dalam koper kecil milik Zain .
Alana rasanya sangat berat untuk melepas kepergian Zain , jika ia berani meminta ingin sekali Alana ikut dengan Zain namun Alana juga bingung karena tidak mau ketinggalan kelasnya dipesantren .
****
Alana dan Zain sudah menyelesaikan sarapan dan mereka kembali masuk kamar untuk mengambil koper yang sudah disiapkan Alana untuk keperluan Zain selama diluar kota .
" Sayang aku bakal rindu banget sama kamu " , Zain tiba-tiba langsung memeluk Alana dengan erat ketika pintu kamar tertutup .
" Bang Zain apa sih kok jadi lebay ? " , Alana terkekeh kecil , namun ia membalas pelukan Zain .
Bukan hanya Zain yang akan rindu , Alana juga akan merasa sangat rindu dengan Zain apalagi hampir setiap hari Zain selalu menggoda nya .
" Iya , bang Zain juga disana baik-baik jangan lupa kasih kabar sama Alana " , timpal Alana seraya menatap wajah ganteng suaminya .
" Iya " , Zain tersenyum dan detik berikutnya ia menyatukan bibir nya dengan bibir ranum Alana , yang mungkin nanti akan selalu ia rindukan disana .
Awal mula hanya sekedar mengecup namun ternyata Zain merasa sangat tidak puas , ia menggigit bibir bawah Alana , dan mulai bertukar saliva dan menyapu lembut rongga mulut Alana .
Kedua tangan Zain menarik tubuh Alana agar semakin rapat dengan tubuhnya . Alana kali ini mulai bisa mengimbangi aksi Zain dan kedua tangannya tiba-tiba sudah mengalung dileher Zain .
" Tok , Tok , Assalamu'alaikum Zain , diluar ada ustad Alif yang udah nunggu ! " , Suara umi dibalik pintu kamar .
Alan refleks langsung melepaskan pautan mereka dan mendorong pelan dada bidang Zain .
" Aku pergi ya , ingat pesan aku tadi ! " , Ujar Zain seraya tersenyum dan ibu jari tangannya mengelap lembut bibir ranum Alana yang sedikit basah karena ulahnya .
__ADS_1
Alana hanya mengangguk dengan tersenyum semanis mungkin , ia tak mau menunjukkan kesedihannya untuk mengeringi kepergian Zain dan membuat Zain menjadi khawatir disana .
Alana merapikan hijabnya dan mengoleskan sedikit liptint dibibirnya , lalu mengikuti Zain yang keluar kamar seraya menyeret koper .
Zain berpamitan dengan umi dan Abi , tak lupa ia pun menitipkan istri nya .
" Umi , Abi , Zain pamit pergi dulu , doakan Zain agar selalu diberi kelancaran dalam setiap urusan " , Zain mencium punggung tangan umi dan Abi bergantian , tak lupa ia pun selalu meminta doa dari umi dan Abi .
" Doa kami tak akan pernah putus nak , kami selalu mendoakan yang terbaik disetiap langkah mu " , Ucap Umi dan disetujui oleh Abi .
" Terimakasih banyak umi , Abi " , Ucap Zain yang langsung dianggukan dengan kompak oleh Umi dan Abi .
" Oh ya Umi , Abi , kali ini Zain titip istri Zain dan jika ada apa-apa tolong segera hubungi Zain ! " , Ucap Zain seraya merangkul Alana dan langsung membuat Alana menunduk malu .
Umi dan Abi tersenyum .
" Kamu ga usah khawatir ada Abi dan umi yang akan menjaga Alana disini dan kami akan pastikan Alana gak akan lecet sedikit pun " , Jawab Abi seraya terkekeh diikuti yang lain .
Lalu Zain berpamitan dengan Alana , Alana langsung mencium punggung tangan suaminya dengan takdzim yang dibalas oleh Zain mencium kening Alana cukup lama .
" Ya Allah Zain kamu gak sopan bermesraan didepan ustad Alif , lihat dia sampai ngeces lihatnya " , Goda Abi dan membuat Ustad Alif salah tingkah .
" Abi tahu aja " , balas Ustad Alif terkekeh .
Zain dan ustad Alif mulai masuk mobil , dan setelah mengucapkan salam mobil mulai melaju meninggalkan halaman pesantren .
Alana masih menatap kepergian suaminya , dan setetes cairan bening berhasil jatuh dari sudut matanya namun Alana dengan cepat mengelapnya .
🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .
__ADS_1