Hukuman Untuk Alana

Hukuman Untuk Alana
Saling Mengutarakan


__ADS_3

Alana langsung masuk ke kamar mandi dan segera membersihkan diri , namun setelah menyelesaikan ritualnya dikamar mandi Alana baru teringat jika ia tidak membawa baju ganti .


Alana melihat ke arah tubuhnya yang hanya memakai handuk diatas lutut .


" Ga mungkin keluar dengan kaya gini , bisa-bisa kamu lupa Al " , Gumam Alana mengutuk kecerobohan .


Sementara dikamar Zain sudah menunggu lumayan lama , ia pun ingin membersihkan diri ditamabah badannya sudah sangat berkeringat setelah perjalanan jauh .


" Al kok dikamar mandi nya lama banget ? ! , cepetan sayang nanti bisa terlambat ikut jama'ah " , Ujar Zain seraya mengetuk pintu kamar mandi.


Alana semakin gugup dan bingung harus berbuat apa , baju yang tadi ia pakai pun sudah basah .


" Bang Zain , bang Zain keluar dulu sebentar " , pinta Alana sedikit berteriak .


Mendengar hal itu Zain langsung mengerutkan keningnya bingung .


" Kenapa harus keluar ? , kamu baik-baik aja kan didalam ? " , Tanya Zain beruntun .


" Alana baik-baik aja tapi Alana lupa gak bawa baju ganti " , balas Alana .


Seketika kedua bibir Zain tersenyum .


" Ya udah kamu pakai handuk aja ! , jangan lama-lama dikamar mandi sayang nanti kamu bisa masuk angin ! " , Timpal Zain dengan tersenyum penuh arti .


" Alana ga mau ! , pokoknya bang Zain keluar dulu ! " , Teriak Alana seraya bergidik ngeri.


" Kenapa ga mau ? , ingat kita sudah Halal sayang " , balas Zain lagi seraya terkekeh , ia memang sengaja ingin mengerjai Alana .


" Iya Alana tahu tapi mohon jangan kali ini " , timpal Alana pelan namun masih bisa didengar oleh Zain .


" Oke baiklah aku berdiri menghadap jendela luar jadi ga akan melihat kamu Al " , ucap Zain dan ia langsung berjalan mendekat ke arah jendela .


" Bang Zain becanda kan ? ", Tanya Alana namun Alana tak mendengar kali suara Zain.


Walau ragu namun perlahan Alana membuka pintu kamar mandi , dan ia melihat sosok Zain yang tengah berdiri didepan jendela .


Dengan cepat Alana langsung berjalan ke arah lemari lalu kembali masuk ke kamar mandi setelah mendapatkan baju gantinya .


Zain terpaku didepan jendela walau ia membelakangi Alana namun pantulan cermin dari jendela menangkap sosok Alana yang hanya mengenakan handuk yang hanya menutup area dada sampai atas lutut .


Walau Zain pernah melihat Alana memakai baju seksi namun kali ini Alana terlihat sangat seksi dan berhasil membangunkan burung perkututnya.


Tak lama Alana keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian nya , namun alangkah kagetnya ketika membuka pintu kamar mandi ia hour saja bertubrukan dengan Zain yang entah sejak kapan ia berdiri disana .

__ADS_1


" Bang Zain ngapain berdiri disini ? " , Ala refleks langsung mundur .


" Al kita sholat dikamar aja ya ! , sekalian nanti temenin aku istirahat " , bukan menjawab Zain malah meminta Alana untuk sholat berjama'ah didalam kamar .


Zain memberi jalan untuk Alana , dan setelah itu ia langsung masuk ke kamar mandi .


Alana bingung ditambah ia melihat raut wajah Zain yang sedikit berbeda .


Walau sedikit bingung namun Alana menurut permintaan suaminya , ia langsung menyiapkan baju ganti untuk Zain lalu menggelarkan sajadah untuk mereka berdua sholat .


Seraya menunggu Zain membersihakan diri , Alana pergi ke dapur untuk membuatkan suaminya minuman .


Setelah membuatkan minuman segar untuk suaminya Alana lansung kembali membawanya ke dalam kamar dan ternyata Zain sudah selesai mandi dan sudah lengkap mengenakan pakaian yang telah Alana siapkan.


" Assalamu'alaikum , bang Zain maaf kirain bang Zain masih dikamar mandi " , Salam Alana dan merasa sedikit bersalah karena ia tidak mengetuk pintu lebih dulu beruntung Zain telah mengenakan pakaiannya kalau belum ia bisa kena penyakit serangan jantung karna melihat roti sobek milik Zain.


" Wa'alaikum salam , iya tidak apa-apa sayang " , jawab Zain seraya tersenyum manis .


" Ya udah ayo kita sholat " , Ajak Zain lembut dan langsung dianggukan oleh Alana .


Keduanya sholat dengan khusu , suara Zain yang merdu melafalkan setiap ayat suci Al-Qur'an membuat hati Alana sangat tersentuh dan sangat rindu karena sudah beberapa hari tidak mendengar suara emas suaminya .


" Assalamu'alaikum warahmatullah " , Zain menengok ke kanan lalu ke kiri .


Seperti biasa Zain langsung berdzikir dan menadahkan kedua tangannya ke atas , berdoa untuk kebaikan keluarga kecilnya , kedua orang tua dan mertuanya tak lupa untuk semua muslimin dan muslimat terhusus keluarga yang ada dipondok pesantren Abi .


Zain berbalik badan dan langsung disambut oleh Alana dengan mencium takdzim punggung tangannya yang dibalas oleh nya mencium kening Alana cukup lama , dan tanpa terduga ternyata Alana menitikan air mata .


" Sayang kenapa ? " , tanya Zain menangkup kepala Alana dengan kedua tangannya .


Alana langsung mengelap dengan cepat air mata yang menetes padahal sudah sekuat tenaga ia menahannya sejak tadi .


" Gapapa " , Jawab Alana pelan .


" Cerita sama aku , aku suami mu sayang ! , ada apa ? " , tanya Zain sekali lagi yang merasa khawatir dengan istrinya .


Bukan menjawab pertanyaan Zain , namun Alana malah memeluk tubuh kekar Zain .


Rasanya ia teramat rindu dan tidak mau merasakan kedua kalinya harus berpisah lama dengan Zain.


Zain membalas pelukan Alana , ia dengan lembut mengusap punggung Alana dan memberinya ketenangan .


Setelah tidak mendengar suara tangis Alana dan perlahan pelukannya sudah dilepaskan , Zain dengan lembut bertanya .

__ADS_1


" Kenapa Al jangan bikin aku khawatir ? " , tanya Zain pelan .


" Alana - " , jawab Alana menjeda perkataannya ia ragu untuk mengutarakan perasaannya lebih tepatnya malu .


" Iya kamu kenapa ? , jangan takut ceritakan aja semuanya tapi kalau kamu belum siap , gapapa ! , aku gak akan maksa " , timpal Zain seraya mengelus kepala Alana yang masih terbalut mukena .


" Alana ga mau berpisah lagi dengan bang Zain " , Ucap Alana pelan dengan menundukkan kepalanya.


Zain seketika langsung tersenyum manis dan hatinya seperti ditaburi bunga-bunga yang bermekaran .


" Masya Allah ternyata istri Sholehah ku ini rindu berat " , ucap Zain yang langsung membawa Alana kedalam pelukannya .


" Maaf ya , lain kali akan diusahakan ga akan pernah ninggalin kamu " , ucap Zain seraya mengeratkan pelukannya .


" Asal kamu tahu , aku pun ga mau berpisah dengan kamu , aku sangat menderita berjauhan dengan kamu sayang " , bisik Zain tepat disamping telinga Alana .


" Ana uhibbuka fillah ya Zaujati " , bisik Zain lagi .


Alana tidak menjawab namun ia semakin mendusel didada bidang Zain .


Melihat tingkah Alana yang gemas Zain langsung mengangkat tubuh Alana ke arah ranjang .


" Bang Zain " , ucap Alana kaget dan langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher Zain .


Zain membaringkan Alana dengan sangat perlahan diatas kasur , kedua mata mereka beradu dan dengan cepat kedua bibir mereka saling menempel dan berkenalan .


Tangan nakal Zain mulai berani menyentuh sesuatu yang kenyal yang ada dibalik mukena yang Alana kenakan .


Ci**an keduanya semakin panas dan Alana tanpa sadar mengeluarkan suara ******* kecil yang membuat Zain semakin ingin berbuat lebih .


Zain tersadar karena merasakan tubuh Alana yang bergetar hebat , Zain segera menjauhkan tangannya dan menghentikan aksinya .


" Maaf sayang " , Ucap Zain merasa bersalah karena khawatir membuat istrinya ketakutan .


Alana langsung membuka kedua matanya dan segera bangun dari berbaringnya , ia hanya menundukkan kepalanya seraya menyembunyikan rona malu diwajahnya , dan didalam Lubuk hati yang paling dalam ia merasa sedikit kecewa karena Zain menghentikan aksinya .


🥰🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .


Marhaban ya Ramadhan , author mau minta maaf bila ada kesalahan , kadang buat kalian kesal karena alur cerita yang author bikin atau suka bikin nunggu karena jarang up 😁🙏🙏 .


Selamat menjalankan ibadah puasa para readers. semoga kita semua diberi kesehatan , dipanjangkan umurnya , dilancarkan semua urusannya dan disukseskan didunia dan juga di akhirat , Aamiin Aamiin 🤲🙏.

__ADS_1


__ADS_2